June 19, 2017

Child of Light – Volume 6 / Chapter 16

 

The Holy Sword’s Handle

Aku tidak berani meremehkannya. Aku langsung membaca mantra. Ketika aku membaca mantra, naga itu melafakan sesuatu. Ini buruk Itu adalah mantra sihir dalam bahasa naga. Aku hanya terpaku karena aku tidak tahu apakah kekuatanku akan cukup kuat untuk menghalau serangannya.

Aku akan mempertaruhkan segalanya dengan pertukaran satu ini, “Elemen cahaya, teman-teman terhebatku, aku mohon padamu untuk menggunakan kekuatanmu membentuk sinar cahaya tanpa batas membentuk bintang-bintang kecil yang akan melenyapkan musuhmu, Bright Star Shine!”

Dengan cepat aku mengumpulkan elemen-elemen cahaya di sampingku dan membentuknya menjadi bintang-bintang di hadapanku, membentuk lapisan demi lapisan pertahanan. Dengan tenang aku merasa sedikit lega.

Pada saat ini, seluruh tubuh naga hijau diterangi dengan cahaya hijau. Matanya menjadi lebih tenang. Dia tertawa kecil dan berkata padaku, “Sudah 10000 tahun sejak aku terluka, tidak termasuk karena Sang Dewa dan Peperangan Monster sebelumnya. Aku akan membuatmu melihat kekuatan sejati klan Naga. ”

Ini mengerikan cahaya hijau di seluruh tubuhnya membentuk gelombang besar yang bergerak ke arahku. Aku segera mengumpulkan bintang-bintang di depanku dan melepaskan mantra sihir gabungan yang kedua.

Saat sihir dan tenaga dalam sihir gabungan cahaya dan gelombang dari naga hijau tersebut bertabrakan, gelombang tersebut tak terbendung hingga menembus kekuatan putih dari sihir gabungan dan menabrak pertahanan bintang-bintang.

Bintang-bintang itu untuk sementara mampu menahan gelombang serangannya namun kekuatannya semakin melemah. Ketika bintang-bintang tersebut bertabrakan dengan gelombang serangannya, hingga mengeluarkan suara “Zzziii! zZiii! “.

Aku tahu bahwa pertahanan bintang ini tidak akan mampu menahan serangan tersebut jadi aku segera melepaskan mantra pertahanan Holy Sword dan juga mengumpulkan tenaga dalam pada tubuhku.

Gelombang serangan yang semakin menekan tersebut berhasil menembus pertahanan bintang-bintang dan dengan kuat menabrak pertahanan terakhirku. Aku tidak terkena serangan, tapi terpental bersamaan dengan kekuatannya.

Bahkan dalam situasi seperti itu, aku masih belum mampu menembus kekuatan yang sangat kuat ini. “Hong!” Aku menabrak pembatas arena berwarna emas yang telah dibuat oleh Raja Naga. Karena benturan tersebut, hingga membuat pembatas tersebut bergetar. Aku memuntahkan darah dari mulutku karena luka parah.

Aku telah menggunakan semua kemampuanku untuk menahan sekuat tenaga tekanan serangan naga hijau akan tetapi tetap terluka parah juga. Sekali lagi aku merasa betapa kuatnya kekuatan naga.

Naga hijau juga terkejut bahwa aku mampu menahan serangannya. Dia segera menyergapku, bersiap-siap untuk menyerangku hingga membuatku benar-benar kehilangan kekuatan bertarungku.

Ini sama seperti pertandingan terakhir kompetisi Advanced Academies. Sekali lagi aku bertemu ketakutan menghadapi kematian. ‘Xiao Jin, apa benar-benar tidak mungkin aku bersamamu?’ Hatiku terasa tercabik-cabik. Pada saat yang krusial, aku juga merasakan bahwa kekuatan Holy Sword di tubuhku melonjak. Aku tahu bahwa pada saat-saat krusial, Holy Sword akan terbangun untuk sementara waktu kembali. Mataku telah berubah berwarna emas sepenuhnya bersama dengan kekuatan Holy Sword yang terpancar keluar dari tubuhku.

Apa yang berbeda dari sebelumnya adalah bahwa sekarang aku memiliki beberapa pengetahuan tentang bagaimana menggunakan Holy Sword jadi aku mampu mengendalikannya. Tubuhku melayang dan bersinar dengan sinar cahaya emas. Pedang cahaya berkumpul di hadapanku sama seperti sebelumnya. Kekuatan yang dipancarkan oleh Holy Sword jauh lebih kuat. Naga hijau tersebut telah merasakan tekanan yang sangat kuat, tapi dia tahu mustahil baginya untuk mundur. Tidak ada cukup waktu baginya untuk mengeluarkan mantra sihir naga yang lain. Dia menggertakkan giginya lalu melingkarkan tubuhnya seperti bola hingga akhirnya dia dengan cepat melesat ke arahku dengan bagian punggungnya yang menghadap ke arahku.

