August 9, 2017

Child of Light – Volume 8 / Chapter 6

 

God’s Village

Aku buru-buru melompat dari tempat tidur dan berkata, “Apa yang kalian semua lakukan? Cepat, bangunlah!”

Penatua Agung menjawab, “Kami memohon ampunanmu atas tindakan kami yang melawanmu.”

Aku menjawab, “Sebenarnya itu salahku, bagaimana bisa aku menyalahkanmu?” Saat aku mengatakannya, aku membantu para tetua berdiri.

Penatua Agung menjawab, “Desa Dewa kami telah menunggu generasi demi generasi dan tahun demi tahun yang tak terhitung jumlahnya, dan akhirnya kami bisa bertemu denganmu.”

“Desa Dewa? Apa artinya?”

Penatua Agung menjawab, “Kamu telah mengatakan bahwa selama perang maha dahsyat antara Dewa dan Monster, banyak para dewa yang menderita. Untuk mengatasi bahaya di masa depan, para Dewa yang tersisa menemukan mata air dan memasukkan kekuatan mereka ke dalamnya, dan memberi perintah kepada desa kecil yang berdekatan dengan mata air untuk menjaganya. Desa kecil itu adalah desa ini dan Heavenly Spring di hadapan kami adalah yang ditinggalkan oleh para dewa yang tersisa pada saat itu.”

Jadi seperti itu. Aku bertanya, “Apa yang para Dewa perintahkan pada desa anda?”

Penatua Agung menjawab, “Para Dewa menginginkan kami untuk membantu dan mendukung pewaris Dewa dengan segala apa yang kami miliki, jika kami ingin bertemu dengannya di masa depan.”

Aku menjawab dengan senang, “Jadi, artinya, kalian bersedia membantuku menghancurkan Raja Monster?”

Penatua Agung tersenyum dan menjawab, “Tentu saja! Bahkan jika kamu bukan pewaris Dewa, kami masih melindungi dunia ini dari kekuatan jahat dengan segala apa yang kami miliki. Karena Dewa telah menugaskanmu sebagai pewaris mereka, kami pasti akan mendengarkan perintah nenek moyang kami, dan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan tugas melawan kekuatan jahat. ”

Aku berteriak dengan penuh semangat, “Hebat! Dengan bantuan kalian, peluang keberhasilan jauh lebih besar, kalian adalah tetua yang sangat ahli dan akan mengguncang dunia. Terlebih lagi kalian terdiri dari lima orang!”

Penatua Agung menjawab, “Berdasarkan peringkat ksatria di dunia, kami berlima berada pada tingkatan kekuatan Pedang Suci. Apa rencanamu sekarang?”

Aku menjawab, “Aku sedang bersiap untuk pergi ke Kerajaan Xiuda untuk mencari beberapa temanku. Kami akan menghimpun sedikit kekuatan disana. Aku sedang berpikir untuk meningkatkan kekuatanku secara perlahan untuk mempersiapkan diri menghadapi Raja Monster di masa. Teman-teman yang akan kutemui juga merupakan pewaris para Dewa.”

Penatua Agung bertanya dengan takjub, “Apa mereka yang tadi kamu katakan bertemu dengan Raja Dewa bersamamu?”

Aku mengangguk. “Ya, mereka semua memiliki War God Armor, Sky God Bugle Horn, Titan God Hammer, Lighting God Shield, Wind God Bow, dan termasuk aku Radiant Holy Sword, bersama-sama, kami memiliki enam warisan para Dewa.”

Penatua Agung menjawab dengan penuh suka cita, “Bagus, dalam hal ini, kami akan membawa beberapa orang yang mahir dengan seni bela diri bersama kami. Dengan semua kekuatan yang terkumpul di satu tempat, itu akan lebih mudah bagi kita dan juga akan meningkatkan kekuatan kita. ”

Aku menjawab, “Aku memiliki pikiran yang sama seperti anda. Kapan kita harus pergi? ”

Penatua Agung mengatakan kepada kelima orang tua, “Penatua lima, kamu harus menginformasikan pada semua lelaki di desa ini untuk berkumpul. Kita akan memilih beberapa yang terbaik untuk pergi bersama pewaris para Dewa. ” Penatua lima menyetujuinya dan pergi.

Aku berkata dengan tersenyum, “Anda tidak perlu memanggilku seperti itu di masa depan. Anda bisa memanggilku Zhang Gong. Usiamu seharusnya sudah sesuai untuk menjadi kakek buyutku. ”

Penatua Agung tanpa sungkan menjawab, “Baiklah! Zhang Gong, kamu bisa menunggu di sini sembari kami memilih siapa saja yang cukup kuat untuk pergi bersama kita.” Setelah dia mengatakannya, dia pergi bersama sesepuh yang lain.

