October 10, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 2

 

Entrance Examination

Pagi-pagi sekali, Guru Xiu membangunkan ku dan langsung melatihku. Aku disuruh mengulang beberapa materi terkait ujian yang akan kutempuh. Lalu, dia membawaku ke Royal Intermediate Magic Academy.

“Guru Xiu, kenapa kita datang sepagi ini? Ujiannya masih lama, bukan?” Kataku sambil menguap. Selama dua hari terakhir ini Guru Xiu tidak henti-hentinya merecokiku. Setiap hari, dia akan menjelaskan semua aturan dalam ujian, rincian ujian, dan sebagainya. Mendengar apa yang dikatakannya saja sudah membuatku pusing. Pagi ini sebenarnya aku ingin menetaskan telur magical beastku dan melihat apa isinya. Tapi Guru Xiu tidak membolehkan. Katanya, sebelum ujian aku harus terus mengumpulkan kekuatan. Rasanya Guru Xiulah yang lebih gelisah soal ujian ini, bukannya aku.

“Kau harus lihat situasi dulu, Zhang Gong. Selama kau menuruti apa kata guru, ujianmu pasti akan berjalan lancar.”

“Ya, guru. Aku paham.”

Menunggu satu jam rasanya seperi setahun lamanya. (Apalagi Guru Xiu terus saja menggerutu.)

“Oke. Masuklah sekarang. Zhang Gong, lakukan yang terbaik!” Guru Xiu mengacungkan dua jempol padaku.

Begitu masuk, aku langsung setuju bahwa akademi ini layak disebut akademi nomor 1. Tempatnya sungguh unik. Ada lapangan untuk berlatih yang luasnya sekitar 15.000 meter persegi. Ah, banyak sekali orang di dalamnya. Kata guru Xiu, tahun ini ada sekitar 10.000 peserta ujian. Tapi hanya akan ada 200 orang yang diterima. Jadi perbandingannya hanya ada 1 dari 50 orang yang akan diterima. Lalu tiba-tiba ada sebuah magic broadcast (Suara biasa dapat diperkeras dan dipancarkan menggunakan magic crystal.) “Untuk para peserta ujian, berbarislah dari timur ke barat sesuai nomor pendaftaran. Satu baris terdiri dari 600 orang. Ikuti instruksi ini dengan teratur. Berbarislah dan bersiaplah untuk mengikuti ujian.”

Nomor pendaftaranku 1503, jadi aku ada di baris ketiga. Aku pun masuk ke barisan. Kulihat sekitarku, semua peserta memakai magic robe yang mengagumkan. Bajuku yang biasa ini sama sekali tidak ada apa-apanya, sehingga peserta lain melihatku dengan tatapan merendahkan. Beberapa bahkan ada yang meludah dan menghina, “Rupanya ada rakyat biasa yang berani ikut ujian ini.”

Hmph! Memangnya apa yang salah dengan rakyat biasa? Kami kan juga manusia, sama seperti kalian. Hanya saja orang tua kalian punya kekuasaan lebih.

“Peserta harap tenang. Ujian pertama akan segera dimulai. Peserta dari setiap baris, majulah berurutan sesuai nomor pendaftara ke pengawas di barisan kalian untuk segera mengikuti ujian.” Begitulah bunyi pengumuman berikutnya.

Jumlah seluruh barisan ada 20 dan di setiap barisan terdapat 2 pengawas. Satu pengawas bertugas mengarahkan para peserta untuk ujian, pengawas lainnya mencatat nilai peserta. Ujian pertama ini sederhana sekali. Pengawas hanya mengukur kemampuan magis peserta menggunakan magic crystal dan menentukan apakah peserta tersebut memenuhi syarat atau tidak. Ujian masuk ini total terdiri dari empat tahap. Ada 200 peserta yang akan diterima sesuai dengan nilai total mereka.

Aku menunggu dengan bosan. Ah, kenapa lama sekali?

“Nomor 1503, kemari.” Akhirnya giliranku.

Aku mendatangi pengawasku. “Selamat pagi, guru. Aku peserta nomor 1503.” Guru Xiu mengajarkanku untuk selalu sopan agar pengujiku mendapat kesan yang baik tentang diriku. Mungkin saja itu bisa menjadi nilai tambah.

“Kau bisa mulai sekarang.”

Aku mulai mengumpulkan kekuatan magisku dan kuletakkan tangan kananku di atas magic crystal. Dari dahiku, light magic langsung berkumpul dan mengalir menuju tangan kananku dan menuju magic crystal. Magic crystal mulai memancarkan cahaya putih yang lemah. Aku terus menambahkan kekuatan dan cahaya putih itu jadi semakin terang.

