November 17, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 30

 

I Want to Go Home

“Biarkan aku berpikir.” Guru Di merenung sejenak. “Xiao Jin tumbuh dengan kecepatan yang tidak biasa, jauh lebih cepat daripada yang tertulis di buku. Bahkan dalam satu tahun dia sudah tumbuh ke tahap bayi. Di buku mengatakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk seekor naga tumbuh ke tahap bayi adalah enam ratus tahun. Tapi itu bahkan belum ada satu tahun sejak Xiao Jin lahir dan dia sudah hampir melewati tahap bayi dan akan segera masuk tahap pertumbuhan. Aku yakin ada hubungan antara pertumbuhan Xiao Jin yang sangat cepat dan kamu berbagi hidupmu dengannya. Pertumbuhan cepat ini terjadi sebelum atau sesudah kecelakaan itu?”

“Itu benar! Setelah kejadian itu, Xiao Jin tumbuh dengan cepat, menyerap magic power jauh lebih banyak dari sebelumnya.”

“Zhang Gong, kau benar-benar mendapatkan harta karun. Bagaimanapun, kau tidak boleh membiarkan seorangpun tahu Xiao Jin adalah seekor naga. Tunggulah hingga Xiao Jin mencapai tahap pertumbuhan, lalu kau tidak perlu khawatir. Saat itu, seharusnya sudah tumbuh dan dia akan sangat membantu untukmu.”

“Ya, ini luar biasa. Magic beastku adalah seekor naga.”

“Jangan bangga dulu. Pertama akan aku berikan buku ini. Buku ini diwariskan oleh seorang guru kepada muridnya dari generasi ke generasi. Kau harus menjaga buku ini baik-baik. Ini akan sangat berguna di masa depan. Di halaman terakhir, terdapat peta dan sarana untuk menuju ke daerah kekuasaan para naga. Setelah kamu lulus dari advanced magic academy, kau harus mengunjunginya. Jika raja naga yang berkuasa saat ini ingin mengambil kembali Xiao Jin Kau harus mengembalikannya. Kita benar-benar tidak tahu bagaimana Xiao Jin bisa keluar dari area kekuasaan mereka.”

“Haruskah aku mengembalikannya?” Aku tidak ingin berpisah dari Xiao Jin, meskipun dia bukan seekor naga, perasaanku akan tetap sama.

“Tentu saja harus. Zhang Gong lakukan sesuai yang diminta. Kau harus tahu bagi seorang ibu dan ayah kehilangan anaknya adalah rasa sakit yang tidak berujung. Kau harus berpikir tentang Xiao Jin juga.”

Itu benar! Jika ayah dan ibu tidak menemukanku, pasti mereka akan sangat sedih. Setelah aku lulus dan memiliki kesempatan yang bagus, aku akan mengunjungi Dragon’s Valley. Jika terjadi sesuatu yang buruk, aku akan mencoba membujuk mereka agar mengijinkan Xiao Jin menemaniku.

Ah, aku belum bertemu dengan ayah dan ibu untuk waktu yang lama. Saat aku mendapat waktu untuk liburan, aku ingin pulang dan bertemu mereka. Saat mereka melihat seberapa menakjubkan sihirku sekarang, mereka pasti bahagia.

“Guru Di, kapan aku bisa pulang? Aku merindukan ayah dan ibuku. Aku tidak memiliki maksud tersembunyi apapun, hanya saja mendadak aku teringat perasaan kangen terhadap rumahku.

“Merindukan rumah? Istirahatlah selama dua hari, tunggulah sampai tubuhmu pulih dan kau boleh pulang. Lusa adalah hari libur sekolah yang resmi.” Kata Guru Di dengan wajah cerah.

“Ah, itu benar. Guru Di, aku tidak ingin menantang senior kelas lagi. Aku merasa aku masih kurang kuat. Aku ingin berlatih sihir dengan rajin dan menjadi lebih kuat sebelum berpikir untuk menantang mereka lagi.”

“Sikapmu itu bagus. Aku khawatir bahwa kau hanya akan puas dengan perkembanganmu yang sekarang. Tanpa Xiao Jin, kau tidak akan menjadi juara. Aku juga berharap kau akan belatih dengan tekun. Tunggu hingga kau masuk ke advanced magic academy, baru kau bisa lulus lebih awal. Kenapa tidak istirahat dulu? Aku masih ada sesuatu yang harus dihadiri.”

Guru Di mengusap kepalaku dengan lembut, kemudian berbalik dan pergi.

Aku benar-benar tidak menyangka kompetisi ini akan memiliki peristiwa sebanyak ini. Tapi ini tidak terlalu buruk, setidaknya sekarang aku tahu apa sebenarnya Xiao Jin itu. Setelah aku mulai berbaur, aku pasti akan segera menemukan waktu yang tepat untuk pergi dan membantu Xiao Jin menemukan kedua orangtuanya.

Aku melihat ke arah Xiao Jin dengan lembut, lalu mengusap kepalanya yang cukup besar. Xiao Jin sepertinya merasakan sesuatu, dan dengan sedikit malas mendekatkan kepalanya denganku.

Guru Di sudah pergi dan pelindungnya sudah hilang. Aku segera meminta Xiao Jin masuk kembali ke tubuhku.

