August 28, 2017

Child of Light – Volume 8 / Chapter 14

 

Final Wish

Lisdun Weibo berkata, “Apa alasannya? Tentu untuk memicu perang dunia. Ketika Raja Monster terbangun, ras iblis akan digunakan sebagai bidaknya untuk menyerang seluruh dunia.” Setelah mengatakan itu, Lisdun Weibo terbatuk-batuk beberapa kali. Wajahnya yang kemerahan menjadi semakin pucat. Ini gawat, dia tidak akan bertahan lama.

Kakak memberinya lebih banyak tenaga dalamnya. Lisdun Weibo menggelengkan kepalanya dan berkata dengan putus asa, “Berhentilah membuang-buang tenaga dalammu. Percuma saja.”

Aku bertanya, “Apakah kau memiliki keinginan yang masih belum terpenuhi? Kami pasti akan membantumu untuk mewujudkannya.”

Lisbon Weibo perlahan menjadi semakin pucat seiring mantra cahaya pemulihan yang kuberikan padanya mulai hilang. Dia berkata dengan terengah-engah, “Aku memiliki seorang anak perempuan di ibu kota Kerajaan Dalu. Dia satu-satunya keluarga yang kumiliki. Ketika aku meninggalkannya delapan tahun yang lalu, dia baru berusia 13 tahun. Saat ini, umurnya seharusnya hampir sama denganmu. Aku tidak tahu apakah peradilan mengizinkannya untuk mewarisi gelar Viscount yang ku miliki. Kuharap kamu bisa membantuku untuk memeriksanya.”

Saat dia menjelaskan, dia mengeluarkan tas pakaian kecil dari tubuhnya. Dia dengan hati-hati membukanya dan ada sebuah batu giok dan beberapa potong kristal ungu. Lalu dia berkata, “Batu giok ini mewakili identitasku. Bila kamu memberikan ini padanya, dia akan mengerti setelah melihatnya. Beberapa potong kristal ungu ini dibuat saat kami menjadi ras iblis. Ini berguna bagimu. Tolong urus putriku agar dia bisa memaafkan ……… .. ” Tiba-tiba, darah segar mengalir keluar dari mulut Lisdun Weibo. Semua tanda kehidupan telah meninggalkan tubuhnya saat ia meninggal dunia.

Aku mengambil barang-barang di tangannya dan membungkuk memberinya hormat. “Terima kasih telah memberi tahu kami banyak informasi mengenai keadaan Raja Monster. Meskipun kau mungkin bisa saja dikatakan orang yang tidak baik, tapi kau adalah ayah yang hebat. Kau bisa pergi dengan damai. Kami pasti akan memenuhi permintaan terakhirmu.”

Penatua Agung berkata, “Pemandangan di sini tidak buruk. Mari kita kuburkan dia di sini.” Setelah dia mengatakan itu, dia dengan perlahan mengangkat tongkat di tangannya, yang menembakkan cahaya emas. Lubang besar setinggi tiga meter dan selebar dua meter terbentuk di atas bukit. Zhan Hu meletakkan tubuh Lisdun Weibo di dalam lubang tersebut. Beberapa tetua menggunakan tenaga dalam mereka untuk menguburnya dengan tanah yang ada disekitarnya.

Penatua Agung berkata, “Mari kita kembali. Aku tidak tahu bagaimana situasi di medan perang sekarang.” Dia menggendongku di punggungnya lalu kembali ke tempat asal kami.

Saat kami kembali ke bukit, pertempuran telah berakhir. Ada berbagai mayat monster yang berserakan di sekitarnya. Aroma darah mereka menyerebak di sekelilingnya. Beberapa tetua pergi mengumpulkan penduduk desa dewa mereka. Aku telah memulihkan beberapa kekuatanku. Aku menutup hidungku dan menuju Dong Ri, “Bagaimana bisa pertarungannya berakhir lebih cepat?”

Dong Ri menjawab, “AKu juga tidak tahu pasti. Sebelumnya, dari arah yang kamu tuju, langit-langit tiba-tiba menyala. Setelah itu, aku mendengar suara yang nyaring dan monster-monster mulai saling membantai satu sama lain. Akhirnya pertempuran kami berakhir.”