Awalnya aku berpikir untuk pergi ke Xiuda. Dan saat ini, akan jauh lebih baik karena aku akan membawa kelompok ksatria yang kuat juga bersamaku. Aku tidak tahu apa yang akan di pikirkan kakak Zhan Hu dan yang lain mengenai hal ini. Bagaimanapun juga, hal ini sangat bagus karena para tetua begitu kuat. Hal ini pasti akan meningkatkan kekuatan kamis secara drastis. Setelah melarikan diri, keberuntunganku ntampaknya cukup bagus. Pertama aku telah menyerap inti kekuatan Heavenly Spring dan sekarang aku bahkan mendapat dukungan dari penduduk desa dewa!

Setelah beberapa saat, para tetua kembali.

Penatua Agung menjawab, “Zhang Gong, aku telah mengumpulkan semua orang yang memiliki keterampilan bela diri yang hebat. Kami semua berjumlah 167 orang dan itu termasuk kami para tetua yang berjumlah 5 orang. Mereka sekarang berkemas. Kita akan berangkat besok pagi.”

Tanpa diduga, ada 167 orang. Jika kemampuan mereka tidak lebih lemah dari Shan Jian, maka ini akan menjadi tim yang sangat kuat.

Kelima tetua bersama denganku berdiri di bukit kecil di pagi hari. Aku melihat 162 orang penduduk desa tersebut dipenuhi semangat, mereka berada di rentang usia 20-40 tahun. Dari sekilas, mudah diketahui bahwa mereka semua adalah ahli bela diri. Mereka layak dinobatkan sebagai penduduk desa para dewa.

Aku bertanya kepada Penatua Agung, “Keahlian bela diri di desa anda sangat mengesankan! Siapapun dari mereka mampu memberikan pengaruh pada dunia”

Penatua Agung tertawa dan menjawab, “Jika kami ingin menilai diri kami semua dengan sistem peringkat dunia, akan ada 5 orang pada tingkatan Pedang Suci yaitu kami kelima tetua, 56 Radiant Knight dan sisanya berada di tingkatan Heaven Knight. ”

Mulutku benar-benar membentuk bentuk huruf ‘O’. “Bukankah mereka sangat kuat? Bahkan jika mereka adalah Royal Knight Union di Xiuda, mereka pasti tidak akan sekuat itu.” Aku bertanya dengan takjub, “Bagaimana kalian semua berlatih? Kenaikan kekuatannya sangat cepat. Misalnya, Jian Shan, yang baru berusia 20 tahun, telah mencapai standar seorang Radiant Knight. Dia pasti di anggat jenius pada tiap kerajaahn di seluruh dunia. ”

Ketika Penatua Ketiga melihatku kaget, dia membalas dengan senyuman, “Desa kami selalu memiliki mata air Heavenly Spring yang memberikan kami kekuatan. Selain itu, penduduk desa yang tidak tahu menahu, jadi dengan berlatih setengah saja, mereka mendapatkan efeknya dua kali lipat. Desa ini memiliki 713 rumah dengan tiga ribu penduduk desa. Apa yang kamu lihat hanyalah sebagian dari kekuatan kami. Kami memilih orang-orang yang tidak terikat dengan beban keluarga mereka, atau sukarelawan. Mereka dilahirkan dan dibesarkan di sini selama bertahun-tahun, jadi mereka tidak dapat meninggalkan tempat kelahiran mereka.” Ketika dia menyebutkan Heavenly Spring, aku langsung tertunduk dan merasa sangat bersalah.

Penatua Agung menjawab, “Ayo kita pergi. Seharusnya tujuannya cukup jauh sebelum kita sampai ke pemukiman.”

Aku mengambil sebuah peta dan bertanya, “Penatua, dapatkah anda menandai posisi kita dengan baik di peta?”

Penatua mengambil peta dan mengangguk. “Peta ini sangat rinci. Kalau aku tidak salah ingat, kita seharusnya berada di sini.” Dia menunjuk peta saat mengatakan itu.

Aku melihat posisi yang ia tunjuk. Itu adalah hutan besar di Kerajaan Aixia, dan tiba-tiba aku menyadari, “Jadi di tempat itu. Kita akan langsung menuju ke arah provinsi Lunda di Kerajaan Aixia. Setelah itu, kita akan menuju ke arah barat daya menuju Kerajaan Xiuda. ”

Penatua Agung menjawab, “Baiklah! Itu adalah rute kita. Ayo berangkat!”

Aku mengangguk. “Apakah anda benar-benar memutuskan untuk membawa penduduk desa dari Desa Dewa untuk melakukan perjalanan panjang ini denganku? Banyak dari mereka mungkin tidak akan bisa kembali ke tanah kelahiran mereka kembali. ”

Sebuah tanda keragu-raguan melintas di mata Penatua Agung, sebelum dia dengan tegas menganggukkan kepalanya.

Translator / Creator: Kaho