October 18, 2017

Child of Light – Volume 9 / Chapter 19

 

Gradual Recovery

Asupan cairan pahit yang masuk pada diriku meningkat saat aku mengonsumsinya 6-7 kali sehari. Aku memeriksa tubuhku, dan mendapati bahwa aku sama sekali tidak merasakan kehangatan dari Holy Sword. Apalagi, ketiga gold dans ku juga menghilang.

Satu-satunya hal yang membuatku agak bersyukur adalah aliran darah pada tubuhku tidak terasa sakit. Tampaknya sudah benar-benar mulai menghilang, bagaimanapun, setelah hampir setengah bulan, beberapa perubahan terjadi.

Panas terik dari matahari memberi kesan kepadaku bahwa hari telah siang, karena sinar matahari paling kuat adalah saat itu.

Holy Sword dalam dadaku tiba-tiba hidup seiring dengan cepatnya menyerap kekuatan matahari, dan secara terus menerus mengalirkan kekuatan ke kepalaku. Tiba-tiba aku merasa sangat pusing, dan sebuah pikiran melintas di kepalaku .. ‘Holy Sword, kalau kau terus melanjutkannya, bahkan sebelum sembuh dari luka-lukaku, aku akan menjadi idiot karena panas yang kau alirkan ke kepalaku.’

Holy Sword tidak peduli dengan perasaanku, seiring dengan cepat kekuatannya melonjak bersama dengan kekuatan matahari menuju otakku. Aku benar-benar tidak tahan sebelum pingsan.

……

Saat kesadaranku kembali, aku merasa lebih nyaman karena aku tidak merasa pusing lagi. Aku juga merasakan sensasi; rasanya seperti sesuatu yang lembut menggosok-gosok kakiku. Aku merasakan sensasi dingin dari kaki kiriku.

Tiba-tiba aku merasa bahwa aku telah mendapatkan kembali kekuatan sihirku. Aku telah bisa menggunakan mata batinku. Meskipun hanya secercah cahaya kecil yang memancar dari atas dantianku, masih ada harapan.

Aku masih tidak bisa membuka mataku saat merasakan sesuatu yang lembut berjalan dari kaki kiri menuju kaki kananku dan menggosok-gosokkannya. ‘Apa yang sedang terjadi? Aku menghiraukannya karena hal tersebut tak menyakitiku. Jika itu binatang iblis, ia pasti telah memakanku.”

Dengan hati-hati aku mulai mengumpulkan elemen cahaya. Elemen cahaya yang ku kumpulkan begitu lemah seiring jumlah elemen cahaya yang mampu ku serap begitu sedikit. Tapi itu masih lebih baik daripada tidak sama sekali. “Aku akan menghimpunnya perlahan. Aku pasti akan berhasil.”

Aku tidak peduli dengan Holy Sword begitu juga sesuatu yang lembut yang masih kurasakan pada tubuhku, ketika aku dengan cepat mulai mengumpulkan elemen cahaya yang mungkin mampu menyembuhkan diriku. Apa yang tidak ku ketahui adalah bahwa Holy Sword telah menggunakan semua kekuatannya untuk merangsang otakku untuk menghilangkan seluruh elemen gelap yang ada di otakku. Jika tanpa hal tersebut, aku tidak akan bisa mendapatkan kembali kendali atas kekuatan sihirku.

Aku menghitung waktunya. Perlu waktu sekitar 10 hari. Setelah cukup banyak elemen cahaya yang ada di kepalaku, aku mencoba untuk mengalirkannya pada gold dan. Akhirnya aku berhasil setelah beberapa kali mencoba. Setelah mengalirkan elemen cahaya, tingkat penyerapan dari sekitar meningkat. Aku mengarahkan gold dan ke dadaku, membiarkannya menyatu dengan kekuatan Holy Sword. Ketika elemen cahaya masuk, Holy Sword sesaat tampak seperti ikan yang tiba-tiba menemukan aliran air seiring dengan cepatnya menyerap kekuatan matahari. Aku merasa bahwa kepala dan tubuhku dengan cepat terisi elemen-elemen cahaya, tidak termasuk kaki dan tanganku setelah tiga hari. Meski tidak sebanding dengan sebelumnya, aku akhirnya memiliki beberapa harapan.

Waktunya bergerak telah tiba seiring lonjakan elemen cahaya yang menyatu dengan kekuatan Holy Sword ke tangan kakiku, membuat elemen gelap dan elemen cahaya di dalam tubuhku saling melawan satu sama lain.

Gelombang rasa sakit yang hebat menyerang sarafku, dan tiba-tiba aku berteriak kesakitan. Hebat! Aku mampu bersuara sekarang. Ini semakin memperkuat kepercayaan diriku untuk bisa pulih.

Aku terus-menerus mengedarkan elemen-elemen cahaya untuk memusnahkan elemen-elemen gelap seiring aku menggertakkan gigiku. Saat aku hampir kehilangan kesadaranku, akhirnya aku mampu mendapatkan kembali kendali atas tubuhku setelah menggunakan sebagian besar kekuatanku. Aku menghela nafas sebelum tertidur dengan rasa puas.

