November 1, 2017

Child of Light – Volume 9 / Chapter 23

 

Peeking Inside the Palace

Malam telah tiba lagi. Waktunya cukup tepat, karena saat itu benar-benar gelap dan bulan tidak muncul malam ini. Ini sangat bagus aku akan menyusup ke dalam istana mala mini dengan cara apapun karena aku kehabisan waktu.

Aku mengeluarkan pakaian yang cocok untuk berkeliaran malam hari dari dimensi penyimpananku sebelum berkata pada Xiao Rou, “Kamu harus tetap disini, jangan ikut denganku.”

Xiao Rou mengangguk. Aku melihat tanda-tanda kekhawatiran di matanya lantas aku berkata, “Jangan khawatir. Kalaupun aku tidak dapat mengalahkan mereka, bukankah aku masih bisa melarikan diri? Aku pun tak lagi merasa ragu seperti sebelumnya. Kamu hanya perlu menungguku di sini dan juga mengawasi Paman itu. Kalau dia melakukan sesuatu, ceritakan padaku setelah aku kembali.”

Setelah memberinya suatu perintah, aku mengeluarkan kekuatan sihirku, dan langsung melompat ke atas langit. Pakaianku yang benar-benar berwarna hitam serta di bawah langit yang gelap, tak mungkin ada yang melihatku dari bawah. Aku terbang setinggi sekitar seratus meter dan diam-diam menuju bagian dalam istana. Istana masih tampak terang benderang. Tempat yang gelap gulita di belakang istana semestinya di mana Dark Demon Dragon berada. Keamanan di perbatasan istana bagian dalam sangat ketat, terdapat penjaga dimana-mana. Pemandangan bangunannya sedikit lebih baik. Aku memilih bangunan besar untuk mendarat, menyembunyikan tubuhku dengan berbaring di atap.

Bangunan ini sepertinya berpenghuni seiring terdengar suara berisik dari waktu ke waktu. Aku merangkak perlahan dari sudut bangunan untuk menyembunyikan diriku. Aku menempelkan telingaku ke atap dan mendengarkan dengan penuh perhatian.

Suara dari dalam ruangan sangat berisik. Sepertinya mereka sedang mendiskusikan suatu masalah dari apa yang kudengar.

Sebuah suara berkata, “Yang Mulia, sekarang semangat tempur pasukan sedang tinggi, inilah saat terbaik untuk menyerang ras manusia. Tolong turunkan perintah anda.”

Ada suara lain yang sedikit serak berkata, “Yang Mulia, Ström Fortress telah berada di bawah kendali manusia selama ratusan tahun. Pastinya pertahanannya telah di persiapkan. Jika kita menyerang mereka sekarang, ini bisa menjadi kerugian besar pada kita jadi aku tidak setuju dengan saran Pangeran. ”

Raja Iblis marah dan berkata, “Ha Yan Cha, kenapa kau selalu bertentangan dengan apa yang ku lakukan? Dari kata-katamu, kita tidak semestinya menyerang kan? Aliansi pasukanku dengan Valiant Mist Empire telah mencapai lebih dari 200 ribu orang. Kita bisa memperkecil jumlah kematian dan luka-luka kan ?”

Jadi, orang pertama yang berbicara adalah Raja Iblis, pihak yang mendukung perang melawan umat manusia sementara orang kedua yang berbicara adalah ayah Ke Lun Duo, penasihat kerajaan, Ha Yan Cha.

Ha Yan Cha menjawab, “Yang Mulia, aku tidak mengusulkan gagasan untuk menunda serangan; Sebaliknya, kita harus menemukan kesempatan yang lebih baik untuk menghindari korban yang tidak perlu.”

Pemimpin Iblis berkata, “Kesempatan yang lebih baik? Kesempatan bagus apa yang kita miliki? Bagaimana dengan rencana busukmu sebelumnya? Bukankah itu amat sangat gagal dan menyebabkan banyak pasukanku yang mati? Kaisar tidak menyalahkanmu atas hal ini, tapi masih berani-beraninya kau berbicara tentang mencari peluang sekarang.”

Suara lembut dan indah terdengar, “Paman, sebaiknya jangan katakan seperti itu. Kesalahan sebelumnya tidak sepenuhnya karena Guru. ”

Setelah mendengar suara ini, tubuhku tersentak, dan pikiranku melayang menembus angkasa. Tak asing lagi; Itu adalah Mu Zi, yang kurindukan di siang hari dan kumimpikan di malam hari. Aku dipenuhi dengan kerinduan yang mendalam untuknya. Sementara aku memikirkan langkah selanjutnya, aku mendengar suara Kaisar Iblis yang terdengar dari bawahku, “Siapa kau yang tiba-tiba menyusup ke istanaku?” Kekuatan yang kuat melesat ke arahku.

Aku kembali sadar dan bergerak dengan cepat ke samping. ‘Hong!’ Tempat dimana sebelumnya aku berada meledak, menghempaskan udara dan debu. Ini gawat; aku ketahuan. Aku tidak lari tapi hanya bersembunyi di balik atap. “Sou!” Ada beberapa orang yang melompat keluar dari lubang di atap.

