August 11, 2017

Child of Light – Volume 8 / Chapter 7

 

Increase in Strength

Penatua Agung berkata dengan jelas, “Penduduk dari desa dewa, kalian semua adalah pejuang yang kuat dan pemberani. Pewaris para Dewa yang telah kita tunggu selama ribuan tahun telah tiba. Ini adalah Master Zhang Gong Wei. Kalian seharusnya sudah melihat kekuatannya yang maha dahsyat. Saat ini, ada pergerakan dari Raja Monster yang sebelumnya telah di segel oleh para Dewa. Sebagai kaum para Dewa, kita harus menggunakan semua kekuatan kita untuk seluruh muka bumi ini. Apakah kalian bersedia melakukannya? Ini belum terlambat, dan jika ada yang merasa menyesal melakukan ini, silahkan segera mundur.”

Kesemuanya dari 167 orang dari bawah hingga atas bukit berteriak serentak, “Kami bersumpah untuk mengikuti pewaris para Dewa sampai mati! Kami bersumpah untuk mengikuti para tetua kami hingga ajal menjemput kami!”

Aku berkata dengan lantang, “Bukan kemauanku agar kalian semua ikut bersamaku. Aku ingin semuanya paham bahwa kita melakukan ini untuk kedamaian dunia. Satu-satunya permintaan dariku adalah gunakan segala cara agar kalian tetap hidup. Nyawa semua orang itu sangat berharga. Semua orang harus menghargainya!”

Setelah para tetua mendengar apa yang ku katakan, mereka saling memandang, sebelum Penatua Ketiga berkata, “Aku tidak akan pernah berpikir bahwa kamu akan berpikir dengan cara ini.”

Sebenarnya, setelah mengetahui bahwa aku adalah pewaris Dewa dan tak sadarkan diri, beberapa tetua terlibat dalam diskusi panjang. Penatua Ketiga menyarankan agar dia membiarkanku pergi dengan kemauan sendiri, sehingga tidak mengganggu kedamaian hidup mereka selama ribuan tahun. Tapi Penatua Agung menyarankan untuk menanyakan situasiku terlebih dahulu sebelum memutuskan. Setelah mereka tahu bahwa aku akan mewakili para Dewa untuk memusnahkan Raja Monster, mereka semua mendukungku. Ini karena perintah Dewa yang terus turun temurun selama generasi. Bagaimanapun, mereka tidak sepenuhnya rela; memberikan nyawa mereka ke tangan orang asing? Tapi setelah apa yang baru saja ku katakan kepada penduduk desa, beberapa tetua sangat tersentuh. Mereka semua membuat keputusan untuk sepenuhnya membantuku.

Pada saat itu, aku terus berbicara lantang, “Penduduk desa, apakah kalian bersedia menerima permintaanku?!”

Penduduk desa yang berada di bawah saling berdiskusi diantara mereka seperti yang dilakukan para penatua. Pemandangannya sangat kacau. Tampaknya Penatua Kedua ingin menghentikan mereka, aku menghentikannya dengan mengatakan, “Lebih baik mereka memikirkannya. Hal ini akan jauh lebih baik dengan cara ini. ”

Penduduk desa di bagian bawah perlahan mulai tenang. Tiba-tiba, ada seorang warga desa yang berteriak, “Aku bersedia mengikuti anda selamanya, pewaris Dewa!” Kata-katanya sejenak membuat reaksi berantai di antara penduduk desa lainnya. Satu demi satu, penduduk desa berdiri untuk mendukungku. Tidak ada seorangpun yang mundur. Setelah melihat para tetua, aku mengangkat kedua tanganku ke penduduk desa dan berteriak, “Terima kasih atas dukungan kalian. Kali ini kita pergi bukan untuk kemuliaan, kemegahan, kekayaan, atau jabatan maupun untuk menjadi terkenal. Kita hanya memiliki satu alasan, yaitu menyelesaikan tugas yang para Dewa berikan kepada kita, dan itu adalah kemenangan melawan kekuatan jahat, sehingga mendapatkan kembali kedamaian dunia. Bila dunia telah damai, saat itu juga kita kembali, setelah berhasil dalam tugas kita. ”

Penatua Agung melanjutkan pada waktu yang tepat, “Itu benar! Kemenangan melawan kekuatan jahat, dan mendapatkan kembali kedamaian dunia! ”

Setiap penduduk desa di dasar bukit berteriak, “Kemenangan melawan kekuatan jahat, dan mendapatkan kembali kedamaian dunia!”

Ketika aku melihat penduduk desa yang telah bangkit, aku tertawa dalam hati, ‘Sepertinya Dewa memiliki tempat yang sangat penting di hati para penduduk desa. Kali ini, aku menggunakan nama Dewa untuk mengumpulkan begitu banyak orang sekali berangkat. Ini sangat mengagumkan. Aku memiliki peluang lebih baik dalam menghadapi Raja Monster sekarang. Ini adalah pertama kalinya aku merasa memiliki cukup kekuatan untuk memusnahkan Raja Monster sejak pertama kali aku diberi tugas. ‘

Kami 168 orang pun pergi.

