October 18, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 14

 

Xiao Jin’s Battle

Kukerahkan seluruh kekuatan magicku dan mulai merapal spell terkuatku, Light Severing Sword. Aku berniat mengalahkan Hai Ri dalam sekali serang saja.

Aku merasakan fire element di sekitarku mulai membara. Hai Ri yang bergerak kesana-kemari di seluruh arena membuat panasnya semakin membakar saja. Lapisan tebal fire element berkumpul di tubuhnya dan membuatnya tak terlihat mata. Sekarang Hai Ri ada di dalam bola api raksasa di tengah arena, sedang berayun maju-mundur. Pengelihatanku mengabur, jadi segera kututup mataku dan kugunakan tubuhku untuk merasakan posisi Hai Ri. Aku tahu dia sedang mengumpulkan fire element, dan begitu dia berhenti, dia akan melayangkan serangan utamanya. Kami sama sekali tidak menggunakan skill dalam pertarungan ini. Kekuatan utama Hai Ri ternyata lebih kuat dariku

“Boss, hati-hati. Ini adalah advanced fire spell, Raging Inferno. Aku tidak menyangka bisa seperti ini penggunaannya. Aku tidak mempelajarinya karena mantranya lambat dan butuh waktu lama untuk menciptakannya.” Ma Ke berteriak dari luar arena.

“Kakak, kenapa kau gunakan spell sebesar itu? Bagaimana jika nanti terjadi kecelakaan?” Ternyata gadis muda ini masih punya hati. Aku jadi agak tersentuh.

“Adikku, tenanglah. Aku bisa mengontrolnya.” Kata Hai Ri dari dalam fireball.

Ternyata dia bisa mengontrolnya. Haha. Aku jadi lega. Lihat saja apakah aku bisa bertahan dari serangannya yang bertubi-tubi nanti.

Diam-diam aku telah meminta light element untuk berkumpul sedemikian rupa agar aku bisa menggunakan Light Severing Sword (Aku sudah minta izin kepada light elementku untuk mengumpulkan magic lebih cepat dari biasanya.) Sekarang, aku menunggu Hai Ri.

Semua bara api jatuh dari udara dan terkumpul di depanku. Hai Ri yang dikelilingi fire element tebal berkata dengan dingin, “Ayo selesaikan pertarungan ini dalam satu serangan.”

“Raging Inferno!” Dinding api yang sangat besar bergerak ke arahku. Kejam sekali!

“Light Severing Swords!” Light element yang tak terhingga jumlahnya mulai membentuk pedang yang menyerupai seberkas cahaya. Pedang cahaya ini menyerang dinding api dari atas.

Light Severing Sword ini mungkin memang sama kuatnya dengan Raging Inferno, tapi kekuatan magicku lebih lemah dibanding Hai Ri. Jadi light severing swordku dikalahkan oleh Raging Inferno. Namun, Raging Inferno sudah tidak lagi bisa menambah kekuatannya. Jadi yang bisa kulakukan hanya meningkatkan kekuatan Light Severing Swordku dengan perlahan.

Ketika aku tersentuh spell Hai Ri, aku sadar ternyata kekuatanku dan Hai Ri jauh sekali perbedaannya. Aku hampir tidak bisa lagi menahan spellnya meskipun sudah kukerahkan seluruh kekuatanku untuk mengumpulkan light element. Dalam hati aku berdoa, “Paman dan bibi light element, bisakah kau membantuku? Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi.”

Dahiku sudah basah oleh keringat. Dinding api Hai Ri kini hanya 5 meter di depanku. Jika kulihat tampilan Hai Ri, kurasa dia masih punya banyak kekuatan yang tersisa.

Light element telah mendengar doaku. Mereka berkumpul cepat sekali. Peningkatan kecepatan kekuatan magicku untuk berkumpul ini menguntungkanku. Meskipun light element yang kugunakan lebih banyak dari yang terkumpul, aku kini bisa menahan serangan Hai Ri lebih lama.

