October 10, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 1

 

Arriving in Capital

“Zhang Gong, kau harus dengarkan Guru Xiu. Ikutilah ujiannya dengan seksama dan berjuanglah untuk lolos, demi kehormatan keluarga kita. Kalaupun akhirnya kau tidak bisa lolos, cepatlah pulang. Jangan buat kami khawatir. Guru Xiu, kumohon jagalah Zhang Gong.” Ibu memelukku dan menangis hampir selama setengah hari.

“Sudah, sudah. Berhentilah menangis, bu. Zhang Gong bukannya tidak akan kembali, kan. Jangan menghalangi mereka, biar mereka berangkat.”

Setelah berpamitan dengan ibu, ayah, guru-guru di akademi, serta teman-teman sekelasku (tentu saja Ao De berpesan padaku untuk belajar dengan benar lalu kembali lagi untuk membantunya), aku dan guru Xiu pun memulai perjalanan kami menuju ibukota.

“Guru Xiu, sejauh apa ibukota dari sini?”

“Kita masih sangat jauh. Kita harus melewati satu provinsi, kurang lebih jaraknya 1000 kilometer.”

“Wah, jauh sekali.”

…..

Kami telah berjalan sejauh 45 kilometer dalam delapan jam. Kami berjalan selama dua hari penuh tanpa istirahat sebelum akhirnya sampai di ibukota. Aku dan Guru Xiu tidak dapat menggunakan magic untuk terbang karena hanya wind mage tingkat lanjut yang bisa menggunakan teknik mengepakkan sayap, Flight. Jarak tempuh flight bergantung pada kekuatan magic yang dimiliki. Awalnya aku ingin menggunakan teleportasi karena sekali teleportasi kami bisa menempuh jarak 500 meter. Tetapi Guru Xiu tidak membolehkan. Sepanjang perjalanan, dia mengajarkanku banyak trik untuk ujian dan beberapa penerapan magic.

Demi harapan ibu, ayah, dan Guru Xiu, serta tentu saja demi uang saku berlimpah nantinya, aku berusaha belajar keras sepanjang perjalanan itu. Hal ini membuat Guru Xiu heran. Bahkan dia merasa aku telah mengalami perubahan karakter diri yang baik.

Berkat usahaku dalam dua hari perjalanan serta selama dua bulan bermeditasi saat guru Xiu pergi, aku merasakan tubuhku kini dilimpahi kekuatan magic. Guru Xiu berkata, kekuatan magic ku sekarang sudah sangat mendekati level advanced mage.

Karena kemampuan attack magicku sangat payah, Guru Xiu mengajariku beberapa light spell lagi selama perjalanan menuju ibukota. Salah satunya adalah Radiant Bind Spell. Mantra ini sering digunakan untuk menjebak musuh utama. Mantra ini tergolong magic kelas menengah. (Light spell kelas menengah hanya punya satu attack spell.) Lalu ada juga mantra kelas lanjutan, Light Severing Sword. Dengan kekuatanku yang sekarang ini, aku hanya bisa menggunakannya sekali. Guru Xiu melarangku untuk menggunakannya sampai aku sudah punya kekuatan magic yang jauh lebih besar dari pada sekarang. Untuk sementara, aku cukup memakai ilmu melarikan diri saja.

Ibukota ternyata sangat luas. Dinding-dinging yang membatasi kotanya juga sangat tinggi dan tebal. Lalu ada gerbang kotanya yang sangat lebar, orang-orang tidak henti-hentinya masuk-keluar lewat gerbang ini. Kereta para pedagang ada di sana-sini, rodanya tidak pernah berhenti berputar. Selain itu ada juga kereta-kereta mewah dengan hiasan ukiran yang indah. (Pasti itu kereta para bangsawan.) Para pengemudi mengendalikan keretanya, melintas di antara kami. Kota ini memang layak menjadi ibukota tanahku Aixia.

Aku dan Guru Xiu menjelajahi isi kota itu. Dibandingkan dengan Senke, Aixa tentulah jauh lebih besar. Di sisi jalannya ada beragam toko. Aku ingin sekali melihat mainan apa saja yang dijual di toko-toko tersebut, tapi Guru Xiu pasti tidak mengizinkan. Guru Xiu terus memimpin jalan kami seperti sudah kenal betul dengan jalan yang kami lalui ini. Akhirnya, kami sampai di Royal Intermediate Magic Academy yang berada di sisi timur kota.

