October 7, 2016

Child of Light – Volume 1 / Chapter 7

 

Spatial Magic

Berkat bimbingan langsung dari Guru Xiu, level kekuatan magic ku meningkat jauh dalam setengah tahun. Dengan latihan keras bersama si iblis, aku kini bisa menahan serangan dari si iblis hingga dua jam. Setiap pagi di sekolah, yang kupelajari adalah defense, defense, dan defense. Saat aku kelelahan, barulah Guru Xiu memperbolehkanku bermeditasi untuk mengembalikan kekuatanku lagi. Siang harinya, dia akan menyerangku lagi dengan berbagai magic.

Dalam enam bulan terakhir, aku telah belajar semua light element defense spell. Aku selalu merasa bahwa Guru Xiu sebenarnya adalah orang yang sadis, sedangkan aku hanya kantong tinju lemah yang dijadikan bahan pelampiasannya.

Saat tiba di depan pintu kelas, aku membuat light shield terlebih dahulu, lalu juga membuat light mirror untuk memantulkan sihir. (Light mirror adalah salah satu mantra yang kupelajari dalam waktu singkat ini. Mantra ini juga merupakan mantra favoritku. Aku sangat mahir menggunakan defense spell tipe refleksi ini.) Kubuka pintu kelas sambil mengendalikan kedua magic tersebut dengan hati-hati. Aku sangat takut karena biasanya, begitu aku masuk aku langsung diserang bertubi-tubi. Seringkali badanku jadi penuh kotoran. Maka dari itu, sekarang aku membentengi diri dengan dua mantra defensive spell yang bagus sebelum masuk kelas.

“Selamat pagi, Guru Xiu.”

Yang menyambutku bukannya Guru Xiu, melainkan sebuah light arrow. Buru-buru kumiringkan badanku ke samping seraya menggunakan light mirror untuk membelokkan light arrow. Lalu kenapa aku memilih membelokkan mantra tersebut? Alasanku, light mirror memang bisa memantulkan mantra, tapi aku harus menggunakan banyak kekuatan. Sementara apabila suatu mantra yang datang dibelokkan, kekuatan mantra tersebut akan jauh berkurang. Efeknya pun sangat bagus. Saat ini, kendaliku terhadap mantra dasar ini sangat kuat. Jadi, aku menggabungkan light shield dan light mirror menjadi perisai baru seukuran bak untuk melindungi sisi kiri tubuhku. Untuk sekarang, aku menyebut perisai ini light prism shield. Meskipun perisai ini tidak bisa melindungiku dari segala sisi sebab adanya tekanan dari light element, kekuatan pertahanannya mengalami peningkatan pesat. Perisaiku juga efektif karena bisa memantulkan magic. Guru Xiu menyerangku dengan magic spell kelas menengah, dalam waktu singkat mantranya tidak bisa menembus light prims shieldku.

“Perisaimu memantulkan dengan cepat!. Sementara kita berhenti dulu belajar defensive magic. Sekarang, kau akan belajar magic spatial. Magic spatial adalah elemen utamaku, jadi kuharap kau bisa belajar dengan baik.”

“Wow, magic spatial! Pasti menyenangkan juga. Nantinya aku bisa menggunakannya untuk melarikan diri.” Nanti aku tidak perlu lagi takut akan kekejaman pria tua ini asalkan aku belajar dengan benar. Jika dia mulai menyiksaku, aku tinggal menggunakan magic spatial untuk pulang. Haha. (Apa benar akan sesederhana itu?)

