June 9, 2017

Child of Light – Volume 6 / Chapter 13

 

The Dragon’s Conditions

Dengan tegas aku berkata, “Jika seseorang ingin menyakiti Xiao Jin, langkahi dulu mayatku.”

Raja Naga mengangguk lega sebelum berkata, “Bagus. Syarat kedua adalah bahwa tidak peduli apapun yang akan terjadi di masa depan, kau harus mampu menjadi pelindung klan nagaku dan juga tidak mengekspos rahasia klan naga pada ras lainnya. ”

Aku menjawab, “Tentu saja, aku pasti tidak akan mengatakan sepatah katapun.”

Raja Naga terus berkata, “Syarat ketiga adalah bahwa kau harus membawa anakku kembali untuk mewarisi posisi Raja Naga.”

Setelah mendengar syarat-syarat tersebut, aku hanya mampu tertegun. “Aku akan menepatinya. Apakah itu juga termasuk syaratnya? ”

Raja Naga tersenyum kecil, “Iya itu termasuk syaratnya, dan juga yang paling penting. Tahukah kau, bahkan jika kita berhasil memusnahkan Raja Monster, umurmu sebagai manusia hanya 100 tahun sementara klan naga kami memiliki umur hingga sekitar 10.000 tahun. Begitu kau meninggal karena usia tua, dengan perasaan yang dimiliki anakku padamu, dia pasti ingin mati bersamamu. Karena itu, lima cakar emas nagaku akan berakhir dengan kematiannya. ”

‘Ah! Apakah itu yang terjadi? ‘Aku memikirkan perasaan Xiao Jin, seperti yang dikatakan Raja Naga itu.

Aku menghela nafas dan berkata, “Raja Naga, anda harus yakin bahwa aku pasti akan membawa Xiao Jin kembali untuk mewarisi posisi anda.”

Raja Naga mengerutkan kening dan menjawab, “Jangan menyetujuinya begitu cepat! Meskipun percakapanku dengan Xiao Jin tidak banyak, aku dapat melihat bahwa dia sangat keras kepala dan tidak akan mudah untuk diyakinkan. ”

Aku tersenyum dan menjawab, “Aku punya rencana tersendiri untuk masalah ini.”

Raja Naga yang masih khawatir berkata, “Katakan padaku rencanamu.”

Aku menggunakan suara yang sangat lembut saat aku menceritakan rencanaku kepadanya. Raja Naga tertawa. “Kau benar-benar jahat. Aku bisa merasa sedikit lega jika seperti itu. Namun, aku masih belum puas hanya dengan ucapanmu untuk syarat yang pertama. Kau harus menjalani tes dariku. ”

“Ujian? Tes apa itu?”

Raja Naga itu tersenyum sinis. “Kau bisa memilih siapa saja dari delapan tetua klan nagaku dan hanya jika kau mampu mengalahkannya, kau bisa pergi.”

Wah! Dia benar-benar kejam dan masih berbicara tentangku. Aku menjawab bingung, “Mereka semua sangat kuat. Bagaimana aku bisa melawan mereka? ”

Raja Naga itu menjawab, “Itu bukan terserah pada dirimu. Aku akan memberimu waktu sebulan untuk meningkatkan kemampuamu. Setelah itu, kita akan memulai pertandingannya. Sedangkan untuk anakku, dia tidak akan bisa meninggalkan tempat ini untuk sementara waktu. Aku akan membutuhkan waktu setahun untuk memulihkan kekuatan hidupnya dan membuatnya menjadi Raja Naga sejati. Setelah menyelesaikan tugasku, aku akan langsung mengirimnya untuk mencarimu. Tentu saja, pertama-tama kau harus menyelesaikan tes yang baru saja ku berikan padamu.” Dari perkataannya, hal tersebut untuk meningkatkan kekuatan Xiao Jin.

Apakah aku mampu bertahan pada kesempatan melawan tetua klan naga yang kuat? Wajahku langsung berubah menjadi hijau seperti labu pahit. Namun, demi Xiao Jin, aku harus mencobanya. Aku mengertakkan gigi dan menjawab. “Baiklah. Aku akan bertarung dengan naga hijau itu.” Seperti yang ku katakan, aku menunjuk naga hijau besar yang berdiri tak jauh dari situ.

Raja Naga tertegun dan berkata, “Xiao Qing adalah yang terkuat di antara para tetua klan naga. Apakah kau ingin mempertimbangkannya kembali? ”

Aku menjawab dengan tekad bulat, “Aku tidak perlu mempertimbangkannya lagi. Aku memilihnya.” ‘Hmph! Naga hijau bodoh kau yang pernah melukaiku, aku pasti mempermalukanmu.’

