November 15, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 25

 

Advancing To The Semifinals

Dengan pengaruh recovery magicku yang kuat, secara perlahan kesadarannya mulai pulih, namun dia masih sangat lemah. Bagaimanapun juga, dia telah mengambil life energy-nya.

“Terima kasih. Kamu benar-benar kuat. Aku menerima kekalahan ini.” Ucapnya dengan tidak berdaya.

“Jangan gunakan magic seperti itu lagi, menggunakan life energy itu sangat berbahaya.” Karena aku juga sudah pernah menggunakan life magic sebelumnya, aku tahu apa konsekuensi dari menggunakan life energy.

“Terima kasih. Akan kuingat itu.”

Guru yang mengawasi berjalan di arena dan mengangguk tanda setuju. Dia menerima perbuatanku yang menolong lawan tandingku.

“Saya nyatakan, murid bernama Zhang Gong Wei memenangkan posisi pertama dari grup sebelas, dan Cha Li Ao Te di posisi kedua.” Guru mengumumkan hasil dari pertandingan grup 11.

Aku tidak tahu namanya sampai saat itu. Dia telah dibawa oleh beberapa orang temannya kembali ke asrama. Aku juga telah memantapkan langkah menuju tujuanku.

Aku melihat Guru Di tiba di bagian penonton, dia pasti datang karena goncangan sihir tadi. Saat melihatku, dia melambai. Kemudian suaranya muncul di dalam kepalaku: “Apa yang terjadi? Zhang Gong, apakah itu kau yang menggunakan sihir menakjubkan itu?”

Aku belum mahir menggunakan telepati jadi aku tidak berani menggunakannya sembarangan. Aku hanya menjawab dengan pendek: “Tunggu hingga aku bertemu dengan anda dan akan aku beritahu semuanya saat itu.”

“Baiklah, aku pergi dulu.”

Turun dari arena ke atas tanah, aku pergi dengan cepat menggunakan short-distance teleportation spell karena aku takut orang orang akan menanyaiku ini dan itu. Pertama-tama aku akan menemui Guru Di, beliau pasti sudah menungguku.

“Guru Di, aku sudah datang.”

“Masuklah.”

Aku masuk ke dalam kantor Guru Di dan dia memberiku tanda untuk duduk.

“Apa yang terjadi tadi?”

“Yang terjadi…” Aku menyingkat apa yang terjadi selama kompetisi.

“Ah…” Guru Di menghela nafas panjang. “Anak-anak jaman sekarang, bagaimana mungkin kalian dengan mudahnya menggunakan life magic? Kalian harus tahu bahwa tubuhmu itu pemberian orangtuamu. Terakhir kali, kau menggunakannya untuk menyelamatkan nyawa yang lain. Bagaimanapun juga, ini hanyalah sebuah kompetisi biasa. Hasrat untuk menang kalian terlalu tinggi.” Guru Di menggelengkan kepalanya.

“Sepertinya aku harus menambahkan kelas konseling untuk akademi.”

“Jangan marah Guru, semua akan baik-baik saja selama anda memperkuat pendidikan kami.” Aku mencoba menenangkannya.

“Kau anak nakal, hari ini kamu menggunakan sihir sekuat itu, siapa lagi murid di tahun kedua yang berani menantangmu?”

“Mustahil, Brilliant Empire milikku masih kecil dan belum bisa aku kendalikan dengan baik. Aku hanya sanggup menggunakan sepertiga kekuatannya saja. Aku juga tidak ingin menggunakannya secepat ini, namun jika tidak, aku tidak akan dapat menahan serangan itu.” Jawabku dengan perasaan terluka.

“Hanya kau yang tahu bahwa kau tidak bisa menggunakannya dengan kekuatan penuh. Berapa banyak orang yang kita punya yang juga mempelajari light magic? Penilaian orang terhadapmu sekarang pasti sangat tinggi. Kali ini, kau bisa menjadi semalas yang kau mau tanpa masalah.”

….

Sesuai perkiraan Guru Di, tidak ada murid lain yang berani melawanku setelah melihat penampilanku pada hari itu. Sejak semi-final dimulai, semua yang menjadi lawanku langsung menyerah setelah beberapa gerakan. Yang pertama kali lawanku katakan saat mengetahui lawan mereka adalah aku yaitu: “Kenapa aku sangat tidak beruntung?!” Tanpa perlu usaha yang keras, aku menjadi salah satu dari empat besar. Aku bahkan mengalahkan Wo Ke, yang awalnya adalah seorang peserta yang paling populer.

Di sisi lain, Ma Ke harus bekerja lebih keras. Setelah masuk ke babak semi-final, setiap pertandingan diselesaikannya dengan kesulitan yang tinggi. Meskipun dengan usaha sekeras itu, dia masih merasa beruntung tidak bertanding melawanku. Hehe.

Di urutan empat besar, ada tiga orang dari kelas A: aku, Ma Ke dan Wo Ke. Tanpa diduga, tempat terakhir di urutan empat besar jatuh kepada seorang perempuan dari kelas D yang element utamanya adalah water magic. Aku tidak melihat pertandingannya, aku hanya tidak menduga di kelas D ada seseorang yang begitu kuat.