“Sekarang, akan kuberitahu prinsip-prinsip dasar magic spatial. Magic spatial dibagi menjadi movement magic dan attack magic. Spatial movement magic sangat bergantung pada skill. Dalam hal ini, kekuatan magic mu menentukan seberapa jauh kau bisa berteleportasi, sedangkan kekuatan spiritualmu menentukan seberapa akurat teleportasimu. Semakin pendek jaraknya, maka semakin akurat teleportasimu. Teknik untuk meggunakan spatial movement magic adalah gunakan kekuatan spiritualmu untuk menentukan kemana kau mau pergi, baru kau bisa berteleportasi dengan satu magic sederhana. Ada tiga macam teleportasi, yaitu teleportasi jarak pendek, teleportasi jarak jauh, dan teleportasi jarak panjang skala besar. Teleportasi jarak pendek biasanya digunakan untuk menghindari serangan musuh. kedua jenis teleportasi lainnya jarang digunakan, utamanya karena membutuhkan kekuatan spiritual yang tinggi, akurasinya yang kurang, dan adanya kemungkinan teleportasi meleset beberapa ratus kilometer dari target. Selain itu, teleportasi jarak panjang skala besar juga membutuhkan magic pendukung.

“Guru, Guru. Berarti anda berbohong kepadaku saat anda bilang akan berteleportasi dari ibukota ke sini untuk memeriksa cara belajarku?”

Guru Xiu jadi kikuk karena rahasianya terbongkar. “Kau ini belajarlah saja dengan benar. Tidak perlu banyak bertanya seperti itu. Hari ini kau akan mulai belajar spatial movement magic, tepatnya teleportasi jarak pendek. Jika kekuatan magic dan spiritualmu sudah mencapai level Great Mage, kau akan bisa berpindah berpindah kemanapun dalam jarak 500 meter dengan sihir ini.”

Setelah mengatakan semua itu, Guru Xiu tiba-tiba menghilang dari hadapanku, lalu ada suara tepukan di belakangku. Rupanya Guru Xiu melakukan teleportasi untuk berpindah ke belakangku. Wow. Ajaib sekali.

“Guru, tapi aku tidak mendengarmu mengucap mantra.”

“Ini yang akan kukatakan padamu. Mantra untuk teleportasi jarak pendek sangat singkat, hanya satu kata. Kau hanya harus mengontrol kekuatan magicmu, pikirkan kemana kau ingin berpindah, lalu ucapkan mantranya tanpa suara.”

“Apa mantranya?”

“Pindah.”

“Sesederhana itu?”

“Cobalah kalau begitu.”

“Baiklah.”

“Kufokuskan pikiranku, kupilih sudut ruang kelas sebagai target pindahku. Tanpa suara, kukatakan dalam kepalaku, “Pindah.” Aku mendengar bunyi desingan, lalu aku berpindah ke tempat lain.

Mengapa kakiku rasanya tidak menapaki apapun? Oh, tidak! Aku ternyata berpindah ke kolam kecil di luar kelas.

Dengan canggung, aku keluar dari kolam dan meludahkan air dari mulutku. Apa-apaan ini? Sama sekali bukan hal yang bagus. Kesalahanku terlalu besar. Aku kembali ke kelas. Guru Xiu melihat wajah Maluku, dan tidak tahan untuk tidak tersenyum meski berusaha untuk tetap terlihat serius.

“Ingat. movement magic membutuhkan kekuatan spiritual yang besar dan pikiranmu harus tetap terfokus selama proses perpindahan. Ceroboh sedikit saja, hasilnya bisa jauh berbeda. Hari ini kau berlatih di sini. Cobalah berteleportasi sejauh mungkin.”

“Baik, guru Xiu.”

Begitu Guru Xiu pergi, aku duduk di lantai. Ini lebih baik dari pada beberapa hari terakhir, aku sudah tidak perlu lagi menderita akibat latihan bersama si iblis. Karena motoku adalah ‘utamakan keselamatan’ (dalam hal ini berarti melarikan diri), aku harus berlatih dengan benar. Kucoba lagi memfokuskan pikiranku.

“Pindah.” Aku berpindah 3 meter ke depan. Ah, lumayan juga. Kali ini benar-benar berhasil.

