October 25, 2017

Child of Light – Volume 9 / Chapter 21

 

Job at the Imperial Palace

Tentara iblis berseru, “Wah! Tampangmu benar-benar mengerikan. Kau tidak salah karena memiliki wajah yang buruk rupa, tapi kau akan bersalah apabila keluar untuk menakut-nakuti orang. Cepatlah masuk.”

Aku sangat marah karena dia benar-benar menertawaiku seperti itu, aku hanya bisa menggertakkan gigiku seiring aku berjalan masuk kota iblis, berusaha sebaik mungkin untuk menahan amarahku.

Aku akan mencari tempat bermalam dahulu sebelum sebelum memikirkan rencana untuk menyelamatkan kakak dan yang lain.

Aku berjongkok di sudut tempat selama dua jam. Sebenarnya tidak ada penginapan yang mau menerimaku untuk bermalam. Mereka beralasan bahwa penampilanku akan menakut-nakuti pelanggan mereka. Apakah aku benar-benar buruk rupa?

Pada saat itu, tiba-tiba aku mendengar keramaian di hadapanku. Aku berdiri dan menuju ke arah itu dengan rasa ingin tahu, aku melihat orang ramai berkerumun seperti melihat sesuatu.

Aku juga berjalan mendekat dan menemukan sebuah pengumuman kerajaan, dan beberapa pejabat duduk di depan sebuah meja panjang dengan tujuan yang tidak diketahui.

Aku mempelajari pengumuman tersebut dan tahu bahwa itu adalah perekrutan untuk melakukan pekerjaan sambilan di istana. Aku tertarik untuk sebuah kesempatan yang sangat bagus. Aku bisa menyelidiki di mana kakak dan yang lain di tahan dan juga menyelinap mencari tahu tentang Mu Zi. Dengan penampilanku seperti ini, tidak mungkin untuk bertatap muka, tapi sepertinya tidak mengapa apabila hanya mencuri-curi pandang.

Aku menerobos kerumunan, siapapun yang melihat wajahku dan bekas lukanya mengerutkan aslinya dan membiarkanku lewat. Ketika sampai di meja, aku berkata, “Aku tertarik untuk mendaftar pekerjaan sambilan.”

Begitu pemimpin yang sepertinya juga seorang pemeriksa mengangkat kepalanya, dia begitu ketakutan dengan penampilanku sehingga dia hampir terjatuh dari kursinya. Dia berkata dengan nada kesal, “Kau ingin memasuki istana dengan penampilanmu yang mengerikan ini? Cepat pergi. ”

Sejenak aku merasa emosi dan benar-benar ingin melukainya dengan pisau cahaya, tapi untuk menyelamatkan kakak dan yang lain, aku tidak punya pilihan selain menahan amarahku. Aku menjawabnya dengan nada minta maaf, “Tuan, aku mohon padamu agar mengizinkanku bergabung. Aku hanya ingin tempat untuk bertahan hidup. Tidak masalah meski aku tidak di bayar. ”

Prajurit itu berdiri dan menatapku dengan sinis, dia menjawab, “Setiap tatapan ke arahmu sungguh menggangguku. Cepat pergi. Jika tidak, aku tidak segan lagi untuk bersikap tidak sopan padamu.”

“Oh! Tuan, kesabaranmu hanya sebatas itu.” Aku mendengar suara yang manis dan menawan.

Aku menoleh. Itu Xiao Rou. Aku tidak menyadari kalau dia lari dari dalam pakaianku dan merubah penampilan menjadi ras iblis.

Orang-orang di kerumunan, termasuk beberapa pejabat, tertegun. Pemimpin para pejabat bergumam, “Kelas atas, pasti kelas atas.” Dia meneteskan liurnya.

Xiao Rou berjalan ke sampingku dan meletakkan tangannya di bahuku sebelum dia berkata dengan malu-malu, “Tuan, apa yang salah dengan saudara laki-lakiku? Bukankah dia hanya ingin mencari nafkah untuk dirinya? Aku tahu bahwa anda baik hati, tolong terima dia.”

Pejabat itu masih tampak terpaku pada Xiao Rou saat dia menjawab, “Tapi …. Tapi dia sangat buruk rupa.”

Xiao Rou tiba-tiba menangis. Saat dia menangis, dia berkata, “Tuan, kami bersaudara kehidupan kami saling bergantung. Kalau anda tidak menerima saudaraku, aku mungkin tak akan mampu bertahan hidup.”

Pejabat itu sejenak merasa linglung lalu menjawab dengan tergesa-gesa, “Aku akan memeriksanya apakah dia memiliki posisi yang sesuai.” Setelah mengatakan itu, dia membolak-balik daftar pekerjaan.

Pejabat di sampingnya mengingatkannya, “Ada pekerjaan pemotongan kayu bakar untuk dapur. Kita bisa biarkan saja ia melakukan itu. Tidak akan ada kemungkinan dia menuju ke dalam istana, sehingga penampilannya tidak terlalu penting dalam hal ini.”

