June 29, 2017

Child of Light – Volume 6 / Chapter 18

 

Warm Familial Love

Aku mempersiapkan sihir permanen di lokasi yang relatif tertutup sehingga aku tidak perlu berjalan dan dapat teleport langsung di sini lain waktu.

Aku menggambar sihir teleport kembali di sebelahnya. Tempat ini jauh dari rumahku. Jadi, untuk pergi pulang ke kediaman keluargaku untuk beberapa hari, aku memutuskan untuk menggunakan sihir teleportasi. Meski jaraknya agak jauh, dengan kekuatan sihirku saat ini, seharusnya tidak ada masalah.

Aku berdiri di tengah sihir teleportasi, mengangkat tongkat sihir Sukrad, dan melantunkan mantra teleportasi. Berbicara tentang tongkat sihir, aku semakin menyukainya. Bukan hanya karena kekuatannya yang sangat besar, tapi juga karena bentuknya yang sangat mengagumkan. Ini adalah tongkat sihir terindah yang pernah ku lihat; Hanya dengan memegangnya saja aku terkesan.

Saat aku melantunkan mantra teleportasi, batu permata yang ada pada tongkat sihir Sukrad bersinar dengan cahaya emas sebelum sihir teleportasi aktif. Pengalaman dalam menggunakan sihir teleportasi juga berbeda berkat tongkat sihir Sukrad. Tongkat ini mengeluarkan pelindung cahaya emas yang melindungi diriku agar tidak terombang-ambing dan terseret-seret.

Aku telah sampai di tempat tujuan, kampung halamanku, dengan perasaan tenang.

Berdiri pada lingkaran sihir teleportasi yang telah kubuat sebelumnya, aku mengarahkan pandanganku ke desa kecil yang terlihat lebih makmur dari sebelumnya, hatiku dipenuhi kehangatan. Aku berteriak, “Ibu, Ayah, aku kembali!”

Aku berpegangan pada tongkat sihir Sukrad dan berlari menuju desa. Tongkat Sukrad memiliki beberapa hal khusus, sehingga aku tidak dapat menyimpannya pada ruang dimensi penyimpananku, aku hanya bisa memegangnya dengan tangan.

Ketika penduduk desa melihatku, mereka menyapaku dengan penuh semangat. Karena kemampuan sihirku yang luar biasa dan dengan statusku sebagai murid Royal Advanced Magic Academy, aku telah menjadi tokoh terkenal di desa ini. Aku bahkan belum sampai di pintu masuk rumah saat orang tuaku keluar menyambutku. Ini mungkin karena aku telah memberi mereka sejumlah uang sehingga mereka tidak perlu bekerja lagi dan bisa tinggal di rumah saja untuk melatih sihir mereka.

Aku berteriak penuh semangat, “Ayah, Ibu, aku pulang!”

Ibu menangis saat memelukku. “Nak, akhirnya kau kembali. Ibu sangat merindukanmu setengah tahun terakhir ini. ”

Kepala desa datang. “Zhang Gong, kau adalah kebanggaan desa kami. Aku akan pergi dan mempersiapkan makan siang untuk kalian bertiga di rumahku dan acara penyambutan. ”

Aku berkata sambil tersenyum, “Bagaimana ya? Ini akan terlalu merepotkan untuk anda. ”

Kepala Desa menjawab, “Bagaimana bisa merepotkan? Jangan sungkan. Ayah Zhang Gong, dan kalian semua juga datang. ”

Ayah menjawab, “Baiklah! Kami berterima kasih atas keramahan anda. ”

Kepala Desa dengan perasaan senang pergi. Tinggal para penduduk desa yang mengerumuni keluarga kami yang hanya tiga orang ini, terutama aku. Mereka terus bertanya kepadaku. Antusiasme mereka terhadapku tak tertahankan. Ketika beberapa orang melihat tongkat sihirku yang indah, mereka melihat-lihatnya. Kepalaku pusing karena aku belum pernah menghadapi situasi seperti itu sebelumnya dalam hidupku. Ini benar-benar ketakutan manusia saat menjadi terkenal, seperti babi yang takut menjadi gemuk.

Ini benar-benar bahkan lebih melelahkan daripada bertarung dalam pertempuran berturut-turut. Akhirnya, aku bisa melarikan diri pulang bersama orang tuaku.

Aku tersadar saat setelah pulang di rumah bahwa rumaku berbeda sepenuhnya. Rumahku tiga kali lebih besar. Ruangannya juga berubah dari empat ruangan menjadi delapan ruangan. Bagian tengah ruang tamu menjadi lapang dan terang. Dengan keheranan aku bertanya pada ayahku, “Ayah, mengapa rumah kita menjadi seperti ini? Apakah ayah membelanjakan uangnya untuk ini?” Uang yang kuberikan kepada mereka cukup untuk membangun rumah semacam ini. Namun, seperti ini bukanlah sifat ibu dan ayah. Mereka biasanya lebih suka menjalani kehidupan yang sederhana.

