October 13, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 10

 

Academy Life

“Zhang Gong, penjelasan guru tadi sangat menarik. Kenapa kau tidur terus selama pelajaran?” Ma Ke bertanya padaku seusai kelas.

“Aku sudah pernah mempelajarinya. Aku juga sudah paham tentang long range teleportation. Hanya saja aku belum pernah mempraktikkannya. Makanya, aku lebih memilih tidur saja. Jangan lupa, spatial magic adalah elemen minorku.” Jawabku dengan malas.

“Oh, begitu rupanya. Sayang sekali aku tidak belajar spatial magic. Apa kau mau mengajariku?”

“Baiklah. Tapi sekarang aku ingin makan dulu. Nanti siang kita akan berlatih.”

…..

“Zhang Gong, aku tidak mau duduk di sebelahmu lagi kalau cara makanmu begini.” Ma Ke protes karena melihatku sudah menghabiskan lima mangkok nasi.

“Hey. Aku ini masih dalam masa pertumbuhan. Kalau aku tidak makan, bagaimana aku bisa tumbuh? Tidak ada yang bisa melarangmu makan.” Aku menjawab dengan bergumam.

Setelah menghabiskan enam mangkok nasi, Ma Ke segera menyeretku keluar dari aula makan. Mulai sekarang, aku punya julukan baru: Si light element dengan ember Nasi.

“Wow! Zhang Gong cepat kemari. Lihat, water mage itu cantik sekali,” tiba-tiba Ma Ke berkata sambil terkagum-kagum.

“Masa?” Aku menoleh ke arahnya. Wow! Darah di tubuhku langsung mengalir ke ubun-ubun. Dia memang benar-benar cantik. Tubuhnya terbalut jubah penyihir warna biru langit, rambutnya biru gelap. Kulitnya putih dan sepasang matanya berbinar. Meskipun dia masih anak-anak, kecantikannya sudah terlihat. Pasti dia akan tumbuh menjadi wanita yang cantik. Benar-benar cantik. Meskipun begitu, aku tidak langsung merasa tertarik padanya. Mungkin karena usiaku masih terlalu muda untuk itu.

“Dia memang cantik, tapi dia bukan tipeku. Aku akan kembali ke asrama dan tidur.” Aku mengatakannya sambil berlagak angkuh.

“Boss, jika kau tidak mau bersamanya, aku yang akan mengejarnya!”

“Kejarlah kalau begitu. Aku akan pergi sekarang.” Lihat saja, Ma Ke nanti pasti akan menderita. Gadis secantik itu, pasti banyak yang ingin mengejarnya. Aku tidak ingin ikut-ikutan.
Setelah kembali ke kamarku, aku mulai bermeditasi lagi untuk Xiao Jin. (Aku memang bermeditasi untuk Xiao Jin. Semua yang kudapat dari meditasi kuberikan kepadanya.)

Siang harinya, aku terbangun dari meditasiku. Aku mencari tempat yang tidak ada orangnya untuk berlatih magic. Aku tidak mau ditonjok gara-gara salah sasaran dalam menembakkan mantra.

Hari ini aku berlatih salah satu intermediate class light spell, Elemental Spirit Restoration. Aku menirukan mantra dari buku dan mulai mengumpulkan kekuatan magic. (Tentunya aku mengubah sedikit mantranya.) “Wahai light element yang hebat, temanmu ini memintamu untuk menyelamatkan makhluk di depanku ini.” Setelah itu, muncullah selapis cahaya putih di sekitarku. Sedikit demi sedikit, ada cahaya yang juga terkumpul di tanganku. Wah, aku melupakan satu hal. Siapa yang akan kuselamatkan dengan mantra ini? Bodohnya aku.

Namun para dewa benar-benar mengawasiku dengan baik. Saat itu juga, seorang anak laki-laki berlari ke arahku. Dia tampak babak belur hingga kepalanya sepertinya telah dirubah menjadi kepala babi. Dia berteriak dengan keras: “Selamatkan aku Zhang Gong! Aku hampir mati!” Siapa anak ini? bagaimana dia tahu namaku? Akhirnya kutolong dia meski aku masih kebingungan. Sudahlah. Lagipula dia datang di tepat di saat aku butuh seseorang untuk kuselamatkan dengan mantraku tadi,

Kugunakan cahaya putih di tanganku untuk menutupi kepala babi di depanku. Mantra ini menghabiskan begitu banyak kekuatan magic, hampir sepertiga kekuatanku kugunakan untuk menyembuhkan si kepala babi ini. Wah, tidak mungkin! Ternyata dia adalah Ma Ke!