Saat untuk mengambil undian untuk menentukan lawan bertanding sudah tiba, aku mengambil duluan dan mendapatkan undian A. Ma Ke, anak ini menggumam sesuatu terus menerus. Tampaknya dia sangat berharap tidak mendapatkan aku. Bagaimanapun juga hidup tidak berjalan semulus itu dan dia juga mendapat undian A. Hehe, sepertinya akan ada pertunjukan yang menarik kali ini.

Saat turun dari arena, Ma Ke terlihat seperti terong beku.

“Kenapa, Ma Ke?” Aku menepuknya pelan.

“Bos, kenapa aku sangat tidak beruntung? Aku mendapatkanmu secepat ini.”

“Kenapa ini buruk sekali? Aku tidak mungkin menang melawanmu!” Bagaimana mungkin kepercayaan dirinya jadi sekecil ini!

“Kenapa begitu?”

“Kau tidak akan mengerti, tapi Guru Long mengatakan bahwa kau dan aku tidak di level yang sama. Dia bilang aku jauh lebih lemah daripada kamu dan mengatakan padaku untuk terus bekerja keras.” Sebenarnya, itu adalah apa yang gurunya katakan, hehe, atau jika tidak, bagaimana mungkin dia akan ketakutan karena telah mengambil undian yang sama denganku. Gurunya adalah wakil kepala sekolah dari akademi, Magister Xing De Long. Sebenarnya perkataannya berwibawa.

“Ayo kita bekerja keras besok. Aku berharap kita bisa memperlihatkan pertandingan yang menarik, seperti saat ujian. Bagaimana kau tahu kau tidak bisa mengalahkanku tanpa mencobanya dulu?”

“Baiklah!”

Ini adalah kompetisi empat besar, hampir semua murid tahun kedua datang untuk menyaksikan, dan terasa sangat hidup. Ma Ke dan aku naik ke atas arena, “Ma Ke, jangan mempermalukan dirimu sendiri, ada banyak orang yang menonton!”

Ma Ke hanya tersenyum tidak berdaya dan mulai menyerang.

Keuntungan besar yang dimiliki Ma Ke adalah pengendalian magicnya yang sangat baik. Dia tidak takut dengan teleportasiku, jadi dia dengan sebuah advanced attack spell.

“Oh fire element yang dahsyat, berkumpulah di sekitarku, jadilah naga api dan binasakanlah musuh yang ada dihadapanmu.” Astaga! Kemarin orang ini bilang dia tidak mungkin menang melawanku. Sekarang dia sangat galak, seekor naga api muncul saat pertandingan baru dimulai. Serangan fire spell ini tidak lebih lemah dari kekuatan Raging Flames of The Burning Heaven saat itu

Seekor naga api besar muncul dari Ma Ke, Naga itu mengitarinya sekali lalu menerkam kearahku.

Meskipun aku sudah memperkuat Light Prism Shield milikku, aku tidak berani berhadapan langsung dengan naga api miliknya. Apa yang harus aku gunakan? Purifying Light tidak akan mampu memblokir serangan itu dan Dimensional Slash tidak dapat mengatasi serangan sekuat itu.

“Oh Light element yang dahsyat, dengarkan doaku, jadilah divine halo dan hentikan gerakan musuh.” Sihir bertahan advanced light, divine halo, muncul di atas tubuhku.

Divine Halo putih itu membentuk dinding pelindung yang kokoh dengan jarak tiga kaki dariku dan menjatuhkan naga api itu. Namun naga api itu belum hilang dan kembali menerkam ke arahku. Kekuatan Ma Ke sangat kuat, aku belum pernah melihatnya menggunakan sihir ini di babak penyisihan dan semi-final.

Aku mengeluarkan magic powerku dan memblokir serangannya lagi dan lagi. Bisa kulihat dia membutuhkan banyak tenaga untuk mengontrol naga api itu. Sepertinya dia tidak akan bertahan lebih lama lagi.

“Boss, aku akan menggunakan serangan terbaikku!” Apa, anak ini memiliki serangan lain….

Ma Ke mengambil sebuah magic staff berwarna merah dan mulai merapalkan mantra.

Di bangku penonton, Guru Di menarik Guru Long, “Apa?! Dari semua yang bisa kau ajarkan, kau memberikan anak itu Fire God’s Fury?”

Guru Long tidak terlalu peduli dan balik menarik Guru Di, “Bagaimana denganmu? Bukankah kau juga memberikan dia Light God’s Robe?”

Saat kedua orang tua yang ada di bangku penonton itu bertengkar, aku memasuki tantangan terbesarku dari awal memulai kompetisi ini. Bersamaan dengan mantra Ma Ke, sebuah bola berwarna merah muncul di ujung magic staffnya, seukuran bola ping-pong. Bagaimanapun juga, aku tahu ini tidak menyenangkan. Itu adalah pure energy ball yang jauh, jauh lebih menakutkan daripada naga api biasa.

Translator / Creator: Veve