October 16, 2017

Child of Light – Volume 9 / Chapter 18

 

After the Calamity, Renewed Life

Terdengar hembusan nafas Kaisar Iblis dan aku mendengar langkah kakinya yang berat menuju ke arahku.

Kaisar Iblis tiba-tiba tersentak sebelum dia bertanya, “Kenapa dia seperti ini? Bagaimana kondisinya bisa separah ini? Apakah kalian menganiayanya?”

Suara asing terdengar menjawab dengan ketakutan, “Tidak … Tidak, kami tidak melakukan apapun. Saat dia di kirim untuk dikurung, keesokan harinya dia sudah sepertini ini. Dia masih bernafas kemarin, tapi sekarang, sepertinya ia tidak bernafas.” ‘Brengsek, beraninya kamu bilang aku sudah tak bernafas lagi! Aku marah! ‘

Kaisar Iblis tampaknya mengetahui sesuatu seiring ia mentransfer kekuatannya ke seluruh pembuluh darahku. Saat ini, aku merasa bahwa rasa sakit yang luar biasa pada pembulu darahku menurun drastis. Mungkin aku baru saja mati rasa. Kaisar Iblis berkata, “Ah tidak! Bocah ini! Bagaimana ini bisa terjadi? Seranganku padanya hanya biasa saja. Apakah mungkin itu…. Ah! Dia pengguna sihir cahaya, sihir gelapku menggerogoti tubuhnya, dan tanpa bantuan sihir miliknya, sihirku akan memperparah tubuhnya. Cepat, panggil tabib kita lihat apakah kita bisa menyelamatkannya. Aawalnya aku ingin menjadikannya sebagai bawahanku. Sepertinya setelah kejadian ini hal itu tidak akan berhasil, karena meski dia sembuh, dia akan cacat. ”

Tabib pun datang bergabung. Ia berkata dengan nada suara orang tua, “Yang Mulia!”

Kaisar Iblis menjawab, “Ya! Lihat apakah kau bisa menyembuhkan bocah ini.”

Tanganku dipegang olehnya. Namun, ia tidak begitu lama memegangnya. Tampaknya tabib disini cukup baik. Dia mampu mengetahui kondisiku hanya dengan satu sentuhan. Tapi kata-katanya membuatku tersentak kaget seiring ia berkata, “Yang Mulia, bocah ini telah menjadi mayat dan telah membusuk sejak kematiannya beberapa waktu yang lalu. Bagaimana aku bisa menyelamatkan orang yang telah tewas? ”

Rasa-rasanya aku ingin pingsan! Kalau aku masih memiliki kekuatan, aku pasti akan menginjaknya sampai mati. Berani-beraninya dia mengatakan bahwa aku telah menjadi mayat busuk? Sial! Aku hanya menghormati anak perempuannya untuk bisa bertahan hingga saat ini.

Kaisar Iblis menjawab, “Awalnya, aku sedikit berharap, tapi setelah kau berkata seperti itu, aku menyerah.” Sepertinya dia juga mengira aku telah meninggal. Kenapa? Tidak mungkin jantungku berhenti berdetak, kan?

Kaisar Iblis terus berkata, “Kau tidak di ijinkan memberi tahu siapapun bahwa aku memintamu untuk mengurus bocah ini. Apakah kau mengerti? Penjaga! Kemarilah!”

Suara asing pertama yang kudengar menjawab, “Yang Mulia, apa perintah anda?”

Kaisar Iblis memerintahkan, “Bawalah beberapa orang bersamamu dan buang mayat bocah ini di tepian wilayah dimana tak berpenghuni. Karena dia telah mati, mungkin sebaiknya aku membiarkannya dimakan sebagai makanan binatang-binatang ras iblis.” Orang-orang ini begitu sadis sebagaimana mereka yang tak membiarkanku pergi begitu saja, bahkan ketika aku benar-benar mati.

Setelah Kaisar Iblis memberikan perintah, dia meninggalkan tempat dengan tabib.

Penjaga itu menendangku sembari berkata, “Brengsek, bocah ini benar-benar merepotkanku. Asan dan Flying Pig, kemarilah dan bawa mayat ini! Kita akan meninggalkan kota. ”

Sepertinya tidak terlalu buruk ketika pembuluh darahku kacau, setidaknya, aku tidak merasa sakit ketika tersakiti. Setelah beberapa waktu berlalu, suara asing (yang telah mulai familiar) berkata, “Cukup! Ayo lempar dia disini. ”

Tubuhku terasa seperti tersentak kaget, dan aku tidak bisa mempertahankan kesadaranku, jadi aku pingsan kembali.