Bermaksud tidur, aku berbaring di kasurku, tapi aku tidak bisa tidur sama sekali. Guru Xiu akan menjemputku dua hari lagi. Dengan harapan yang tinggi padaku, beliau pasti gembira begitu mengetahui perkembanganku. Aku tidak tahu dengan ayah dan ibu, tapi mereka pasti merindukanku. Aku juga sangat merindukan mereka.

Aku menatap langit malam yang berbintang melalui jendela kamarku dengan perasaan rindu dengan rumah. Karena aku tidak bisa tidur, aku mulai mengumpulkan magic powerku. Memulihkan magic powerku sebanyak mungkin juga penting. Aku mulai menyerap light element yang sudah dipadatkan. Light element tanpa berhenti bergerak dan memadat membentuk bola emas sebelum diserap oleh Golden Dan. Lebih cepat memulihkan magic power milikku dengan cara ini daripada perlahan-lahan menggunakan bola emas milikku.

… Dua hari kemudian.

Pagi-pagi sekali, aku pergi untuk menemui Guru Di, “Guru Di, magic power milikku sudah hampir pulih total. Boleh aku pulang sekarang?”

Beliau mengangkat kepalanya dari buku dan memberikanku sebuah senyuman kecil, “Anak bodoh, kenapa terburu-buru? Apakah kau mencoba menghindar dari orang tua ini dengan cara pulang lebih awal?”

“Tidak mungkin, itu tidak mungkin. Aku sangat tidak ingin berpisah dari Guru. Anda adalah guru terbaik yang pernah aku temui.” Kata-kata ini murni keluar dari lubuk hatiku. Itu benar-benar bantuan dari bimbingan Guru Di aku bisa meningkat secepat ini. Hanya dalam satu tahun, aku menjadi wakil dari murid tahun kedua.

Senyum Guru Di semakin lebar ketika melihat ekspresi gelisahku, “Aku hanya menggodamu. Cepatlah pergi. Setelah kau mengemasi barang-barangmu, kau boleh pulang. Hati-hati di jalan. Apakah ada yang menjemputmu?” Dia hanya menanyakan ini karena dia tahu rumahku sangat jauh.

“Ada. Tapi aku tidak tahu apakah dia sudah tiba atau belum. Beliau adalah guruku dari elementary magic academy.”

“Oh! Jika aku ada kesempatan aku ingin bertemu dengannya dan bertanya tentang metode apa yang digunakan olehnya untuk membuatmu memiliki pendirian yang kokoh.” (Ini diluar perkiraanku, karena saat ini Guru Di tidak ingin ada yang tahu bahwa aku telah menjadi muridnya.)

“Tidak, itu tidak perlu.” Aku langsung menolak Guru Di. Jika aku membiarkan Guru Di menggunakan metode Guru Xiu untuk menghadapiku, bagaimana aku bisa menjalani hari-hariku lagi? “Metode mengajar anda sudah jauh lebih baik daripada guru yang lain, jadi anda tidak perlu membandingkan dengan yang lain.” Aku dengan cepat memberikan pujian.

Setelah mendengar perkataanku, Guru Di menjadi sangat bersemangat, “Benarkah? Berarti usahaku tidak sia-sia untuk mengajarimu.” Dari apa yang terlihat, beliau tampak puas dengan dirinya sendiri. “Oh, benar juga. Aku memiliki sesuatu untuk diberikan kepadamu karena kau akan pergi sekarang.”

“Anda tidak perlu memberikanku apapun. Jubah sihir yang saat itu anda berikan sudah lebih dari cukup.” Meskipun dampak jubah sihir ke efek dari Absolute Disturbance tidak banyak, namun masih memiliki efek yang kuat pada serangan sihir biasa.

“Aku tidak memberikanmu hadiah kali ini, ini adalah sesuatu yang kamu peroleh.” Sambil mengatakan ini, Guru Di mengeluarkan amethyst card dari dadanya.

“Apa ini?” Aku bertanya dengan penasaran.

“Ini adalah sebuah Amethyst card dengan koin berlian. Ada beberapa orang di benua ini yang bisa memiliki kartu seperti ini. Ini tidak bisa digunakan oleh siapapun kecuali dirimu karena aku sudah memasukkan datamu kedalamnya. Ini tidak bisa diubah lagi. Didalamnya berisi seratus koin berlian yang kau menangkan dengan menjadi seorang juara. Cukup untuk kamu gunakan. Di masa depan jika kamu ingin menggunakannya, kamu hanya perlu menariknya keluar dan itu pasti sudah cukup. Keuntungan terbesarnya adalah hanya kamu yang dapat menggunakannya, jadi kamu tidak boleh menghilangkannya. Kamu bisa memanggil amethyst card ini dengan sihir pemanggil, jadi bisa dengan mudah kau simpan di dalam tubuhmu.

Ini sangat indah. Setelah menerimanya, aku menjadi cukup kaya. Bahkan, jumlahnya tidak sedikit! Ini luar biasa!

“Guru Di, Aku akan berangkat sekarang. Jagalah diri anda. Aku akan kembali ketika liburan usai.” Setelah mengatakan ini, aku berbalik dan kembali ke asramaku. Aku hanya perlu mengemasi barangku dan kemudian aku bisa pulang.

“Perhatikan keselamatanmu di jalan, jangan sampai magicmu menurun saat tiba di rumah.” Dari belakang terdengar peringatan Guru Di.

Translator / Creator: Veve