August 16, 2017

Child of Light – Volume 8 / Chapter 9

 

Unexpected Monster Attacks

Setelah memasuki Kota Pulima, tidak banyak di temukan orang kota dan kota ini nampaknya berada dalam bahaya.

Ketika kami memasuki sebuah penginapan besar, pelayan datang menyambut kami.

Aku bertanya, “Aku butuh 84 kamar. Apakah tersedia?” Karena kami berjumlah banyak, setiap kali kami mencari penginapan di sepanjang jalan, kami selalu menghadapi situasi dimana penginapan tidak dapat menampung kami semua, jadi aku perlu mengklarifikasi.

Pelayan tersebut segera menjawab, “Ya! Ya! Ya! Sebenarnya, seluruh kamar penginapan sedang kosong sehingga 84 kamar tidak menjadi masalah. ”

Lalu aku bertanya dengan heran, “Tidak ada yang menginap di penginapan sebesar ini. Apakah karena terlalu mahal? ”

Pelayan tersebut tersenyum masam sebelum menjawab, “Bukan karena penginapan ini mahal, melainkan karena alasan lain. Tidakkah anda merasa kota Pulima kurang aman? ”

Aku mengangguk. “Kenapa begitu?”

Pelayan tersebut menghela nafas sebelum dia menjawab, “Anda tidak tahu bahwa sumber pendapatan utama kota adalah keuntungan dari pedagang yang berasal dari seluruh penjuru negeri. Namun, saat ini tidak diketahui mengapa begitu banyak mitos siluman binatang datang dari daerah pegunungan didekat sini yang menimbulkan malapetaka dan membunuh para pendatang yang hendak menuju kota ini. Telah banyak orang tewas, hingga begitu banyak orang asing yang takut mendekati kota ini. Karena mitos siluman binatang ini, pedagang dari Xiuda jarang datang ke sini. Dengan demikian, yang mana hal tersebut menyebabkan keadaan kota Pulima seperti sekarang.”

Aku bertanya, “Tidak mungkin Kerajaan tidak peduli dengan situasi ini, kan?”

Pelayan tersebut berkata, “Kerajaan? Mereka saat ini tengah bersiap berperang melawan Klan Monster. Kapan mereka akan menemukan kekuatan untuk menyelesaikan masalah kami? ”

Penatua Agung menyela, “Bisakah kau gambarkan seperti apa siluman binatang tersebut?”

Pelayan tersebut berpikir sebelum menjawab, “Aku tidak benar-benar tahu seperti apa wujud mereka, tapi kudengar dari salah satu pendatang yang lolos dari siluman tersebut mengatakan bahwa mereka menghuni pegunungan dan dataran, ukuran mereka bervariasi dan belum pernah terlihat sebelumnya. Mereka bahkan tidak mirip dengan bentuk apapun dari dunia ini.”

Penatua Agung dan aku terkejut. Mereka tidak seperti berasal dari dunia ini? Mungkinkah…….

Aku mengatakan kepada pelayan tersebut, “Kau bisa mulai mengatur untuk kami tinggal disini.” Jika ada mitos siluman binatang yang menimbulkan kekacauan di sekitar pegunungan, aku tidak tahu apakah Kakak Zhan Hu dan yang lain terpengaruh olehnya.

Pelayan berbalik dan berjalan pergi. Aku memberi tahu Tetua Agung, “Tetua, mari kita pergi dan memeriksanya besok. Kita tidak boleh membiarkan siluman-siluman itu terus membahayakan manusia. Kalau aku tidak salah menduga, ini pasti ada hubungannya dengan Raja Monster.”

Tetua Agung mengangguk. “Bukankah beberapa pewaris para Dewa lainnya ada di dekat sini? Apakah kita akan mencarinya terlebih dulu, atau kita menyingkirkan siluman binatang itu dahulu? ”

Aku berpikir sejenak dan menjawab, “Pertama-tama kita akan mencari teman-temanku. Jika kita bertemu dengan siluman selama perjalanan, kita akan menghabisinya. Bagaimana menurutmu?” Aku berpikir, ‘Bersama penduduk desa, dengan lebih dari seratus pendekar ahli. Selama tidak seperti saat aku bertemu dengan para raksasa dari hutan Dewa, maka kita tidak perlu takut pada siluman binatang ini.”

……

Lebih dari seratus orang dari kelompok kami berjalan keluar. Saat kami keluar dari kota, kami dihentikan oleh para penjaga yang bertugas.

Seseorang yang tampaknya pimpinan dari para penjaga tersebut berjalan mendekat. “Kemana kalian akan pergi? Tidakkah kau tahu disana adalah arah di mana siluman mengacau?”

Aku tersenyum dan berjalan maju, “Kami akan memusnahkan siluman-siluman itu. Tolong ijinkan kami lewat.”

Prajurit itu mengerutkan kening dan berkata, “Apa menurutmu siluman mitos itu mudah dibunuh? Aku sarankan kau untuk kembali. Hal ini lebih utama untuk melindungi nyawamu.”

