October 19, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 17

 

Becoming a Discipline

Ketika aku bangun lagi, aku sudah berada di dalam kamar tidur yang sangat sederhana. Di mana aku? Xiao Jin, bagaimana keadaan Xiao Jin? Aku segera memeriksa tubuhku. Untunglah, meskipun Xiao Jin sepertinya sedang tidur lelap, tapi aku bisa merasakan life energynya. Xiao Jin ku, akhirnya kau hidup lagi. Tanpa sadar, air mataku mengalir.

Kini aku merasa hatiku sudah mulai tenang. Aku tidak perduli meskipun harus kehilangan setengah dari life energyku.

Terdengar suara datang dari pintu. Si penyihir tua masuk ke kamar.

“Kau sudah bangun?”

“Ya. Di mana ini?”

“Ini kamar tidurku. Di sini, kau bisa menenangkan pikiranmu dan memulihkan dirimu. Kau pasti lapar sekarang. Aku akan pergi mencarikan makanan untukmu.”

“Terima kasih.” Dalam hatiku, aku benar-benar sangat bersyukur sudah bertemu penyihir tua ini. Tanpanya, Xiao Jin mungkin tidak akan bisa kembali bersamaku.

Tak lama kemudian, penyihir tua itu kembali dengan membawa banyak sekali makanan. Aku melahap makananku sampai kenyang. Suasana hatiku sedang sangat bagus, jadi tentu saja nafsu makanku juga sangat besar. Lagipula, makanannya juga begitu menggugah selera. Hehe.

“Makanlah pelan-pelan. Kau bisa tersedak.”

“Sudah berapa lama aku tertidur?”

“7 hari.”

“Ah! Selama itu?” Aku bertanya keheranan.

“Sebenarnya itu termasuk waktu yang cepat. Kemampuan magicmu sangat kuat. Aku memperkirakan kau baru akan bangun setelah 10 hari.”

“Sekarang aku paham kenapa aku merasa begitu lapar. Ternyata aku tidur lama sekali. Oh, ya. Aku masih belum tahu nama Anda.”

“Namaku Lao Lun Di.”

“Namaku Zhang Gong Wei.”

“Ada satu lagi yang ingin kutanyakan padamu. Apakah kau bersedia jika aku menjadi gurumu, dan jika aku mewariskan kemampuan light magicku padamu?” Si penyihir tua ini membahas topik lama.

Aku berpikir sejenak. “Aku bersedia.”

“Aku membantumu menyelamatkan magical beastmu bukan karena aku ingin memaksamu agar bersedia menjadi muridku. Jadi kau harus benar-benar memikirkannya. Aku mau kau menyetujuinya dengan sepenuh hati, bukan karena terpaksa.”

“Guru Di, aku melakukan ini dengan senang hati. Aku kini mengerti bahwa kau sangat kuat. Aku ingin belajar di bawah bimbinganmu. Dari kejadian ini aku telah mendapat pelajaran bahwa kemampuanku ternyata sangat lemah. Aku ingin menjadi lebih kuat.”

“Mengapa kau ingin menjadi kuat?” Guru Di bertanya dengan penuh ketertarikan.

“Aku ingin bisa mengandalkan kekuatanku sendiri untuk melindungi keluarga dan teman-temanku.” Aku menjawab dengan tegas.

“Bagus. Aku menerimamu sebagai muridku. Kau adalah muridku satu-satunya sekaligus yang terakhir.”

“Dengan kekuatanmu itu bagaimana bisa kau tidak punya murid lain?” Aku bertanya dengan bingung.

Guru Di menarik napas dalam. “Saat ini, sedikit sekali orang yang mau belajar light magic. Dan lebih jarang lagi ada orang yang mau belajar light magic dan memiliki bakat untuk itu. Inilah alasan mengapa aku ingin menjadikanmu sebagai muridku.”

“Jadi kau tidak perlu mengujiku? Kudengar dari guruku sebelumnya, penyihir-penyihir yang sangat kuat mengharuskan murind mereka untuk melewati banyak ujian sebelum akhirnya bisa diterima sebagai murid mereka.”

“Dasar anak bodoh. Kejadian dengan magical beastmu kemarin itu sudah merupakan ujian terbaik untuk mengujimu.”

“Terima kasih, Guru. Aku pasti akan belajar magic dengan sungguh-sungguh di bawah bimbinganmu nantinya. Dulunya aku sangat malas, tapi kejadian berdarah ini telah menyadarkanku bahwa seseorang harus punya kekuatan agar dapat melindungi orang lain maupun dirinya sendiri.”

“Cara berpikirmu bagus sekali. Hampir seperti orang dewasa saja.” Guru Di tidak tahan untuk tidak tertawa.

“Guru, kapan kita mulai belajar?”