Hai Ri tampak terkejut. Dia tidak menyangka magicku sekuat ini. Sudah cukup bagus bagiku untuk bisa menahan serangannya sejauh ini. Dia mulai merasa Raging Infernonya itu mulai menguras tenaga. Itulah sebabnya aku masih bisa bertahan.

“Baiklah! Sepertinya kau masih bisa bertahan. Kalau begitu rasakan kekuatanku yang sesungguhnya. Fire element berkobarkalah! Keluarkan raging flames yang tidak ada habisnya!” Ini adalah fire amplification spell! Meskipun aku tidak tahu namanya, aku tahu bahwa ini bukan hal yang baik!

Hai Ri sebenarnya terpaksa menggunakan spell itu karena dia merasa tidak bisa lagi mepertahankan Raging Inferno. Andai dia tidak menambah kekuatannya, aku pasti sudah bisa membalikkannya.

Raging Inferno digabung dengan auxiliary spell. Kini aku merasa dua kali lebih tertekan. Kekuatan dinding api bertambah dan sekarang sudah ada di sampingku. Aku merasa hampir mati! Aku tidak bisa menahan lagi.

Light prism shieldku menurun kekuatannya akibat serangan dinding api. Meski begitu, dia masih bisa menahan dinding api senti demi senti. Darah perlahan mengalir dari sudut mulutku. Aku hapir pingsan rasanya. Hai Ri sialan. Kau bilang bisa mengontrol, tapi kau memilih untuk tidak menahan seranganmu.

Hai Ri melihatku masih bisa bertahan dan mengerahkan sisa kekuatan magicku untuk melawan Raging Inferno. Akupun melayang, jatuh dan membentur keras di defensive boundary. Raging Inferno pun berhamburan.

“Bagaimana? Kau masih belum puas? Haha!” kata Hai Ri, dia tersenyum bangga dengan nafas tersengal.

“Hmph! Kau pikir kau lebih baik dariku? Apa hebatnya kau?” Sebagian dari diriku belum yakin aku sudah kalah. Melihat wajah bangga Hai Ri membuatku merasa…. Tapi Hai Ri memang lebih kuat dari pada aku. Kalau aku tidak bisa mengumpulkan magic power lebih cepat, aku pasti sudah kalah dari tadi.

“Apa lagi? Kau masih belum yakin? Jangan banyak alasan. Kalau kalah mengaku saja.”

Ini membuatku marah! Ah, benar. Aku masih punya Xiao Jin. Dia masih punya kekuatan, kan? Hehe. Namun saat itu aku tidak bepikir panjang, dan inilah kesalahan pertama dalam hidupku. Ini kesalahan fatal dan hampir mencelakakan Xiao Jin.

“Dengar namaku, datang dan muncullah, Xiao Jin.” Mengikuti panggilanku, seberkas cahaya putih pun muncul dan Xiao Jin kini ada di depanku. Dia berayun maju-mundur seakan tidak paham apa yang sedang terjadi. Sepertinya dia sedang tertidur nyenyak saat kupanggil. (Magical beast yang masih muda biasanya hanya tidur di dalam tubuh masternya. Jika tidak dipanggil oleh masternya, dia tidak akan bangun.

“Xiao Jin, cepat. Serang orang itu.” Kugunakan pikiranku untuk menyuruh Xiao Jin menyerang.

Xiao Jin menatap Hai Ri lalu menembakkan light arrow kepadanya.

Hai Ri terkena di bagian kepala. Sekarang, kekuatan magicnya pun sudah habis. Dengan kesal dia berkata, “Sialan kau. Kau masih punya magic beast. Aku juga punya.” Degan enggan Hai Ri menggunakan wind spell untuk menghindar dan memanggil magical beastnya.

Ah! Itu adalah Red Fire Tiger. Kuat sekali! Sepertinya dia sudah di rank 6. Ini tidak bagus. Ternyata dia juga punya magical beast (hampir semua orang juga punya, dasar bodoh!). Aku harus memanggil Xiao Jin masuk kembali.

Tepat saat aku berpikir untuk mengembalikan Xiao Jin, sesuatu yang aneh terjadi.

Translator / Creator: Dila fd