“Zhang Gong. Kau lihat bangunan yang megah itu? Itu adalah Royal Intermediate Magic Academy. Tiga hari lagi ujian masuknya akan dimulai. Sekarang kita harus mencari tempat untuk istirahat.”

Kami menemukan penginapan yang murah. Sebenarnya Guru Xiu ingin kami menginap di tempat yang lebih bagus, tapi ternyata seluruh penginapan kelas atas di sana sudah dipesan oleh para bangsawan yang datang dari berbagai daerah. Jadi tidak ada pilihan lain bagi kami selain menginap di tempat yang murah itu. (Tentu saja, para bangsawan yang datang itu adalah orang tua yang akan mengikutkan anak-anaknya dalam ujian masuk Royal Intermediate Magic Academy.)
“Kalau kita datang sedikit saja lebih lambat, sepertinya kita tidak akan kebagian penginapan.”

Betul sekali. Guru Xiu memang bijaksana. Sekarang aku paham kenapa Guru Xiu tidak mau sedikitpun menunda perjalanan kami dengan berjalan-jalan tanpa arah.

“Zhang Gong. Ayo kita keluar. Akan kubawa kau berkeliling.”

“Baiklah.”

Aku dan Guru Xiu tiba di jalan utama. Karena kota ini adalah ibukota dari magic kingdom, banyak barang-barang magic yang dijual di sana-sini. Kami masuk ke toko barang magic. Wow. Segala macam benda magic ada di sana. Ada magic gown, berbagai magic crystal kelas rendah, magic staff (tongkat ajaib), dan ada juga telur-telur magical beast. Setiap mage bisa mempunyai magical beast, tapi hewan-hewan itu harus mengerami telurnya sendiri. Semua telur-telur ini disegel. Darah merupakan media yang harus ada supaya proses pengeramannya berhasil. Ketika menetas, si magical beast akan memiliki ikatan batin dengan orang pertama yang dilihatnya, sama seperti hewan yang baru menetas dan melihat induknya. Karena toko ini termasuk yang tidak terlalu besar, maka telur magical beast yang ada di sini hanya yang kelas rendah. Telur magical beast kelas tinggi harganya sangat mahal, bahkan bagi orang-orang kaya sekalipun. Maka, kau beruntung jika bisa mendapatkan salah satunya.

“Zhang Gong, carilah barang yang kau suka. Guru akan belikan sebagai hadiahmu.”

“Baik, guru. Terima kasih.” Tanpa sungkan aku langsung bergerak. Akhirnya aku memilih sebutir telur magical beast yang warnanya seputih mutiara dan magic staff yang ditempeli kristal putih.

“Putramu ini pintar memilih. tongkat itu adalah yang terbaik dari semua yang ada di sini. Telurnya adalah telur magical beast tingkat 1. Kuberikan saja sebagai hadiah. Kau cukup membayar 50 koin emas untuk rusanya.” (Telur magical beast yang seperti mutiara itu rupanya magical beast dari light element. Terang saja tidak ada yang mau membelinya.)

“Mahal sekali?” Guru Xiu menggerutu, namun dia sudah berjanji. Sebagai guru yang baik dia tetap membelikannya untukku meskipun agak keberatan.

Di penginapan, Guru Xiu membantuku memeriksa magic staff. Ternyata tongkat ini dapat meningkatkan kekuatan magic attack. Ini memang tongkat terbaik.” Sedangkan telur magical beast ku biasa saja, hanya telur magical beast tingkat 1.

“Kau sudah mendapat hadiah. Tiga hari lagi kau harus berusaha keras dalam ujian. Jangan sampai kau kecewakan gurumu ini.”

Sejak saat itu, magic staffku selalu menemaniku dalam waktu yang lama.

Magical beast yang berasal dari telur itu juga akhirnya menjadi partnerku yang paling penting

Sepertinya memang sudah takdir. Magical beast yang dimiliki si anak cahaya ternyata memberi pengaruh penting dalam perjalanannya menjadi Grand Magister.

(Si Anak Cahaya akan segera memulai hidupnya di intermediate magic academy. Seperti apakah magical beast nya nanti?)

Translator / Creator: Dila fd