August 2, 2017

Child of Light – Volume 8 / Chapter 3

 

Another Encounter with God’s Light

“Ini buruk. Aku harus mencari tempat untuk bermeditasi dengan tenang. Kemana aku harus pergi? Aku juga tidak bisa berkeliaran jauh dari desa. Jika aku tidak memiliki persiapan apapun, aku khawatir aku akan kembali ke situasi sebelumnya sebelum masuk di desa ini. Ada banyak orang di desa ini, jadi tidak cocok untukku bermeditasi dengan tenang. Ah! Betul! Bukankah Jian Shan mengatakan bahwa air terjun itu adalah daerah terlarang? Aku pergi saja bermeditasi disana seharusnya tidak ada orang. Mereka tidak akan mengetahuinya, dan aku juga tidak berniat membuat kacau.”

Setelah mengamati sekelilingku dan memastikan bahwa tidak ada orang di sekitar, aku menggunakan beberapa kali teleportasi jarak pendek untuk mencapai air terjun.

Air terjun itu mengeluarkan suara yang sangat keras ‘Woosh! Woosh!’, dan air yang menghujam ke daratan, memercikkan percikan air yang tiada henti. Sinar matahari menyinari kabut air, yang menjadikannya nampak berseri, berkilau dan membiaskan cahaya, membuat pelangi yang melayang di atas setengah air terjun. Tidak ada yang lebih indah dari itu. Semua orang di sini sadar bahwa ini adalah daerah terlarang sehingga tidak perlu menjaga daerah ini, tapi bukankah ini hanya air terjun? Mengapa kemudian tempat ini disebut daerah terlarang?

Dengan perlahan aku mengambil beberapa mata air di tanganku dan dengan perasaan senang membasuhkannya ke wajahku. Sial! Aku teringat kata-kata Jian Shan dan segera memeriksa sekelilingku. Untungnya, tidak ada orang di sekitar. Aku merasa sedikit canggung; Jika aku bermeditasi di sini dan tertangkap basah oleh seseorang yang kebetulan lewat, apa yang harus ku lakukan? Mereka akan mengatakan bahwa aku telah melanggar wilayah terlarang.

Melihat air dari mata air yang tak henti-hentinya mengalir, sebuah ide muncul di kepalaku tiba-tiba. ‘Mengapa aku tidak mencoba pergi di bawah air terjun? Di air yang sedingin es, mungkin aku bisa berkonsentrasi lebih baik lagi.”

Setelah terpikirkan ide tersebut aku langsung melakukannya, aku menyesuaikan sasaran sebuah batu besar di bawah air terjun dan berpindah tempat dengan teleportasi jarak pendek. Meski aku sudah siap, kekuatan air terjun itu sangat kuat. Aku merasakan sebuah kekuatan besar menghantamku saat aku mendarat pada batu besar. Seluruh tubuhku kedinginan dan setelah itu, aku tenggelam kedalam lembah air terjun.

Aku menelan beberapa teguk mata air tersebut di tengah kepanikanku. Saat ini aku tidak merasakan kesegaran maupun dinginnya mat air ini, tapi takut aku akan tenggelam. Beruntung, kemampuan berenangku tidak terlalu buruk. Aku berenang dengan segenap kekuatanku, sampai di sisi kanan batu dan meraih sudut batu tersebut. Setelah beristirahat sejenak, aku mengedarkan tenaga dalamku sebelum kembali ke atas batu. Dengan perlindungan tenaga dalamku, aku berhasil berjalan di bawah air terjun yang memiliki kekuatan sangat kuat. Aku mengerahkan tenaga dalamku dan kekuatan sihir untuk melindungi diriku dari terpaan air terjuun saat aku duduk bersila diatas batu.

Aku tidak dapat menenangkan pikiranku karena arus mata air yang terus menerus mengalir. Satu-satunya hal yang bisa kulakukan adalah mencoba bertahan dari arus air terjun ini. Dalam hatiku menangis kesakitan. Jika terus begini aku akan cepat terhantam dari batu.

Aku memaksa diriku bertahan gelombang demi gelombang yang menghantamku dengan kuat, dan terus-menerus mengeluarkan tenaga dalamku dan kekuatan sihirku untuk menstabilkan tubuhku. Sepertinya tidak mungkin tetap disini untuk berlatih dan bermeditasi. Aku harus meninggalkan tempat ini selagi aku masih memiliki cukup kekuatan untuk melakukannya.

Tepat saat hendak meninggalkan mata air, sebuah kekuatan yang hangat tiba-tiba menghampiriku dari kabut air terjun, yang membuat tenaga dalam dan kekuatan sihirku berkembang dalam sekejap. Seluruh tubuhku terasa hangat dan sangat nyaman. Ini adalah kekuatan yang terasa tak asing bagiku. Apa itu tadi?

Ketika Holy Sword di dadaku bertemu dengan kekuatan itu, keduanya manyatu. Ah! Aku tahu kenapa ini terasa tak asing bagiku. Itu karena karakteristik dan kemampuannya sangat mirip dengan Holy Sword.

