October 14, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 11

 

Xiao Jin’s Growth

“Boss, boss.” Ma Ke mendatangiku tepat saat aku selesai bersiap untuk masuk kelas. “Ada apa?” “Boss, aku sudah tahu siapa yang memukuliku kemarin,” kata Ma Ke dengan nafas tersengal. “Siapa dia?” Cerita Ma Ke membuatku tertarik. “Boss, sepertinya masih ada harapan. Anak itu adalah kakak si gadis yang kukejar itu! Haha. Sepertinya aku masih punya harapan.” Ma Ke menjelaskan dengan antusias.

“Benarkah? Baguslah kalau begitu. Kau tidak perlu membalas dendam padanya.” “Tentu saja aku tidak akan membalas dendam. Mana mungkin aku menghajar kakak calon istriku?!”

“Kau ini bicara apa? Hubunganmu bahkan belum dimulai! Mereka dari tingkat berapa?” Mendengar perkataanku, Ma Ke tampak sedikit ciut.

“Gadis itu cukup pintar. Dia di tingkat tiga, jadi dia dua tahun lebih tua dari kita. Elemen utamanya juga water element magic. Kakaknya juga ternyata murid yang cukup berpengaruh. Dia ketua tingkat 4. Elemen utamanya adalah fire magic. Kudengar, dia salah satu murid yang masuk peringkat 10 besar di akademi ini!”

“Wow! Dan kau masih berani menggoda adiknya. Aku benar-benar kagum akan keberanianmu.” Aku berkata seraya tertawa atas penderitaanya. “Kekuatan cinta sangatlah besar. Aku harus berjuang keras. Perjuanganku pasti akan membawa kemenangan.” Wajah Ma Ke dipenuhi semangat. Aku tersenyum dan berkata. “Kalau begitu lakukan yang terbaik. Asal jangan sampai kau dihajar habis-habisan lagi oleh orang lain.”

“Menyebalkan sekali. Kau ini hanya membuatku berkecil hati saja. Ayo cepat masuk kelas.” Sambil mendengarkan penjelasan guru, aku memperhatikan Ma Ke. Sepertinya dia merencanakan sesuatu. Kadang dia tampak berpikir, kadang juga tertawa kecil. Lucu juga melihatnya seperti itu. Aku melempar bola kertas padanya. Dia terkejut lalu merengut ke arahku. Saat aku mulai teralihkan, aku mendengar guru berkata, “Zhang Gong, jawab pertanyaan ini.” “Ah, baik, guru.”

“Apa yang dimaksud dengan long range teleportation magic?” Guruku melihat bahwa aku tidak benar-benar memperhatikan penjelasannya, makanya dia sengaja menunjukku.

Haha. Tidak kusangka pertanyaannya hanya seperti ini. Aku menenangkan pikiranku.

“Long range teleportation magic menggunakan spatial magic sebagai dasar untuk berpindah dengan cepat dalam jarak yang jauh. Seperti melewati lorong bayangan di suatu tempat. dengan advance spatial magic, orang lain juga bisa diajak berteleportasi, tapi tingkat kesuksesannya sangat rendah. Hanya penyihir dengan kontrol magic yang luar biasa tinggi yang akan menggunakannya.” Kujawab pertanyaan itu dengan runtut, lalu dengan bangga aku melihat ke arah Ma Ke.

“Jawabanmu benar. Kau boleh duduk sekarang. Zhang Gong, jawabanmu tadi sangat bagus, tapi ke depannya kau harus memperhatikan penjelasan guru.”

Dengan malu, aku menjawab, “Ya, guru.” Karena telah mendapat peringatan dari guru, aku tidak berani lagi membiarkan pikiranku melanglangbuana. Aku berkonsentrasi dan mendengarkan penjelasan guru selama kelas berlangsung pagi itu. Aku jadi lelah dan ingin segera tidur.

Dengan susah payah, aku bertahan hingga siang hari. Setelah aku dan Ma Ke selesai makan siang, temanku ini pergi untuk memulai proyek besarnya, yaitu menggoda para gadis. Anak ini benar-benar cepat sekali beranjak dewasa. Aku ingin cepat-cepat kembali ke kamar dan tidur siang. Kalau tidak, bisa-bisa aku akan punya lingkaran hitam di sekitar mata yang akan mengganggu penampilanku sebagai pahlawan yang hebat.

Setelah tidur nyenyak, aku merasakan tubuhku dipenuhi light element. Meskipun tidak bisa bertambah lagi, kekuatan di seluruh tubuhku cukup baik. Kubuka tirai jendelaku untuk melihat keadaan di luar. Wow! Ternyata sudah malam. Aku tidur cukup lama. Ini bukan hal bagus. Aku harus cepat-cepat pergi makan malam. Jika tidak, aku bisa-bisa tidak kebagian makanan.

Aku berlari ke aula makan secepat kilat. Untung saja. Meskipun makan malam sudah hampir selesai, masih ada makanan. Cepat-cepat kuambil makanan sebanyak porsi 3 orang. Lalu aku makan bagaikan angin yang menyapu dedaunan.

“Wow! Itu si Light Rice bucket. Lihatlah, makannya banyak sekali.”

