November 11, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 22

 

Competition Rules

Guru yang bertugas masuk ke ruang kelas. Dia menatapku dan tersenyum.

“Sekarang, tenang dulu semuanya. Karena beberapa alasan, Zhang Gong tidak dapat hadir di kelas dalam beberapa hari ini. Mari kita sambut dulu Zhang Gong atas kepulangannya dengan selamat.”

Seluruh kelas bertepuk tangan.

Aku berdiri dan membungkuk hormat kepada semuanya. “Terima kasih, semuanya.”

“Baiklah. Aku berharap Zhang Gong dapat memberikan hasil yang baik dalam kompetisi besok.”

Aku juga menginginkan itu. Ini adalah tujuan yang ingin aku capai dengan susah payah, meski di sisi yang lain, ini juga sebuah tugas yang diberikan Guru Di padaku. Aku tidak terlalu yakin dapat menyelesaikan tugas ini.

“Hari ini, kita tidak akan mempelajari sesuatu yang baru. Saya hanya menjelaskan peraturan-peraturan yang berlaku di kompetisi kali ini. Semuanya tolong perhatikan. Kompetisi ini akan sangat membantu ujian akhir kalian.”

Karena murid tahun pertama tidak perlu berpartisipasi dalam kompetisi ini, maka ini adalah pertama kalinya bagi murid tahun kedua berpartisipasi.

Guru mulai menjelaskan tentang peraturannya secara terperinci.

Meskipun ini disebut kompetisi, sebenarnya ini hanyalah menarik undian. Ini baru dapat disebut kompetisi jika seorang jenius muncul.

Peraturan kompetisi adalah sebagai berikut :

1: Kompetisi ini dijalankan dengan prinsip kejujuran, untuk memperlihatkan level murid-muridnya. Penggunaan magical beast dilarang selama kompetisi. (Ini sangat menguntungkanku, karena aku tidak berani menunjukkan Xiao Jin milikku.)

2: Kompetisi akan dijalankan berdasarkan tingkat. Setiap tingkat akan dilaksanakan secara terpisah. Murid yang ada di peringkat seratus besar dapat bebas menikmati liburan musim dingin mereka, sedangkan murid dibawah peringkat 100 akan tetap mengikuti kegiatan sekolah sampai semester selanjutnya. (Kurasa semua orang akan melakukan yang terbaik sekarang. Hehe.)

3: Pertandingan akan ditentukan dengan undian. Selain dari peserta yang baru pertama kali ikut, murid-murid tahun kedua, tiga tingkatan lainnya memiliki siswa-siswa unggulan yang langsung dapat ikut ke babak final.

4: Kompetisi menerapkan sistem undian. Pertama, sepuluh orang akan dibagi menjadi satu grup, yang artinya satu orang akan bertanding sebanyak sembilan kali. Berdasarkan jumlah kemenangan yang diraih, hanya lima orang yang dapat masuk ke babak selanjutnya. Kemudian akan dilakukan penarikan undian lagi untuk menentukan pertandingan menjatuhkan lawan, ini akan terus dilakukan sampai ada juaranya. (Bagaimanapun juga, persaingan kompetisi awal ini sangat ketat.)

5: Saat pertandingan berhenti, jika dengan sengaja melukai lawan akan langsung didiskualifikasi. Keluar dari arena, menyentuh penghalang di langit dan menyerah juga akan dihitung sebagai kekalahan. Jika pemenang tidak dapat ditentukan dari waktu yang disediakan, maka guru yang akan menentukannya.

6: Siapapun yang menjadi juara pertama atau juara kedua dari tingkatannya akan memiliki kesempatan melawan juara kedua dari tingkat selanjutnya. Jika berhasil, maka dia dapat langsung melompati tingkatan. Juara pertama dan kedua dari tahun kelima akan dibebaskan dari ujian masuk dan dapat langsung masuk ke Royal Advanced Magic Academy. Murid yang berhasil mengalahkan juara pertama dan kedua dari tahun kelima juga akan menikmati hadiah ini.

7: Juara pertama dari setiap tingkatan akan mendapatkan seratus koin permata. Penantang yang berhasil mengalahkannya akan menerima hadiah dua kali lipat.

Setelah mendengar peraturan kompetisi ini, aku merasa ini sangatlah adil. Hadiah uang untuk juara pertama juga sangat banyak. Juara tingkatan mendapatkan 100 koin permata, itu setara dengan 10,000 koin emas. Jika aku menjadi juara, aku akan pulang dengan membawa kejutan untuk ayah dan ibu.

