July 21, 2017

Child of Light – Volume 7 / Chapter 9

 

Behind Bars

Aku berusaha mengatakan, “Tapi apakah ayahmu benar-benar menerimaku? Jangan lupa bahwa aku telah membunuh begitu banyak ras iblis, yang membuat kalian banyak kehilangan. Terlebih lagi aku juga tidak mampu melihatmu menyerang manusia.

Mu Zi tetap terdiam sebelum menjawab, “Mungkin banyaknya kehilangan kali ini akan membuat ayahku berhenti untuk menyerang. Aku memiliki posisi yang sangat penting dalam hatinya. Maukah kamu ikut denganku? Aku tidak ingin berpisah denganmu lagi.”

“Bagaimana bisa aku ingin berpisah denganmu juga?” Kata-kata Mu Zi telah membuatku tergerak. Jika perang bisa dihindari, akan lebih baik lagi.

Ketika aku merasa khawatir, pria tua dari ras iblis itu tiba-tiba membuka matanya dan berteriak, “Gawat! Ada gelombang sihir!”

Aku terkejut dan segera merasakan gelombang sihir yang kuat. Aku berteriak, “Cepat masuklah pada sihir teleportasi! Mereka mungkin datang untuk mengejar kita! ”

Dugaanku benar. Setelah cahaya putih bersinar, Guru Zhen, Guru Di, Guru Long, Guru Lie dan Guru Xi, semuanya muncul di hadapan kami.

Ketika Guru Di melihatku memeluk Mu Zi, dia berteriak dengan marah, “Zhang Gong! Apa yang sedang kamu lakukan? Tidakkah kamu tahu apa yang kamu lakukan adalah tindakan pengkhianatan terhadap Kerajaan?!? ”

Para Master lainnya menatapku dengan kasihan.

Aku melepaskan Mu Zi dan berlutut di tanah sebelum menjawab Guru Di. “Guru Di, aku telah mengecewakanmu. Tapi aku benar-benar tidak bisa melihat Mu Zi mati! ”

Guru Zhen menghela nafas dan berkata, “Zhang Gong, bahkan jika kamu ingin melarikan diri, kamu terlalu ceroboh. Bekas yang kamu gunakan di tanah telah meninggalkan jejak. Setelah kami mencoba banyak tempat, akhirnya kami menemukan tempat ini. Berhentilah melakukan kesalahanmu!”

Guru Xi berkata, “Cukup! Tidak perlu berbicara panjang lebar. Zhang Gong, jika kamu segera membantu kami menangkap keduanya ras iblis tersebut, dengan kontribusimu sebelumnya dan kami para tetua sebagai penjaminmu, kamu masih bisa merubah keadaan.”

Aku menggelengkan kepala dengan perasaan sedih sebelum menyerang dengan sihir dan tenaga dalamku pada beberapa guru. Aku menoleh dan meneriaki orang tua dari ras iblis tersebut, “Aku tidak tahan lebih lama lagi. Cepat, pergi dan bawa Mu Zi dari sini. ”

Beberapa guru tidak sempat bertahan dan terjatuh dari bukit.

Mu Zi berteriak dengan sedih, “Tidak! Zhang Gong, jika aku pergi, kita harus pergi bersama. ”

Orang tua dari ras iblis itu memeluknya dan berkata, “Putri, kita harus pergi sekarang. Jika tidak, akan terlambat. Ada kemungkinan dia tidak akan mati jika tetap di sini. ”

Beberapa guru sudah bersiap. Tanpa sepatah kata mereka melepaskan sihir. Aku tahu bahwa waktunya sangat mendesak dan berteriak. “Mu Zi, cepat pergi! Jika aku tidak mati, aku akan pergi ke ras iblis untuk mencarimu.” Agar dia bisa melarikan diri, aku tidak bisa membohonginya. Saat aku berteriak, aku menggunakan seluruh kekuatanku untuk melemparkan light blade yang turun seperti hujan untuk menghalangi kelima guru tersebut.

Orang tua itu telah mengaktifkan sihir teleportasinya sementara aku sudah tertatih-tatih di bawah serangan lima Master tersebut. Tidak mungkin aku bertahan dari serangan mereka. Jika bukan karena tongkat Sukrad, aku takut tidak mampu bertahan terhadap serangan mereka.

Setelah sinar cahaya bersinar, Mu Zi dan orang tua itu menghilang.

Di bawah serangan yang luar biasa, aku tidak bisa menggunakan kekuatan Holy Sword. Aku hanya menggunakan sisa kekuatanku untuk melemparkan light blade, serta menghilangkan sisa-sisa jejak teleportasi. Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi.