“Kau ini tampak sangat gelisah. Sepertinya kau ingin cepat-cepat mulai meningkatkan kemampuanmu. Sebenarnya aku pun ingin segera memulai, bahkan keinginanku lebih besar dari pada kau. Tapi aku punya satu permintaan. Kau harus menjadi legendary Grand Magister.” Guru Di berkata dengan serius.

“Tenanglah, aku pasti akan menjadi Grand Magister.” Aku bersumpah.

“Oh, iya. Guru, aku sudah lama sekali tidak masuk kelas, apa yang harus kulakukan?”

“Kau istirahatlah dengan tenang, aku telah membuatkan izin untukmu. Kau tenang saja dan isitirahatlah di sini.”

“Pihak akademi ini baik sekali?” Jujur saja aku sedikit ragu.

“Aku lupa memberitahumu. Aku adalah kepala Royal Intermediate Magic Academy. Hehe.” Guru Di tersenyum cerdik.

“Apa?” Aku benar-benar tertegun mendengar informasi ini.

“Lalu, anda penyihir dengan rank apa?”

“Magister. Aku juga memegang kehormatan sebagai wakil ketua Magic Union. Bagaimana? Aku sudah layak menjadi gurumu?”

“Wow! Anda benar-benar hebat. Anda adalah salah satu dari 10 penyihir dengan peringkat teratas di benua ini!”

“Betul. Dalam 10 besar itu, aku ada di peringkat 4.” Guru Di mengatakannya dengan agak menyesal.

“Anda tidak perlu kecewa. Anda sudah kuat sekali. Lagipula, meskipun sekarang anda ada di peringkat 4, di masa depan anda akan memiliki murid nomor 1 di benua ini. Anda akan mendapat banyak sekali kehormatan dan kejayaan. Hehe.”

“Murid nomor 1 di benua ini? Siapa?” Ternyata Guru Di belum paham juga.

Aku menunjuk hidungku, “Aku.”

Tiba-tiba Guru Di memukulku sampai meninggalkan bekas sebesar chestnut. “Dasar kau ini. Kau benar-benar tidak tahu malu. Kau harus menunjukkan usaha kerasmu padaku. Pembelajaranku nanti sangat ketat. Sebaiknya kau jangan sampai membuat aku malu. Kalau tidak, hehe….”

Meskipun aku belum mulai dibimbing olehnya, aku sudah merasa bahwa Guru Di adalah guru yang sangat baik dan humoris. Dia tidak akan mengajariku dengan cara seperti yang dilakukan si Iblis Tua.

Aku berdiri dengan semangat. “Anda tenang saja, aku pasti tidak akan mempermalukan anda.”

“Kau tidak perlu lagi menghadiri kelasmu di akademi ini. Aku sudah memberitahu guru-gurumu. Mulai sekarang kau akan tinggal di sini. Aku sendiri yang akan mengajarimu magic. Dan mulai saat ini, kau tidak boleh lagi menyalahkan Hai Ri. Dia juga tidak punya kendali atas situasi saat itu. Aku juga berharap kau tidak memberitahukan siapapun bahwa kita telah menghidupkan kembali magical beastmu. Lebih baik biarkan saja mereka menganggap Xiao Jin sudah mati. Tunggulah hingga dia bisa melindungi dirinya sendiri, baru kau bisa mengeluarkannya.”

“Baik.” Xiao Jin tidak mati, jadi aku tidak lagi menyalahkan Hai Ri. Jika ada yang harus kusalahkan, maka diriku sendirilah yang harus disalahkan karena akulah yang lebih dulu memanggil Xiao Jin!

“Kau harus cukup istirahat. Kondisi badanmu sekarang masih sangat lemah. Lagipula, kau telah kehilangan separuh life energymu. Aku sudah merawatmu dengan advanced light magic, tapi sepertinya tidak banyak berpengaruh. Mungkin mantra yang kupakai tidak sesuai. Aku bahkan tidak tau bahwa seperti inilah efek samping dari mantra yang kau gunakan kemarin.” Guru Di berkata dengan sedih.

“Guru, tidak masalah. Aku melakukan ini semua dengan sepenuh hati. Aku akan menanggung semua akibatnya di masa mendatang.” Aku berkata untuk menghiburnya.

“Zhang Gong, kau benar-benar anak baik. Bagaimana bisa light element terus-menerus berkumpul di sekitarmu saat kau tidur? Kecepatannya juga sangat mengagumkan.”

Mendengar pertanyaan guru ini, aku jadi malu. Aku menjelaskan padanya dari awal sampai akhir tentang meditasi sambil berbaringku.

“Anak bodoh. Aku tidak tahu apa harus menyebutmu jenius atau luar biasa malas. Tidak kusangka ternyata dengan cara itu kau tanpa sengaja diterima oleh light element. Aku saja baru mendapat penerimaan seperti itu saat usiaku sudah 60 tahun!”

Aku hanya bisa tertawa mendengarnya.

Translator / Creator: Dila fd