November 14, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 24

 

Advancing Without A Hitch

Turnamen sudah dimulai. Secara keseluruhan terdapat dua puluh arena dalam turnamen ini. Setiap arena terdapat dua guru pengawas yang bertugas. Salah satu dari mereka bertugas untuk membuat tembok penghalang (Masing-masing arena turnamen memiliki sebuah perlengkapan sihir di bagian tengah. Guru tersebut bertugas untuk memulai pertandingan dan mempertahankan tembok penghalang.), sementara yang lain bertugas menentukan pemenang.

Kompetisi ini berjalan dengan sangat cepat. Kamu hanya perlu mengeluarkan kemampuan untuk mendominasi, dengan demikian hasilnya dapat ditentukan dengan cepat.

Akhirnya tibalah giliranku. Tian Feng dan aku naik ke atas arena dan memberi salam satu sama lain.

“Ayo, biarkan aku melihat kekuatanmu.” Ujarku sambil tersenyum.

“Baiklah. Aku tidak akan menahan diri.” Tian Feng merapalkan sebuah mantra gliding wind kepada dirinya sendiri dan mulai mengitariku. Dia mulai dengan bergerak secepat kilat ke sampingku dan mulai merapal mantra untuk menyerang.

Di dalam pikiranku aku tertawa, dia tidak tahu kalau aku sempurna dalam hal kecepatan. Aku bisa dengan mudah mengejarnya. Aku merapal mantra light prism shield untuk melindungiku dari segala penjuru. Aku harus memperhatikan jenis serangan apa yang akan dia gunakan padaku.

“Angin yang bebas, dengarlah panggilanku, berubahlah menjadi tornado yang ganas.” Huh, ternyata sebuah mantra wind attack tingkat menengah. Tampaknya hanya sebuah serangan untuk mengalihkan lawan.

Mengikuti serangan tornado kecilnya, dia maju ke tengah arena lalu terbang ke arahku.

Aku tertawa kecil, “Jika hanya sihir tingkat menengah saja yang bisa kau keluarkan, kau pasti kalah.”

Aku mengayunkan magic staffku dengan lembut, “Bukalah ruang yang ada di hadapanmu, dan telanlah segala yang asing.” Ini adalah spatial spell “Dimention Decapitator”. Saat ini aku sudah bisa mengendalikannya dengan sangat baik.

Sebuah lubang hitam muncul di antara aku dan wind tornado. Setelah beberapa saat wind tornado sudah terhisap oleh lubang hitam itu. Ini bahkan membuat nafas Tian Feng menjadi lesu, membuat kecepatan bergeraknya turun drastis.

Seorang murid berseru dari tempat penonton, “Spatial attack spell!”

Aku membuat Dimensional Decapitator menghilang dari pandangan, “Apa kau masih ingin melanjutkannya lagi?”

Tian Feng dengan tidak berdaya berhenti dan melihat ke arahku, “Lupakan, aku mengakui kekalahanku.”

Dimensional Decapitator memang sebanding dengan attack spell tingkat tinggi, namun sangat sulit untuk dikendalikan. Melihat aku yang dengan mudahnya mengendalikan Dimensional Decapitator, dia tahu perbedaan kekuatan yang besar diantara kami berdua. Daripada dikalahkan, memang lebih baik mengaku kalah.

“Kamu benar-benar kuat, meskipun tidak beruntung bagimu bertanding denganku. Kamu tetap lakukan yang terbaik.”

“Di masa depan, aku akan kembali untuk menantangmu lagi.”

“Aku siap kapanpun kau mau.” Aku yang sekarang tidak takut lagi untuk menghadapi tantangan dari siapapun, karena aku sangat percaya diri dengan kekuatanku sekarang.

Karena peraturan dari kompetisi, setiap orang akan bertanding dua kali sehari. Itulah mengapa ketika aku kembali ke asrama, Ma Ke juga kembali beberapa saat kemudian.

“Bagaimana keadaannya, Ma Ke?” Melihat jubah sihir barunya, aku bertanya dengan tersenyum.

“Haruskah aku mengatakannya? Sekali merapalkan mantra Raging Flames of The Burning Heavens semua bisa diseleseaikan.” Ma Ke juga berbakat dalam menggunakan magic. Dengan pengetahuan gurunya dan kerja kerasnya, seseorang yang layak dianggap musuh jarang ditemukan di antara tingkatan kedua.

“Ayo kita pergi. Sebelum itu, kita akan makan, lalu kita akan kembali dan beristirahat. Kita masih ada pertandingan siang nanti.”

Pertandingan di siang hari menurut perkiraanku seharusnya cukup mudah. Rata-rata kekuatan dari murid tahun kedua tidak berbeda jauh dengan Tian Feng. Setelah beberapa serangan, mereka semua menyerah.

Saat di akhir babak penyisihan, aku bertemu dengan seorang fire mage yang cukup kuat.

“Apakah kamu dari kelas A?” Dia tampak sangat familiar.

“Benar. Aku tahu mungkin aku bukan lawanmu, namun aku sangat ingin mencoba berlatih denganmu.” Dia juga belum pernah dikalahkan sekalipun di pertandingan sebelumnya.

“Kalau begitu ayo lakukanlah.”

Tidak seperti Tian Feng, dia tidak berani memberikan serangan untuk mengalihkan perhatian lawan. Pertama dia merapal mantra pertahanan diikuti dengan mantra serangan api level advance.

“Api yang membara, dengarlah panggilanku dan mengamuklah, bakar semua yang ada di depanmu.”

