October 6, 2016

Child of Light – Volume 1 / Chapter 5

 

Lying Down Meditation 

Berkat bantuan ayah, aku akhirnya dapat menguasai dasar-dasar teori sihir.

“Benarkah? Sepertinya kau belajar dengan keras kemarin. Ayo, ikuti aku.”

Saat aku baru tiba pagi ini, Guru Xiu mengetes pengetahuanku. Aku bisa menjawab pertanyaannya meskipun aku harus berpikir dulu beberapa saat. Hey. Tapi usahaku tidak sia-sia, bukan? Akhirnya aku lulus ujian Si Tua Xiu (Guru Xiu) dan tidak perlu lari mengelilingi sekolah hari ini.

Aku mengikuti Guru Xiu ke sebuah rumah kecil di lapangan belakang. Apa hubungannya dengan pelajaran magic ku?

“Zhang Gong, kau sekarang sudah paham ilmu dasar. Tapi kau harus terus menambah pengetahuanmu. Tahukah kau kekuatan magic bergantung pada apa?”

“Magic Level?”

“Lalu bagaimana cara kita menggunakan magic tingkat lanjut?”

“Mantra!”

“Omong kosong.” Guru Xiu tiba-tiba membuatku takut.

“Supaya bisa menggunakan magic tingkat lanjut, kau harus punya kekuatan spiritual. Pengetahuan dasarmu sangat sederhana. Cara paling efektif untuk meningkatkan kekuatan spiritualmu adalah dengan meditasi. Mulai hari ini dan selama tiga bulan ke depan, kau akan meditasi setiap hari. Besok aku harus pergi ke ibukota dan mungkin baru akan kembali dalam tiga bulan.”

Aku gembira sekali. Akhirnya aku bisa bebas. Tapi pesan Guru Xiu berikutnya menjatuhkan lagi harapanku.

“Zhang Gong, magic element utamaku adalah spatial magic. Meskipun aku hanya seorang Great Mage, aku masih bisa berteleportasi kemari. Jika aku tiba-tiba kembali untuk melihatmu dan kau ternyata malah bermalas-malasan, kau bersiaplah untuk jadi juara nasional lari jarak jauh.

Dengan wajah galak, Guru Xiu mengancamku.

“Saat meditasi, kau harus berkonsentrasi secara spiritual agar bisa merasakan light elementmu. Cobalah untuk mengumpulkan dan menyimpan sebanyak mungkin elemen selagi bisa. Dengan begitu, sedikit demi sedikit kekuatan spiritualmu akan meningkat. Selama aku pergi, kau harus bermeditasi setiap hari setidaknya selama delapan jam. Kau mengerti? Kalau sampai aku kembali dan kekuatan spiritualmu belum memuaskan….”

Kata-kata si iblis ini membuatku ciut. Bermeditasi delapan jam sehari akan membuatku mati bosan.

“Aku yakin kau sudah tahu metode dasar meditasi. Meditasi juga punya beberapa teknik. Kau bisa pergi ke perpustakaan dan bacalah buku-buku tentang teknik meditasi. Pilih satu teknik yang kau suka supaya efeknya lebih terasa. Tunggu sampai aku kembali. Akan kuajari kau cara pengunaan magic yang lebih spesifik.”

“Baiklah. Kau bisa mulai meditasi sekarang.”

Dengan diawasi Guru Xiu, aku duduk di karpet, menutup mataku dan mulai meditasi.

……

Meskipun si iblis pergi, aku tidak dapat menikmati indahnya forty-nine.

Perpustakaan ada di sudut paling utara akademi. Aku mencari-cari buku-buku meditasi dan akhirnya menemukan apa yang kucari. Haha. Akhirnya aku bebas. Waktu membuka-buka buku-buku di sudut perpustakaan, aku menemukan buku berwarna kuning. Bukunya tampak sudah lama sekali, ternyata penulisnya adalah seorang light mage. Dia menulis buku itu seratus lima puluh tahun yang lalu. Dalam buku itu disebutkan bahwa untuk mengumpulkan magic element, kita hanya perlu merasakan adanya elemen tersebut. Posisi apapun tidak masalah. Di buku itu juga terdapat beberapa contoh, seperti meditasi dengan cara berbaring, meditasi duduk, dan sebagainya.

Aku bisa berbaring dan bermeditasi. Bagi orang malas sepertiku, posisi berbaring dan duduk adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Haha, ini menyenangkan sekali.

Ketika kembali ke kelas (alias pondok kecil), aku sendirian di sana. Kuikuti instruksi yang ada di buku. Berbaring, berkonsentrasi, dan mulai merasakan light element di udara. Perlahan aku mulai merasakan banyaknya light element di sekitarku. Elemen ini menciptakan perasaan ramah  dan kasih sayang, seperti pelukan ibu dan ayah. Ah, nyaman sekali.

“Apakah kau light element?” aku bertanya pada dunia spiritual.

Kurasakan kehangatan mengitariku.

“Paman dan bibi light element, apa kabar? Namaku Zhang Gong Wei. Mulai sekarang, maukah kau bermain denganku?”

Sekali lagi aku merasakan kehangatan.

“Baiklah, kita berteman sekarang.”