Aku menjawab, “Kami adalah pasukan bayaran. Anda tidak perlu khawatir. Dengan kemampuan kami, memusnahkan mereka bukan masalah bagi kami.”

Seorang prajurit lain menarik prajurit yang bertanggung jawab dan berbisik, “Ketua, biarkan mereka pergi. Mereka ada banyak, jadi mereka mungkin berhasil memusnahkan siluman-siluman itu. Jika mereka berhasil, bukankah itu hebat ?!”

Kepala penjaga tersebut mengangguk. “Aku tidak akan melarangmu. Aku berharap semua pasukanmu yang pemberani akan berhasil. ”

Para penjaga ini sangat patuh terhadap tugas mereka. “Terima kasih banyak. Semuanya ayo kita pergi!” Ketika kami pergi, aku memberikan satu koin diamond ke tangan penjaga tersebut, “Anda bisa menggunakan ini untuk mentraktir kawan-kawan anda minum. Kami akan berangkat sekarang. ”

……

Aku dan Tetua Agung berjalan di garis depan kelompok kami. Dia mengatakan padaku, “Kau benar-benar mengerti bagaimana memenangkan hati seseorang. Saat kami pergi, para penjaga itu itu mengucapkan terima kasih.”

Aku tertawa kecil, “Kekacauan baru-baru ini yang disebabkan oleh mitos para siluman tersebut telah mengakibatkan seluruh Kota Pulima berada dalam keadaan yang sangat bahaya. Petugas dan tentara pasti tidak akan memiliki banyak pendapatan. Mereka berada di masa-masa sulit, dan aku memiliki banyak uang sehingga aku dapat berbagi dengan mereka. Jika kita bertemu kembali, pasti akan lebih mudah untuk berbicara dengan mereka. ”

Aku mengangkat kepalaku melihat jauh disana dan terlihat ada sedikit energi gelap di atas lembah di hadapan kami. Aku menoleh dan mengatakan kepada penduduk desa, “Semuanya, hati-hati. Mungkin ada bahaya di hadapan kita.” Setelah memperingatkan mereka, aku mengeluarkan tongkat Sukrad.

Aku berkata pada para tetua, “Aku tidak tahu apa yang ada di hadapan kita, langit-langit telah di pengaruhi atmosfir jahat. Kita harus berhati-hati.”

Beberapa tetua mengangguk. “Bagaimana kalau begini? Pertama-tama kita akan membentuk lingkaran sihir. Akan ada tiga lingkaran dari dalam hingga luar. Di setiap lingkaran, akan ada 54 orang. Bisakah para tetua yang lain terbagi merata di lingkara terluar? Saat kita bertarung, aku akan berada di tengah merapal mantra sihir. Aku akan bergantung padamu untuk memimpin dan mengalahkan musuh di lingkaran terluar. Begitu penduduk desa dari lingkaran terluar kelelahan, kita akan segera merubah posisi lingkaran terluar dengan lingkaran di belakangnya. Bagaimana menurutmu?”

Tetua Agung mengangguk setuju. “Lingkaran sihir tidak terlalu buruk. Ini meminimalkan kacaunya formasi dan memiliki rencana cadangan.” Sebenarnya, lingkaran sihir bertarung adalah sesuatu yang baru terpikirkan olehku. Ada banyak celah. Jika para penduduk desa ini tidak terlalu kuat, rencana ini tidak mungkin dapat di lakukan.

Aku menyuruh penduduk desa berlatih membentuk formasi bertarung melingkar. Setelah berlatih saling berganti formasi lingkaran luar dan dalam, aku merasa agak lega. Talenta penduduk desa ini sangat tinggi. Ketika aku menginstruksikan mereka sangatlah mudah, semudah menunjuk jari.

Tiba-tiba ada tanda bahaya yang melintas di pikiranku. Aku segera berteriak, “Semua orang, hati-hati. Ada bahaya.” Tepat setelah aku mengatakannya, tiba-tiba ada aliran air berwarna merah ditanah menyerang posisi kami. Aku tercengang. Ini bukan air kan? Apalagi kenapa warnanya merah?

Aku mengumpulkan energi dengan mata yang terfokus di depan. Ekspresiku tiba-tiba berubah. Itu bukan sungai merah. Itu adalah sesuatu yang dibuat oleh segerombol anjing merah. Anjing-anjing itu memiliki dua tanduk dan tubuh mereka ditutupi sisik. Mereka terlihat sangat menyeramkan dan menakutkan.

Dengan cepat aku berteriak kepada beberapa tetua di lingkaran terluar. Tetua Agung menjawab dengan takjub. “Berdasarkan penjelasanmu, semestinya mereka adalah hellhound. Aku telah melihatnya dalam catatan yang telah dicatat oleh nenek moyangku. Ketika menggambarkan peperangan antara Dewa dan Monster, dia juga mencatat tentang hellhound. Mereka siluman binatang yang dipanggil oleh klan Monster dan memiliki kekuatan serangan yang sangat kuat.”

Translator / Creator: Kaho