Raja Naga menjawab, “Baguslah! Aku akan memberimu waktu satu bulan. Setelah sebulan, kita akan bertarung di luar. Di bulan ini, kau harus bekerja keras. Jika tidak, kau pasti tidak bisa mengalahkan Xiao Qing. Xiao Qing terkenal dengan tubuh besinya. Keistimewaannya adalah serangan fisik. Dia bisa menangani 100 raksasa tanpa ada kesulitan. Dari apa yang ku dengar dari anakku, kau adalah seorang penyihir. Kau harus ingat bahwa pertahanan sihir naga kami sangat kuat. Baiklah! Aku akan meninggalkanmu sekarang. Kau akan tinggal di lubang tempat kau masuk sebelum datang ke sini. Jika kau memiliki masalah, kau bisa mencari Xiao Qing. Aku pergi dulu untuk merawat anakku.”

Aku menjawab, “Aku mengerti. Terima kasih.” Setelah mengatakan itu, aku pergi dengan naga hijau. Saat mereka berjalan, naga hijau itu berkata. “Haa! Sudah lama sekali aku sejak aku masih bisa menggunakan kekuatanku. Tulang-tulang tuaku yang lelah akhirnya bisa bergerak. Anak muda, meskipun kau begitu kecil, kau tampaknya akan menjadi lawan yang kuat. Kau harus berlatih keras di bulan ini agar tidak mengecewakanku.” Setelah dia mengatakannya, dia mencubit-cubitkan cakar naganya dengan ekspresi gembira. Kehidupan klan naga sangat biasa saja sehingga dengan adanya aku yang mewarnainya, membuat dia benar-benar merasa senang.

Melihat ekspresinya, jelas bahwa dia sudah memperlakukanku seperti samsak. Dengan nada dingin aku berkata, “Xiao Qing, tunggu saja dan lihat bagaimana aku akan menghadapimu.”

Ketika Raja Naga sebelumnya memanggilnya Xiao Qing, dia sedikit kurang senang. Raja Naga masih lebih tua darinya, jadi dia tidak berani mengatakan apapun. Dengan cara memanggilku, dia mengamuk marah dan berteriak, “Aku tidak mengijinkanmu memanggilku Xiao Qing! Aku jauh lebih tua darimu. Ku berasal dari generasi muda. Bagaimana kau bisa bersikap sekurang ajar ini? ”

Aku menjawab, “Siapakah yang generasi mudamu? Xiao Qing, cepatlah cari sesuatu untuk kumakan.”

Naga hijau dengan marah berjalan mengitariku, tapi tidak berani memukulku. Dia berkata dengan sangat emosi, “Anak muda! Sekarang kau sangat liar dan kurang ajar. Aku akan berhadapan denganmu setelah satu bulan.”

Kami telah keluar dari lubang pada saat itu. Naga hijau itu kemudian memanggil naga biru kecil di atas. “Xiao Xiao Lan, aku akan menyerahkan anak nakal ini padamu. Kamu harus memenuhi semua kebutuhannya. Aku akan pergi dulu dan kamu juga harus ingat untuk melindunginya.”

Saat naga biru melihat naga hijau pergi, dengan rasa tidak senang dia berkata, “Dia melepas tanggung jawabnya padaku lagi. Apa salahku? ”

Aku menyapanya dengan ramah. “Saudaraku sang naga, bisakah kamu memberiku makan?”

Naga biru itu menatapku dengan rasa ingin tahu dan menjawab. “Apakah kamu manusia yang membawa kembali Raja Muda kami?”

Aku mengangguk. “Benar! Itu aku, kenapa? ”

Naga biru itu menjawab, “Jadi manusia bentuknya seperti ini. Ini pertama kalinya aku melihatnya.” Saat dia mengatakan itu, dia menggunakan cakarnya untuk menangkapku untuk melihat diriku secara jelas.

Aku tahu bahwa dia tidak ada niat buruk jadi aku tidak menolaknya. Aku tersenyum kecil dan berkata, “Sudahkah kamu cukup melihat? Jika sudah, tolong cepat beri aku makan. Aku harus berlatih sesegera mungkin. Raja Naga telah memberi ku waktu satu bulan sebelum aku harus bertarung dengan naga bodoh itu. ”

Setelah naga biru mendengar kata-kataku, dia kaget. Seiring dia melepas cakarnya, hingga aku langsung terjatuh. Seperti sesuatu yang terjadi tanpa dugaan, akupun terjatuh.

Naga biru itu dengan segera mengepalkan tangannya yang besar dan bertanya, “Apakah kamu baik-baik saja? Aku minta maaf atas apa yang baru saja terjadi. Aku hanya terkejut. “

Translator / Creator: Kaho