July 31, 2017

Child of Light – Volume 8 / Chapter 2

 

Bizarre Village

Jian Shan berteriak, “Aku mengerti. Kita akan menuju ke sana sekarang.” Dia menoleh untuk menatapku. “Kami tidak biasa menerima orang asing disini. Aku benar-benar minta maaf, tapi aku perlu kamu untuk menemui tetua disini.”

Aku tersenyum dan menjawab, “Aku sudah menduganya. Tapi, kamu bisa lihat bagaimana penampilanku sekarang. Apa aku boleh membersihkan diri terlebih dahulu?”

“Tentu saja boleh, ikuti aku.” Setelah selesai berbicara, dia membawaku ke sisi mata air desa sambil memegang bak kayu.

Ketika aku mulai meraih air tersebut untuk mencuci muka, aku dihentikan olehnya. Dia menjelaskan, “Desa kami tidak mengizinkan kita untuk langsung membersihkan diri di mata air tersebut.” Setelah menjelaskan, dia mengisi bak air tersebut dan menyerahkannya kepadaku.

Aku tersenyum canggung dan dengan cepat membersihkan diri. Setelah melihat tidak ada orang di sekitarku, aku mengeluarkan satu set pakaian biasa dari dimensi penyimpananku.

Jian Shan jelas tidak melihat mantra sihir dimensiku saat dia bertanya dengan takjub, “Dari mana kamu mendapat pakaian itu? Aku tidak melihat kamu memiliki tas.”

Aku tertawa kecil, “Ini hanya mantra sihir kecil. Lupakan saja. ”

Jian Shan bertanya, “Aku pernah mendengar tentang hal itu sebelumnya apakah itu benar-benar sihir? Sihir seharusnya adalah hal yang menyenangkan bukan?” Dia memiliki jiwa seorang pemuda. Setelah mendengar tentang sesuatu yang baru, dia tidak akan bisa menahan diri dan tentu saja ingin tahu lebih banyak tentang hal itu.

Aku menjawab, “Sihir itu sebenarnya meminjam kekuatan dari alam sebagai cara untuk mencapai apa yang kita inginkan. Jika kamu ingin mempelajarinya, aku bisa mengajarimu lain kali.”

Jian Shan menjawab dengan penuh semangat, “Hebat! Jadi, kamu adalah seorang penyihir?”

Pada saat ini, aku telah mengganti pakaianku. Rasa nyaman yang kurasakan sepanjang tubuhku tak terlukiskan, sejuk dan menyegarkan. Mata air yang dingin ini sepertinya telah menghilangkan kepenatanku.

Mata Jian Shan menyala-nyala dan berkata dengan nada memuji, “Setiap orang pasti memiliki pakaian sepertimu. Setelah berganti pakaian, kamu terlihat jauh lebih sedap dipandang. ”

Ini adalah pertama kalinya seseorang memberiku komentar seperti itu. Aku tersenyum kecil dan bertanya, “Bukankah kita harus bertemu dengan tetua disini? Ayo pergi.”

Saat kami berjalan, aku bertanya, “Berapa banyak para tetua di desa ini?”

Jian Shan menjawab, “Ada 5 orang. Mereka adalah orang tertinggi di desa dan memiliki pengetahuan yang sangat mendalam. Kapan pun ada masalah besar di desa, mereka akan memutuskan jalannya tindakan. ”

Oh! Aku terus bertanya, “Bagaimana kalian bertahan di tempat ini? Tempat ini sepertinya sangat terpencil. ”

Jian Shan mengungkapkan ekspresi hati-hati saat menatapku. “Mengapa kamu mengajukan banyak pertanyaan kepadaku? Aku tidak mengerti, kamu bisa menanyakannya pada para tetua tentang hal itu. ”

Pada saat ini, kami sudah berjalan ke sebuah rumah kayu besar di tengah desa. Jian Shan berkata, “Ayo masuk ke dalam. Inilah tempat di mana para tetua mendiskusikan segala urusan.” Setelah itu, dia memimpin masuk terlebih dahulu.

Aku mengikutinya masuk ke dalam rumah kayu tempat dua orang tua sudah berada di sana. Pakaian mereka sederhana dengan keriput di wajah mereka, mereka semestinya berusia setidaknya sekitar 80 tahun.

Orang tua di sebelah kiri dengan ramah bertanya, “Jian Shan, kudengar kau membawa orang asing. Apakah itu dia?”

Dengan cepat aku berjalan mendekat dan membungkuk sebelum berkata, “Salam kepada petinggi desa, aku baru saja melewati desa ini. Aku mohon hanya izin untuk bisa tinggal selama beberapa hari. Setelah tubuhku pulih, aku akan segera pergi. Aku bersedia membayar lebih dari cukup uang untuk itu agar aku bisa tinggal.”

