October 8, 2016

Child of Light – Volume 1 / Chapter 9

 

Encountering Danger On The Return Home

Sekarang sekolah rasanya santai sekali! Setiap hari aku tidur di rumah, lalu pergi kesekolah dan tidur lagi di sana. Haha. Rasanya seperti sudah 49 tahun disini!

Aku pun tidur!

Sambil berbaring santai di tanah, ku fokuskan pikiranku untuk merasakan light element yang ada di udara. Keberadaan mereka membuatku nyaman hingga perlahan aku tertidur. Internal light sphere ku sudah mencakup dua pertiga dari keseluruhan meridian ku. Kata Guru Xiu, kekuatan magic ku sekarang sudah memadai untuk merapal mantra tingkat lima. Hanya saja, tubuhku masih terlalu kecil dan masih belum cukup kuat untuk itu. Jadi, Guru Xiu tidak mengajarkanku magic spell kelas menengah. Aku harus menunggu sampai aku masuk ke intermediate magic academy, baru aku bisa mempelajarinya. (Gelar seorang mage disesuaikan dengan kemampuan magic nya: Contoh mudahnya, jika seorang mage hanya bisa menggunakan mantra tingkat satu, maka dia disebut penyihir pemula. Untuk yang bisa menggunakan mantra tingkat dua dan tiga, mereka disebut penyihir tingkat dasar. Untuk jadi penyihir tingkat menengah, dia harus bisa menggunakan mantra tingkat empat dan lima. Mantra tingkat enam adalah untuk penyihir tingkat lanjut, mantra tingkat 7 untuk Great Mages, mantra tingkat 8 untuk ahli sihir. Apabila seorang penyihir bisa menghasilkan mantra tingkat 9 bersama dengan penyihir lain, dia bisa disebut Magister. Jika dia bisa merapal mantra tingkat 9 seorang diri, gelarnya adalah Grand Magister.)

Ah, jam berapa ini? Sambil meregangkan otot, aku melihat ke langit luar. Sudah gelap, aku harus segera pulang untuk makan malam. Perutku sudah keroncongan. Dengan langkah bersemangat, aku keluar dari akademi dan langsung menuju kerumah.

Setelah dari kota Sunke, aku mengambil jalan yang selalu kulalui untuk pergi dan pulang sekolah. Karena aku takut kegelapan, tangan kiriku membuat illumination spell sehingga dalam radius 30 meter, semuanya menjadi terang. Hari ini ibu tidak tahu mau memasak apa untuk makan malamku. Sepertinya sup tulang, favoritku. Aku hanya bisa menjilat bibirku saat membayangkan makan malam yang lezat itu. Aku jadi semakin lapar.

Suhu di sekitarku mendadak meninggi. Wah, ada apa ini? Apakah ada yang menggunakan fire magic di sini? Tiba-tiba saja aku mendengar raungan yang luar biasa keras, saking kerasnya raungan itu bisa menggetarkan langit. Wah, Fire Lion. Magical beast tingkat enam. Oh, tidak, ini demonic beast. (Apabila ada magical beast yang lahir tetapi tidak ada yang mau mengambilnya, hewan itu akan disebut demonic beast.) Kakiku langsung tidak bisa bergerak.

Dia menatapku dengan matanya yang semerah darah. Mungkin dia memikirkan hal yang sama seperti saat aku menjilat bibirku tadi. Kami sama-sama membayangkan makanan yang lezat.

“Ah! Fire Lion yang hebat, aku masih anak kecil. Kumohon jangan makan aku. Aku ini kebanggaan desaku. Tubuhku tidak ada dagingnya. Aku akan pulang dan mencarikan makanan untukmu. Ah, tidak!” Si Fire Lion menyerangku tanpa menungguku selesai bicara.

Refleks, aku berteleportasi. Untunglah aku sering berlatih dengan dikejar Light Tiger. Sambil menghindari serangan Fire Lion, aku menembakkan seberkas api kelangit. (Sebenarnya, itu adalah illumination spell yang kubuat dalam bentuk bola api dan kutembakkan kelangit menggunakan light arrow spell. Ini adalah tanda bahaya dalam bangsa mage.)

“Dasar kau Fire Lion jahat. Aku tidak mau menyerah padamu. Kau tidak akan bisa menangkapku.” Aku jadi lebih tenang karena teringat bahwa aku bisa berteleportasi. Aku jadi sangat percaya diri menghadapi makhluk ini. Fire Lion ini mungkin memang kuat, tapi tidak mungkin lebih kuat daripada Light Tiger dan si iblis tua jika digabungkan. Paling tidak, aku bisa bertahan selama kekuatan magic ku masih ada. (Sebelum kekuatanku habis, aku akan kabur dengan teleportasi. Aku bisa berteleportasi hingga 500 meter, jadi kurasa aku bisa berteleportasi beberapa kali. Hehe.)