“Pindah.” “Pindah.” “Pindah.” “Pindah.” “Pindah.” “Pindah.” “Pindah.” “Pindah.”

Aku terus berlatih teleportasi jarak pendek sampai aku kehabisan kekuatan magic untuk merapal mantra.

Hasilnya lumayan. Aku jadi semakin mahir. Dalam ruangan berukuran 30 meter persegi ini, aku bisa berpindah ke mana saja. Kusudahi saja latihannya. Sekarang waktunya istirahat. Besok aku akan memberi si iblis tua kejutan yang menyenangkan. Selagi berpikir, aku mulai bermeditasi (alias tidur).

Sejak hari itu, aku terus berlatih teleportasi jarak pendek. Aku sudah tidak lagi berpikir tentang melarikan diri dari sesi latihan dengan si iblis; aku disiksa selama 1 jam setiap pagi. Setelah itu baru aku berlatih teleportasi jarak pendek. Sedikit demi sedikit jarak teleportasiku semakin jauh. Yang awalnya hanya 30 meter menjadi 50 meter, seratus meter, dua ratus meter, dan dalam setahun aku bisa mencapai batas terjauh dari teleportasi jarak pendek. Aku bisa dengan santainya berteleportasi ke manapun dalam jarak 500 meter dengan sangat akurat.

“Zhang Gong, kemarilah. Aku akan membawamu ke tempat latihan baru.”

Aku mengikuti guru Xiu ke lapangan belakang. Ada area seluas 300 meter persegi dengan tiang kayu terpancang setinggi lima meter. Di setiap tiang ada tali besar yang tersambung dengan karung besar.

“Guru, ini semua untuk apa?”

“Untuk membantumu berlatih teleportasi jarak pendek! Perhatikan ini.” Karung-karung yang jumlahnya lebih dari seratus itu dijatuhkan oleh Guru Xiu dari tiangnya. Semua karung saling terhubung dan terus mengayun. “Perhatikan baik-baik.” Guru Xiu lalu berteleportasi ke karung-karung tersebut, dan terus berpindah. Karung-karung itu tidak pernah sekalipun mengenai Guru Xiu. Setelah satu menit, Guru Xiu keluar dari lingkaran.

“Cobalah. Mulai sekarang, kamu akan berlatih dengan karung-karung yang berayun itu. Light Tiger akan membantumu mendorong karungnya.

“Guru, tidak usah, ya?”

“Tenang saja, tidak masalah. Guru bisa melakukan recovery magic. Atau kau ingin karungnya diganti dengan bola besi?”

“Tidak, guru. Cukup pakai karung saja.” Mendengar jawaban Guru Xiu yang menakutkan, aku tidak berani lagi protes. Segera aku masuk di antara ayunan karung-karung itu. Aku menghindar. Menghindar lagi. Belum sampai tiga kali hindaran, aku sudah terkena karung dan terlempar ke luar lingkaran. Tubuh mudaku ini sedang dirusak parah oleh si iblis.

Anehnya, bertahan dengan siksaan yang tidak manusiawi ini ternyata justru membuat tubuuhku semakin kuat. Guru Xiu pernah berkata bahwa seseorang tidak akan berhasil meraih kesuksesan dan kekayaan tanpa melewati cobaan dan kesengsaraan. Untuk bisa bertahan, kau harus melindungi dirimu terlebih dahulu. Cara terbaik untuk melindungi diri adalah dengan melarikan diri (yang ternyata sesuai dengan ideologiku).

Setiap minggu, aku belajar sihir setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Selasa, Kamis, dan Sabtu untuk berlatih dengan karung. Latihan ini juga bertambah tingkat kesulitannya, menyesuaikan dengan kemampuanku. (Tingkat kesulitan ini sebenarnya tidak ada apa-apanya setelah Guru Xiu mengajarku sebuah omni-directional magic tingkat menengah –  itu adalah Lightning.)

Translator / Creator: Dila fd