Pejabat itu mengangguk. “Baiklah, aku akan membiarkan dia bekerja di istana sebagai pemotong kayu bakar. Gadis cantik, kamu harus menerima ini. Aku telah membantumu dengan melakukan sesuatu. Lantas bagaimana kamu berterima kasih padaku?” Melihat wajahnya, aku benar-benar ingin muntah. Penampilannya saat ini bahkan lebih menjijikkan daripada wajahku.

Xiao Rou meliriknya dan berkata, “Kita bisa bertemu di pintu selatan malam ini. Saudaraku yang tampan, aku pergi dulu. Tolong jaga saudaraku!” Setelah mengatakan itu, dia keluar dari kerumunan dengan jalannya yang menggoda.

Pejabat tersebut masih memandangi Xiao Rou dengan linglung. Aku melambaikan tanganku di depan matanya seiring aku berteriak, “Tuan! Tuan!”

Pejabat tersebut terhentak dan kembali sadar. “Apa yang kau inginkan?”

Aku bertanya, “Apa yang harus ku lakukan sekarang?”

Pejabat itu menjawab, “Apa kau memiliki barang bawaan?”

Aku menjawab, “Tidak, hanya aku sendiri.”

Dia menjawab, “Hmm! Pergilah kesana dan tunggu. Setelah mengumpulkan semua orang-orang baru, kita akan masuk istana.”

Aku dengan hormat menyetujuinya dan menuju ke tempat yang ia perintahkan. Aku mendengar apa yang para pejabat itu perbincangkan, “Ada juga sepasang saudara yang seperti itu. Kenapa rupa mereka sungguh berbeda? ”

Tepat saat aku berjalan ke sudut, Xiao Rou, yang telah kembali ke seukuran tupai, berlari dan menerkam ke dadaku. Aku menepuk-nepuk kepalanya yang kecil dan menjawab, “Jika bukan karenamu, ini pasti berakhir buruk. Terima kasih, Xiao Rou.”

Xiao Rou menjilat tanganku sebelum meringkuk ke lengkanku dimana dia tidur.

……

Hari telah siang setelah para pejabat telah cukup mengumpulkan orang-orang yang di perlukan, lalu mengumpulkan kami untuk berangkat.

Sekilas, aku mengetahui bahwa mereka sekitar 20 orang, tapi aku tidak tahu apa pekerjaan mereka. Setelah berjalan sekitar satu jam, akhirnya kami sampai di istana kerajaan. Karena status kami yang rendah, kami masuk melalui pintu samping. Setelah memasuki istana, pemandangan benar-benar berubah. Ada bunga-bunga eksotik dan tanaman-tanaman di mana-mana. Meski arsitekturnya tidak sehebat ras manusia, namun mampu menggambarkan ras iblis yang sangat kuat.

Pejabat itu berkata, “Turunkan pandangan kalian dan jangan melihat-lihat. Jika tetap melakukan itu, dan sesuatu terjadi, jangan salahkan aku karena tidak memperingatkan kalian sebelumnya. ”

Setelah mendengar kata-katanya, aku langsung menundukkan kepalaku. Saat ini, aku hanya ingin menetap di sini dengan damai sebelum memikirkan hal lain yang harus ku lakukan.

Prajurit itu membawa kami ke halaman kecil sebelum berkata, “Baiklah, kalian harus menunggu disini. Pengawas yang bertanggung jawab untuk melayani istana akan segera hadir untuk mencatat nama kalian dan menetapkan tugas-tugas kalian. Ini adalah rumah dari raja kita, Kaisar Iblis. Meskipun kalian tidak mungkin bertemu dengannya, kalian harus berhati-hati saat kalian bekerja. Apakah kalian mengerti?”

Semua orang sepakat secara kompak. Prajurit itu sepertinya puas dengan perintahnya seiring ia melangkah pergi dengan senyuman.

Karena aku buruk rupa, maka tidak ada yang ini berbincang denganku, mereka menjauhkan diri dariku. Akan tetapi, ini sangat bagus karena tidak akan menimbulkan banyak masalah padaku.

Setelah beberapa saat, seseorang dengan perawakan sedang dan mengenakan seragam istana berjalan dengan dua penjaga di belakangnya. Ada sebuah buku di tangannya yang sepertinya merupakan daftar nama pekerjaan. Ketika dia berjalan di hadapan kami, dia berdeham sebelum berkata, “Semuanya, harap diam. Mulai sekarang kalian semua berada di bawah pengawasanku. Kalian harus ingat untuk memanggilku Wakil Pengawas Rui Dong atau Wakil Pengawas. Baiklah, setiap orang dari kalian harus melaporkan nama dan tugas kalian satu per satu, mulai dari yang paling kiri.”

Ada seorang ras iblis yang limbung yang berada di paling kiri. Dia membungkuk ke arah Wakil Pengawas dan dengan penuh rasa hormat berkata, “Saya Li Cha, pekerjaanku adalah menjadi tukang kebun di sini. Tuan, mohon bimbingannya.”

Translator / Creator: Kaho