Raja Iblis bersuara, “Ke Lun Duo, apa yang sedang kau lakukan! Sebagai pemimpin Radiant Protector, kau biarkan penyusup memasuki istana? Semuanya cepat menyebar, kita harus temukan penyusup itu.” Petinggi satu ini bahkan tak membiarkan peluang dan memerintahkan bawahannya.

Saat aku mendengar suara yang perlahan mulai hilang, aku menarik nafas dengan lega sebelum kembali ke atap dengan bantuan kedua tanganku. Saat aku ingin melarikan diri, dua sosok tiba-tiba muncul di kedua sisiku, mengapitku di antara mereka. Yang di hadapanku, Ke Lun Duo, tersenyum dan berkata, “Kawan, kau sangat pintar tapi kau tidak akan bisa kabur di tangan kami.”

Aku mendengus, mengumpulkan sihir di tanganku, bersiap untuk melarikan diri.

“Kakak Wa Leng, jangan bunuh dia, dan tangkap dia hidup-hidup.” (Ke Lun Duo naman lengkapnya adalah Ke Lun Duo Wa Leng.) Itu adalah suara Mu Zi, jadi yang ada di belakangku adalah Mu Zi.

Ke Lun Duo dengan hormat menjawab, “Seperti yang anda perintahkan Tuan Putri.”

Aku menggunakan teleportasi jarak pendek melewati mereka, tapi aku tidak melarikan diri karena aku ingin melihat Mu Zi, yang selama ini ku rindukan.

Mu Zi tidak berubah sama sekali. Dia masih begitu cantik, tapi dia sedikit lebih kurus dan lemah dibandingkan dengan sebelumnya. Pakaian seorang Putri yang dikenakannya telah meningkatkan keanggunannya. Ketika Mu Zi dan Ke Lun Duo yang mempesona berdiri bersama, mereka tampak seperti pasangan yang serasi, terlihat sangat cocok bersama. Hatiku terasa sakit yang tak terlukiskan, membuatku mengertakkan gigi seiring aku menyentuh bekas luka di wajahku. Perasaan yang rumit tergambar di mataku.

Mu Zi menghentikan Ke Lun Duo, yang mana akan menyerang. “Dia baru saja menggunakan teleportasi dan membuatku merasa tak asing lagu. Siapa kamu?” Pertanyaan itu ditanyakan ke arahku.

Aku tertawa dengan sedih sebelum menjawab, “Jangan tanyakan siapa aku. Kamu ingin menangkapku ? Tidak mungkin.” Aku menahan suasana hatiku yang campur aduk, seiring aku menggunakan teleportasi untuk melarikan diri.

Mu Zi berteriak dari belakang. “Berhenti dan jelaskan apa maksudmu!” Dia menggunakan sihir anginnya dan mengejarku dengan Ke Lun Duo.

Aku tidak bisa membiarkan mereka menangkapku. Setelah menggunakan teleportasi hingga batas puncaknya, akhirnya aku bisa melepaskan diri dari batas wilayah taman istana terluar. Aku merunduk di sebuah sudut, memegang dadaku yang terasa sakit. ‘Dewa, kenapa kalian begitu kejam, membiarkanku bertemu Mu Zi, akan tetapi membuat kami tidak saling kenal? Kenapa?’ Air mata kesedihan membasahi pakaian hitam yang menutupi wajahku. Awalnya aku berpikir bahwa aku akan puas dengan hanya melihat Mu Zi sepintas. Tapi, setelah melihatnya, kerinduanku untuknya semakin kuat. Aku tak tahan untuk menyelinap dan mencuri pandang padanya lagi. (Penulis: Hancur! Zhang Gong pasti sangat muak dengan hidupnya.)

Aku menarik seluruh aura dari tubuhku seiring aku menyelinap kembali ke kebun yang tidak ada siapa-siapa. Mu Zi dan Ke Lun Duo masih belum pergi, dan masih berbicara.

Ke Lun Duo berkata, “Tuan Putri, mari kita sehingga Kaisar tak terlalu cemas menunggu kita. Aku bisa memerintahkan Radiant Protector untuk menangkap penyelinap seperti itu. ”

Ada kebingungan dalam ekspresi Mu Zi saat dia bergumam, “Mengapa orang itu memberiku perasaan yang begitu akrab? Aku pasti mengenalnya tapi siapa dia?” Aku tersentuh. Tidak mungkin dia masih bisa mengenaliku; Bahkan meski bentuk dan suaraku benar-benar berubah, bukan? Yang tidak ku ketahui adalah bahwa meski bentuk tubuhku telah berubah, caraku berjalan dan menggunakan sihir tidak berubah sama sekali. Dari ucapan-ucapanku, bagaimana mungkin Mu Zi mudah melupakannya setelah begitu akrab dengan perkataanku?

Translator / Creator: Kaho