Ayah tersenyum kecil, “Ibumu dan aku tidak akan pernah menyia-nyiakan uangmu untuk hal seperti ini, rumah kita sebelumnya sudah cukup untuk kita. Perluasan ini diberikan untuk kita oleh Kepala Desa. Awalnya aku menolak, tapi Kepala Desa mengatakan bahwa rumah tersebut kurang layak saat kau menikah di masa depan dan bersikeras untuk membantu. Kau lihat seberapa besar sekarang, bagaimana membersihkannya dan kita tidak berhutang apapun pada mereka.”

Jadi, ada banyak manfaat memiliki sihir yang kuat, bahkan rumah pun direnovasi. Aku bertanya, “Apakah ada sesuatu yang diinginkan oleh Kepala Desa dan yang lainnya dariku? Jika tidak, mengapa mereka mendekati ayah dan ibu seperti ini? ”

Ibu menggelengkan kepala dan menjawab, “Tidak. Namun, sejak kau menjadi sangat hebat, standar hidup dan derajat kita berubah total. Saat ini, selain rumah Kepala Desa, rumah kita adalah yang terbesar dan penghargaan yang diterima dari seluruh desa sangat banyak. ”

Aku menjawab sambil tersenyum, “Bukankah itu bagus?”

Ayah menjawab, “Bagus bagaimana? Menjadi banyak perhatian orang sangat tidak nyaman.”

Aku menjawab, “Jika ayah dan ibu tidak terbiasa dengan kehidupan disini, aku bisa membawa ayah dan ibu untuk tinggal di tempat lain. Kita bisa mengembalikan rumah ini kepada mereka. ”

Ibu menggelengkan kepalanya. “Ayahmu dan aku sudah tua, tempat ini memiliki perbukitan dan air jernih, kami tidak akan pergi ke mana-mana. Kami tahu bahwa kau tidak akan tinggal di sini di masa depan, tapi kau harus sering mengunjungi kami. Kami tidak meminta apapun padamu. ”

Aku mengangguk dan memeluk ibuku. “Bu, aku akan melakukannya. Jika aku menikah di masa depan, aku akan meneladani ibu dalam mencari tempat dengan lingkungan yang baik untuk menetap. Bila waktunya tiba, aku akan mengajak ibu dan ayah untuk melihat-lihat, dan ibu dan ayah bisa pindah untuk tinggal bersamaku jika ibu dan ayah menyukai tempat itu. ”

Ayah menggoda, “Anak baik! Dari kata-katamu, sepertinya kamu sudah memiliki pasangan. ”

Wajahku memerah. “Jangan menghayal. Aku bahkan belum melakukan apapun. ”

Ibu langsung memahami kondisinya dan dengan penuh semangat menjawab, “Cepat beritahu ibu dari keluarga siapa gadis itu!”

Aku tersenyum kecl, “Aku juga bahkan tidak tahu dari keluarga mana dia berasal. Aku hanya bisa mengatakan bahwa dia adalah teman sekelasku di akademi. Namanya Mu Zi Mo. Dia tidak terlalu cantik, tapi memiliki kepribadian yang baik. ”

Ayah tertawa , “Aku tidak terlalu bermasalah apakah dia cantik atau tidak, asalkan dia memiliki kepribadian yang baik. Lihatlah ibumu, meski dia tidak cantik, aku masih mencintainya selama bertahun-tahun. Ha ha!”

Mendengar perkataan ayah, ibu mengerutkan dahinya. Sepertinya dia akan marah. Namun, setelah mendengar kalimat terakhir, dia tidak jadi marah. Dia dengan marah berkata, “Kamu pikun! Jika aku tidak cantik, apa kamu yang cantik? Ayah tidak sadar dirimu sendiri. ”

Ayah tidak membalas perkataan ibu, “Nak, apakah kamu lelah? Kamu harus istirahat. ”

Aku menggelengkan kepala. “Ayah, aku sama sekali tidak lelah karena aku menggunakan sihir teleportasi untuk pulang di sini, jadi perjalanannya sangat singkat.”

Ayah berkata dengan takjub, “Dimana kamu gunakan sihir teleportasi itu? Sihir itu semestinya adalah sihir tingkat tinggi. ”

Aku mengangguk. “Tidak terlalu jauh. Kemampuan anak ayah sekarang luar biasa. Itu mudah. ”

 

Translator / Creator: Kaho