July 6, 2017

Child of Light – Volume 7 / Chapter 1

 

Assassin in the Palace

Setelah kembali ke asrama, aku tidak bisa tidur meski telah berbaring di tempat tidur. Sejujurnya aku tidak bisa berpisah dengan Mu Zi. Meskipun kita belum mengenal satu sama lain sejak lama dan Mu Zi tidak memiliki suatu hal yang istimewa, selain sihir dan makannya yang banyak. Tapi hatiku telah terkunci padanya. Setiap ekspresi dan senyumnya menggairahkanku. Melihat perasaannya yang sakit, bagaimana aku bisa baik-baik saja.

Saat aku merebahkan tubuhku dan tergeletak di tempat tidur, suara suling yang nyaring tiba-tiba terdengar di luar. Seseorang berteriak keras, “Semua siswa harus segera berkumpul di lapangan latihan! Ini darurat! Semua siswa harus segera berkumpul di lapangan latihan. Ini darurat! ”

Apa yang terjadi? Mereka memanggil kita semua untuk berkumpul malam-malam. Ini pertama kalinya hal ini terjadi sejak aku pertama kali masuk akademi.

Aku merapikan pakaianku dan berlari ke lapangan latihan dengan memegang tongkatku. Aku melihat Guru Zhen dan Guru Lie berdiri dengan geram di lapangan latihan. Ketika Guru Zhen melihat bahwa sebagian besar siswa telah datang, dia berteriak, “Murid-murid, waktunya mendesak. Sinyal penyelamatan tiba-tiba terdengar dari istana! Aku tidak yakin apa yang terjadi. Semua siswa tahun ke 5 dan tahun ke 3 Zhang Gong dan Mu Zi segera ikut aku dan Wakil Kepala Sekolah untuk masuk istana. Cepat!” Ma Ke tinggal di istana dan ketiga saudara Hai Yue telah kembali ke rumah.

Melihat wajah Guru Zhen, aku tahu sesuatu yang besar telah terjadi. Aku teleport ke sisinya dan bertanya, “Guru Zhen, apa yang sedang terjadi?”

Guru Zhen mengerutkan kening dan menjawab, “Aku juga tidak tahu apa yang sedang terjadi. Petugas yang bertugas tiba-tiba melihat kembang api yang merupakan sinyal untuk permintaan bantuan yang datang dari istana. Sesuatu yang besar pasti terjadi. Ayo segera pergi! Dimana Mu Zi? ”

Aku melihat ke segala arah tapi tidak melihatnya. Aku menjawab, “Aku tidak melihatnya di mana pun. Mungkin karena dia terlalu lelah seharian jadi dia belum bangun tidur. Aku akan mencarinya. ”

Guru Zhen menjawab, “Lupakan saja! Jangan mencarinya. Kita harus segera berangkat dan jika kita tidak segera berangkat, kita akan terlambat!” Jika ada bahaya, akan lebih baik jika Mu Zi tidak pergi. Aku juga tak berlama-lama dan teleport keluar dengan Guru Zhen.

Guru Zhen membawa kami dengan cepat menuju ke istana. Dari kejauhan, kami bisa melihat nyala api di sekeliling istana. Aku menghela napas lega dan berkata, “Jadi, hanya kebaran di istana saja. Guru Zhen, anda tidak perlu cemas. ”

Ekspresi Guru Zhen semakin muram. “Tidak, tidak seperti itu. Ayo cepat masuk.” Dia berteriak pada siswa tahun ke 5 yang ada di belakangnya,” Semuanya, perhatikan! Saat kita kesana, kalian harus memadamkan apinya secara terus menerus. Berhati-hatilah!”

Setelah dia mengatakan itu, dia memberi ku sinyal dengan matanya sebelum masuk terlebih dahulu. Dengan cepat aku mengikuti Guru Zhen, istana itu menjadi kacau. Guru Zhen menarik seorang penjaga dan bertanya, “Apa yang terjadi?”

Penjaga itu menjawab sambil terengah-engah, “Ada … Ada pembunuh bayaran. Segerombolan orang berpakaian hitam menyerang. Mereka sangat kuat. Para penjaga dan Royal Mage Union menderita luka parah. ”

Guru Zhen dan aku tercengang. Aku bertanya, “Tidak mungkin Duke Te Yi, kan?”

Guru Zhen menjawab, “Masih belum jelas. Ayo cepat ke dalam istana. Mereka pasti ada di sini untuk membunuh Kaisar. ”

Guru Zhen dan aku menuju ke dalam istana. Tiba-tiba ada beberapa orang berpakaian hitam berkelahi dengan orang-orang Mage Union di depan kami.

Guru Zhen berteriak, dan sebuah sihir dimensi di keluarkan.