“Cukup baik.”

“Terima kasih, guru.”

“Kekuatan magicmu kuat. Kau belajar light magic kan? Belajarlah sungguh-sungguh. Jika kemampuanmu sudah sampai di level advanced mage, light magicmu akan sangat kuat. Sekarang beristirahatlah di rest area sambil menunggu ujian berikutnya.”

“Baik, Guru.”

Aku punya perasaan bagus soal ujian ini. Sepertinya semua akan berjalan lancar. Kulihat peserta di depanku. Tidak ada satupun peserta yang menunjukkan kekuatan sebesar aku. Hehe. Aku tersenyum bangga.

Ujian berikutnya tentang magic perception. Metode ujiannya juga sangat sederhana. Aku hanya harus menggunakan mantra terkuatku untuk melewati magic barrier. Ujiannya dilakukan siang hari dan kami tidak boleh meninggalkan tempat hingga tengah hari. Tapi pihak akademi menyiapkan makan siang untuk kami. Setelah makan, aku pergi berkeliling di sekitar wilayah akademi. Tempat ini betul-betul luas. Selain bangunan utama, ada juga tempat-tempat latihan yang ukurannya lebih kecil. Bangunan lainnya juga banyak. Lapangannya sungguh berkelas. Rumput-rumputnya yang hijau tampak seperti bantal, membuatku ingin tidur di atasnya. Selain itu ada banyak semak-semak, batuan taman, air mancur, dan sebagainya. Kurasa belajar di tempat ini sama sekali bukan hal yang buruk.

Ujian siang itu dimulai. Peserta dibagi untuk menempati 10 lapangan yang berbeda. Di setiap lapangan ada 5 pengawas. Setiap pengawas akan menilai. Nilai total yang didapat oleh peserta merupakan hasil penjumlahan nilai dari kelima pengawas tersebut.

Wow. Ujian masuk intermediate magic academy ini sangat aneh. Kebanyakan peserta adalah dari kelas menengah. Beberapa di antaranya malah menggunakan magic tingkat lanjut. Kompetisi ini ketat sekali. Para pengawas itu saling berbisik, entah tentang apa. Dari senyum yang muncul di wajah mereka, aku tahu mereka puas dengan hasil peserta ini.

Sekarang giliranku.

“Nomor 1503, tunjukkan magic terbaikmu.”

“Baik, guru.” Kutegakkan tubuhku dan kuangkat tangan kiriku.

“Namaku Zhang Gong Wei, wahai light element yang hebat, berkumpullah di depanku, halangi dan pantulkan segala kejahatan di depanku!”

Belum ada yang pernah mendengar ini sebelumnya. Light prism shield muncul di tangan kiriku meskipun para pengawas tampak sangsi.

“Ini…. Light shield? Tidak mungkin. Light shield adalah omnidirectional defensive magic.” Setelah saling berdiskusi, pengawas yang ada di tengah berkata, “Hai, peserta. Tolong jelaskan tentang magic mu ini.”

“Baik. Magic ini kubuat dari light shield dan light mirror. Dengan menggabungkan keduanya, magic baru ini memiliki fungsi defensif dan reflektif sekaligus. Kedua mantra itu aslinya hanya defense spell kelas dasar, tapi saat digabungkan, dia bisa menghentikan attack spell tingkat 6.

Semua pengawas saling menatap dan terkagum-kagum. Akhirnya mereka menyimpulkan bahwa aku adalah seorang jenius. (Menggabungkan magic adalah hal yang sulit, apalagi jika elemennya sama. Aku menggabungkan dua mantra dasar untuk menciptakan satu mantra tingkat menengah. Bagaimana mungkin mantraku tidak mengagumkan?)

Haha. Satu ujian lagi telah terlewati.

Aku meninggalkan akademi dengan sangat gembira. (Karena masih banyak sekali peserta yang belum mendapt giliran, maka dua ujian lainnya akan dilakukan besok.) Ternyata ujiannya cukup mudah. Haha. Aku teringat wajah para pengawas yang terkagum-kagum tadi dan rasanya ingin tertawa.

Sesaat setelah melewati gerbang akademi, aku langsung melihat guru Xiu. Saat melihat wajahnya yang gelisah, aku pun menyadari guru Xiu ini sebenarnya menarik juga.

Translator / Creator: Dila fd