November 10, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 20

 

Another Evolution

Entah sudah berapa lama waktu berlalu tapi Xiao Jin tampaknya sudah mencapai batas banyaknya energi yang bisa diserapnya. Bola emas itu juga telah kembali ke posisi semula dan tidak lagi mengitari upper dantianku. Akupun terbangun dari meditasiku.

Saat kubuka mataku, aku melihat mata Guru Di yang tampak cemas.

“Guru Di, sepertinya aku sudah berhasil.”

“Bagus! Kamu sudah selesai memadatkan seluruh magic powermu. Dilihat dari magic power milikmu, kau sudah bisa dianggap sebagai magic scholar.” Guru Di berkata dengan puas.

“Benarkah? Itu menakjubkan.” Melihat kekuatanku yang meningkat dengan cepat membuatku sangat gembira.

“Walaupun begitu, kamu masih harus rajin berlatih. Dan juga, Guru ingin tahu apa yang kamu rasakan sekarang.”

Pertama aku memperhatikan diriku, cahaya putih yang mengelilingi tubuhku perlahan menghilang. Kulitku terasa sangat lembut, sampai-sampai aku ingin menggigitnya.

“Sepertinya aku berhasil memadatkan magic powerku menjadi sebuah bola emas kecil. Benar kan?”

“Lumayan, lumayan, terus seperti itu. Bola emas kecil itu adalah kombinasi magical power yang kamu miliki saat ini. Di masa mendatang, ini akan sangat membantu pelajaran magic-mu.”

“Luar biasa. Guru Di, bagaimana mungkin aku tidak disebut jenius? Hehe.” Tanyaku dengan bangga.

“Kau benar-benar anak nakal, jangan bangga dulu. Perjalananmu masih sangat panjang. Meskipun kamu sudah memadatkan magic powermu, itu masih belum stabil. Untuk membuatnya stabil membutuhkan proses yang sangat panjang dan penuh tuntutan. Jangan percaya bahwa hanya dengan ini kamu akan menjadi seorang magister. Masih banyak yang harus kamu pelajari.” Untuk memastikan aku tidak akan tumbuh menjadi seseorang yang sombong, Guru Di menuang seember air ke atas kepalaku.

“Oh…” Aku langsung merasa kecewa.

“Kamu tahu magic power tertinggi seorang penyihir?” Guru Di menanyakan sebuah pertanyaan yang tak pernah terpikirkan olehku. Hal itu langsung menarik perhatianku.

“Apa itu?”

“Itu adalah saat mereka memiliki enam sphere dari magic power. Lagipula bagi light mage seperti kita, sphere itu tidak hanya emas namun mereka juga bisa menjadi transparan. Mengerti?”

“Emas transparan? Guru, level apa yang bisa anda capai dengan sihir anda saat ini?”

Guru Di menggaruk kepalanya dan berkata dengan sedikit malu, “Saat ini aku hanya punya satu golden magic sphere transparan.”

“Ah! Kemampuan anda sebagai seorang magister hanya dapat membuat satu golden magic sphere transparan?” Tanyaku terkagum.

“Iya! Bukan hanya aku, tapi semua magister hanya memiliki satu sphere seperti itu.” Beliau mengatakan sambil menghela nafas.

“Kenapa begitu?”

“Untuk menguasai enam transparent magic sphere hanya dapat dicapai oleh Grand Magister of Legend. Sampai sekarang, kami para orang tua belum dapat menemukan cara untuk menambah jumlah transparent magic sphere yang kami miliki. Di masa depan, ini adalah sesuatu yang harus kau perjuangkan dengan tekun.” Jawab Guru Di penuh arti.

“Guru Di, sudah diputuskan. Aku akan mencapai itu.”

Dan begitulah, si anak cahaya (Child of Light) melangkahkan kakinya dalam perjalanan menuju ke puncak sihir.

“Baiklah. Ayo kita jangan membicarakan ini lagi. Nanti kamu akan menstabilkan magic sphere milikmu secara perlahan. Kau harus tahu bahwa mempelajari magic sama seperti berlayar melawan arus. Jika kamu berhenti berlatih, kamu akan jatuh. Itulah mengapa kau harus terus berlatih. Untuk saat ini, kau harus beristirahat. Besok aku akan mengajarimu beberapa penerapan sihir. Setelah itu, kamu akan kembali ke sekolah seperti biasa, mempersiapkan diri untuk kompetisi akhir.”

