August 4, 2017

Child of Light – Volume 8 / Chapter 4

 

Heavenly Spring’s Divine Vein

Mi Jia Lie tertawa kecil dan berkata, “Bukan apa-apa. Kenapa bahaya? Jangan khawatir. Meski proses penurunan warisan ini memiliki resiko, akan tetapi peluang keberhasilannya masih terbilang besar.”

Aku bertanya dengan cemas, “Cukup besar? Seberapa besar tepatnya?” Tidak peduli seberapa besar kemungkinannya, jika tidak seratus persen, tidak ada alasan bagiku pergi ke Great Valley untuk menerima apa yang disebut warisan. Karena keamanan adalah prioritas utamaku.

Mi Jia Lie tidak menjawab pertanyaanku, dan menyeru, “Aaahh! Kamu dalam masalah. Ada banyak orang yang menuju kesini. Kau harus kembali.” Setelah dia selesai mengatakannya, bintang-bintang menghilang, dan penglihatanku yang sekelilingnya menjadi putih.

Aku menyadari bahwa kesadaranku telah mulai kembali seiring aku yang masih merasa bahwa air terjun masih terus mengalir ke arahku, tidak ada lagi kekuatan yang memancar darinya. Seluruh tubuhku terasa sejuk dan segar. Ketika aku memeriksa tubuhku, aku tersentak kaget, karena aliran darah di tubuhku menjadi jauh lebih besar dan cairan emas mengalir di seluruh tubuhku. Cairan emas di bagian tengah alisku memiliki tiga warna emas transparan yang tajam. Mungkinkah ini adalah wujud transformasi gold dans? Ketika aku hendak mencoba mengendalikannya, tanpa kusangka mereka merespon perintahku. Ini mungkin alasan kenapa aku mampu mengendalikan Holy Sword. Ini mengesankan, di masa yang akan datang aku tidak perlu dalam posisi terjepit untuk dapat mengaktifkannya.

Aku sungguh bersemangat dan mengeluarkan raungan panjang. Kekuatan di tubuhku sepertinya bergerak dengan raunganku. Jika sebelumnya mereka bisa dikatakan seperti danau yang tenang, sekarang mereka bisa dikatakan seperti sungai dengan arus yang sangat luar biasa memancar dari tubuhku.

Ketika aku membuka mata, aku menyadari bahwa tepian danau penuh sesak dengan orang-orang, dan mereka semua menggambarkan ekspresi yang sangat marah, dengan bercampur rasa terkejut.

Aku melihat Jian Shan dan tetua ketiga … Mungkinkah semua orang-orang ini berasal dari desa itu? Ah! Ini gawat mereka telah memergokiku di daerah terlarang.

Ke mana air terjunnya pergi? Aku berdiri di atas batu tanpa merasakan kekuatan air terjun. Saat aku bertanya-tanya, aku mengangkat kepalaku. Wah! Air terjun itu sebenarnya masih mengalir di kepalaku namun terhalang cahaya emas yang terpancar olehku. Pada saat aku terheran-heran, kekuatan dari tubuh saya menghilang. ‘Hong!’ Air terjun kembali menghantamku, membuatku jatuh ke dalam kubangan. Oh sial!

Ketika kepalaku muncul dari balik air, aku tersenyum canggung dan berkata, “Salam untuk kalian semua. Kenapa ada begitu banyak orang disini?”

Jian Shan dengan marah menjawab, “Kami sudah cukup baik mengijinkanmu tinggal, tapi kamu tidak hanya masuk ke area terlarang, kamu juga telah menghancurkan Heavenly Spring kami. Katakanlah! Siapa yang mengirimmu kemari? ”

Ini jelas merupakan kesalahpahaman besar. Aku menggunakan sedikit kekuatan dan melayang keluar dari air, mendarat dengan perlahan di sisi seberang, mengeringkan air di tubuhku, dan berkata kepada beberapa tetua, “Aku benar-benar minta maaf. Aku hanya ingin mencari tempat untuk berlatih dan bermeditasi. Karena aku takut terganggu, jadi aku datang ke tempat ini. Aku tidak paham apa inti Heaven Spring ini yang dikatakan Jian Shan tadi.” Aku berpura-pura tidak berdaya dan tidak tahu apa-apa.

Orang tua itu mengacungkan tongkatnya dan berteriak, “Orang asing, tidak mungkin Jian Shan tidak memberitahumu bahwa ini adalah area terlarang, bukan?”

