June 12, 2017

Child of Light – Volume 6 / Chapter 14

 

Naming Dragons

Karena dia telah meminta maaf, apa lagi yang bisa kukatakan? Aku mengusap pantatku sebelum berdiri. “Mengapa naga bodoh itu memanggilmu Xiao Xiao Lan?”

Naga biru itu menjawab, “Begitulah cara kami saling memanggil di sini. Kami saling memanggil berdasarkan warna. Mari gunakan naga hijau itu sebagai contohnya. Raja Naga akan memanggilnya Xiao Xiao Qing. Naga dari spesies yang sama, tapi lebih muda satu generasi, akan dipanggil Xiao Xiao Qing, oleh karenanya akulah yang menyedihkan Xiao Xiao Lan.” Saat dia mengatakan itu, dia menatapku dengan sedih.

Dengan penasaran aku bertanya, “Bagaimana jika ada dua naga dari spesies yang sama dalam satu generasi?”

Ekspresi naga biru itu menjadi muram. “Pada klan naga kami, itu jarang sekali terjadi. Setiap spesies umumnya hanya memiliki satu ahli waris. Jika dua naga benar-benar muncul pada generasi yang sama seperti yang apa yang kamu katakan, mereka akan disebut Xiao Xiao X1 dan Xiao Xiao X2. Meskipun aku sudah berusia 8000 tahun, aku masih lebih muda satu generasi dari Xiao Qing. Namun, aku adalah sosok yang terkenal sebagai generasi termuda klan naga.” Saat dia mengatakan itu, dia menunjukkan sebuah postur yang menurutnya terlihat sangat keren.

Aku ingin jatuh dan pingsan. Naga ini benar-benar tidak beradab. Untuk bermaksud baik aku bertanya, “Bagaimana kalau aku memberimu nama baru? Xiao Xiao Lan kurang terdengar bagus.”

Naga biru langsung menjadi senang. “Ah! Kawan, aku sangat berterima kasih. Tolong cepat beri aku nama. ”

Aku berpikir dan menjawab, “Aku akan memanggilmu Ice Blue. Bagaimana? Apakah itu cukup mengesankan? ”

Naga biru diam-diam mengucapkan nama itu. “Ice Blue… Ice Blue .. Wah! Itu sempurna! Aku punya nama sendiri aku memiliki nama saya sendiri.” Saat dia mengatakan itu, dia berbalik dan lari.

Aku berteriak dari belakang, “Hei! Tolong bawakan aku makanan!” Aku bahkan tidak tahu apakah dia mendengar suaraku atau tidak, aku menggelengkan kepalaku sebelum aku kembali masuk ke lubang dimana pertama kali aku terbangun.

“Bagaimana aku bisa menang melawan naga hijau bodoh itu? Kekuatannya terlalu kuat. Bahkan meski aku bekerja sama dengan Xiao Jin untuk melawannya dengan segenap kekuatan kami, kami masih tidak mungkin bisa mengalahkannya. ‘

Aku hanya punya waktu satu bulan. Bahkan jika aku mengalami peningkatan yang begitu cepat, masih mustahil untuk mengalahkan naga itu. Aku tidak pernah berpikir bahwa aku yang seorang Master, tidak mampu mengalahkan seekor naga. Raja Naga mengatakan bahwa pertahanan sihir mereka sangat bagus. Dia pasti tidak bohong. Setiap mantra sihir yang lebih rendah dari mantra sihir tingkat lanjut tidak akan berguna melawan mereka.

‘Jika aku ingin mengalahkannya, aku harus bergerak saat aku melawannya. Tubuhnya begitu besar. Kelincahannya pasti akan lebih rendah dariku. Aku harus menjadi orang pertama yang menyerangnya selama pertarungan dengan menggunakan teleportasi jarak pendek untuk memukulnya. Setelah itu, diam-diam aku akan menggunakan Light Sword. Tetapi, kekuatan serangan Light Sword cuma menjadi rasa gatal saja baginya. Apa yang harus dilakukan? Dia pasti tidak akan memberiku kesempatan untuk melafalkan mantraku. Sepertinya aku hanya bisa menggunakan serangan gabungan sihir dan tenaga dalam. Mungkin aku punya kesempatan. Pencapaian akhir dalam bulan ini adalah untuk memperkuat kekuatan serangan gabungan sihir serta tenaga dalam dan mengurangi waktu prosesnya. Aku hanya bisa melihat takdirku setelah itu. ”

Dengan adanya pencapaian, perasaanku menjadi lebih baik. Tepat ketika aku ingin bersiap dan mulai berlatih, tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang mirip dengan gempa.

Seluruh lantai dibanjiri dengan suara “Hong! Hong!”. Kedengarannya seperti awan guntur lebat yang datang.

“Apa yang sedang terjadi?” aku menggunakan mantra teleportasi jarak pendek untuk keluar dari lubang. Aku kaget melihat apa yang aku lihat di hadapanku.

