September 29, 2017

Child of Light – Volume 9 / Chapter 11

 

Cyclops Demon Beast

Sial, kenapa aku begitu sial? Aku benar-benar ingin melemparkan binatang kecil ini padanya. Aku mengangkat tongkat Sukrad untuk menembakkan sinar cahaya kepadanya.

Tak disangka Cyclops tersebut tak menghindar maupun sembunyi. Dia hanya melambaikan dahan besar ke arahku.

‘Pu! Chi!’ Terdengar seperti pisau cahaya menancap pada tubuhnya. Hanya ada sedikit darah yang tertinggal di dadanya, tapi luka itu tidak terlalu memberikan kerusakan pada tubuhnya. Aku telah menggunakan mantra sihir tingkat lanjut akan tetapi tidak berdampak apapun. Sementara aku tercengang, batang pohon besar yang ia pegang telah melayang ke arahku. Bersamaan dengan angin yang sangat kencang menghempas ke arah wajahku. Aku tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar jadi aku dengan cepat membuat sihir defensif. “Hong!” Batang pohon yang ia lemparkan ke arahku terpental kembali seperti bola baseball. Aku terpental hingga merobohkan 5 pohon sebelum benar-benar berhenti. Meski aku menggunakan sihirku sebagai pertahanan tapi efek benturan tadi membuat seluruh tubuhku terasa sakit. Sepertinya aku tidak bisa meremehkannya.

Setelah Zhan Hu melihatku terlempar, dia berteriak dengan murkanya, “War God’s Armor!” Sebuah cahaya biru bersinar, membungkus tubuhnya dengan Baju Pelindung Dewa sangat luar biasa. Cyclops terkejut seiring ekspresi takut yang nampak dari tatapannya sebelum mundur dua langkah.

Zhan Hu berteriak, “Kau telah melukai saudaraku. Lihat baik-baik bagaimana aku akan menghadapimu.”

Ketika mereka sedang beradu mulut, aku teleport kembali dan berteriak, “Kau bajingan. Beraninya kau melukaiku. Jika saja Xiao Jin ada di sini, aku akan menghancurkanmu berkeping-keping.”

Dong Ri berkata sambil tersenyum, “Sepertinya Zhang Gong bisa murka juga.”

Aku menjawab, “Kamu! Kamu juga berani menyindirku. Aku akan menyerahkannya padamu. Kakak Zhan Hu, sudah lama aku tidak melihat kemampuan Dong Ri. Biarkan dia yang mengurusnya!”

Dengan War God Armor yang telah dipakainya ia tertawa dan berkata, “Baiklah! Dong Ri, dia milikmu!”

Dong Ri membusungkan dadanya dan berkata, “Tidak masalah!” Dia segera bergerak maju di hadapan kami. Mengambil Wind God’s Bow miliknya, cyclops berteriak dan kembali menyerang karena melihat tidak ada serangan dari War God Armor ..

Wajah Dong Ri memerah dan berkata, “Wahai Raja Dewa karuniakan padaku kekuatan pada Busur Dewa ini dan anak panah yang mampu melesat dengan dahsyat!” Dia mengangkat tangannya menarik busur panahnya ‘Krkrkrkkkkkk! ‘ ‘Wusssssszzz!’ Kepala cyclops tersebut meledak di hadapan kami, tanpa cahaya ledakan apapun. Tubuhnya terhuyung sebelum ia terjatuh di tanah seperti pilar yang hancur.

Dong Ri terengah-engah sembari menggantungkan busur panahnya kembali. Dia kemudian berkata, “Kakak Zhang Gong, bagaimana menurutmu? Kemampuanku masih bagus kan? ”

Aku menatapnya dengan takjub. Tampaknya semua relic Dewa tampak luar biasa; Tidak peduli jenis relic seperti apa, relic tersebut memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Aku menjawab, “Dong Ri, kamu benar-benar telah menguasai kekuatan Wind God Bow?”

Dong Ri menggelengkan kepalanya. “Bagaimana bisa semudah itu, kakak Zhan Hu saja belum sepenuhnya menguasai kekuatannya. Aku hanya bisa menggunakan 30% dari Wind God’s Ethereal Arrows. ”

Jian Shan mendekat dan berkata dengan rasa takjub, “Dong Ri, kamu sungguh sangat hebat. Kalau apa yang kamu lakukan hanya 30% dari kekuatanmu, lalu seberapa kuat apabila itu kekuatan penuh? ”

Aku menjawab dengan tersenyum, “Bukan tidak mungkin kekuatannya mampu menghancurkan gunung-gunung dan memenuhi lautan. Akan tetapi, musuh kita jauh lebih kuat.” Aku melirik Su He, tapi aku tidak membicarakan tentang Raja Monster.

Jian Shan berkata dengan takjub, “Kamu sangat kuat. Kamu layak menjadi pewaris Dewa.” Setelah mendengar apa yang dia katakan, aku segera meliriknya. Jian Shan menyadari bahwa dia telah berbicara terlalu banyak sehingga ia mengubah topik pembicaraan, “Cyclops itu semestinya bisa menjadi persediaan makanan kita selama beberapa hari.”

