July 29, 2017

Child of Light – Volume 8 / Chapter 1

 

The Village in the Mountains

Nama: Qi Meng Satan

Jenis kelamin: Laki-laki

Kaisar Ras Iblis, penguasa tertinggi ras iblis dan Ayah Mu Zi.

Nama: Dark Demon Dragon

Jenis kelamin: Laki-laki

Tunggangan Kaisar Iblis dan pelindung setianya.

Nama: Su He

Jenis kelamin: Laki-laki

Putra kedua Kaisar Iblis, statusnya?

Nama: Tetua ke-lima

Jenis kelamin: Laki-laki

Leluhur Holy Sword yang menerima tugas dari Dewa untuk mendirikan God Village. Dia adalah petinggi dari God Village saat ini.

Nama: Jian Shan

Jenis kelamin: Laki-laki

Generasi termuda Ksatria God Village, dia adalah sosok yang terkenal.

Nama: Wallace

Jenis kelamin: Laki-laki

Pemimpin klan siluman yang memiliki kepribadian blak-blakan dan lugas, memegang gelar ‘Earth Bear’ dan memiliki elemen sihir tanah yang bagus.

Setelah cahaya emas menyala, tampak tubuh seseorang di atas bukit. Dikelilingi oleh hutan yang hijau dan subur dengan suara-suara burung dan serangga.

Sebuah sosok setinggi 1,9 meter perlahan muncul. Dia sedang duduk di atas bukit dengan matanya yang menatap cakrawala dan alisnya yang mengungkapkan kesedihan. Pria itu adalah aku. Penyihir cahaya yang dikenal luas di Kerajaan Aixia, Zhang Gong Wei, yang juga merupakan karakter utama buku ini.

Akhirnya aku berhasil melarikan diri. Setelah memikirkan kembali perasaan mendalam yang dimiliki Hai Shui padaku, hatiku tanpa sengaja berdebar. Terlebih lagi, aku juga masih memiliki Mu Zi yang seharusnya sudah berada jauh di dalam wilayah ras iblis, wanita yang paling ku cintai. Aku tidak pernah terpikirkan bahwa dia akan menjadi seorang putri dari ras iblis. Bahkan, aku telah menyelamatkannya saat ia tertangkap oleh tentara Axia Royal Magic, yang juga telah menghancurkan masa depan ku di Aixia.

Aku harus pergi menuju ras iblis untuk mencari Mu Zi karena aku mencintainya. Tidak mungkin aku melupakannya. ”

Aku bertanya-tanya bagaimana keadaan kakak Zhan Hu dan yang lain. Jika aku bisa mendapatkan bantuan mereka, perjalanan ke wilayah ras iblis akan jauh lebih mudah, jadi aku memutuskan untuk pergi ke Kerajaan Xiuda untuk mencarinya. Setelah itu, aku akan menuju ras iblis. Aku tidak khawatir untuk pergi ke wilayah ras iblis dengan aku yang percaya akan kekuatanku. Yang paling ku takutkan adalah Mu Zi akan meninggalkanku atau tidak ingin ikut denganku.

Setelah menentukan tujuanku, perasaanku terasa jauh lebih baik. Aku mengangkat kepalaku dan berteriak. Aku melompat dari tanah dan dengan tenaga dalamku aku terbang menuruti bukit.

Saat ini aku sudah tidak tahu dimana aku, sihir teleportasi telah kubuat menuju ke arah barat. Tempat ini seharusnya berada 500 kilometer ke barat dari Aixia.

“Aku semestinya melupakannya dan hanya menuju ke arah ini. Aku harus bisa mencapai kota. Ketika aku mampu mencapainya, aku akan bisa menentukan arah yang benar. ‘

Aku tidak mengira kesalahan dalam pengambilan keputusan membuatku melewatkan tiga hari di hutan. Jika aku paham sihir angin tingkat lanjut, mungkin aku tidak perlu menghabiskan banyak waktu di sini. Namun, sihirku adalah elemen cahaya dan sedikit sihir tentang dimensi, yang tidak mampu membuatku bisa terbang. Meskipun aku bisa terbang dengan tenaga dalamku, kondisi tubuhku saat ini kurang baik. Kekuatan tubuhku saat ini hanya setengah dari titik puncak kekuatanku. Seharusnya tidak bisa untuk terbang lama akan tetapi aku bisa menggunakan teleportasi pendek. Ini buruk setelah teleportasi secara cepat seharian. Aku menyadari bahwa aku tersesat. Sial! Aku tidak berani menggunakan teleportasi pendek lagi sehingga aku hanya bisa mengandalkan kedua kakiku untuk terus berjalan. Setelah akhirnya aku keluar dari hutan, aku sudah terlihat seperti seorang pengemis. Pakaian ku compang-camping oleh semak belukar.

Setelah siksaan di penjara batu yang membuatku kelelahan dan juga aku yang tidak bisa beristirahat dengan baik setelah Hai Shui menyelamatkanku, dengan kenyataan bahwa aku saat ini kehabisan makanan, kondisi kekuatan sihir dan tenaga dalamku kurang baik, terutama tenaga dalamku. Itu karena aku telah menggunakannya untuk menahan tubuhku sehingga aku telah menghabiskan banyak darinya.

