November 16, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 27

 

Absolute Disruption

“Cepat ceritakan padaku apa yang terjadi.”

“Inilah yang terjadi. Hari ini, kami semua berpikir Wo Ke akan menang. Namun, segera setelah pertandingan dimulai, gadis kelas D itu menggunakan water spell yang tidak kami ketahui, mungkin seperti sealing spell. Wo Ke terkena lingkaran biru itu dan tidak bisa keluar sekuat apapun dia mencobanya. Lalu gadis dari kelas D itu menggunakan water Bullet dan dengan mudah mengeluarkannya dari arena. Menurut pengamatanku, lingkaran biru itu mencegah Wo Ke menggunakan sihirnya. Sungguh kekalahan yang tidak adil.”

“Sangat tidak adil.” Aku bahkan tidak yakin aku bisa menang sekarang.

“Zhang Gong, kau tidak boleh kalah. Kita kelas A tidak bisa membiarkan kelas D menjadi juara.”

“Kalian bisa beristirahat dengan tenang, aku pasti akan menang.”

Meskipun aku bilang begitu, aku tidak yakin tentang seberapa besar kesempatan menangku. Tidak, Aku harus segera menemui Guru Di.

Aku menggunakan ijin untuk berjalan-jalan dan pergi ke asrama Guru Di. Beliau sedang membaca buku sihir. Melihatku datang, Guru Di tersenyum, “Aku tahu kau akan langsung datang begitu mendengan Wo Ke kalah.”

“Kalau begitu tolong katakan bagaimana Wo Ke bisa kalah. Bagaimana aku bisa menghindar dari perangkapnya?”

Guru Di menghela nafas, “Kau cukup menyerah saja besok.” Kata-kata Guru Di barusan seperti bom (kalau memang ada), mengejutkanku.

“Apakah gadis itu benar-benar kuat?”

“Bukan seperti itu, tapi kau bisa bilang keluarganya sangat kuat. Aku juga baru mengetahuinya hari ini, anak perempuan ini adalah adik dari Hai Ri, namanya Hai Shui Xing. Kau mungkin tidak tahu tapi, Ri, Yue dan Xing adalah tiga keluarga paling tua yang ada di kerajaan Aixia. Setiap keluarga memiliki sihir turun temurun, sihir yang secara langsung diturunkan dari pendahulunya. Sihir yang digunakan Hai Shui hari ini adalah salah satu sihir paling misterius dari keluarga Xing, namanya Absolute Disruption. Sealing spell ini sangat aneh, setiap generasi hanya ada satu yang mampu memilikinya. Tidak peduli seberapa kuat kekuatan magicmu, magic ini akan tetap menyerap sepertiga magic power setiap digunakan. Itu artinya, sihir ini maksimal digunakan tiga kali sehari. Tapi ini sudah lebih dari cukup untuk memenangkan kompetisi.”

Jadi ada cerita yang begitu rumit dibalik semua ini, “Jangan bilang bahwa anda sendiri tidak dapat melawan sealing spell ini.”

“Bukannya aku tidak bisa, tapi aku harus dengan ganas menggunakan attack spell tingkat delapan atau mencoba bertahan menggunakan defensive spell. Apakah kamu bisa menggunakan sihir tingkat delapan? Selama musuhnya tersegel, dia mampu menggunakan attack spell dan musuhnya hanya bisa pasrah menerima serangannya. Kamu tidak akan bisa menang kecuali kamu bertahan sampai dia kehabisan seluruh magic powernya. Bagaimanapun juga, ini sangat mustahil karena konsumsi defensive spell lebih cepat saat dengan penggunaan efek Absolute Disruption. Semua yang terkena Absolute Disruption tidak akan bisa menggunakan magic selama sehari penuh. Karena hal inilah aku menurunkan harapanku tentangmu. Kamu berpikir aku tidak mengharapkan kamu menang. Bukan hanya dirimu, tidak seorang muridpun di akademi ini yang bisa mengalahkan Absolute Disruption miliknya.”

Saat keluar dari tempat Guru Di, kepalaku penuh dengan pikiran tentang Absolute Disruption. Siapa yang peduli, aku akan tetap mencobanya meskipun aku sudah ditakdirkan kalah. Kau tidak akan tahu, mungkin saja akan ada keajaiban.

Kembali ke asramaku, aku menghabiskan separuh malamku untuk berpikir dan aku tidak dapat menemukan cara untuk menghadapi Absolute Disruption. Akhirnya aku tidur dalam keadaan bingung. Ketika aku bangun, matahari sudah tinggi, bahkan si rambut hijaulah yang membangunkanku.

“Zhang Gong. Cepatlah bangun, waktu pertandingan akan segera tiba.”

Dengan sedikit kesulitan aku membuka mataku, “Ah! Apa yang kamu lakukan! Biarkan aku tidur sebentar lagi.”