Udara di sini terasa sangat panas. Karena keselamatan adalah prioritasku, kuputuskan untuk mencoba defensive spell yang kutahu. Yang pertama kucoba tentu divine guard, karena bisa menyaring udara dan mengusir panas yang dihasilkan si Fire Lion. Setelah itu aku membuat light prism shield di tangan kiriku.

Fire Lion yang kuat itu menyeringai saat aku merapal mantra. Kemudian, tangan kananku menembakkan light arrow kearahnya. Kekuatan light arrow mungkin memang tidak seberapa, tapi tetap serangannya akan tetap menyakitkan.
Fire Lion pun murka. Dia menyerangku bertubi-tubi dengan fire magic kelas menengah. Aku menghalau dan menghindari serangannya, seperti yang kulakukan dengan karung-karung waktu latihan. Dengan santai aku mengelilinginya, membuatnya bingung dan hilang arah.

Api di atas tubuh fire lion perlahan melemah. Kurasa kekuatan magic nya juga melemah dalam sekejap. Dengan napas tersengal dia menatapku. Haha. Ternyata hewan iblis ini tidak ada hebat-hebatnya. Aku tahu cara menghadapinya. Kuhentikan mantra divine guard dan light prism shield ku. (Dengan mantra sebanyak itu, kekuatan magic ku juga mulai habis dalam sekejap.) Meskipun aku tidak menggunakan perlindungan magis apapun, makhluk itu tidak akan bisa menyerangku. Aku cukup menunggu bantuan datang. Desaku sudah tidak jauh lagi dari sini. Para penjaga desa pasti akan datang sebentar lagi.

Namun, fire lion tiba-tiba menegadahkan wajahnya dan meraung. Udara yang tadinya mulai mendingin mendadak suhunya meninggi lagi. Ah, bagaimana mungkin? Ini bukan hal yang bagus. Ini fire magic tingkat enam, Monstrous Flames. Aku berada di area serang dan tidak bisa kabur. Namaku Zhang Gong, wahai light element yang hebat, berkumpullah di depanku dan lindungi aku dari kejahatan! Aku hampir gagal membuat light shield. Monstrous flames mengarah kepadaku, mereka seakan menutupi seluruh langit dan bumi, menutupi apapun dalam jarak 300 meter. Untunglah aku tidak ikut tertelan mantra itu, berkat teleportasiku yang nyaris gagal. Kugunakan seluruh kekuatan magic dalam tubuhku untuk menghasilkan light shield sambil terus menerus merapal mantranya. Tapi monstrous flames ini jauh lebih kuat. Sebentar lagi mungkin aku tidak bisa menahannya, lalu aku akan terpanggang api.

“Water element di udara, patuhilah panggilanku, berubahlah menjadi hujan es dan habisilah kejahatan di depanku ini!”

Ah! Aku selamat. Ada orang yang merapal mantra itu, entah siapa, tapi dia berhasil melenyapkan serangan fire lion. Fire lion juga telah dilumpuhkan, sihirnya melemah drastis, seperti sihirku. Sama seperti saat aku mengalahkannya tadi.

“Ah! Ternyata Zhang Gong. Cepat kemari ibu Zhang Gong. Putramu di sini.”

Ibu sudah datang. Semua baik-baik saja sekarang. Lalu aku pingsan.

…..

Aku tidak tahu berapa lama aku pingsan. Perlahan kesadaranku kembali. Aku membuka mata dan melihat ibu duduk di sampingku dengan mata yang memerah.

“Zhang Gong sudah bangun! Ayah, kemari. Zhang Gong, apa yang kaurasakan? Kau sudah baikan?”

Kemarin, kekuatan magicku benar-benar mencapai batasnya. Tubuhku terbakar di beberapa sisi karena serangan si fire lion. Setelah dirawat oleh ibu dengan water magic, aku sudah benar-benar pulih, hanya saja masih sangat lelah.

“Ibu, aku baik-baik saja.”

“Putraku, bagaimana keadaanmu? Kau merasa lebih baik?” Ayah datang dari ruangan sebelah.

“Aku sudah jauh lebih baik, Ayah.”

“Jika kau tidak selamat kau tidak akan bisa bertemu ibu lagi.” Ibu memelukku dan menangis.

“Zhang Gong, bagaimana kejadiannya?”
Kuceritakan semuanya.

Dengan serius, ayah berkata: “Kau ini bodoh. Harusnya kau jangan pernah memperlihatkan serangan kemusuhmu. Dengan kemampuanmu yang sekarang ini, kau harusnya langsung melarikan diri jika bertemu musuh. Karena kau tidak tahu cara menghancurkan musuhmu selain melarikan diri. Bagaimana bisa kau ceroboh begitu? Jika kau memakai light prism shieldmu, mungkin kau tidak akan terluka.”

Aku sama sekali tidak mendengarkan apa kata ayah. Tapi aku bertekad dalam hati untuk melarikan diri jika bertemu musuh. Mulai saat itu, aku selalu melindungi diriku dengan sungguh-sungguh, siapapun musuh yang kuhadapi.

Si Anak Cahaya telah melewati satu kesulitan dalam hidupnya.

Translator / Creator: Dila fd