July 26, 2017

Child of Light – Volume 7 / Chapter 12

 

Escaping from the Abyss

Hari ke tiga dan semblian kali meminup sup tak terasa cepat berlalu, seperti yang telah aku antisipasi untuk Hai Shui datang membebaskanku.

Akhirnya, penantianku telah sampai pada akhirnya. Sebuah cahaya bersinar dan sosok yang taka sing muncul yaitu Hai Shui muncul di hadapanku dengan tas yang panjang di tangannya. Ketika dia melihat bahwa aku masih terkunci di ranjang batu, dia tercengang dan berbisik, “Zhang Gong, kamu masih belum pulih?”

Aku menjawab, “Aku sudah pulih, tapi aku takut mereka akan mengetahuinya, jadi aku tidak melepaskan diri dari kurungan ini.”

Hai Shui mendesah lega. “Cepat, kita harus pergi! Kita harus memanfaatkan waktu yang kita miliki. ”

Setelah aku diam-diam mengalirkan tenaga dalamku, seluruh tubuhku memancarkan cahaya putih terang. Di setiap titik anggota tubuhku memancar kekuatan, ‘Dang! Dang! Dang! Dang!’ Terdengar seperti aku dengan mudah membebaskan diriku dari belenggu. Aku melompat ke sisi Hai Shui. Aku juga menemukan menyadari bahwa bisa berdiri sangat mengagumkan.

Hai Shui memberikanku tas panjang itu dan mengeluarkan sebuah gulungan sihir untuk melarikan diri. “Ayo kita pergi!”

Aku mengambil tas panjang itu dan membukanya. Ternyata isinya adalah tongkat Sukrad ku. Ketika aku memegangnya erat-erat, aku merasakan ikatan yang sangat kuat dengan darah dan dagingku.

Aku mengambil gulungan sihir dari Hai Shui. “Aku pikir lebih baik aku yang melakukannya. Kamu hanya perlu memegang lenganku saja.”

Hai Shui bertanya, “Apa kamu yakin bisa melakukannya dengan keadaan tubuhmu saat ini?”

Aku mengangguk. “Tidak masalah. Aku sudah memulihkan setengah dari kekuatan sihirku. Selama aku tidak menghadapi kekuatan beberapa guru tetua, aku seharusnya bisa mengatasinya. ”

Hai Shui dengan ekspresi bahagianya menjawab, “Gulungan sihir ini adalah penelitian terbaru Guru Zhen, gulungan ini memiliki kemampuan untuk menentukan tempat teleportasi. Gulungan ini bisa mengirim ke tempat tujuan dengan akurat dalam batas 10 kilometer. Dengan kata lain, gulungan ini bisa mengirim kita ke posisi yang kita inginkan dalam jarak 10 kilometer. Aku sudah mengatur lokasinya sehingga kamu jadi kami cukup mengaktifkan gulungan sihirnya saja.” Setelah aku mengatakan itu, dia mendekap lenganku dan juga mendekatkan dirinya padaku.

Aku menatapnya dengan malu, tapi melihat bahwa dia tidak berniat untuk sedikit mundur, maka aku membiarkannya. Aku menghirup nafas yang sangat dalam sebelum menggunakan tongkat Sukrad untuk membuat sihir pelindung di sekeliling kami sebelum mengaktifkan gulungan sihir teleportasi. Penjara batu pun telah kehilangan kehadiran kami setelah cahaya emas memancar.

Perasaan ketika bisa menggunakan sihir kembali sungguh menyenangkan. Rasanya seperti aku baru saja mendapatkan kehidupan baru. Aku sangat tertarik pada segala sesuatu dan fenomena-fenomena sihir. Aku dipenuhi dengan rasa cinta terhadap kehidupanku.

Setelah cahaya bersinar, aku sadar bahwa tiba-tiba kita telah teleportasi di sebuah ruangan. Ruangan itu berwarna pink. Aku merasa sangat nyaman. Seluruh ruangan penuh dengan sinar matahari. Aku bertanya kepada Hai Shui, “Dimana ini? Apakah kamu salah mengatur lokasinya?”

Hai Shui enggan melepaskan lenganku dan cemberut. “Itu cuma kamu saja yang mengatur lokasinya dengan salah. Ini kamarku.”

Aku langsung menjawab dengan cemas. “Apa? Ini kamarmu? Kenapa kamu mengatur tempat ini sebagai lokasi untuk teleportasi?” Tanpa di sangka ini adalah kamar Hai Shui.

Hai Shui menjawab, “Ada apa dengan kamarku? Tempat ini aman dan juga tempat tinggal keluargaku. Siapa yang akan datang ke sini untuk mencari, apalagi kalau itu kamarku? ”

Aku tersipu dan menjawab dengan malu, “Aku ini laki-laki. Jika aku tinggal di kamarmu, itu akan merusak reputasi dan integritasmu.”