“Baiklah.”

Bagaimanapun juga, aku akan menyelesaikan latihan yang berat ini. Tapi saat ini yang aku pikirkan adalah aku ingin makan banyak sekali. Guru Di sudah mengunciku cukup lama untuk latihan secara tertutup. Oleh karena itu, aku hanya bisa mengatakan seberapa banyak yang ingin aku makan. Setelah mendengar apa yang aku inginkan, Guru Di sepertinya berpikir aku seperti babi.

Hehe, aku tidak berharap banyak. Hanya ingin berpesta layaknya sebuah perjamuan, tidak lebih. Apa yang mengejutkan? Semua orang juga sedang dalam masa pertumbuhan.

“Guru Di, apakah anda tahu apa julukanku di akademi?”

“Apa itu?”

“Keranjang nasi putih” Ujarku sambil tersenyum.

“Kau, Kau, kau benar-benar membuat kami para light mage kehilangan muka.” Beliau tampak marah padaku, sampai mendengus di kumisnya.

Walaupun Guru Di tidak membiarkanku makan sebanyak yang aku inginkan, dia masih memberikanku cukup makanan untuk memuaskan keinginan ‘kecil’-ku.

Selesai makan, selesai minum. Apalagi yang kau inginkan? Aku tidak tahu apa yang akan orang lain pilih, tapi kalau aku, aku pasti tidur. Ini adalah cara mencerna makanan yang paling baik. (Jangan ditiru ya sobat! Pencernaanku kuat. Hehe.)

Saat aku bangun, langit masih gelap. Sepertinya masih sangat pagi, seluruh tubuhku terasa sangat segar. Apa yang harus aku khawatirkan? Xiao Jin sepertinya sudah berevolusi. Setelah kejadian waktu itu, aku belum melihatnya. Akan kubiarkan dia keluar dan bermain.

Aku sudah belajar dari pengalaman waktu itu. Aku memastikan tirai jendela tertutup dan pintu terkunci rapat. Setelah aku mengecek semua celah ruangan aku memanggil Xiao Jin, “Xiao Jin, inilah aku, muncullah di hadapanku.”

Sebuah cahaya emas besinar di hadapanku dan makhluk aneh muncul. Tidak hanya itu dia juga seolah melempar dirinya padaku, aku benar-benar takut.

“Wow. Apa ini?” Aku berpindah ke samping.

Makhluk aneh ini sepertinya dia keliru. Aku merasakan sebuah suara berbicara padaku dari dalam pikiranku, “Ini aku, tuan. Xiao Jin milikmu.”

Ah! Xiao Jin bisa bicara!?

Aku memperhatikan makhluk di hadapanku dengan seksama. Dia tampak seperti ular python besar yang berwarna emas, sekitar enam meter panjangnya. Di atas kepalanya ada tanduk emas kecil yang indah. Sekilas terlihat mirip dengan Xiao Jin.

“Kamu Xiao Jin?” Tanyaku sedikit ragu-ragu.

Dia tampak mengerti dan menganggukan kepalanya padaku.

“Xiao Jin, kau banyak berubah. Bukankah dulunya kau berwarna putih?” Tanyaku penuh keraguan.

“Tuan, ini karena kemampuan sihirmu sudah meningkat pesat. Kita sudah terhubung menjadi satu. Seiring perkembanganmu, secara alami aku berevolusi. Tuan, apakah tuan tidak menginginkan aku lagi?” Aku mendengar suara aneh itu dari dalam kepalaku.

Ini benar-benar Xiao Jin. Aku mendekatinya dan memeluk kepalanya yang berukuran cukup besar. “Xiao Jin, tidak ada yang salah darimu, aku sangat merindukanmu.”

Xiao Jin memiliki tubuh yang besar dan menggunakan tubuhnya itu untuk memelukku. Sisiknya dengan lembut mengelilingi aku dan perasaannya yang hangat menyebar di dalam tubuhku.

Translator / Creator: Veve