October 10, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 3

 

My Good Luck

“Bagaimana ujiannya, Zhang Gong?”

Aku memberikan tanda “OK” pada guru Xiu.

“Tidak ada masalah dengan dua ujian tadi, kau bisa tenang, guru.”

“Jangan sombong dulu. Kau harus tetap berusaha sebaik mungkin besok. Nilai totalmu yang akan menentukan nasibmu nanti.”

Malam berlalu dengan tenang.

Esok harinya, kami tiba di akademi di jam yang sama seperti kemarin. Ujian ketiga adalah kontrol magic. Ada beberapa cara dalam ujian ini, disesuaikan dengan magic element utama peserta. Misalnya, ujian untuk peserta dengan fire element adalah mengendalikan basic fireball magic melewati rute tertentu tanpa meledak, lalu penguji menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan si peserta untuk menyelesaikan rutenya. Untuk elemen lain, ujiannya kurang-lebih sama.

Lalu bagaimana ujian untuk light element? Guru Xiu juga tidak tahu karena di ibukota tidak ada yang penyihir dengan elemen utama cahaya.

Karena aku adalah satu-satunya peserta dengan light element, aku langsung masuk ke ruang ujian. Aku sampai di ruang ujian kelima di sayap kanan bangunan akademi. Wow, pesertanya hanya aku, tapi pengujinya ada lima. Apa tidak berlebihan?

“Selamat pagi, penguji.”

“Peserta nomor 1503. Karena beberapa tahun terakhir tidak ada peserta dengan light element, maka pihak akademi telah berunding dan mengadakan metode baru untuk mengujimu.” Kata penguji di tengah.

Ah! Tidak mungkin. Ternyata mereka membuat pertimbangan khusus untukku.

“Lalu, apa yang harus kulakukan, guru?”

Para penguji melihat satu sama lain, lalu penguji yang ada di tengah memasang senyum misterius seraya berkata “Sebenarnya mudah saja. Kudengar kemarin di ujian kedua kau menggunakan mantra ciptaanmu sendiri. Jadi hari ini kami ingin mengetesnya. Kalau kau bisa bertahan selama tiga puluh menit, maka kau lolos. Nilaimu bergantung pada seberapa baik pertahananmu terhadap serangan kami.

Mana mungkin semudah itu? Aku memang cukup kuat untuk itu, tapi aku jadi curiga. Kuberanikan diri bertanya: “Apa mantra yang kalian akan gunakan adalah mantra dasar? Bolehkan aku menggunakan elemen minorku?”

“Tenang saja, ini hanya mantra dasar. Tapi kau harus ingat, mantra dasar kami cukup kuat. Dan kau boleh memakai elemen minormu. Nah, kita mulai sekarang.”

Segera aku mengumpulkan light element dan membuat light prism shield untuk melindungi diriku. Selanjutnya, aku bersiap untuk berteleportasi sewaktu-waktu. (Mantra kelas dasar tidak punya area serang. Dan sejauh yang kutau, aku hanya bisa dikalahkan jika dalam area serang.)

Kelima pengujiku mulai menyerang.

Ujian berakhir. Hasilnya, tentu saja, bahkan tidak sehelai rambutku pun yang tersentuh. Light prism shieldku juga tidak terlalu banyak kugunakan. Agak terlalu mudah rasanya ujian ini. Jauh lebih mudah daripada lingkaran karungku biasanya. Mantra dasar yang ditembakkan oleh para penguji hanya terasa seperti hembusan angin dan hujan lebat, masih banyak celahnya. Haha. Terlalu mudah.

“Guru, apakah aku lolos?”

Kelima penguji saling berpandangan, terkejut. Akhirnya mereka mengumumkan bahwa aku lolos.

“Nak, aku merasa seakan-akan spatial magic adalah elemen utamamu!”

Aku menggaruk kepalaku dan berkata pelan, “Ini memalukan sekali. Jadi, guru, sewaktu aku di elementary magic academy, guruku memberi peringkat pertama untuk kemampuanku melarikan diri, peringkat dua untuk defense, peringkat tiga untuk recovery, dan attack magic di peringkat terbawah. Jadi…”

“Murid nomor 1503, tidak perlu malu. Saat kau bertemu musuh, sangat penting untuk memiliki kemampuan melarikan diri. Akan lebih penting lagi dalam pertarungan antara warrior dengan mage. Umumnya, warrior tidak akan memberi kesempatan bagi para mage untuk merapal mantra, jadi jika kau bisa menjaga jarak aman untuk merapal mantramu, kemungkinan besar kau akan sukses. Jadi kau tidak perlu malu. Kau malah harus terus berusaha meningkatkannya.”

Wow. Aku tidak menyangka kemampuan melarikan diri akan sangat berguna. Mulai sekarang, itu akan menjadi mottoku. Haha.

“Terima kasih, guru.” Aku merasa sangat berterima kasih kepada para penguji ini. Akupun membungkuk.

Saat keluar dari ruang ujian, aku merenungkan keberuntunganku. Namun rasanya sudah tidak penting lagi. Kata guru Xiu, setelah ujian ketiga selesai, akan dipilih 500 orang dengan nilai tertinggi yang bisa melanjutkan ke ujian ke empat. Dengan kata lain, besok mereka akan mengumumkan nilai kami dan lusa ujian terakhir akan dimulai. Sekarang aku merasa resah di perjalanan pulang. Guru Xiu pasti akan segera menanyaiku ini-itu.

Aku lewat di depan ruang ujian fire element. Tanpa sengaja, aku melihat ke sudut ruangan dan melihat peserta laki-laki berambut merah yang usianya sebayaku. Dia tampak sangat murung. Aku mendatanginya.

“Hei, ada apa? Apa ujianmu tidak berjalan lancar?”

“Bukan. Tapi lebih buruk lagi. Aku mengerjakan ujianku dengan terlampau baik.” Suara anak itu terdengar. Suaranya merdu.

“Kenapa?”

“Guruku bilang jangan terlalu baik, cukup bisa lolos saja sudah bagus. Kalau begini, nanti saat aku mulai belajar akan banyak orang yang menantangku. Nanti aku tidak punya waktu lagi untuk berlatih.”

“Wah, gurumu ternyata lebih aneh dari guruku. Setidaknya, guruku hanya aneh saat latihan saja. Gurumu malah tidak membolehkanmu mengerjakan ujian dengan sebaik-baiknya. Fuuhhh.”

“Jangan bicara seperti itu tentang guruku. Itu untuk kebaikanku. Dia juga memikirkan kebutuhan orang lain!”

“Sudah jangan bahas ini lagi. Bagaimana ujianmu tadi?”

“Sebenarnya aku hanya ingin menguji kemampuan upper-middle rank ku. Tapi kulihat peserta lain bagus-bagus, jadi aku menunjukkan lebih. Hasilnya aku lebih cepat 10 detik dari yang tercepat.”

“Jadi berapa lama waktu yang kau habiskan?”

“6 detik.” Wow. Anak ini sama jeniusnya seperti aku.

“Aku tidak menyangka kau sangat berbakat. Hai, kenalkan. Aku Zhang Gong Wei. Elemen utamaku cahaya, dan elemen minorku spatial.” Kuulurkan tanganku padanya.

Dia segera berdiri dan menjabat tanganku. “Halo. Namaku Ma Ke Sai. Elemen utamaku api, elemen minorku angin.”

“Apa kau mau berteman denganku mulai sekarang?”

“Tentu. Mulai sekarang kita berteman.”

Suara kekanakan mereka telah menandai persahabatan mereka.

Translator / Creator: Dila fd