Aku menggelengkan kepala. “Dia memang mengatakan itu, tapi anda juga harus tahu bahwa manusia secara alami akan penasaran. Aku melihat bahwa tempat ini tidak dijaga dan terlihat agak bersih sehingga aku datang. Aku tidak memiliki niat buruk. Aku hanya sedikit penasaran. Adapun menghancurkan pusat Heaven Spring, kalian salah menuduhku melakukan itu. ”

Penatua Agung tertawa dingin dan berkata, “Kau masih berbohong. Tenaga dalam yang kau pancarkan sebelumnya tersusun dari kekuatan suci dari Heavenly Spring. Apakah kau masih ingin terus menghindari kebenaran? ”

Aduh! Ini gawat dia telah menerawangku.

Penatua Agung terus berkata, “Karena kau telah menghancurkan sumber kehidupan kami, maka kami akan membuatmu berakhir disini. Semua orang, mundur. ”

Ini gawat. Aku harus lari saja. Kelihatannya, akan menjadi buruk jika memancing beberapa orang tua ini. Aku melafalkan diam-diam teleportasi jarak pendek menuju luar desa untuk menghindar. Tiba-tiba aku merasa seolah-olah aku menabrak dinding tembaga. Rasanya sangat menyakitkan. Apa itu tadi? Aku menatap ke depan dan menemukan ada pelindung setinggi 30 meter di hadapanku, untuk mencegahku kabur.

Penatua Agung berkata, “Jika kau bisa melarikan diri dari sini, kami tidak akan di panggil tetua. Izinkan aku memberitahumu, pelindung ini di bentuk dari tenaga dalam kami sehingga lebih kokoh dibanding dinding pelindung dari sihir. Mantra teleportasi apapun tak mampu menembusnya. Kau semestinya menyerah saja dan biarkan kami menangkapmu.”

Aku tersenyum getir dan menjawab, “Tetua, aku benar-benar tidak sengaja menghancurkan pusatnya. Ketika aku baru saja memasuki mata air, lalu aku mendapatkan kekuatan tersebut. Aku tidak punya pilihan. Ah! Jangan bergerak! ”

Beberapa tetua sangat marah dengan kata-kataku sehingga mereka menghempaskan tenaga dalam mereka ke arahku.

Tenaga dalam mereka sangat mengerikan; Kekuatan mereka sangat melampaui Jian Shan. Bahkan jika itu adalah Guru Wen dari Xiuda, mereka bukan tandingannya. Ini gawat. Tidak mungkin mereka semua setingkat Sword Saint, kan? Aku dalam masalah besar.

Dengan cepat aku mengacungkan tongkat Sukrad untuk mengeluarkan beberapa pisau cahaya untuk menghentikan pergerakan mereka. Hal yang menakjubkan terjadi. Setiap pisau cahaya yang kutembakkan tidak hanya memiliki kekuatan sihir dan tenaga dalam, yang lebih penting lagi, di dalamnya mengandung jejak kekuatan Holy Sword, yang membuat kekuatan pisau cahaya jauh lebih kuat.

Beberapa pisau cahaya telah berhasil menghentikan kelima serangan tetua namun aku menyadari bahwa aku terkunci oleh kelima energi tetua itu. Setiap gerakan yang ku lakukan akan segera menarik mereka untuk menyerang balik.

Kelima tetua itu juga tercengang saat aku mampu menahan serangan pertama mereka. Penatua Agung berkata, “Anak nakal, kau benar-benar melakukan persiapan sebelum datang ke sini. Katakan padaku, apa tujuanmu datang ke sini? ”

Aku tersenyum kecil, “Aku benar-benar tidak punya tujuan. Aku hanya secara kebetulan menghancurkan pusat Heavenly Spring.”

Tetua ketiga menegur dengan marah, “Sepertinya kau tidak akan berhenti sampai bertemu ajalmu. Kakak, biarkan aku menghadapinya. ”

Penatua Agung mengangguk dan mundur beberapa langkah bersama tiga tetua lainnya namun masih terus mempertahankan penghalang untuk mencegah pelarianku.

Aku senang dalam hatiku karena sepertinya mereka tidak akan secara bersamaan menghadapiku. Meskipun aku tidak bisa melarikan diri, tapi itu masih lebih baik daripada di serang secara masal. Dan ini sama bagusnya karena aku ingin menguji kekuatanku saat ini. Saat ini, aku merasa seluruh tubuhku dipenuhi dengan kekuatan yang melampaui tingkat yang sebelumnya ku alami dalam kondisi puncakku.

Penatua ketiga melambaikan tongkatnya dan menembakkan cahaya keemasan ke arahku, membuatku terkejut, dan dengan segera aku melemparkan pisau cahaya untuk menetralisir serangannya. Kedua tubuh kami terguncang bersamaan; Kedua sisi tampak seimbang.

Translator / Creator: Kaho