Holy Sword di tubuhku sepertinya sedang bekerja, mengirimkan tenaga yang hangat ke seluruh tubuh seiring dengannya yang juga menyerap kekuatan dari pusat air terjun. Air terjun itu masih mengalir dengan sangat deras dan terus-menerus memberikan kekuatan yang sama kuat seperti Holy Sword. Kekuatan sihir dan tenaga dalamku yang digunakan untuk melindungi tubuhku tiba-tiba lenyap. Aku benar-benar tanpa perlindungan apapun dibawah air terjun.

Kekuatan Holy Sword berangsur-angsur berubah dari hangat menjadi semakin panas. Meskipun aku berada di bawah air sedingin es, tubuh mengeluarkan panasnya. Rasanya seperti menyalakan api saat memancarkan cahaya keemasan.

Aku merasa aliran di tubuhku sepertinya mulai menghilang secara bertahap. Kekuatan sihir dan tenaga dalamku perlahan tertelan kekuatan Holy Sword. Aku hanya bisa terkejut. Tentunya kekuatan yang telah kutingkatkan dengan susah payah tidak akan hilang begitu saja, kan? Aku mencoba mengendalikan Holy Sword, tapi anehnya ia mengabaikan perintahku dan terus menyerap kekuatan dari mata air tanpa henti.

Ketika kekuatan mencapai batas dari apa yang bisa ku tampung, aku merasa seolah-olah aku akan meledak. Ada cahaya emas yang bersinar kuat di hadapanku sebelum aku kehilangan kesadaran. Apa yang tidak kusadari adalah bahwa ternyata aku sudah seminggu penuh tidak di desa.

Ketika aku merasa seolah-olah aku akan meledak, kelima tetua merasakan reaksi yang sama. Penatua Agung berkata, “Ini buruk! Seseorang terkontaminasi energi spiritual dari Heavenly Spring. Cepat! Kumpulkan semua orang, segera menuju Heavenly Spring!”

Aku merasa seolah sedang bermimpi dan dikelilingi bintang-bintang yang berkelap-kelip. Ah! Sepertinya aku sudah kembali ke dimensi suci. Itu adalah tempat yang sama dengan tempat dimana aku berkomunikasi dengan Mi Jia Lie. Apakah aku tidak meledak?

“Benar Nak! Kamu tida meledak. Aku tidak pernah menduga bahwa kamu akan menemukan jalan menuju God Spirit.”

“Apakah itu kau, Mi Jia Lie?”

“Ya, ini aku. Di bawah bantuan saluran dari God Spirit, aku sekali lagi bisa berkomunikasi denganmu.”

AKu bertanya dengan heran, “Apa itu saluran God Spirit?”

Mi Jia Lie menjawab, “Aku juga tidak tahu apa itu. Yang ku tahu adalah bahwa kamu telah mewarisi kekuatan Dewa dari saluran God Spirit.”

Aku mendesah lega. “Aku sebelumnya mengira bahwa aku telah meledak.”

Mi Jia Lie tertawa jecuk. “Anak bodoh, kamu bukan meledak akan tetapi kekuatan ditubuhmu sedang bekerja.”

Aku menjawab, “Kekuatan dalam tubuhku meledak? Apa yang sedang terjadi? Aku sebelumnya merasa seolah-olah Holy Sword sedang menyerap kekuatan sihir dan tenaga dalamku”

Mi Jia Lie menjelaskan, “Ya, itu memang terjadi. Tenaga dalam, kekuatan sihir dan kekuatan Holy Sword tidak terpisah satu sama lain lagi. Apalagi, karena kamu telah menyerap sebagian dari kekuatan Dewa, kamu akan bisa mengendalikan Holy Sword. Meski masih sebagian kecil, itu sudah sangat kuat di dunia. Kamu sudah tidak jauh dari tingkat Grand Master. Kamu akan paham apa maksudku setelah kembali ke alam nyata.”

Aku bertanya, “Bukankah itu berarti bahwa semua kekuatan sihir dan tenaga dalam yang sedang kucoba untuk kutingkatkan susah payah menjadi hilang?”

Mi Jia Lie menjawab sambil tersenyum, “Kenapa mesti seperti itu? Mereka hanya merubah bentuk eksistensial mereka dan jauh lebih murni dibandingkan sebelumnya. Meskipun aliran suci mengalir dalam darahmu, mereka tidak akan meningkatkan tingkatanmu akan tetapi memiliki keuntungan untuk perkembanganmu di masa depan. Kamu harus segera menyerap kekuatan hebat ini. Setelah kamu menyerapnya, kamu harus datang ke Great Valley untuk menemuiku. Aku memiliki kepercayaan lebih padamu untukmewarisi kekuatanku dengan apa yang telah terjadi sekarang.” Setelah dia mengatakan itu, Mi Jia Lie sepertinya menutup bibirnya dan suaranya tiba-tiba berhenti. Namun, kata-katanya telah membangkitkan prasangkaku.

Aku bertanya-tanya, “Apa maksudnya dengan bersikap lebih percaya padaku? Tidak mungkin mewarisi kekuatanmu memiliki sesuatu yang membahayakan, kan? “

Translator / Creator: Kaho