Tongkat Sukradku juga terlihat menyedihkan yang saat ini hanya bisa kugunakan sebagai tongkat berjalan. Kehidupanku sebelumnya selalu berjalan lancar dan tak pernah kurasakan penderitaan separah ini. Aku mendesah seiring aku yang teringat masa laluku.

Aku tertatih-tatih saat aku berjalan. Tiba-tiba ada kumpulan asap di depanku. Aku langsung merasa sedikit bersemangat seolah ada asap, berarti pertanda adanya manusia disana. Ini sangat mengesankan! Aku menggunakan seluruh kekuatan tubuhku untuk berjalan lebih cepat. Ketika aku menginjak sebuah bukit kecil, akhirnya aku melihat sebuah desa yang besar.

Saat cahaya menyinari keputusasaanku, aku sangat gembira. Tubuhku sepertinya sudah lebih baik. Aku sangat riang saat menuju desa tersebut.

Saat aku mendekatinya, aku mendengar suara air. Ada sungai yang mengalir di sisi desa. Ada hulu air terjun setinggi 30 sampai 40 meter. Sepertinya air ini memasok desa ini. Desa ini terhitung besar karena melayani sekitar enam sampai tujuh ratus rumah. Rumah-rumah itu semua dibangun dengan kayu dan bambu. Tempat ini dikelilingi oleh pegunungan yang membuatnya terasa sangat tenang. Aku tanpa di sangka menemukan desa besar di daerah terpencil.

Pada saat aku melihat pintu masuk desa, di bawah cahaya sinar matahari yang menyengat, aku tidak bisa mengindar dari terik matahari.

Suara yang terdengar jelas terdengar, “Siapa kamu? Kenapa kamu datang ke desa kami? ”

Aku menatap arah suara itu. Dia tampak seperti pemuda berusia 18 sampai 19 tahun. Dia terlihat tinggi dan tegap dengan seluruh tubuh yang berbau bahan peledak. Ada binatang yang tidak dikenal di tangannya. Dari tampilannya, ia semestinya adalah seorang pemburu. Namun, dari tubuh dan kekuatannya, ia tampak ahli dalam keterampilan bela diri. Tanpa diduga ada juga yang berlatih bela diri di Aixia. Ini sangat aneh.

Saya menjawab dengan sopan, “Kawan, aku hanya seorang pejalan kaki yang terlalu lelah. Saya sedang berpikir untuk membeli beberapa makanan dan air dari desa untuk beristirahat.”

Pemuda itu mengerutkan kening saat dia mengamatiku. “Baiklah, ikuti aku.” Setelah dia mengatakan itu, dia memimpin di depanku.

“Maaf telah mengganggu.” Aku menggunakan tongkat Sukrad untuk menopang tubuhku berjalan seiring aku yang terpaksa mengikutinya.

Setelah memasuki desa, ada beberapa pemuda, yang usianya masih sangat muda.

“Kakak Jian Shan, kamu kembali. Wah! Kamu menangkap Rubah Ungu lagi! Kamu benar-benar hebat!”

“Itu adalah kakak kita Jian Shan, nomor satu di kalangan para pemuda.”

Pemuda yang bersamaku tersenyum dan berkata, “Sudah cukup! Kalian semua berhentilah memuji. Jika orang-orang tua mendengarnya, mereka akan mengingatmu sebagai orang yang tak bijaksana. ”

Anak-anak itu menjulurkan lidah ke arahnya tapi tidak berani mengatakan apapun. Salah satu dari mereka yang memiliki mata yang indah bertanya, “Kakak Jian Shan, siapa dia? Darimana asal pengemis ini? ”

Jian Shan menegur, “Shan Dou, jangan bicara seperti itu. Dia hanya tersesat. Kalian pergilah dan laporkan pada petinggi apa mereka memutuskan untuk mengijinkan orang asing ini atau tidak.”

Orang yang dikenal sebagai Shan Dou mengeluarkan suara aneh sebelum berbalik dan berlari.

Jian San mengatakan kepadaku, “Kawan, ikutlah bersamaku.” Setelah dia mengatakannya, dia membawaku ke sebuah rumah bambu di sisi barat desa. Aku menjawab dengan penuh rasa hormat, “Terima kasih, kawan.”

Jian Shan menuang secangkir air dan menyerahkannya padaku. “Kamu bisa mencoba minum mata air kami. Rasanya cukup baik.”

Aku minum semua mata air yang jernih itu. Perasaan yang sangat nyaman mengalir dalam tubuhku. Ah! Aku menjawab dengan penuh rasa terima kasih, “Mata air ini sungguh sangat nikmat di minum, apakah air ini berasal dari mata air yang mengalir di sisi desa?”

Jian Shan mengangguk sebelum menuangkan secangkir air tersebut kembali padaku. “Mata air ini adalah jalur kehidupan desa kami. Apabila tak terus menerus mengalir sepanjang tahun, desa kami mungkin tak mampu bertahan.”

Saat aku minum, aku berkata, “Itu benar! Air adalah asal usul kehidupan.” Ketika aku mengatakan itu, aku terpikirkan Hai Shui yang berada jauh dari sini.

“Kakak Jian Shan, Tetua ingin kamu membawa orang asing itu untuk menemuinya.” Suara Shan Dou terdengar dari luar ruangan.

Translator / Creator: Kaho