Sesuatu yang halus terasa kembali pada tubuhku dan ada rasa pahit di mulutku. Aku mencoba membuka mataku dan kelopak mataku bergerak. Setelah mencoba lagi, akhirnya aku membuka mata untuk pertama kalinya sejak dua bulan mataku yang terus tertutup. Pandanganku kabur sebelum akhirnya jelas, yang memungkinkanku melihat sebuah sosok.

Sosok itu perlahan semakin jelas. Ah! Sosok itu adalah seorang gadis. Tidak, itu adalah rubah iblis.

Ketika aku mendengus, rubah iblis menghentikan apa yang dia lakukan sebelum berlari ke mulutku dan menempelkan telinganya ke atas. Aku mencoba mempernyaman suaraku yang serak dan berkata, “Kenapa bisa kau?”

Rubah iblis itu dengan penuh semangat berseru, “Master! Anda akhirnya bangun! Anda akhirnya bangun! ”

Aku menjawab, “Air …. Aku ingin air.”

Rubah iblis itu menjawab, “Tunggu sebentar, aku akan membawakannya.”

Setelah beberapa lama, rubah iblis itu menggunakan daun besar yang berisikan air dan menuangkannya perlahan ke dalam mulutku. Perasaan menyegarkan itu benar-benar nikmat. Kondisiku membaik seiring aku berkata, “Terima kasih, rubah iblis. ”

Rubah iblis itu menjawab, “Master, anda baru saja terbangun. Silahkan istirahat kembali untuk mencegah tubuh anda dari kelelahan. ”

Aku tidak pernah berpikir bahwa pada saat aku kritis, tanpa diduga dia mendampingiku dan menjagaku. Siapa yang mengatakan bahwa ia termasuk binatang iblis peringkat rendah? Dari apa yang ku lihat, rubah iblis adalah makhluk yang fokus serta perhatian dalam suatu hubungan.

Aku memejamkan mata sebelum mulai mengumpulkan unsur-unsur cahaya. Karena aku telah mendapatkan kembali kendali tubuhku, kecepatan pengumpulan elemen cahaya jauh lebih cepat. Holy Sword tetap bersikulasi pada dadaku sementara aku mengumpulkan elemen cahaya untuk memulihkan kondisi tubuhku. Pikiran dan tubuhku tampak seolah terbalut oleh cahaya, seperti sebuah pemberkatan dari langit.

Akhirnya aku telah memulihkan setiap bagian dari tubuhku. Dan meskipun fungsi tubuhku tidak secepat itu, seluruh aliran darah di tubuhku telah pulih dan gold dan yang sangkat kuat telah nampak dalam tubuhku. Sekalipun hanya seperti ini, aku benar-benar puas ketika aku ingat aku hampir mati.

Ketika kesadaranku kembali di tubuhku, ada rasa pahit di mulutku seperti biasa.

Saat aku membuka mataku, aku melihat bahwa rubah iblis itu menyeka tubuhku. Aku berkata, “Hei Rubah, apa yang kau berikan padaku?”

Rubah itu pun berkata, “Master, anda sudah bangun. Ini adalah jus dari beberapa jenis daun. Aku pernah memilikinya sebelumnya. Jus ini bagus untuk tubuh dan membantu meningkatkan kekuatan. ”

Aku memindahkan tubuhku dan aku sadar meski aku mampu sedikit bergerak, aku masih lemah. Aku berkata pada rubah tersebut, “Tolong bantu aku?”

Rubah mendengarkanku dan membantuku. Saat aku bersandar pada tubuhnya yang lembut, aku terpaku pada apa yang terbentang di hadapanku. Aku mengetahui bahwa tangan dan kakiku benar-benar berubah. Tidak hanya corak gelap pada kulitku, di tubuhku jugapenuh dengan bekas luka. Aku juga semakin kurus hingga hanya kulit dan tulang.

Dengan bingung aku berkata, “Kenapa aku seperti ini? Kenapa aku bisa jadi seperti ini?”

Rubah tersebut berbisik, “Master, tolong jangan cemas. Tubuh anda akan berangsur-angsur pulih. Ketika awal mula aku menemukan anda melalui bau anda, sudah ada banyak bagian yang membusuk. Ada juga beberapa bagian di mana bahkan tulang anda pun terlihat. Aku telah menggunakan kekuatan yang hanya di miliki ras iblis untuk mengetahui bahwa anda belum mati. Jadi, setiap hari aku menggosokkan Crystal Grass di tubuh anda untuk menghentikan proses pembusukan. Luka anda akhirnya mulai sembuh setelah beberapa hari yang lalu. ”

Tiba-tiba aku merenungkan sesuatu sebelum aku dengan gugup menggunakan tanganku yang gemetar untuk menyentuh wajahku.

Translator / Creator: Kaho