October 7, 2016

Child of Light – Volume 1 / Chapter 6

 

Once Again Meeting the Demon

Ow, sakit sekali! Aku sedang bermeditasi (alias tidur) dan tiba-tiba saja ada yang menyerangku.

Dengan berat kubuka mataku, raut wajah yang serius muncul di hadapanku.

“Iblis tua!” Aku berteriak tanpa bisa kutahan.

“Apa? Kau bilang apa?” Guru Xiu terlah kembali dan kini menatapku dengan tatapan yang mengerikan.

“Ah, bukan apa-apa.Aku cuma tidak menyangka Anda sudah kembali, Guru!”

“Benarkah itu? Lalu siapa yang kau maksud iblis tua?”

Keringat dingin mulai membasahi kepalaku. “Oh, aku habis bermimpi buruk. Ada banyak sekali iblis menyerangku. Tentu saja iblis tua itu bukan Anda, guru. Mana mungkin guruku yang baik ini kupanggil iblis?”

“Begitu, ya?” Kata Guru Xiu sambil menatapku dengan tidak yakin.

“Kau kusuruh datang ke sini untuk meditasi, tapi kau malah tidur. Namaku Xi Yu Xiu, patuhilan panngilanku, datanglah pelayanku, Light Tiger! Zhang Gong, larilah kau sekarang!”

“Tidak perlu, guru. Akhir-akhir ini aku sudah berusaha keras untuk melakukan meditasi. Aku hanya agak lelah sekarang, jadi aku tidur sebentar.” Tidak mungkin kalau harus kuceritakan padanya bahwa aku sebenarnya sedang bermeditasi.  Tidak akan ada yang percaya bahwa aku bisa tetap berlatih sambil tidur.

“Benarkah? Kalau begitu aku akan mengetesmu. Kesini kau.”

“Oh!” Aku menghampiri Guru Xiu.

Guru xiu mengeluarkan sebuah magic stone (Semacam magic crystal khusus untuk mendeteksi dan mengukur kekuatan magic seorang mage) dari ruang dimensinya (Ini dapat menyimpan benda-benda. Hanya mage tingkat menengah ke atas yang bisa menggunakannya. Besarnya juga sesuai dengan kekuatan magis si penyihir.) Dia lalu memberikan batu itu kepadaku.

“Kau ulangi setelahku. Dengarkan namaku, light element. Patuhi panggilanku, dan berkumpullah di depanku!”

“Dengarkan namaku, light element, Patuhi panggilanku, dan berkumpullah di depanku!”

Setelah mantra terucap, baik light element di upper Dantian milikku maupun energi internal light magic mengalir menuju magic stone di kedua telapak tanganku. Magic stone itu memancarkan cahaya yang lemah pada awalnya, tapi perlahan cahaya nya semakin terang. Kubiarkan kekuatan internal magic terus mengalir ke magic stone itu. Aku tahu kekuatan internal magic ku telah seimbang dengan kekuatan magic yang mengalir dari upper Dantian milikku. Cahaya yang dihasilkan oleh magic stone itu menerangi seisi ruangan sehingga siapapun bisa melihat dengan seksama setiap inci bagian dari ruangan itu. Tidak kusangka, illumination spell ku sudah cukup baik sekarang.

Guru Xiu terpukau. “Rupanya kau sungguh tidak bermalas-malasan, ya. Aku benar-benar tidak menyangka dalam tiga bulan kekuatan magicmu bisa mencapai level mage dasar. Kau pasti setidaknya bermeditasi selama 18 jam sehari. Tapi tidak mungkin. Bahkan meditasi 24 jam sehari pun tidak mungkin memberikan efek sebagus itu.”

Di benua ini, biasanya seseorang yang sama sekali buta akan magic membutuhkan waktu satu tahun untuk bisa menjadi mage tingkat dasar. Itupun harus dengan usaha yang keras.

Sepertinya kau memang jenius dalam light magic.”

“Tentu saja. Aku sangat pintar, bukan? Hahaha~~” Aku tidak bisa menutupi kebanggaanku terhadap diriku sendiri.

“Jangan terlalu bangga dulu. Ini belum apa-apa. Aku tetap harus tahu kemampuanmu ke depannya. Apa gunanya punya kekuatan light magic kalau tidak bisa menerapkannya dengan benar?” Melihat betapa bangganya aku dengan diriku sendiri, Guru Xiu langsung menyiramku dengan air dingin.

Guru Xiu mengirim Light Tiger kembali ke tempatnya. Aku jadi lega dan diam-diam mengelap keringatku. Yang terjadi hari ini bukanlah hal biasa. Aku tidak jadi mati karena dikejar-kejar Light Tiger, haha. (Akhir-akhir ini aku sudah menganggap meditasi berbaringku sama seperti tidur. Malahan, meditasi ini terasa jauh lebih nyaman dari pada tidurku yang biasa.)

“Ini sudah malam. Cepatlah kau pulang. Besok kau akan mulai belajar light magic. Jangan lupa bawa buku tentang light magic yang kuberikan padamu waktu itu.”

“Baik, Guru Xiu. Sampai jumpa.” Secepat angin, aku berlari keluar dari kelas.

Guru Xiu menatapku dari belakang, lalu tersenyum kecil. ‘Anak ini sepertinya memang cocok sekali untuk belajar light magic.’

…..

“Selamat pagi Guru Xiu!”Aku datang pagi sekali. Suasana hatiku sedang sangat bagus karena aku berhasil menyelesaikan tugasku kemarin. Jadi, kupikir aku tidak akan disuruh berlari lagi hari ini.