Ini adalah Raging Flames of The Burning Heavens. Selalu saja mantra kuno ini. Merepotkan saja.

Aku mengangkat tinggi tanganku dan menengadah keatas, “Light element yang dahsyat, sahabatku, gunakan cahaya lembutmu untuk memurnikan semua yang ada di hadapanmu.” Apa yang baru saja aku gunakan adalah Purifying Light. Purifying Light ini tidak sama dengan yang dulu, namun sesuatu yang aku ciptakan sendiri. Purifying Light awalnya adalah sebuah teknik pertahanan tingkat tinggi, umumnya digunakan dalam jangkauan yang luas untuk memurnikan segala sesuatu yang tidak normal. Perbedaan dengan yang aku ciptakan adalah tidak hanya menghasilkan efek tersebut, tetapi juga menciptakan sebuah dinding pelindung tebal, membuatnya menjadi defense spell  tingkat lanjut.

Dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk mendorong Burning Flame kearah Purifying Light milikku. Dari dalam pelindung, dengan santai aku melihat kearahnya. Aku selalu berpikir bahwa mendorong orang dengan paksa keluar dari arena adalah hal yang memalukan bagi mereka. Aku menunggu kekuatan sihirnya habis, dengan begitu dia akan menyerah dengan sendirinya.

Pada saat ini terjadi suatu perubahan yang tidak terduga, pemimpin dari si rambut merah berdiri dan berkata, “Bakarlah, api jiwaku.”

Seluruh pengawas di bangku penonton menatapnya dengan tatapan kosong, “Mengapa anak ini membakar life energy-nya? Ini akan mengurangi masa hidupnya. Benar-benar anak yang sangat kompetitif.” Life flame adalah fire mage yang membakar jiwa mereka sendiri untuk melepaskan sihir yang levelnya lebih kuat lagi. Dengan kata lain, Raging Flames of The Burning Heavens miliknya pada awalnya hanya sihir tingkat enam, dengan menggunakan life flame, tidak mustahil menaikkan kekuatannya menjadi sihir tingkat tujuh.

Api yang ada di luar pelindung awalnya berwarna merah menyala, perlahan berubah menjadi lebih gelap. Lalu berubah menjadi warna biru muram. Tekanan yang aku rasakan dengan cepat menjadi lebih kuat.

“Sungguh tidak terduga. Kamu memiliki sihir seperti ini. Lihatlah, inilah kekuatanku sebenarnya, jangan menyerah dulu!” Apa yang aku rasakan darinya tidak lebih lemah dari Hai Ri.

“Light element yang dahsyat, izinkan aku untuk meminjam kekuatanmu yang luar biasa, biarkan cahaya yang tidak terbatas yang ada di bumi bersinar!” Light attack spell, Brilliant Empire, light spell tingkat tujuh. Saat ini sihir inilah yang paling kuat yang bisa aku gunakan.

Perlahan selagi aku merapal, aku melayang di atas tanah, cahaya putih yang membutakan menyelimuti tubuhku dari ujung kepala hingga ujung kaki. Jubah sihirku berkibar di punggungku. Magic stone emas yang terdapat pada jubahku mengeluarkan cahaya emas. Cahaya emas yang aku timbulkan terproyeksi, menerangi seluruh arena. Aku mengangkat kepalaku.Dari dalam upper Dantian, Gold Dan melepaskan sepertiga kekuatan sihirku untuk menyelimuti tubuhku. Cahaya yang sejak tadi menyelimuti tubuhku mengecil sesaat dan mendadak meledak keluar. Api biru dengan cepat ditelan habis oleh cahaya putih milikku. Dinding pelindung yang sedari tadi menahan serangan, mulai terlihat retak.

“Murid ini sangat kompetitif. Dia masih di tahun kedua tapi sudah bisa menggunakan sihir tingkat tujuh. Murid-murid tahun kedua ini memiliki sihir yang luar biasa, mereka sudah bisa menggunakan sihir tingkat tujuh. Apakah mereka sudah mencapai level magic scholar?” Kedua guru pengawas langsung mengalirkan energi mereka untuk mempertahankan dinding pelindung tersebut.

Setelah dinding pelindung kembali stabil, lawanku sudah terjatuh dan tidak kunjung bangun. Semua orang dibutakan sesaat oleh cahaya hebat yang aku keluarkan tadi.

Sebenarnya, aku hanya bisa memperlihatkan sepertiga kekuatan ini. Karena aku hanya sanggup menggunakan sepertiga dari magic power milikku, meski demikian itu masih dianggap sihir tingkat tujuh. Bagaimanapun juga, dia telah menaikkan tingakatan spellnya dengan kesulitan yang tinggi, aku bisa merapalkan mantra ini tanpa bantuan, tapi serangannya juga setara dengan sihir tingkat tujuh yang normal. Itu artinya, serangan Dark dan Spatial magic lebih kuat dari elemen lainnya tapi juga membutuhkan banyak tenaga untuk menggunakannya. Tidak hanya membuat api jiwanya melemah tapi juga membuatnya redup.

“Elemen cahaya yang dahsyat, bergeraklah untuk temanmu, dengan rendah hati aku memintamu untuk menyelamatkan makhluk dihadapanku.” Dengan cepat aku merapal mantra Spiritual Restoration padanya. Sihir Spiritual Restoration milikku memiliki kekuatan restoration spell tingkat advance.

Setelah pengelihatan yang lain perlahan-lahan kembali, jelaslah sudah bagi semua yang hadir bahwa aku adalah pemenang secara mutlak.

Translator / Creator: Veve