Ekspresi Hai Shui menjadi muram. “Aku tidak takut. Kenapa kamu? Hatimu hanyalah untuk kakak Mu Zi saja. Jika saja ini kamarnya, kamu pasti tidak akan protes. ”

Melihatnya agak marah, aku tidak berani menegurnya. Aku mengubah topik pembicaraan dengan bertanya, “Bagaimana keadaan para guru? Apakah Guru Di merasa lebih baik? Bagaimana situasi di garis depan? ”

Hai Shui berkata mengerutkan keningnya, “Kamu bertanya begitu banyak sekaligus. Bagaimana kamu ingin aku menjawabnya! ”

Aku menyerah dan berkata, “Baiklah … baiklah! Kamu bisa menjawabnya satu per satu. Kamu bisa memulainya dengan menceritakan keadaan Guru Di.”

Hai Shui tertawa kecil dan menjawab, “Guru Di tidak masalah. Dia jatuh sakit alasan utamanya adalah karena dia mengkhawatirkanmu. Kamu adalah beban perasaan Guru Di.”

Mataku memerah saat mengingat bertahun-tahun Guru Di membimbingku. Aku mengeluh, “Aku benar-benar mengecewakan Guru Di kali ini. Ahhh! ”

Hai Shui menjawab, “Kamu tidak harus kesal. Jika kamu bisa membuat pencapaian di masa depan, dia pasti akan senang. Dia juga menginginkan yang terbaik. Guru mengatakan bahwa kamu tidak perlu mencarinya dan ingin kamu segera bergegas, dan pergi dari sini. Setelah semuanya beres, kita akan membahasnya lebih lanjut dan juga tidak melupakan tugasmu.”

Aku menggelengkan kepalaku. “Aku khawatir aku akan mengecewakannya lagi. Setelah aku keluar dari sini, hal pertama yang akan ku lakukan adalah menyelamatkan Mu Zi. Satu dari sepuluh ras iblis akan bertahan. Jika aku tidak mati selama prosesnya, aku akan menyelesaikan tugasnya.”

Hai Shui bertanya dengan heran, “Apa? Kamu akan pergi ke ras iblis? ”

Dengan tegas aku menganggukkan kepalaku. “Aku harus pergi dan menemukan Mu Zi. Aku benar-benar tidak bisa kehilangannya.”

Hai Shui menundukkan kepalanya dan bergumam, “Andai saja kamu bisa memperlakukanku seperti ini, dan bahkan jika aku matipun, aku bersedia.” Dia berkata sembari menangis. Melihatnya seperti itu, aku secara reflek melakukan sesuatu. Aku langsung memeluknya dengan lembut dan menepuk punggungnya. “Semuanya baik-baik saja. Jangan menangis. Bagaimana aku tidak bisa memahami perasaanmu padaku ? Kamu telah mempertaruhkan hidupmu untuk menyelamatkanku saat ini. Aku sangat bersyukur untuk itu. Jika kamu tidak keberatan, aku bersedia ……” Aku benar-benar tidak ingin menyakiti gadis yang sangat menyenangkan ini lagi. Meskipun mungkin karena rasa kasihan, tapi aku siap untuk menerimanya.

Hai Shui membuka matanya lebar-lebar dan bertanya. “Sungguh? Apakah ini sungguhan?” Dia sangat bahagia hanya beberapa saat sebelum dia yang hanya diam dan kemudian berkata, “Tidak mungkin. Kamu sudah memiliki kakak Mu Zi. Dia tidak akan menerimaku. ”

Aku menepuk kepalanya, “Bodoh, Mu Zi tidak se pelit itu. Dia sudah mengatakan menerimamu.”

Hai Shui mengangkat kepalanya dan bertanya, “Benarkah?”

Dengan tulus aku menganggukkan kepala dan memegang tangan Hai Shui. “Apakah kamu bersedia menerimaku? Meskipun aku tidak dapat mengatakan bahwa aku mencintaimu, aku bersedia untuk perlahan-lahan menumbuhkan perasaanku untukmu. Kamu telah banyak membantuku berkali-kali. Aku juga tidak ingin menyakitimu terus-menerus.”

Ekspresi wajah Hai Shui menunjukkan tanda kebahagiaan sebelum kebahagiaannya akan meledak. Dia memeluk erat pinggangku dan meletakkan wajahnya di dadaku dan berkata dengan gembira, “Ini sangat menyenangkan! Bagus sekali! Impianku akhirnya menjadi kenyataan. Zhang Gong, tahukah kamu bahwa aku telah menunggu hari ini setelah merasa menderita dengan begitu banyak rasa sakit? ”

Aku menjawab dengan takjub. “Apakah artinya kamu tidak se lapang dada Mu Zi? Apa kamu juga tidak keberatan bersamanya? ”

Hai Shui menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, “Aku pasti tidak keberatan. Sihirmu sangat kuat sehingga akan banyak wanita yang akan jatuh hati padamu. Aku sudah sangat gembira karena kakak Mu Zi tidak keberatan aku bersamamu. Selama aku bisa bersamamu, aku tidak peduli dengan apapun.”

Translator / Creator: Kaho