Aku melihat semua jenis naga. Sepertinya mereka bekisar 200. Sepertinya seluruh kekuatan klan naga telah berkumpul. Ada yang terbang dan ada yang berdiri. Ukuran dan bentuknya berbeda, tapi semuanya menakutkan dengan kebesaran mereka.

Yang mengejutkanku adalah bahwa target mereka sepertinya adalah diriku saat mereka membentuk lingkaran yang besear di sekitarku dan perlahan bergerak ke arahku. Ada sorotan aneh dari semua mata naga itu. Mereka sepertinya ingin melahapku.

Jangankan aku, bahkan Sang Dewa pun bila melihat begitu banyak naga, pasti dia juga akan pusing.

Aku terpaksa tersenyum dan berkata, “Wah! Salam untuk kalian semua. Aku baru saja tiba dan menantikan nasehat kalian semua. ”

Kerumunan naga mengacuhkanku dan terus mengelilingiku. Ini buruk. Tidak mungkin mereka menganggapku sebagai makanan pencuci mulut kan? Tapi aku juga sangat kecil. Mungkin aku tidak akan membuat kenyang satu naga pun dan jumlah mereka juga banyak. Bagaimana mereka membagiku? Hal seperti itu tidak seharusnya terjadi. Mungkinkah naga hijau bodoh itu yang memanggil mereka? Itu juga sepertinya tidak. Satu-satunya yang bisa menggerakkan seluruh klan naga  seharusnya adalah Raja Naga. Naga hijau tidak memiliki kemampuan seperti ini.

Ketika kerumunan itu mengelilingiku, empat ratus mata-mata yang besar bertemu dengan mata kecilku. Dengan waswas aku berkata, “Apa yang kalian inginkan? aku adalah tamu Raja Naga, jadi kalian tidak bisa berbuat semau kalian.” Melihat bahwa mereka tidak menjawab dan semua cakar naga mereka mulai keluar, aku tahu ini akan menjadi buruk. Mereka pasti datang kesini karena masalah kekuatan hidup Xiao Jin. Aku segera berkata, “Wah! kawan, jika kalian ingin melampiaskan amarah kalian, tolong biarkan aku tetap hidup, dan juga jika kalian ingin memukulku tolong jangan pukul wajahku.” Setelah aku mengatakannya, aku berjongkok dan menggunakan semua kekuatan sihirku untuk melindungi seluruh tubuhku.

Setelah sekian lama, masih belum ada jawaban. Mereka masih menatapku seperti sebelumnya. Tiba-tiba, ada gerakan dari dalam kerumunan naga dan naga biru yang berlari sebelumnya menerobos ke tengah bersamaku.

Beberapa naga kecil di samping membuat beberapa suara ke arahnya. Ice Blue menghela nafasnya dan berkata, “Serahkan padaku!” Aku tidak tahu apa yang baru saja dia janjikan kepada mereka.

Setelah Ice Blue mengatakan itu, dia berjalan mendekat dan menurunkan kepalanya yang besar dan sepertinya ingin memohon sesuatu. “Kawan, nama yang kamu berikan kepadaku telah tersebar. Selama bertahun-tahun, anggota klan kami tidak pernah memiliki nama sendiri. Bisakah kamu juga … .. ”

Ohh! Jadi untuk ini. Aku menyeka keringat dingin dari dahiku dan menenangkan diri. Aku menjawab sambil tersenyum, “Memberi mereka semua nama? Tidak akan ada masalah. Jangan khawatir aku terkenal karena tampan, luar biasa anggun, bersahaja dan merupakan penyihir yang kuat dan sangat cerdas di antara manusia. Bagaimana ini bisa menjadi sebuah masalah bagiku? ”

Ice Blue tertegun dan bertanya, “Apa maksudnya tampan, luar biasa elegan, bersahaja dan penyihir kuat serta cerdas?”

Aku terjungkal. Aku tersenyum canggung, “Itu semua adalah ungkapan yang menggambarkan sesuatu yang baik. Baiklah. Jangan terus membicarakan hal itu. Apakah mereka semua ada di sini untuk mendapatkan sebuah nama? ”

Semua naga besar dan kecil bersamaan mengeluarkan raungan yang sangat panjang. Mereka telah menjawab pertanyaanku. Suara itu cukup keras untuk menggulingkan gunung-gunung dan mengacaukan lautan.

Aku tersentak kaget dan berkata, “Baiklah. Tolong pelankan suara kalian. Kalian menakutiku sampai mati. Kalian bisa maju ke depan sesuai dengan umur kalian, dari yang termuda sampai yang tertua. ”

Naga-naga dengan kekuatan dahsyat ini seperti bayi-bayi yang patuh karena menginginkanku memberikan mereka nama yang baik. Setiap naga datang menatapku dengan penuh harapan. Bahkan tidak ada sedikit pun tatapan penuh kesombongan.

“Kamu di selimuti dengan sisik merah dan ada tiga tanduk kecil di punggungmu. Semburan nagamu adalah api. Kamu terlihat sangat berani dan kuat sehingga aku akan memberimu sebuah nama, Flamy. ”

“Sisikmu berwarna ungu, ……, aku akan memanggilmu Purple Dream.”

Translator / Creator: Kaho