……

“Aku merasa sangat hangat dan nyaman. Aku belum mati? Aku merasa seperti sejenis serangga yang memiliki kekuatan hidup yang luar biasa. Apakah nama serangga itu? Sepertinya anak-anak di desa menyebutnya ‘Si Kecil yang kuat’ ketika aku masih kecil. Meski belum mati, tapi aku sekarat. Meskipun aku tidak tahu di mana aku berada, masih lebih baik jika aku tewas di pinggiran kota dari pada di penjara iblis.”

Tubuhku tiba-tiba tidak merasakan rasa tak nyaman apapun itu, tapi terasa nyaman yang sulit di jelaskan. Sepertinya saat ini adalah siang hari seiring sinar matahari yang memberikan kehangatannya.

Saat aku merasa tubuhku menjadi lebih hangat, aku merasakan sesuatu di dadaku. Kehangatan Holy Sword kembali terasa; seperti mengalir di sekitar jantungku.

‘Holy Sword! Holy Sword! Apakah kau telah selesai? Aku sudah sangat menderita. Tidak bisakah kau biarkan saja aku mati, bahkan jika aku sangat memohon padamu? ‘

Holy Sword nampaknya melawanku seiring kekuatannya yang bersirkulasi dengan cepat dalam tubuhku, membuat area di sekitar dadaku terasa hangat. Kekuatan matahari menstimulasi kulitku. Sial! Ketika aku mulai menikmatinya, rasa kehangatan itu perlahan lenyap. Berganti dengan rasa dingin yang begitu menusuk. Apakah secepat itu berganti malam? Tidak mungkin, kan?

Elemen-elemen gelap di tubuhku tampaknya sepertinya memberontak seiring aliran darahku berdenyut dan terasa sakit. ‘Aliran darahku, bisakah kau tenang? Karena kau telah mati, kenapa masih saja memberiku rasa sakit? Ahh ~ ‘

Rasa hangat itu kembali setelah mengalami banyak penderitaan. Rasa hangat ini tidak sama dengan kemarin. Saat sinar matahari menyinari tubuhku, kehangatannya bergejolak di dadaku, membuatnya terasa tidak senyaman kemarin. ‘Holy Sword! Kau benar-benar sangat menyebalkan. Tidak bisakah kau membiarkanku merasakan kenyamanan sebelum kematianku? Sebenarnya, aku hanya bisa berpikir saat ini aku tidak bisa mengendalikan apapun, kecuali pikiranku. Elemen-elemen gelap ini cukup bagus, mereka tidak merusak otakku. Lebih bagus dari Holy Sword.”

Aku ingin mati dari rasa sakit ini setelah mencapai tiga hari. Kenapa? Karena hujan telah turun. Aku tidak mampu menyerap kekuatan matahari lagi. Di bawah rintihan hujan yang mengerikan, rasa sakit di seluruh tubuhku semakin meningkat. Hal yang paling menyebalkan adalah karena aku tidak bisa bergerak dan bersuara, dan hanya bisa bertahan. Aku ingin pingsan, tapi kesadaranku masih utuh.

Setelah banyak merasakan penderitaan, matahari kembali terbit. Aku menyerah menyalahkan Holy Sword seiring kesadaranku yang mulai kacau. Sepertinya ada sesuatu yang mengalir di mulutku. Masih terasa; rasanya sedikit pahit. Namun, saat itu tidak hujan, akan tetapi ada sesuatu yang mengalir di mulutku. Firasat mengerikan muncul di pikiranku. “Tidak mungkin binatang Iblis saat ini sedang mengencingiku, kan? kalian tidak hanya membiarkanku mati dengan layak, kalian juga menyiksaku. Aku ingin pingsan dan mati. ”

Sejak saat itu rasa pahitnya terus memasuki mulutku. Awalnya aku tidak merasakan apa-apa. Namun setelah beberapa hari, setiap kali cairan pahit mengalir ke mulutku, aku benar-benar merasakan sesuatu dari perutku; rasanya semakin panas

Tubuhku mulai berubah setelah setengah bulan, kekuatan Holy Sword di dadaku seakan menyerap cukup banyak kekuatan. Kekuatan itu mulai bergerak perlahan menuju bagian lain di tubuhku setelah bertahan lama di daerah dadaku. Pergerakan pertamanya ialah pada rongga dadaku. Aliran pembuluh darahku seolah tiba-tiba membesar karena kekuatan Holy Sword. ‘Holy Sword, teruskanlah. Kau harus bekerja lebih keras lagi!’

Namun, yang mengecewakanku adalah setelah kekuatan Holy Sword benar-benar memperbaiki rongga dadaku dan organ dalam aliran darahku melambat, ia berhenti bergerak dan terus-menerus menyerap kekuatan matahari tiap harinya.

 

 

 

Translator / Creator: Kaho