Zhan Hu berkata dengan penuh rasa benci, “Cepat atau lambat, aku akan membinasakan Raja Monster bajingan itu! Dia yang menyebabkan tempat ini terlihat seperti neraka. Bagaimana aku bisa hidup seperti ini di masa depan? ”

Aku tersenyum kecil saat menjawab, “Pindah ke tempat baru saja. Ada banyak hutan di sini. Kamu bisa sesuka hati memilih area yang luas. Benar! Kakak, tampaknya jumlah bawahanmu lebih banyak dibanding sebelumnya. ”

Zhan Hu menggaruk kepalanya, “Sejak aku menerima tugas dari Dewa, aku kembali ke Kerajaan Xiuda dan mengunjungi ayah dan kedua saudara laki-lakiku. Mereka ingin aku tinggal bersama mereka, tapi aku sudah terbiasa dengan gaya hidup bebas tanpa batasan. Jadi, aku pergi lagi. Sementara aku berada di sana, Xiu Si meyakinkan kami akan pentingnya meningkatkan kekuatan kami sehingga kami mulai merekrut pasukan dan membeli kuda untuk melatih mereka. Saat ini, ada hampir 1000 orang jumlah kami. ”

Aku berkata sambil tersenyum, “Kamu sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya.”

“Zhang Gong.”

Suara tersebut adalah dari Tetua Ketiga dari kaum Elf. Segera aku mendekat dan berkata, “Tetua, kami beruntung memilikimu saat ini. Tanpa dirimu dan kaum Elf, aku khawatir bahwa kakakku takkan mampu bertahan hingga aku datang membantu.”

Tetua Ketiga tertawa kecil, “Mengapa kamu berkata sepert ini? Bukankah kamu yang semesetinya yang paling ramah terhadapku yang merupakan orang luar? Bukankah kamu yang satu-satunya membantu kami keluar dari situasi yang sulit? ”

Aku menjawab, “Tempat ini telah terkontaminasi mayat para monster. Kita tidak bisa terus menetap disini. Aku dan kakak Zhan Hu saat ini sedang mendiskusikan pindah ke lokasi lain. ”

Tetua Ketiga menjawab, “Kemana kamu berencana untuk pindah?”

Zhan Hu menjawab, “Dimana saja yang paling dekat. Aku akan pergi dan mengumpulkan kelompok dulu. Kalian beruda silahkan lanjut berbincang.”

Melihat Zhan Hu kembali, aku berkata, “Raja Monster saat ini terus bergerak tanpa henti. Masa depan kita tidak terlihat terlalu bagus. ”

Tetua Ketiga berkata dengan penuh rasa hormat, “Kami akan bertarung dengan semua yang kami miliki. Tidak mungkin dengan seluruh ras di dunia ini, kita masih takut padanya, kan? Aku akan pergi dan mengumpulkan kelompok para Elf. Aku juga akan mengirim beberapa Elf untuk mengintai daerah tersebut untuk melihat apakah ada tempat yang sesuai untuk di tempati dalam jangka waktu yang lama.”

Aku berkata dengan senyum kecil, “Aku pasti merepotkanmu.”

Tetua Ketiga menjawab, “Kamu tidak harus bersikap sopan padaku. Sudah lebih dari cukup kalau kamu tidak meminta parfum aroma wina saat datang ke desa Elf kami. Haha!” Sepertinya dia masih takut dengan ku meminta parfum wine setelah sebelumnya aku pernah mngambilnya sangat banyak.

Setelah dua jam, ketiga kelompok kami telah berkumpul di puncak gunung. Tetua Ketiga dari para Elf berkata, “Anggota klanku baru saja melaporkan bahwa di suatu tempat yang tidak jauh di arah utara, ada lembah yang agak besar. Ada berbagai pepohonan dan vegetasi yang tumbuh disana. Di sekitarnya, ada juga beberapa sungai. Tempat ini seharusnya sangat cocok untuk di tinggali.”

Zhan Hu menjawab dengan penuh semangat, “Bagus sekali! Ayo ke sana. Dengan banyaknya orang seperti ini, kita harus memiliki tempat tinggal. ”

Aku bertanya, “Berapa banyak persediaan kita yang tersisa?”

Zhan Hu menjawab, “Tidak banyak. Seharusnya cukup untuk dua sampai tiga hari. ”

Aku menjawab, “Baiklah, pertama-tama kita akan menuju ke lembah itu terlebih dulu. Setelah kita beristirahat dan mengatur ulang, kita akan mengumpulkan persediaan dan kebutuhan lainnya. ”

Pengintai dari para Elf sunggu menemukan tempat seluas ini. Tempat ini penuh dengan pohon-pohon tua yang menawan. Tetua Agung dari desa dewa berkata, “Kita harus menetapkan tempat ini sebagai basis kita sesegera mungkin.”

Aku mengangguk. “Mari kita melakukannya dengan cara ini. Elf akan bertanggung jawab untuk mengamankan garis batas. Pasukan kakak Zhan Hu dan penduduk desa Dewa akan bertanggung jawab untuk membangun rumah-rumah. Kakak bagaimana dengan Gao De dan Xin Ao?”

Zhan Hu menjawab, “Mereka saat ini sedang beristirahat. Xiu Si telah menggunakan sejumlah besar energi untuk mengobatinya, jadi dia juga beristirahat di hutan di belakang kita.”

Translator / Creator: Kaho