“Ya, dia seperti babi saja.”

Di belakangku terdengar suara tawa dan bisik-bisik. Mereka masih saja mengurusi seberapa banyak orang lain makan! Sungguh menyebalkan. Aku tidak menghiraukan mereka. Aku cukup bisa mengontrol emosiku. Aku mempercepat makanku. Selesai makan, aku langsung pergi ke tempat di mana aku bertemu si penyihir tua berjubah putih dan memanggil Xiao Jin.

Dibanding aku, makhluk ini makan sedikit sekali. Aku makan nasi dan dia makan light element yang susah payah kukumpulkan! (Memangnya susah ya? Bukankah mengumpulkannya sambil tidur!?)

Wow! Dia tumbuh cepat sekali. Tidak sia-sia dia makan itu semua. “Kau ini si ember nasi kecil. Kau bisa makan banyak juga!” Xiao Jin terus mengusapkan dirinya ke tanganku. Dia telah tumbuh tiga kali lipat dari ukuran aslinya saat baru menetas. Dia kini sudah sepanjang 2 kaki dan selebar cangkir air. “Aku ingin lihat sejauh mana progresmu.”

Setelah itu aku memberi perintah kepada Xiao Jin dengan pikiranku. Benar-benar cukup baik. Apa yang dia makan tidak terbuang percuma. Saat ini Xiao Jin sudah bisa menggunakan seluruh elementary light magic yang kukuasai. Tapi tetap saja sepertinya dia belum bisa menyerap light elemen langsung dari udara.

(Catatan penulis: magical beast tipe growth tumbuh sangat cepat di awal pertumbuhannya dan bisa mempelajari magic yang dikuasai masternya. Ranked magical beast hanya bisa mempelajari magic berdasarkan tingkatannya. Serangan fisik yang bisa dilakukannya sesuai dengan pertumbuhan ranknya.)

Dengan hati gembira, kukembalikan Xiao Jin ke tubuhku. “Xiao Jin, ayo kita kembali dan tidur. Kau harus tumbuh dengan benar.”

Siluetku perlahan menghilang. Dari balik pohon tinggi keluarlah si penyihir tua itu. “Magical beast anak muda itu tampaknya bukan magical beast tipe growth biasa. Tumbuhnya cepat sekali. Aku tidak tahu kekuatan spesial apa yang dia punya. Anak ini pasti akan berkembang dengan cara yang unik nantinya. Aku harus menjadikannya muridku. Hehe.”

Akupun kembali ke asrama tanpa mengetahui bahwa seseorang punya rencana untukku. Ternyata si Rambut Hijau sudah ada di asrama juga.

“Zhang Gong, waktu itu memang aku yang salah. Kumohon jangan marah.” Si Rambut Hijau mencoba berbicara padaku.

“Tak masalah. Asal jangan pernah lagi mencari masalah denganku. Aku ingin tidur sekarang.”

“Zhang Gong, kudengar temanmu Ma Ke dipukuli lagi hari ini. Sepertinya cukup parah.”

“Benarkah? Terima kasih rambut hijau. Aku akan menengoknya.” Aku mengabaikan rasa kantukku dan secepatnya menuju kamar sebelah.

Wah, tidak mungkin! Dia bahkan tampak lebih parah dari kemarin.”

“Ma Ke, kenapa kau tidak minta tolong guru untuk menyembuhkanmu?”

“Boss, akhirnya kau datang. Aku tidak berani karena aku takut dikeluarkan. Di akademi ini, berkelahi untuk alasan pribadi bisa jadi alasan untuk mengeluarkan murid. (Tetapi kompetisi pertarungan diperbolehkan.)”

“Apa bagusnya kau berkata begitu padaku? Wahai light element yang hebat, temanmu ini memintamu untuk menyelamatkan makhluk di depanmu.” Meskipun aku menertawai kegigihan usaha Ma Ke dalam mengejar si gadis, dia tetap saja kuanggap adikku sendiri. Mana mungkin aku tidak peduli padanya! Dia akan mengingat ini semua. Ma Ke berkata sesuatu dan aku menghentikan lamunanku.

“Boss, terima kasih! Tadi dia memberitahukan namanya kepadaku.”

Aku keheranan. Aku menatapnya seolah dia gila.

“Boss, mengapa kau melihatku seperti itu?”

“Kalau dia sudah mau menyebutkan namanya, mengapa kau masih dipukuli?”

“Hehe. Sebenarnya aku tahu namanya waktu kakaknya memanggilnya. Kakaknya bilang, jika aku terus mencarinya, dia akan mematahkan kakiku. Sepertinya aku harus berhenti dulu. Kurasa kalau kakiku patah akan susah nantinya. Boss, apa kau tahu cara menyembuhkan kaki yang patah???” Ma Ke menanyakan hal yang bodoh kepadaku. Untung saja teman sekamarnya belum kembali. Kalau tidak, aku pasti sudah malu dilihat orang lain karena punya adik seperti itu.

Dari dalam kamar Ma Ke terdengar teriakan kesakitan.

“Boss, jangan pukul aku lagi. Aku memang salah, maafkan aku….”

Translator / Creator: Dila fd