Ekspresi tetua nampak serius, “Kami bisa bertahan hidup sendiri. Mengapa kami membutuhkan uang? ”

Dengan canggung aku menatap Jian Shan. Jian Shan berkata, “Kakek ketiga, tolong biarkan dia tinggal, Dia sepertinya bukan orang jahat dan dia juga mengerti sihir.”

Tetua ketiga di sebelah kanan menjawab, “Kau masih muda sehingga kau tidak tahu apa itu maksud jahat yang terpendam. Kau tidak bisa menilai buku dari sampulnya. Karena kau hanya bisa menetap selama dua hari saja, kau sementara bisa tinggal di tempat Jian Shan. Namun, kau harus ingat, jika kau melakukan sesuatu yang merusak desa, meskipun kami adalah orang-orang dari pegunungan, kami tidak akan memaafkanmu.” Setelah dia mengatakannya, matanya berapi-api.

Orang tua itu memiliki mata yang begitu terang. Jika Zhan Hu ada di sini, dia pasti tahu bahwa tenaga dalamnya telah mencapai puncaknya. Dia pasti berada di tingkat Pedang Suci. Tak peduli apapun itu, dari tekanan yang ia berikan padaku, aku juga bisa merasakan kekuatannya yang kuat. Aku ingin tahu, ‘Mengapa desa ini memiliki orang-orang yang begitu kuat?

Lupakan saja. Seharusnya tidak masalah karena tidak berhubungan denganku. Setelah aku beristirahat, aku akan meninggalkan tempat ini. Apa gunanya mencampuri urusan desa? ”

Setelah mengikuti Jian Shan ke rumahnya, aku mengetahui bahwa dia satu-satunya orang di sana. Aku juga tidak berani membabi buta bertanya padanya apa yang terjadi pada orang tuanya. Setelah makan beberapa makanan yang telah diberikannya padaku, aku mendapati tempat tidur yang bisa kugunakan untuk beristirahat.

Keesokan paginya, ketika aku keluar dari rumah bambu, aku melihat Jian Shan yang masih berlatih pedang. Dia memancarkan Golden Battle Spirit. Aku tahu bahwa ini adalah God Battle Spirit dan merupakan tanda menjadi Radiant Knight. Aku menarik Shan Dou yang sedang menonton di sampingnya. “Keterampilan bela diri Jian Shan sangat hebat!”

Shan Dou dengan sombong berkata, “Tentu saja! Kemampuan bela diri Jian Shan adalah yang terbaik di kalangan generasi muda. Kamu harus tahu bahwa kami ……” Saat dia mengatakan itu, sebuah sinar emas menerpa Shan Dou yang membuatnya ketakutan hingga dia menelan kata-katanya. Aku langsung mengeluarkan dinding cahaya untuk menghalangi pergerakaran sinar tersebut. Sinar emas yang telah di lontarkan Jian Shan. Dia bisa saja menarik kekuatannya tapi setelah melihatku menghalangi serangannya, dia ingin menguji kekuatanku. Jadi, dia langsung melancarkan serangannya kembali. Sinar emas tersebut bertabrakan dengan dinding cahayaku.

“Hong!” aku terpental.

Jian Shan datang dan bertanya, “Maaf, Saudara Zhang Gong. Apakah kamu terluka?”

Aku tidak pernah selemah ini sebelumnya. Dengan tak berdaya aku berkata, “Aku baik-baik saja. Aku baik-baik saja.” Meskipun aku tidak mempersiapkan diri untuk hal tersebut, tetapi kekuatan Jian Shan sangat mengejutkanku. Aku tidak pernah berpikir bahwa tenaga dalamnya sekuat Zhan Hu. Jika kami harus bertarung, aku perlu berusaha keras untuk melawannya.

Jian Shan menjawab, “Senang rasanya kamu tidak terluka. Shan Dou, kamu bocah nakal! Lain kali kau harus lebih berhati-hati dalam bicara.”

Shan Dou begitu ketakutan sehingga dia menjulurkan lidahnya sebelum lari.

Jian Shan berkata padaku, “Saudara Zhang Gong, kamu bisa berkeliling desa. Kamu bisa pergi kemana saja kecuali di daerah terlarang air terjun.” Setelah dia mengatakan itu, dia berbalik untuk berlatih pedang kembali.

Saat aku berdiri di samping mata air, di dekat pinggiran desa, aku merasakan perasaan lemah yang menghancurkan hatiku. Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres. Aku gemetar karena fenomena ini seharusnya tidak terjadi. Hal ini tidak pernah terjadi sejak aku pertama kali belajar sihir sebagai cara untuk melatih kekuatan spiritual seseorang. Mengapa aku merasa kelelahan? Dari kelihatannya, tampaknya pengalaman ini telah mempengaruhi tubuhku sediki lebih banyak. Jika aku menghiraukannya, meski tubuhku telah pulih kembali ke keadaan puncaknya, kekuatan sihir dan tenaga dalamku akan menurun drastis.

Translator / Creator: Kaho