October 15, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 13

 

Competition Without a Choice

“Jadi kau murid tingkat 2 yang dipanggil si ember nasi itu?” Murid berjubah fire magic itu tidak seperti lainnya yang hanya memperhatikan Hai Yue dan Ma Ke. Dia malah menatapku tanpa berkedip. Pasti dia kakak Hai Yue, Hai Ri Xing.

“Halo, namaku Zhang Gong Wei. Murid tingkat 2 dengan major light magic. Dan kau adalah..” Aku menjawab.

“Aku Hai Ri Xing. Kau teman baik si kue beras ini?” Hai Ri menunjuk Ma Ke.

Ragu-ragu aku menjawab, “Ya. Kami berteman sangat baik.”

“Apa itu berarti kaulah yang menyembuhkan luka-lukanya kemarin? Hai Ri bertanya dengan nada mengancam.

“Hm!Kurang lebih…”

“Jawablah dengan jelas! Ya atau tidak?”

“Ya, aku menggunakan light recovery magic untuk menyembuhkannya.”

“Kalau begitu hari ini kita akan lihat seberapa bisa kau mengobati lukamu sendiri,” kata Hai Ri keras-keras dengan semangat membara. “Ayo bertarung.”

Selagi aku ditantang oleh Hai Ri saat itu, nasib Ma Ke pun tidak jauh beda dariku. Tidak ada satupun teman Hai Yue yang memperhatikannya yang berusaha keras membuat mereka tertawa.

Seorang gadis tingkat 3 di sebelah Hai Yue menghardiknya: “Dasar kau kue beras rambut merah. Kau selalu mendatangi kami dan mengajak mengobrol. Kau ini seperti seekor katak yang mencoba makan daging angsa!”

Tanpa daya, Ma Ke menjawab: “Aku harus bagaimana lagi. Siapa suruh dia membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama?” Anak ini benar-benar tak tahu malu. Seperti yang kuduga.

Hai Yue akhirnya berkata, “Kau ini sangat menjengkelkan. Bisa tidak kau tidak menggangguku? Kau masih sangat muda tapi sudah menjengkelkan. Kau pasti akan jadi playboy saat dewasa.”

Mendengar suara Hai Yue, Ma Ke langsung terpesona. Suaranya seperti burung oriole. Tapi Ma Ke tidak menyadari perkataan Hai Yue.

Sepertinya mata Ma Ke berubah menjadi bentuk hati dan tidak menjawabnya, Hai Yue jadi kehilangan kesabarannya. “Hei kau dengar aku tidak?”

“Ah, apa? Kau bilang apa?”

“Ku bilang kau ini menjengkelkan sekali..!” Hai Yue mengulang perkataannya dengan marah.

Ma Ke tertawa. “Kalau kau sampai mati karena jengkel padaku, aku berjanji hanya kau gadis yang kusukai. Oke?”

“Kau, kau, kau ini!” Hai Yue kehilangan kata-kata karena amarahnya. Barulah saat ini Ma Ke menyadari bahwa ada yang tidak beres.

“Siapa bossmu? Cepat jawab. Kau setuju untuk bertarung?” kalimat pertama ditujukan kepada Ma Ke. Kalimat kedua adalah untukku yang menyedihkan.

“Kakak, bisakah kita tidak bertarung? Aku menghormatimu sebagai adik tingkatmu. Kau tidak akan membully adikmu kan?”

Murid-murid itu membentuk lingkaran mengitari kami. “Anak ini tidak berguna. Dia sama sekali tidak punya kekuatan.”

“Majulah! Kau bilang kekuatan? Akan kutunjukkan seberapa besar kekuatanku. Setelah itu apa kau masih ingin hidup?” Batinku.

Bahkan Ma Ke pun tidak berani mengangkat kepala. “Wah, sayang sekali aku tidak punya boss.”

Aku maju dan menarik Ma Ke. “Dasar kau. Masih berani berkata seperti itu? Kalau bukan karena kau, aku tidak akan dipaksa bertarung oleh siapapun!”