Ada lima orang berpakaian hitam. Ketika mereka melihat kami datang, dua orang dari mereka berpencar. Ada kabut hitam tebal yang ada pada tangan mereka. Aku berteriak, “Guru Zhen, ini sihir elemen kegelapan. Hati-hati! “Setelah aku mengatakannya, aku langsung melemparkan pisau cahaya pada mereka. Elemen cahaya dan kegelapan berlawanan. Sihir musuh tak sekuat sihirku, dan kabut hitam itu langsung menghilang. Sisanya diserap oleh sihir dimensi Guru Zhen.

Aku dan Guru Zhen sama-sama merasa sangat terkejut dan berteriak bersamaan, “Iblis!”

Musuh dengan pakaian hitam yang menghadap kami pun berkata, “Sudah terlambat meski sekarang kalian tahu. Kaisar kalian mungkin sudah kami bunuh. Ha ha!”

Aku dan Guru Zhen tahu saat itu waktunya mendesak. Aku berkata, “Aku akan menyerahkan urusan ini pada anda. Aku akan menghadapi ketiga lainnya.” Dengan kekuatan Guru Zhen, meski lawannya menggunakan sihir elemen kegelapan, mereka masih bukan tandingannya.

Aku menggunakan teleportasi untuk melewati mereka dan menuju ke tiga pasukan iblis lainnya. Hanya ada tiga penyihir dari Royal Mage Union yang terus-menerus bertarung. Mereka akan segera kelelahan. Aku tahu ini bukan saatnya untuk bersikap lunak. Aku mengumpulkan mantra sihir gabungan dan tenaga dalam untuk menjatuhkan mereka semua dengan segenap kekuatanku.

Tiga penyihir itu segera mengirim salah satu dari mereka untuk mencoba dan menahan serangan pedang cahaya yang telah ku lemparkan. Kekuatan mantra sihir gabungan menembus mantra pertahanan mereka hingga menebasnya menjadi dua.

Aku mengangkat tongkat Sukrad tinggi-tinggi dan membaca mantra, “Elemen Cahaya, kawanku, turunkan cahaya sucimu dan musnahkan musuh-musuh dihadapanku!” dengan pengalamanku dalam bertarung dengan ras iblis, entah sihir pertahanan maupun serangan berelemen cahaya, yang pasti sihir ini akan membuat mereka terluka parah.

Kedua Gold Dan di tubuhku berputar dengan cepat. Cahaya emas bergejolak keluar dari tubuhku dan menyerang seperti kilat. Aku menggunakan mantra sihir pertahanan jadi aku tidak khawatir akan melukai Royal Mage Union. Meskipun serangan itu adalah sihir tingkat tinggi, tapi aku telah menggunakan semua kekuatanku.

Kedua penyihir yang musnah dengan mengenaskan di bawah cahaya suci. Seluruh tubuh mereka nampak terbakar. Mereka terbakar dengan cepat dan menjadi abu.

Pada saat ini, Guru Zhen telah selesai dengan lawan-lawannya dan berlari menghampiri. Melihat dia, sepertinya dia sudah menghabiskan banyak tenaga. Kami membawa orang-orang dari Mage Union yang lemas tak berdaya di tanah. Guru Zhen dengan cemas bertanya, “Apa yang terjadi? Cepat jelaskan! ”

Penyihir itu mengenali Guru Zhen dan berkata sambil terengah-engah, “Kepala sekolah, anda harus segera pergi! Kami tidak tahu berapa banyak pembunuh yang ada. Mereka semua menggunakan sihir kegelapan dan sangat kuat. Mustahil menghentikan mereka. Royal Mage Union kami telah banyak yang berjatuhan. Mereka mungkin telah menyerang bagian dalam istana.”

Guru Zhen mengatakan padaku, “Zhang Gong, ayo segera masuk.”

Saat kami pergi, Guru Zhen mengatakan kepadaku, “Sihir kegelapan itu terlalu kuat. Dua musuh yang telah berhadapan denganku sebelumnya semestinya adalah penyihir tingkat tinggi. Sepertinya cara terbaik untuk mengalahkan mereka adalah dengan sihir elemen cahayamu. Jangan ragu dan gunakan kecepatanmu untuk menghadapi mereka! ”

Aku menjawab, “Aku mengerti.”

Kami berturut-turut bertemu dengan tiga sampai empat pembunuh bayaran yang berhasil kami kalahkan dengan cepat seperti dedaunan yang terhempas hangin.

Ada istana yang tinggi di depan kami. Guru Zhen berkata, “Ayo cepat pergi! Di hadapan kita pasti istana bagian dalam. ”

Saat kami berlari ke istana dalam, situasinya jauh lebih buruk. Ada 100 iblis berpakain hitam dengan wajah topeng di wajah mereka yang saat ini menyerang istana bagian dalam.

Translator / Creator: Kaho