“Ma Ke, kenapa kau jadi seperti ini?”

“Tidak usah dibahas. Boss, mantra apa itu tadi? Bagus sekali. Hanya butuh waktu sebentar untuk menyembuhkanku.”

“Hehe. Ini adalah intermediate light restoration spell, Element Spirit Recovery.”

“Ah, intermediate spell rupanya. Kukira itu advanced class spell. Kekuatannya hampir sama dengan advanced water treatment magic.”

Jadi restoration magicku efektif juga ya. Baguslah. Aku tidak perlu lagi takut cidera ke depannya.

“Ma Ke, kau belum bilang kenapa kau bisa berubah jadi seperti tadi?”

“Boss Zhang Gong, kau harus megalaminya sendiri. Lawanku tadi sangat kejam.” Lalu Ma Ke mulai menceritakan semuanya.

Jadi kira-kira begini. Ma Ke mendekati gadis cantik tadi dan memulai percakapan dengan bertanya seperti “Kau mau kutraktir es loli, adik kecil?” “Siapa namamu” “Kau dari kelas berapa?” dan semacamnya. Tapi gadis itu sama sekali tidak menghiraukannya dan terang-terangan berkata, “Menyebalkan sekali. Kau sebaiknya cepat pergi, dasar lalat. Kalau tidak, aku akan menghajarmu.” Ma Ke tidak mau menurutinya. Dia malah terus menyombongkan bahwa dia tidak perlu ikut tingkat pertama dan betapa tampannya dia nanti saat dewasa. Akhirnya, dia memanggil anak tingkat 4 untuk menghajar Ma Ke hingga jadi seperti tadi.

Setelah mendengar ceritanya, aku tidak tahan untuk tertawa di atas penderitaannya. Dia memang pantas mendapatkannya. Sudah kubilang kan ini akan terjadi padanya. Haha!

“Kau ini bodoh sekali. Kau kan bisa menyerangnya balik? Kau bisa menggunakan advanced magic kan?”

“Melawan balik? Kau tidak tahu betapa kuatnya anak ini. Dia bisa menggunakan magic tingkat 6 kalau dia mau. Untung saja dia tidak menyerangku dengan begitu keras. Dia cuma menggunakan magicnya untuk membuatku berhenti bergerak.”

“Lalu bagaimana penampilanmu bisa seperti itu?”

“Dia memang tidak menggunakan magic untuk menghajarku. Tapi dia menggunakan tinjunya. Aku tadi diikat jadi tidak bisa bergerak dan melawan. Makanya aku jadi seperti itu.” Ma Ke terlihat seperti orang yang sedang mengenang pengalaman pahit di masa lampau.

“Kau yang mulai duluan, jadi kau memang pantas dipukul seperti itu. Lain kali, jangan sampai kau memicu orang lain untuk menghajarmu lagi.”

“Tidak, tidak. Aku masih akan terus berusaha. Wajahnya saat marah itu lucu sekali. Dia benar-benar cantik!” Andaikan mungkin, mata Ma Ke sekarang pasti sudah dihiasi bentuk hati.

“Kau ini masih belum mengerti tentang hal-hal seperti itu. Kau masih kecil, masih 11 tahun. Kau bahkan masih terlalu muda untuk cinta monyet sekalipun. Kau tidak takut dihajar ya?”

“Boss, kekuatan cinta itu sangat besar. Kau kan bisa membantuku dengan restoration magicmu yang kuat itu, jadi untuk apa aku harus takut? Kalaupun hal terburuk terjadi padaku, kau masih bisa menyembuhkanku dengan mantramu tadi.” Ma Ke berkata dengan lagak bijaksana.

“Itu adalah mantra Elemental Spirit Recovery, dasar bodoh. Hmph. Jika kau terus-terusan membuat masalah, aku tidak akan peduli lagi padamu. Lakukan saja sesukamu.”

“Jangan boss, kumohon…” Ma Ke ini benar-benar seperti lalat, tidak henti-hentinya merubungiku.

Aku tidak tahan. Jadi, aku berjanji akan membantunya nanti asalkan dia bertingkah baik. Aku juga berpesan padanya agar tidak bilang ke siapapun bahwa aku yang menyembuhkannya.
Memangnya gadis itu sebegitu menariknya ya? Sampai-sampai dia mau mengorbankan hidupnya seperti itu. Susah sekali kubayangkan. (Aku yang tidak paham soal hubungan laki-laki dan perempuan hanya bisa menertawai Ma Ke.

Translator / Creator: Dila fd