Guru membicarakan tentang beberapa rincian dalam kompetisi ini. Beliau mengatakan bahwa kami harus berjuang keras selama kompetisi dan untuk menunjukkan hasil dari yang telah kami pelajari. Kami harus menang untuk kehormatan kelas A. Jika kami gagal masuk peringkat seratus besar, liburan musim dingin pasti berubah menjadi neraka latihan atau semacamnya.

Setelah kelas usai, saat aku masih menghayal tentang menikmati uang sebanyak itu, Ma Ke datang dan mendorongku.

“Bos, apa yang kamu pikirkan? Semua orang sudah meninggalkan kelas, ayo pergi.”

Aku langsung sadar karena hal itu. “Oh, ayo pergi.”

Tepat setelah aku keluar kelas, aku bertemu Wo Ke.

“Zhang Gong, kemana saja kamu belakangan ini? Kamu bahkan tidak hadir di kelas sama sekali.” Wo Ke bertanya dengan sebuah senyuman sambil mengusap kepalaku layaknya teman lama.

Apakah aku sedekat ini denganmu?? Aku bertanya dalam hati.

“Hei, saat aku bertanding dengan Hai Ri waktu itu, magical beastku mati. Akademi meliburkanku untuk menghilangkan rasa stress.” Aku sudah menduga bahwa semua akan datang dengan banyak pertanyaan, namun aku sudah siap dengan jawabanku.

“Oh! Jadi kau sedang berduka. Memang kejadian yang malang hingga magical beastmu mati. Suatu saat nanti, kau akan memiliki kesempatan lain untuk memiliki magical beast baru. Kompetisi akan dimulai besok, jadi kita harus melakukan yang terbaik. Kalau berhadapan denganku, aku tidak akan bersikap lembut padamu. Aku berharap aku akan dapat berhadapan denganmu dan bertanding dengan adil. Kau tahu, terakhir kali kau bertanding dengan Hai Ri, kamu menjaga dirimu dengan baik. Kau sudah menjadi kebanggan tahun kedua.” Tadinya dia seolah takut kalau aku akan mengambil posisinya sebagai wakit dari tahun kedua. Rasa takut benar-benar sesuatu yang harus dilawan. (Orang lain tidak seburuk yang kau pikirkan.)

“Terima kasih. Akan aku lakukan yang terbaik. Jika aku berhadapan denganmu, aku tidak akan bersikap lembut.”

“Kalau begitu kita akan melakukan yang terbaik. Aku pergi duluan.”

“Bos, apakah orang itu merencanakan sesuatu?” Ma Ke berkata sambil melihat punggung Wo Ke.

“Aku tidak yakin. Dia sangat kuat!” Bagaimanapun, dibandingkan denganku masih ada jarak yang jauh dengannya. Lagipula, magic powerku sudah berhasil dipadatkan. Dengan kenyataan ini, aku sudah jauh diatasnya.

“Hnggg. Aku akan mengawasi dan melaporkannya padamu.” Ma Ke memonyongkan bibirnya.

“Tidak, jangan. Bertarung dengannya di arena sudah cukup. Ayo kita makan dulu. Setelah itu kita pulang dan beristirahat. Kita lihat apakah keberuntungan memihak pada kita saat mengambil undian besok.

Setelah makan malam, aku dan Ma Ke bertemu dengan beberapa murid di jalan menuju asrama.

Itu benar-benar seperti bertemu musuh di jalan yang sempit. Itu adalah Hai Ri dan adik perempuannya, Hai Yue. Aku masih belum mengenal yang lain dari tingkat atas.

Hai Ri berjalan dihadapanku. Dia melihat kearahku dengan ekspresi yang cerah di matanya. Aku menghentikan langkahku, dan membalas menatapnya.

Baru beberapa saat yang lalu, saat sedang makan malam, aku mendengar Ma Ke bicara bahwa sejak kejadian itu, Hai Ri menjadi murung. Dia sangat jarang terlihat di akademi. Hal yang sama juga terjadi pada Hai Yue. Ma Ke juga tidak mengganggu Hai Yue. Ma Ke layak disebut sahabat terbaikku.

“Zhang Gong, kau sudah banyak berkembang. Aku bahkan tidak bisa tidak melihatmu sekarang. Aku ingin meminta maaf padamu. Aku benar-benar menyesal atas kejadian waktu itu. Membiarkan magical beast milikmu…”

Aku mengangkat tanganku, menghentikan perkataannya. “Kita bertemu di arena. Kali ini aku tidak akan kalah darimu.” Setelah mengatakan ini aku menarik Ma Ke menuju asrama.

Suara Hai Ri terdengar dari belakangku. “Baguslah. Aku akan menantikanmu.”

“Bos, kau sangat keren tadi! Sungguh bergaya!”

“Ayo pergi, bergegaslah dan pergi ke kamar. Aku makan sangat banyak dan sekarang aku ngantuk.”

Translator / Creator: Veve