October 8, 2016

Child of Light – Volume 1 / Chapter 11

 

Royal Academy

Ao De datang pagi-pagi sekali.

“Kenapa kau datang pagi sekali? Tidurku belum cukup. Biarkan aku tidur sebentar lagi.”

“Ayo cepat berangkat. Kau kan bilang akan membantuku meningkatkan teknik storm spell ku hari ini? Ayo ayo!”

Aku memeluk selimut dan mengabaikannya.

“Kau mau pergi tidak? kalau tidak, akan kugunakan water bulletku padamu!”

“Menyebalkan sekali. Masih pagi tapi kau sudah membangunkan orang. Ya, ya, aku bangun.” Mendengar mantranya, aku langsung bangun. Anak ini, kenapa sangat antusias untuk menderita? Baiklah, akan kubantu dia. Hehe.

…..

Dalam lingkaran karung, Ao De bergerak cepat. Lumayan juga dia. Progresnya cepat juga. Dalam dua bulan, dia bisa bertahan di dalam lingkaran karung selama satu jam. (Tentu saja, kali ini aku belum menggunakan magic untuk menyerangnya di dalam sana.) Aku ingat keadaanya yang menyedihkan waktu hari pertama datang ke sini. Tapi sekarang aku ingin tersenyum melihatnya. Kini Ao De sudah tahu mengapa aku selalu kelelahan setiap pulang sekolah.

“Boss, aku sudah tidak kuat. Keluarkan aku dari sini.” Jika dia keluar tanpa seijinku, aku pasti akan berteleportasi tepat dihadapannya dan memaksanya masuk lagi.

“Baiklah. Kau harus menjaga kekuatanmu karena beberapa hari lagi ujian kelulusan.”

Dengan napas tersengal, Ao De berlari ke arahku dan duduk di lantai. “Boss, progressku cukup cepat bukan?”

“Itu masih rata-rata. Tapi, yang kau pakai bukan teleportasi, jadi kurasa kau sudah cukup bagus bisa mencapai level ini. Dua hari lagi kita ujian. Menurutmu kau akan diterima di akademi mana? Di kota Senke, ada 13 intermediate magic academy. Ada 2 akademi kelas A, 4 akademi kelas B, dan sisanya adalah kelas C dan D. yang paling bagus adalah kelas A. Setiap tahunnya hanya sedikit yang lulus ujian masuk Royal Magic Academy (lembaga pendidikan sihir terbaik di negara ini).

“Mungkin aku bisa lolos ujian kelas B. Bagaimana denganmu, boss?”

Entahlah. Setiap tahun ujiannya selalu berbeda, jadi kita tidak tahu kan tahun ini akan seperti apa? Jika materi ujiannya tentang fleeing dan defense, tentu aku bisa masuk akademi kelas A. tapi jika materinya adalah attack magic, aku tidak bisa apa-apa dan pasti akan masuk akademi kelas D.” Sebetulnya, aku tidak peduli akan masuk akademi kelas apa. Tapi ibu berjanji akan memberi uang saku bulanan sebesar 5 koin perak jika aku bisa masuk akademi kelas A. Menurutku, 5 koin perak itu jumlah uang yang sangat banyak. Jadi, aku akan berusaha keras untuk medapatkan uang itu.

Boss bukankah gurumu bilang akan kembali sebelum ujian? Lusa kita sudah ujian, tapi kenapa dia belum kembali juga?

“Aku juga tidak tahu. Sebaiknya dia tidak usah kembali saja. Kalau kembali, pasti dia akan memberiku latihan untuk ujian.”

“Kau ingin ada latihan untuk ujian ya? Aku bisa membantumu supaya lulus.” Tiba-tiba suara yang kukenal muncul.

“Ah! Guru Xiu! Kau kembali. Sepertinya latihan untuk ujian tidak terlalu penting. Aku hanya bercanda tadi.”

“Boss, aku pulang duluan kalau begitu.” Melihat Guru Xiu yang galak, Ao De menanggalkan loyalitasnya dan kabur begitu saja.

“Ao De, kau ini teman yang jahat. Jangan sampai aku melihatmu lagi.”

“Zhang Gong!”

“Guru, aku…..” Aku tidak mengerti kenapa aku merasa tidak nyaman setiap kali melihat si iblis tua ini dari atas ke bawah. Tanpa kusadari, kedua kakiku gemetaran.

“Zhang Gong, kau akan segera lulus. Apa kau sudah yakin pada dirimu?”

“Aku tidak tahu pasti, kurasa aku harus mengikuti ujian dan melihat hasilku.”

“Bodoh kau ini. Kau belajar light magic. Dan kau adalah satu-satunya orang yang belajar light magic dalam satu decade terakhir. Supaya adil, akademi kita tidak akan mengetesmu dengan attack magic.” Tak kusangka, wajah serius Guru Xiu kini memperlihatkan kebaikan hati.