“Kamu masih punya sebuah pertandingan. Kau akan terlambat jika kau tidur sebentar lagi.” Si Rambut hijau berteriak dekat telingaku.

Itu membuatku terjaga, “Ah! Benar juga, aku masih ada pertandingan hari ini.” Aku melompat dari kasur, berganti pakaian, dan lari keluar. Sambil meninggalkan kamar, aku bilang, “Terima kasih, Green Hair. Aku pergi duluan.”

Si rambut hijau sepertinya tidak begitu memperhatikannya. Melihatku yang semakin jauh, dia mulai bergumam, “Dia baru saja bilang ‘Terima kasih’ padaku. Sejak aku hidup hingga sekarang, ini adalah pertama kalinya orang berkata ‘Terima kasih’ padaku. Sepertinya membantu orang lain memang sesuatu yang sangat menyenangkan.” Saat dia selesai, ada senyuman kecil di wajahnya. Aku tidak tahu kalimat yang aku ucapkan secara tidak sengaja mampu mengubah seluruh kehidupan orang lain.

Aku berlari secepat kilat ke tengah area kompetisi. Dua orang yang pertama aku lihat adalah Long De An dan Shui Yang Ming. Mereka berdua tampak sangat lega saat melihatku. Mereka mendekat untuk menyapaku, “Zhang Gong, bagaimana bisa kau baru muncul sekarang.”

Aku menjawab dengan malu-malu, “Aku ketiduran. Untunglah si rambut hijau membangunkanku.”

“Baiklah, jangan bicarakan ini. Naiklah ke atas arena, pertandingannya akan segera dimulai.”

Aku melihat kearah arena, pengawas dan lawan bertandingku sudah ada di posisi mereka. Aku menggunakan teleportasi untuk naik ke arena. Pertama aku memberi salam kepada pengawas dan mulai memperkirakan kekuatan lawanku.

Dia adalah perempuan yang sangat manis. Sepertinya inilah Hai Shui Xing, memang ada kemiripan dengan Hai Yue. Tapi dia sedikit lebih manis dan tampak lebih tenang. Dia mulai memperhatikanku ketika sadar aku sedang melihatnya.

Seluruh murid tahun kedua hadir disini, bahkan Guru Di juga hadir ditengah-tengah bagian VIP. Beliau tidak berharap aku menang, meski begitu beliau tetap datang.

“Baiklah, karena kedua peserta sudah hadir, aku nyatakan pertandingan dimulai.” Pengawas segera turun dari arena begitu selesai bicara. Karena mereka tahu bahwa kedua finalis sangat kuat. Dinding pelindung bahkan diciptakan bersama-sama oleh lima pengawas, untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.

Pertama, aku dan Hai Shui memberi hormat kepada pengawas dan penonton, “Kau pasti Hai Shui. Halo, namaku Zhang Gong.”

“Halo.” Dia masih seorang gadis kecil, dan pipinya mulai merona merah. Dilihat dari kekuatan magicnya, sepertinya aku bisa mengambil inisiatif dan menyerang duluan.

“Aku tahu kau memiliki sebuah sihir yang istimewa. Aku harap kita memberikan pertarungan yang menarik hari ini.” Melihatnya menganggukkan kepalanya, aku mulai menyerang dengan sihirku.

Karena aku tahu Absolute Disruption miliknya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk diaktifkan, aku tidak menggunakan serangan sihir level advance. Pertama aku menggunakan teleportasi untuk bergerak kebelakangnya dan dengan cepat menembakkan Light Arrow kearahnya. (Light Arrow milikku sudah lebih kuat, kekuatan serangannya tidak lebih lemah dari internediate spell.)

Dia terlihat panik sesaat, tapi reaksinya masih sangat cepat dan dengan menggunakan water shield untuk menahan seranganku. Sekarang aku tidak boleh memberikannya kesempatan untuk menyerang atau aku akan kalah. Aku memulai serangan cepat, hanya menggunakan Light arrow level paling rendah karena inilah sihir yang paling rendah yang bisa mengalahkan Absolute Disruption yang membutuhkan waktu untuk merapal matra yang singkat. Aku tidak akan membiarkannya mengumpulkan magic power untuk menyegelku.

Para penonton hanya melihatku terbang kesana kemari. Terkadang di sebelah kanan, kadang di sebelah kiri, kadang di depannya, kadang di belakangnya. Setiap aku ada di posisi tertentu, aku akan langsung menembakkan Light Arrow ke arah Hai Shui. Untuk beberapa saat aku membuat Hai Shui kesulitan untuk mengendalikan situasi. Dari tempat penonton, Guru Di melihatku dengan tatapan kagum. Sayangnya, aku tidak sempat melihatnya.

Translator / Creator: Veve