Saat itu juga, Hai Ri mengatakan sesuatu yang membuat rencana kaburku semakin mustahil: “Kau tidak mau bertarung? Jadi kau memilih untuk kupukuli seperti kantong tinju? Aku tidak peduli akan reputasiku. Siapa bilang aku tidak akan menghajar juniorku? Aku akan langsung menghajar junior yang tidak kusuka.” Dia berkata sambil mengepalkan tinjunya yang besar seolah mengancamku.

Habislah aku, tampaknya aku memang tidak bisa kabur. Apa masih bisa aku menerima ajakannya bertarung? Setidaknya aku tidak akan mati jika bertarung. Tak berdaya, aku berkata, “Baiklah. Kuterima tantangan bertarungmu.”

Sekelompok orang datang ke tempat latihan dan memasang defensive boundary. Aku maju ke tengah bersama Hai Ri. Aku tahu sudah terlambat untuk kabur, jadi aku akan melawannya!

“Keluarlah!” kulambaikan tanganku di udara. Ada celah terbentuk di udara. Aku meraih ke celah itu dan menarik keluar magic staff yang belum pernah kugunakan. (Aku menggunakan spatial storage bag, sebuah intermediate spatial spell yang baru akhir-akhir ini kupelajari untuk memudahkanku. Aku menyimpan  magic staffku di dalamnya, tak kusangka aku akan menggunakannya hari ini.)

Hai Ri bertanya kaget, “Kau juga bisa menggunakan spatial magic?”

“Elemen minorku adalah spatial magic.” Jawabku tidak peduli. Hal ini tidak dapat kuhindari dan tidak ada gunanya terus bersikap seolah aku pengecut. Maka aku akan bersikap keras saja. Siapa yang takut?

Aku tidak mau ragu-ragu, jadi segera kubuat light prism shield untuk melindungi tubuhku. Dengan adanya peningkatan kekuatan berkat magic staffku, aku dikelilingi lapisan tebal light element. Persiapan bertarungku sudah lengkap.

“Baiklah. Tunjukkan seberapa besar kekuatanmu sehingga kau berani ikut campur urusan orang lain.” Hai Ri berlagak berkuasa yang menurutku dilebih-lebihkan. Dia mulai merapal mantra dan mengayunkan tangannya untuk menciptakan intermediate fire spell, Chained Fire Ball, dan melayangkannya ke arahku. Aku tahu serangan ini hanya untuk mengetes kekuatanku saja, jadi aku dengan tenang berteleportasi ke belakang Hai Ri dan menembakkan Light Arrow ke arahnya. Mungkin karena dia tidak siap dan sudah terlampau percaya diri, dia tidak bisa menghindar dan akhirnya terkena magicku. Tapi ini hanyalah elementary class spell, jadi tidak akan melukainya. Magicku dengan cepat bisa dihalau oleh fire shieldnya. Tapi tetap saja dia agak takut.

“Sepertinya aku sudah meremehkanmu.” Kata Hai Ri seraya mulai menggunakan Gale spell untuk dirinya sendiri. Seperti bayangan, dia mengitari tempat itu. Begitu dia mulai merapal mantra Gale spell, kecepatan geraknya tidak kalah dengan teleportasiku. Aku hanya bisa menangkap sekilas bayangannya. Kekuatan murni Hai Ri ternyata sangat besar. Elementary class spellnya sekuat intermediate class spell. Benar-benar tak terbayangkan. Menurutku, jika kami murni beradu kecepatan, maka kami berdua tidak akan menyentuh tanah saking cepatnya. Tapi melihat caranya merapal mantra, spell ini bukanlah elemen minornya. Aku hanya bisa berteleportasi dengan tenang.

Pertarungan panas telah dimulai. Bagaimana hasilnya? Dapatkah Zhang Gong bertahan?

 

Translator / Creator: Dila fd