“Ah! Bagus sekali. Aku jadi yakin aku bisa masuk ke akademi kelas A.” Aku melompat senang. Tentu saja janji ibu akan uang saku yang banyak itu yang membuatku begitu senang.

“Kau ini ambisius juga ternyata. Tapi, kali ini aku tidak ingin kau ikut ujian kelulusan dari akademi.”

“Apa?” Aku kebingungan.

“Kali ini aku pergi ke ibukota untuk keperluanmu. Aku memasukkanmu ke Royal Intermediate Magic Academy. Kuharap kau segera ikut ujian masuk ke sana. Guru menaruh harapan besar padamu, jadi kau harus berusaha keras.” Royal Intermediate Magic Academy adalah anak cabang dari Royal Magic Academy. Akademi ini menyediakan tempat untuk anak muda yang berbakat sihir. Setiap tahun hanya ada sepertiga dari pendaftar yang lolos ujian masuk Royal Magic Academy. Ini adalah intermediate magic academy yang terbaik di sini. Kelasnya sudah bukan lagi A, melainkan S.

“Ah, apa?” Aku tidak mau.. Royal Intermediate Magic Academy sangat terkenal, ujian masuknya pasti sangat susah. Sulit sekali lepas dari si iblis tua ini. Dia layaknya kandang macan sekaligus sarang serigala.

“Guru Xiu, bagaimana mungkin level kemampuanku yang lemah ini dibandingkan dengan orang-orang paling berbakat itu?” Cepat-cepat aku mengelak.

“Siapa bilang kemampuanmu lemah? Kau adalah murid paling mengagumkan yang pernah kubimbing. Kau tidak akan tau jika kau belum mencoba kan?” Ini pertama kalinya aku mendengar Guru Xiu memujiku, tapi aku sama sekali tidak merasa senang.

“Kalau begitu aku akan pulang dan berunding dengan ibu dan ayahku. Besok akan kuberikan jawabanku.”

“Tidak perlu. Akan kuantar kau pulang hari ini dan kutemui keluargamu. Aku yang akan berdiskusi dengan mereka. Mereka pasti setuju.”

Tidak mungkin. Guru Xiu biasanya tenang, tapi hari ini dia tampak tidak sabar. Tidak ada lagi yang bisa kulakukan. Begitu ibu dan ayahku tau soal ini, aku sudah pasti berangkat ke ibukota.

Tepat sesuai dugaan, begitu guru Xiu bicara, ibu dan ayahku sangat mendukung. Tentu saja. Bagaimana kau tidak bahagia jika anakmu satu-satunya mendapat kesempatan untuk masuk di akademi terbaik di negara ini?

“Tapi, Guru Xiu, untuk masuk ke Royal Intermediate Magic Academy, kita butuh rekomendasi dari raja. Kami ini rakyat biasa. Apa mereka akan membolehkannya ikut ujian?” Ayah menanyakan hal yang sangat penting.

“Anda tidak perlu khawatir soal itu. Aku punya seorang teman baik yang juga seorang viscount. Kuminta dia untuk merekomendasikan Zhang Gong.”

Ibu tiba-tiba menarik ayah dan berbisik pelan: “Biaya sekolah di Royal Intermediate Magic Academy sangat besar, apakah kita….”

“Aku akan mengorbankan apapun dan melakukan apapun agar anakku bisa masuk ke sana. Mana mungkin kita biarkan bakat anak kita terkubur begitu saja?” Mendengar perkataan ayah, aku jadi mengerti harapan mereka padaku ternyata sangat tinggi.

“Ayah, ibu, tenanglah. Aku pasti bisa lulus ujiannya,” aku berkata penuh perasaan. Segera saja aku menyesalinya.

“Zhang Gong memang anak baik,” kata ayah sambil menepuk kepalaku.

“Mr. Wei, anda berdua tidak perlu khawatir juga soal itu. Uang sekolah Zhang Gong sudah ditanggung.” Kami bertiga ternganga mendengarnya. Melihat itu, guru Xiu berkata: Aku sangat mengagumi magic, tapi bakat magicku terlalu kecil. Setelah berusaha selama 10 tahun, aku hanya bisa menjadi Great Mage. Sekeras apapun usahaku, paling bagus aku hanya akan menjadi ahli magic. Tapi Zhang Gong berbeda. Kulihat dia punya bakat special dalam light magic, jadi kuharap muridku ini dapat melebihiku dan mencapai gelar magister, bahkan Grand Magister jika bisa. Zhang Gong, jangan kecewakan gurumu ini.”

Mendengar perkataan guru Xiu, tentu saja ibu dan ayah mengucapkan ribuan terima kasih atas segala kebaikannya. Karena semua masalah sudah teratasi, apalagi yang bisa kukatakan? Aku hanya harus bersiap sebaik mungkin.”

Translator / Creator: Dila fd