“Pagi sekali kau datang hari ini. Kau bawa bukunya?”

“Ya, aku membawanya.”

“Bagus. Hari ini kita akan belajar light magic. Mantra-mantra dasar sangat penting untuk dipelajari. Ini karena banyak mantra-mantra tingkat menengah dan lanjutan berasal dari mantra dasar. Hari ini, mantra pertama yang akan kau pelajari adalah Light Shield.”

“Light Shield?”

“Betul. Setelah mempelajari teori dasar, kau pasti tahu bahwa light spell tingkat dasar dan menengah pada dasarnya digunakan untuk defense dan recovery. “

“Namaku Xi Yu Xiu, elemen cahaya, patuhilah panggilanku. Berkumpullah di depanku dan halangilah segala bentuk kejahatan!” Selapis cahaya bening terbentuk lemah di depan Guru Xiu. “Light Shield bisa melindungimu dari segala elementary magic attack. Daya tahannya bergantung kepada seberapa besar kekuatan magic yang kau gunakan.Sekarang, cobalah.”

“Namaku Zhang Gong Wei.Wahai light element yang hebat, berkumpullah di depanku dan halangailah segala bentuk kejahatan!”

“Hei itu salah. Kau salah mengucapkannya. Harusnya kau katakan ‘patuhilah pangggilanku’. Ah, bagaimana….”

Sebuah Light Shield yang lebih tebal dari milik guru Xiu muncul di depanku, membuat guru Xiu berhenti berkata-kata.

“Kau tadi salah mengucapkan mantranya, tapi hasilnya malah lebih baik dari pada yang dihasilkan dengan mantra yang benar. Bagaimana bisa?”

“Entahlah. Aku hanya menganggap light element ini seperti orang tuaku sendiri, jadi rasanya tidak pantas kalau aku memerintah mereka. Selain itu, mereka juga bicara padaku. Makanya aku mengucapkanl mantra seperti itu.”

Guru Xiu menirukan mantraku, namun hasilnya sama saja seperti mantranya sebelumnya. Hal ini membuatnya sangat penasaran.

Sebenarnya, itu semua karena light element ku telah menerimaku selama aku lebih menghormati mereka. Maka dari itu, mereka mau membantuku sehingga hasil mantraku bisa sebagus itu. Sedangkan Guru Xiu, meskipun dia adalah Great mage, light element bukanlah elemen utama dan dia tidak dikenal oleh light element. Hal inilah yang menyebabkan dia tidak bisa menyamai hasil mantraku.

“Baiklah, sekarang mari kita tes kekuatan Light Shieldmu.”

“Namaku Xi Yi Xiu. Air yang tenang, patuhilah panggilanku, berkumpullah di depanku dan habisi musuhku – Water Bullet!” (Apabila seorang mage sudah mencapai tingkat Great Mage, mereka bisa menggunakan sihir dengan elemen apapun asalkan mantranya masih dasar.) Sebuah peluru air berdiameter 5 sentimeter melucur ke araku. Aku spontan memejamkan mata karena ketakutan.  Aku merasakan light shield ku bergetar sekali, tapi aku tidak merasakan sakit sama sekali. Kubuka mataku, ternyata peluru airnya sudah lenyap.

Haha, sepertiya light shield ku kuat sekali!”

Melihat hal ini, Guru Xiu mulai menyerang light shield ku dengan beragam mantra-mantra dasar menggunakan berbagai elemen. Ketika serangan dimulai, light shieldku hanya menegang sedikit. Namun, lama-lama kekuatan magic yang kugunakan semakin melebihi magic recoveryku. Saat kondisiku sudah hampir mencapai titik kritis, aku berteriak, “Sudah, Guru, aku tidak bisa menahan lagi. Tolong hentikan serangannya.”

Guru Xiu akhirnya menghentikan serangannya.

“Sepertinya efek dari Light Shieldmu cukup bagus, kekuatannya di atas rata-rata. Tapi, kau juga perlu tahu teknik-teknik menggunakan Light Shield.” Setelah itu, Guru Xiu mulai mengajariku beberapa teknik menggunakan Light Shield. Salah satunya, aku bisa mengindari sebanyak mungkin serangan dan hanya menggunakan Light Shield apabila aku sudah tidak bisa menghindar lagi. Dengan begitu, kekuatan yang diperlukan akan jauh lebih sedikit.

Seperti inilah pelajaran mantra dasar pertamaku. Di sepuluh hari berikutnya, Guru Xiu akan menyerangku dengan segala macam magic dasar supaya aku terbiasa dengan penggunaan Light Shield. Pernah aku benar-benar merasa lelah, lalu meminta Guru Xiu mengubah metode pengajarannya. Dia tidak berkata apa-apa, tapi malah memanggil Light Tigernya. Akupun cepat-cepat mengatakan bahwa aku lebih suka metodenya yang biasanya saja. Memang benar-benar guru iblis.  Ah, setelah berusaha keras untuk belajar meditasi, kini aku siap untuk belajar yang lainnya. Sepertinya aku memang tidak bisa bermalas-malasan jika nasibku ada di tangan si iblis ini. Untunglah, meskipun aku jadi sangat lelah karena mengeluarkan banyak sekali kekuatan setiap hari, aku bisa melakukan meditasi berbaring malam harinya. Dan esoknya kondisiku jadi prima lagi. Selain itu, aku merasakan adanya peningkatan yang jauh lebih pesar pada kekuatan magicku.

Dari sini, dimulailah kehidupan Si Anak Cahaya yang harus belajar tanpa henti.

 

 

 

Translator / Creator: Dila fd