October 18, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 15

 

Xiao Jin’s Death

Red tiger milik Hai Ri mendongakkan kepalanya ke arah langit dan mengaum. Seperti sebuah panah merah, dia melesat kearah Xiao Jin. Xiao Jin tampak agak takut dan membentuk light shield untuk melindungi dirinya. Setelah itu, dia terus-menerus menembakkan light arrow, berusaha menghentikan si red tiger.

Ini bukan pertanda baik. Aku langsung merasakan Xiao Jin sedang dalam bahaya dan akupun bisa merasakan ketakutannya.

“Xiao Jin, kembali.” Aku bermaksud memanggil Xiao Jin masuk kembali, tapi rupanya sudah terlambat.

Light arrow yang ditembakkan Xiao Jin hanya seperti menggelitik si red tiger. Dia sama sekali tidak mempedulikan serangan light arrow itu. Saat itu, Xiao Jin telah mendengar perintahku untuk kembali, red tiger tidak memberinya kesempatan untuk itu. Saat Xiao Jin berusaha kembali, red tiger telah membentuk lingkaran api di sekeliling Xiao Jin yang membuatnya tidak bisa lari ke manapun.

Red tiger menyambar Xiao Jin tanpa belas kasihan dan berhasil menembakkan tiga intermediate fire spell. Melihat Xiao Jin dalam bahaya, aku menyadari betapa pentingnya Xiao Jin bagiku. Meskipun kami baru menghabiskan beberapa bulan bersama, dia sudah seperti keluargaku sendiri.

“Tidak!” Aku meraung.

Kukumpulkan kekuatan magicku yang masih tersisa dan membentuk Light Prism Shield untuk Xiao Jin. Tapi dengan kekuatan magic sekecil itu, mana mungkin akan berpengaruh?

Di saat yang bersamaan, Hai Ri juga melihat ada hal yang aneh pada red tigernya. “Hong, kembali. Sudah cukup.” Dia berusaha memanggil kembali red tigernya. Gerakan red tiger itu melambat untuk sesaat, tapi kemudian kembali menyerang Xiao Jin tanpa keraguan sedikitpun.

Fire magic si red tiger menyerang Xiao Jin tanpa ampun. Xiao Jin memekik pelan sebelum akhirnya ditelan api.

“Xiao Jin!” Aku berteriak dengan hati yang terluka. Tapi apa gunanya?
Orang-orang yang menonton di sekitar kami pun sangat terkejut. Mereka tidak menyangka duel ini akan berujung pada pembunuhan.

“Boss.” Ma Ke yang sadar dari rasa terkejutnya menyadari bahaya yang sedang terjadi. Dia segera berlari ke arah red tiger. Tapi segalanya sudah terlambat. Xiao Jin sudah dilahap api.

“Hai Ri, kau ini keterlaluan kejamnya! Aku memang ingin mendekati adikmu, tapi kau tidak perlu sampai melakukan hal ini!” Ma Ke berkata dengan amarah membara kepada Hai Ri.

“Ini bukan ulahku! Hong Hong tidak mau mematuhi panggilanku! Hong Hong, cepat kembali!” Mungkin si red tiger merasa Xiao Jin sudah mati jadi dia mematuhi panggilan Hai Ri untuk kembali ke tubuhnya.

Semua orang di sana tidak sanggup berkata-kata saking kagetnya. Mereka semua tahu betapa berartinya magical beast untuk masternya. Kematian magical beast memberi dampak yang luar biasa untuk masternya.

Aku kembali memuntahkan darah. Segalanya jadi gelap, lalu aku hilang kesadaran.

…..

“Xiao Jin, Xiao Jin, jangan mati!” Aku terjaga karena mimpi buruk. Ada banyak orang di sampingku. Wajahku sendiri sudah seperti tak bernyawa.

“Xiao Jin, dimana dia? Cepat kembalikan Xiao Jinku!” Aku melihat orang-orang di sekelilingku dengan tidak berdaya.

“Boss, jangan sedih, Xiao Jin, dia sudah…” Ma Ke menundukkan kepalanya saat bicara.

“Tidak! Xiao Jin tidak mungkin mati! Tidak mungkin!”

“Magical beastmu adalah growth type. Aku yang salah karena telah mengirim Hong. Magical beast tipe Rank akan segera menyerang magical beast tipe growth manapun yang ditemuinya.” Saat ini, arogansi Hai Ri hilang sama sekali. Kepalanya yang biasanya mendongak sombong, kini tertunduk.

“Maafkan aku. Aku tidak bermaksud jadi seperti ini. Jagalah dirimu baik-baik. Jika suatu hari kau membutuhkan apapun, jangan ragu untuk bilang padaku.” Hai Ri menoleh pada Hai Yue. “Ayo pergi, adikku.”

Hai Yue juga menghampiriku. “Ini semua salah kami. Seharusnya kami tidak memaksamu untuk berduel. Kami akam mencoba mengganti kerugianmu sebaik yang kami bisa. Aku ikut berduka atas kehilanganmu.”

Suara lembut Hai Yue sekalipun tidak bisa menyentuh hatiku yang sedang merana ini. Dengan marah aku membentaknya, “Ganti rugi? Apa yang kau maksud dengan ganti rugi? Memangnya kau bisa menghidupkan Xiao Jin lagi? Yang kau hilangkan itu sebuah nyawa. Nyawa makhluk kecil yang mengagumkan!” Air mataku mengalir tanpa bisa kukendalikan.

“Boss, jangan begitu.” Ma Ke masih berani-beraninya membela Hai Yue.
“Kau ini! Bisamu hanya mengejar para gadis! Ini kan salahmu sampai Xiao Jin terbunuh! Xiao Jin. Bagaimana dia? Di mana Xiao Jin?” Aku sudah mulai tidak bisa mengendalikan diri.

Ma Ke tidak berkata apapun. Dia menyodorkan sebuah karung besar dan memberikannya padaku.

Kubuka ikatan karung itu. Xiao Jin yang tadinya seputih salju, kini 80 persen tubuhnya hitam karena hangus terbakar. Hanya garis emas di tubuhnya yang masih bisa kukenali.

“Xiao Jin, hiks hiks.” Aku mulai menangis getir.

“Boss, jangan begitu.”

“Enyahlah! Enyah kalian semua! Aku tidak mau melihat siapapun!”

Melihat aku yang hilang kendali, semuanya menunduk muram dan satu persatu meninggalkan ruangan. Si Rambut Hijau dan 2 teman sekamarku yang belum juga kukenal itu juga pergi.

Kini hanya aku di kamar itu. Kukumpulkan kekuatan magicku sekuat tenaga dan mulai merapal Elemental Spirit Restoration spell untuk Xiao Jin. Begitu diselimuti light element, tubuh Xiao Jin, perlahan kembali berubah ke warna aslinya. Meski begitu, aku tahu ini tidak akan membuatnya hidup kembali.

“Yang kau lakukan itu tidak akan berhasil. Itu sia sia.” Telingaku mendengar suara yang asing tapi aku mengenalnya.

“Aku kan sudah menyuruh kalian pergi. Kenapa kau belum pergi juga? Aku tidak butuh kalian untuk mengurusku!” Aku berteriak dengang emosi.
“Meskipun aku bisa menyelamatkan magical beastmu, kau tetap tidak membutuhkanku?”

“Apa?” Sekujur tubuhku gemetar. Cepat-cepat kugelengkan kepalaku. Ternyata itu dia!

Translator / Creator: Dila fd