Dang!” Naga Api yang di keluarkan oleh Guru Long menembus pertahanan dan mengenai dadaku. Aku terpental, hingga memuntahkan darah. Meski sudah sampai seperti ini, tapi aku tahu Guru Long tidak menggunakan seluruh kekuatannya. Jika tidak, aku yang telah kehabisan tenaga, pasti sudah binasa.

Aku terjatuh di tanah sejauh 33 meter. Tongkat Sukrad terlepas dari tanganku. Ada senyum kebahagiaan dari wajahku saat tahu Mu Zi sudah berhasil kabur.

Guru Di memelukku dan air mata mengalir turun saat dia berkata, “Zhang Gong! Anakku, apakah itu sangat berharga ?! ”

Dengan merintih kesakitan aku menjawab, “Guru … Di, aku .. gagal untuk hidup seperti … harapanmu. Aku minta maaf. Tolong … ambil ini … tongkat …sihir ini agar Guru … mengingatku…” Setelah mengatakan itu kepalaku terjatuh dan aku pingsan.

Luka yang kuderita sangat menyakitkan dan panas! Seluruh tubuhku terasa seperti tercabik-cabik.

“Air, aku ingin air.” Kataku dengan linglung tapi tidak ada yang memperhatikannya. Aku kehilangan kesadaran dan pingsan kembali.

Aku tidak tahu berapa banyak waktu yang telah berlalu. Saat aku membuka mata perlahan setelah kembali sadar, aku di selimuti kegelapan. ‘Dimana aku? Apakah ini neraka? Seharusnya aku tidak merasa sakit.” Sepertinya lukaku tidak ringan. Ketika aku mencoba untuk mengalirkan kekuatan sihir di tubuhku tapi aku menyadari bahwa aku tidak bisa. Aku tahu bahwa kekuatanku telah di segel. Dengan tubuh tanpa kekuatan, tidak mungkin aku bisa membuka segel sihirnya.

Mataku berangsur-angsur beradaptasi dengan kegelapan, dan sepertinya ini adalah penjara batu. Aku terbaring di tempat tidur yang terbuat dari batu, dengan alas rerumputan. Anggota tubuhku terkunci di keempat sudut ranjang batu itu. Sebenarnya, tidak perlu di kekang seperti inipun jariku saja tak mampu kugerakkan. Aku juga tidak bisa bicara.

Dinding sebelah kiri tiba-tiba terbuka dan seorang pelayan masuk. Dia memegang mangkuk di tangannya saat dia berjalan di sampingku. Dia menggunakan sendok di tangannya untuk memberi sesuap bubur di mangkok. Terasa obat yang manis tapi aku tidak tahu apa itu.

Dengan cara seperti itu aku 18 kali makan. Jika makan tiga kali sehari, aku seharusnya sudah berada di sini selama 6 hari. Dengan perlahan aku mampu berbicara. Lukaku tidak begitu sakit, tapi bagian tubuhku yang lain masih tidak bisa bergerak.

Setelah pelayan datang ke 19 kalinya, aku dengan suara yang serak bertanya kepadanya, “Di mana ini?”

Setelah mendengar suaraku, pelayan itu terkejut dan menggelengkan kepalanya tanpa menjawab sebelum memberiku semangkuk bubur seperti biasa.

Aku bertanya serius, “Katakanlah Sesuatu!”

Pelayan itu mengabaikanku sebelum berbalik dan berjalan keluar.

Setelah beberapa saat, dinding batu terbuka lagi. Dari suara langkah kaki, aku tahu bahwa itu adalah orang lain yang datang.

Terdengar suara Ke Zha, “Zhang Gong, apakah ini semua benar-benar setimpal?”

Aku menjawab dengan suara serak, “Paman Ke Zha?”

Ke Zha menjawab, “Ini aku. Apa kabar? Bagaimana tubuhmu? ”

Aku menjawab, “Tidak apa apa. Lukaku sudah baik-baik saja tapi aku masih belum bisa menggerakkan tubuhku. ”

Ke Zha menghela nafas, “Nak. Kamu benar-benar tahu bagaimana membuat keputusan tanpa berkonsultasi dengan orang lain, dan bahkan menghancurkan masa depanmu untuk wanita dari ras iblis. Kamu telah menyakiti hati beberapa guru dan bahkan Kepala Sekolah Di telah jatuh sakit. “

Translator / Creator: Kaho