Ada 50 penduduk desa yang membuka rute di depan kami bersama para tetua, dan aku berjalan di tengah, dan seluruh penduduk desa mengikuti di belakang. Setelah tiga hari, akhirnya kami berhasil keluar dari hutan untuk sampai ke Provinsi Lunda.

Setelah berjalan melalui lapangan datar dan luas, akhirnya kami sampai di sebuah kota kecil. Aku mengatakan kepada Penatua Agung, “Mari kita istirahat di sini sebelum melanjutkan perjalanan.”

Penatua Agung mengangguk. “Kita perlu beristirahat, dan juga membeli beberapa keperluan.”

Aku berteriak, “Semuanya, tolong ikuti dengan seksama agar tidak tersesat. Kita akan beristirahat di kota ini sebelum melanjutkan perjalanan. ”

Aku dan kelima tetua memimpin penduduk desa memasuki kota. Setelah berjalan beberapa saat, ada sekelompok orang berkumpul yang sedang melihat sesuatu.

Aku menerobos masuk dalam kerumunan dan melihat bahwa itu adalah pengumuman yang tertulis: Ada perintah untuk menangkap siswa Royal Advanced Magic Academy, Zhang Gong Wei yang telah mengkhianati Kerajaan dan Kemanusiaan karena dia bersekutu dengan ras iblis. Tolong, untuk semua warga Aixia …… .. Ada juga gambarku di bawah pengumuman tersebut.

Aku ingin pingsan. Aku menjadi daftar pencarian orang di Kerjaan. Ke Zha benar-benar kejam. Aku tersenyum tak berdaya pada Penatua Agung yang datang bersamaku dan berkata, “Aku telah menjadi penjahat yang di buru. Ayo cepat tinggalkan tempat ini. Aku akan menjelaskan hal ini padamu nanti.” Setelah mengatakan itu, aku menundukkan kepalaku saat keluar dari kerumunan.

Aku meminta salah satu penduduk desa untuk membantuku membeli topi bambu berbentuk kerucut yang memiliki tudung panjang yang menempel. Beberapa tetua tidak mengajukan pertanyaan kepadaku, membuatku merasa bersyukur atas tindakan mereka.

Setelah menemukan penginapan keluarga, dan menenangkan penduduk desa, yang telah mengetahui segala sesuatu di tempat yang baru, aku mengumpulkan beberapa tetua di kamarku.

Setelah melepas topi bambuku, aku menghela napas dan berkata, “Aku masih memiliki sesuatu yang tidak sempat ku ceritakan kepada kalian.”

Penatua Agung tersenyum dan menjawab, “Kamu tidak perlu mengatakan apapun lebih jauh. Kami benar-benar percaya padamu. ”

Aku menggelengkan kepala dan menjawab, “Tidak, aku harus memberitahu kalian tentang masalah ini. Awalnya aku adalah murid dari Royal Advanced Magic Academy … .. Aku membebaskan putri ras iblis setelah tertangkap oleh Kerajaan. Setelah itu, guru dan teman-temanku menyelamatkanku dengan menggunakan sihir teleportasi untuk sampai ke desamu. Aku minta maaf baru menceritakan hal ini kepada kalian sekarang.” Aku menceritakan kepada mereka semua hal yang telah terjadi.

Karena penduduk desa Dewa telah tinggal selama beberapa ribu tahun di hutan yang sangat dalam, mereka tidak memiliki kebencian terhadap ras iblis, jadi mereka tidak keberatan bahwa aku telah menjadi seorang buronan. Penatua ketiga berkata sambil tersenyum, “Setiap orang memiliki hak untuk mengejar seseorang yang di cintainya. Kamu juga tidak perlu mencela diri sendiri. Apalagi kamu tidak salah. ”

Aku berjalan ke jendela dan melihat langit biru sebelum aku menghela nafas dan menjawab, “Kebencian antara ras manusia, ras iblis dan siluman sangat dalam. Setiap orang hidup di dunia ini. Mengapa mereka harus membantai satu sama lain? ”

Penatua Agung mengangguk. “Apa yang kamu katakan sangat benar. Jika kita bisa memperbaiki kebencian diantara mereka, itu akan menjadi yang terbaik. ”

Aku tersenyum kecil dan menjawab, “Aku juga memikirkannya, tapi kebencian itu terlalu dalam. Tidak akan mudah menghentikan mereka. Tetua sekalian harus pergi dan beristirahat terlebih dahulu. Aku akan pergi untuk membeli beberapa barang.”

Translator / Creator: Kaho