Su He sepertinya tidak mendengar apa yang Jian Shan katakan dan berjalan mendekat. “Ini adalah binatang iblis Cyclops. Hal yang paling mengesankan darinya bukanlah kekuatannya atau tubuhnya yang kuat, tapi kemampuannya untuk melumpuhkan seseorang dengan sinar dari matanya. Dong Ri sangat kuat. Binatang iblis itupun bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menggunakan kemampuannya sebelum akhirnya terbunuh. Terlebih lagi itu adalah binatang iblis peringkat A, yang meruapakan binatang langka pada ras iblis. Aku benar-benar terpesona dengan kekuatanmu.”

Dong Ri menegurnya, “Berhentilah menyanjung kami. Kakak Zhan Hu, aku istirahat sebentar. Kamu harus membuat daging yang lezat lagi untuk semuanya. Jangan sia-siakan usahaku.”

Zhan Hu tersenyum dan berkata, “Binatang ini semestinya cukup untuk persediaan kita selama sepuluh hari hingga sebulan. Aku akan memasak dua porsi hari ini. Yang satu untuk kita makan dan yang satunya lagi untuk kita bawa selama perjalanan.”

Aku mengernyitkan alis dan bertanya, “Bagaimana kita memasaknya? Berapa besar tungku yang akan kita butuhkan?”

Zhan Hu menjawab, “Mudah kan? Kita tidak akan makan semuanya. Kita akan memotong-motongnya jadi akan cukup untuk beberapa hari. Untuk tempatnya, kita bisa mencari tempat yang memiliki air lalu menggali lubang besar. Setelah menaruh air di dalamnya, kita bisa mulai memasaknya.”

Aku bertanya, “Bagaimana kita memasaknya? Kita tidak akan bisa memasaknya kalau seperti itu dan juga tidak higienis.”

Zhan Hu tertawa kecil. “Tidak bisakah kita memisahkan daging-daging itu dengan dinding lubang tanah tersebut menggunakan sihirmu? Dan untuk memasaknya, jangan katakan kalau kamu tidak tahu sihir api dasar atau tingkat menengah.”

Sialan, sepertinya tidak lama ia telah merencanakan ini untuk melibatkanku. Tidak ada pilihan, aku menjadi juru masak kedua untuk memasak makanan kali ini. Kami hampir menghabiskan semua bumbu kakak Zhan Hu untuk memasak Cyclops ini. Setelah semua orang selesai dengan makanannya, aku memanggil rubah iblis itu dan berkata kepadanya, “Rubahlah wujudmu.”

Setelah kabut hitam memudar, rubah iblis itu berubah menjadi bentuk lainnya yang menawan. “Master, apakah anda memiliki perintah?”

Aku tertawa terbahak-bahak sebelum menjawabnya, “Ketika kamu memancing cyclops itu, apakah itu untuk mengakhiri hidupku?”

Rubah iblis itu menggoyangkan tangannya. “Tidak tidak! Tuan Zhan Hu yang menyuruh menemukan sesuatu yang lebih besar. Jadi aku mencari sesuatu yang lebih besar.”

Aku mencengkeram lehernya dan berkata, “Kalau kau mempermainkanku, Kau harus berhati-hati denganku.”

Rubah iblis menjawab dengan rasa bersalah. “Itu bukan niatanku. Dengan kekuatan master semestinya anda tidak memiliki masalah untuk mengalahkan binatang bermata satu tersebut.”

Aku melepaskan tanganku dan berkata, “Jika aku menemukanmu berbohong padaku, aku akan membiarkan kakak Zhan Hu memasakmu juga.”

Air mata menetes keluar dari matanya. Dengan goyangan tubuhnya, dia kembali ke rubah iblis berekor satu. Dia berlari ke samping, mengabaikanku. Sepertinya dia sangat marah. Aku tersenyum sedikit lalu mengabaikannya.

……

Setelah malam berlalu dan mengisi kembali energi kita, kondisi semuanya menjadi lebih baik. Setelah berkemas, semua orang membawa sebagian dari daging iblis Cyclops. Aku berkata pada rubah iblis, “Hei rubah kecil, kita akan terbang. Kalau kamu tidak ingin di tinggal, cepatlah kemari.” Rubah iblis itu menatapku dengan matanya yang besar lalu berlali dan melompat ke pundakku. Aku menepuk kepala kecilnya yang berbulu dan berkata “Kamu masih marah. Kita anggap apa yang terjadi semalam adalah kesalahanku telah menuduhmu.”

Rubah iblis itu dengan marah mengoceh kepadaku karena merasa tidak puas. Raut wajahnya yang lucu membuatku sedikit tertawa. Aku berkata, “Baiklah! Baik! Aku minta maaf karena menuduhmu.” Setelah itu dia bersandar di bahuku meski masih merasa marah.

Translator / Creator: Kaho