Dengan sekali perintah, pedang cahaya melesat. Raja Naga berteriak dari luar arena. Dia sudah menyangka ada yang tidak beres. Kekuatan tersebut membuatnya merasa terancam. Untuk melindungi keselamatan naga hijau tersebut, dua sinar cahaya keluar dari dua tanduk naga yang besar itu. Satu di arahkan untuk untuk menghentikan pedang cahayaku dan satunya mengarah pada naga hijau tersebut.

Cahaya emas dari Raja Naga dan pedang cahayaku bertabrakan terlebih dahulu. Dengan kemahadahsyatan Raja Naga, akan tetapi karena menggunakan kekuatannya dengan terburu-buru, ia hanya mampu memperlambat pergerangan pedang cahaya tersebut. Pedang cahaya sedikit melambat dan seiring dengan musnahnya cahaya emas Raja Naga hingga akhirnya terus melesat menuju naga hijau.

Raja Naga berteriak, “Xiao Qing, hati-hati!” Meskipun ia telah memperingatkan naga hijau, ia tahu bahwa dengan segenap kekuatan yang dimiliki oleh naga hijau tetap saja mustahil baginya untuk menahan kekuatan pedang cahaya itu. Juga sudah terlambat baginya untuk mengumpulkan lebih banyak kekuatan. Ada rasa sakit yang terpancar dari mata Raja Naga. Dia tidak pernah menyangka bahwa aku mampu menggunakan God King Radiant Holy Sword, meski Holy Sword hanya separuh kekuatan yang mampu kubangkitkan, aku juga hanya menggunakan sedikit kekuatannya.

Seiring serangan Holy Sword yang akan mengenai naga hijau, dengan perlahan aku memindahkan serangan Holy Sword ke atas dan ke kiri sebelum dengan cepat menjauhkannya. Aku mencetak serangan yang indah sama seperti saat naga hijau itu yang dulu menggunakan ekornya untuk menyerangku.

Tubuh naga hijau besar itu menerobos penghalang Raja Naga sebelum benar-benar menabrak dinding batuan. Dengan tubuhnya yang kuat, dia seharusnya tidak berada dalam bahaya.

Aku tidak punya waktu untuk tertawa karena aku telah menggunakan seluruh kekuatanku. Raja Naga mengeluarkan beberapa kekuatannya untuk menangkapku yang terjatuh dari langit. Berkat pemulihan Raja Naga, aku merasa jauh lebih baik. Aku telah mengetahui beberapa kekuatan pada tubuhku. Dengan tubuh yang masih lemah aku berkata, “Raja Naga, apakah ini bisa dikatakan aku lulus ujian?”

Raja Naga mendesah. “Aku tidak pernah menyangka bahwa Sang Dewa telah memberikan Radiant Holy Sword. Terima kasih telah menahan diri. ”

Aku tersenyum, “Anggota klan naga anda sangat sedikit. Selain itu, aku tidak memiliki dendam mendalam terhadapnya. Kenapa aku harus mengambil nyawanya? ”

Raja Naga menjawab, “Sejujurnya, aku melakukan tes ini hanya untuk mencoba menyulitkanmu, aku dan Xiao Bai, ah tidak! Kudengar kau memberinya nama White Queen, yang enggan berpisah dengan anak kami. Apakah kau tahu mengapa dia meninggalkan Dragon Valley sebelumnya? Itu karena Sang Dewa. Ia mengatakan bahwa siapapun yang bisa menetaskan telur naga, maka dia akan mewarisi kekuatan Dewa. Begitulah, anak kami terpisah dari kami. Kali ini, kau telah mengirimnya kembali dengan sangat berat. Namun kami juga tidak ingin berpisah darinya. ”

Aku mengangguk. “Aku mengerti perasaan anda. Orang tua macam apa yang tidak ingin anak mereka berada di samping mereka? Bagaimana dengan ini? Setelah Xiao Jin membantuku untuk menyelesaikan segalanya dengan Raja Monster, aku akan membiarkan dia kembali ke Dragon Valley untuk menemani kalian semua. Aku juga akan sering datang berkunjung. Jika dia merindukanku, dia juga bisa datang untuk menemuiku.” Xiao Jin adalah anak mereka. Orang tua mana yang ingin dipisahkan dari anak mereka?

Raja Naga dengan senang hati mengangguk. “Itu sangat bagus! Aku mewakili klan naga berterima kasih untuk itu. “

Translator / Creator: Kaho