Aku merasakan light element membentuk benang-benang tipis yang mengalir menuju upper Dantian milikku. Sentakan energi hangat mengelilingiku. Jika ada seseorang yang menyaksikan ini, aku yakin dia akan melihat selapis cahaya putih di sekeliling tubuhku. Semua ini berlangsung lama, entah berapa lama aku tidak tahu. Pelan-pelan aku mulai merasakan light element lewat saluran komunikasi di upper Dantian milikku. Seluruh tubuhku menghangat dan nyaman, tidak terasa aku pun tertidur.

Aku tidak tahu bahwa saat itu aku tanpa diduga dan tanpa sengaja telah berkenalan dengan light element. Di benua ini, setiap mage berlatih magic dengan merasakan magic element yang mengitari mereka, lalu mengontrol mereka untuk meningkatkan kekuatan magic mereka sedikit demi sedikit. Seiring dengan meningkatnya kekuatan magic mereka, kekuatan spiritual mereka pun ikut meningkat. Untuk dapat mencapai ini, mereka harus berusaha keras. Sedangkan aku, sebenarnya aku tidak ingin bermeditasi. Aku hanya mencari cara untuk meningkatkan kekuatan magicku tanpa harus banyak berusaha. Aku tidak memaksakan elemen-elemen tersebut untuk mengitariku. Sebaliknya, aku berkomunikasi dengan mereka, menampilkan kesan diriku yang tidak tahu apa-apa. Yang mengejutkan, light element itu mengenaliku. Sejak saat itu, kecepatanku dalam mengumpulkan magic dan memulihkan diri menjadi tiga kali lebih cepat dibanding orang-orang pada umumnya. Aku benar-benar berteman dengan light element tersebut.

Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat. Aku merasakan ada orang yang mendorongku. Aku bingung saat kubuka mata dan melihat ibu di sana.

“Ibu? Kenapa Ibu ada di sini?”

“Ibu khawatir setengah mati. Hari sudah mulai gelap tapi kau belum pulang juga. Aku bertanya pada kepala sekolah dan katanya kau ada di kelas ini, belajar hingga ketiduran.”

Ah! Aku melihat ke langit di luar dan ternyata sudah petang! Rasanya aku baru berbaring sebentar. Metode meditasi ini bagus sekali. Diam-diam kuperiksa kekuatan magic ku. Ternyata peningkatannya pesat sekali dibanding kekuatanku yang sebelumnya hanya secuil. Sekarang ia telah menjadi bola cahaya kecil. Wow, efeknya sangat bagus. Terlalu bagus malah.

“Ayo cepat kita pulang. Memangnya kau tidak lapar? Ibu senang sekali melihatmu bekerja keras.” Tentu saja ibu tidak tahu bahwa sebenarnya guruku tidak ada dan aku hanya tidur saja sepanjang hari. Haha. Menyenangkan sekali. Aku bisa berlatih sambil tidur.

Setelah sampai rumah dan makan malam, aku masuk ke kamarku.

Aku benar-benar jenius karena memiliki ide sebagus itu. Hehe. Aku jadi sedikit narsis. Yap, kekuatan magic ku meningkat. Seharusnya kekuatan dari magic yang kubuat juga ikut meningkat. Sebaiknya kucoba saja. Kuulurkan tanganku.

“Namaku Zhang Gong Wei, hai light element, untuk temanmu ini, terangilah apapun di sini!”

Kugunakan satu-satunya mantra yang kutahu, Illumination spell.

Dengan mantraku itu, aku merasakan adanya aliran energi hangat dari upper Dantian milikku bersamaan dengan kekuatan magic dari dalam tubuhku, kemudian mengalir ke tanganku yang terulur. Bola cahaya putih terbentuk muncul dari tanganku. Bola ini memancarkan kilauan cahaya lembut. Meskipun sangat terang, cahaya ini tidak menyilaukan.

Wow, efeknya bagus sekali. Sebelumnya aku hanya bisa menghasilkan sedikit cahaya di tanganku. Ya, ini benar-benar bagus. Illumination spellku sudah bisa menghasilkan efek cahaya terbaik. Aku merasakan energi terus mengalir ke telapak tanganku, menjaga bola cahayaku agar tetap terang. Light element juga terus mengalir dari upper Dantian milikku, tidak ada tanda-tanda kekuatan magic dalam tubuhku akan melemah.

Bagus sekali. Inilah cara terbaik untuk berlatih! Ke depannya, aku tidak perlu memakai metode meditasi yang melelahkan untuk meningkatkan kekuatan magisku.

Baiklah, saatnya tidur.

Aku akan menggunakan metode meditasi dengan berbaring jika akan tidur. Cara tidur ini rasanya sangat nyaman.

Jadi, bisa dibilang kegiatan sehari-hariku adalah seperti ini: bangun pagi – makan pagi – pergi ke kelas dan bermeditasi (alias tidur) – pulang dan makan malam – bermeditasi lagi.

Tiga bulan kemudian, berkat “usaha” yang terus menerus kulakukan, internal magic powerku meningkat secara bertahap. Bola cahayaku kini sudah lima kali lipat besarnya.

Setiap kali aku bermeditasi, aku merasa semakin akrab dengan light elemnt ku. Mereka seperti orang tuaku yang sangat telaten merawatku. Aku seperti dimanjakan oleh mereka seakan-akan aku adalah anak mereka.

Dan begitulah cerita tentang bagaimana Si Anak Cahaya menciptakan metode yang unik untuk bermeditasi. Metode ini jugalah yang nantinya akan menjadi sumber kekuatan magic yang tidak ada habisnya bagi sang Grand Master.

Translator / Creator: Dila fd