June 6, 2017

Child of Light – Volume 6 / Chapter 11

 

Dragon King

Xiao Jin segera mendekatiku untuk melindungiku dan berteriak sedih pada ibunya.

Naga putih besar itu dengan segera berkata, “Ehhh! Ibu tidak melakukannya dengan sengaja. Ayo cepat pergi! ”

Berjajar tiga naga dan manusia terbang menuju lembah.

Ada lubang besar di depan. Naga putih besar itu menggunakan cakar naga untuk menyeretku, yang saat ini terbungkus dalam cahayaku sendiri, dan berhenti. Dia menoleh dan memberi tahu Xiao Jin, “Ini rumah kita. Xiao Qing, ah! Maksudku Paman Hijau Xiao Jin, kau berjaga di depan pintu. Kami akan masuk telebih dulu. Jangan biarkan naga lain datang dan mengganggu kesenagan dan kegembiraan keluarga kami.” Setelah dia mengatakan itu, dia membawa Xiao Jin dan aku masuk.

Di ikuti sosok naga hijau yang mulai tertinggal yang melihat kami semakin jauh, dia menggunakan cakarnya yang besar untuk memukul kepalanya karena merasa kesakitan. Dia bergumam, “Aku … Aku .. aku adalah salah satu dari delapan naga surgawi tertua dari klan Naga. Sekarang aku berubah menjadi naga penjaga pintu. Kakak benar-benar keterlaluan.” Tiba-tiba, sepertinya ia teringat sesuatu yang kemudian gembira lagi. “Ha ha! Aku adalah paman dari Raja Naga generasi berikutnya. Ha ha! Gelar ini tidak dimiliki oleh naga lain. Ha ha! Ini luar biasa aku punya sesuatu untuk dibanggakan di masa depan.” Naga hijau yang berpikiran sederhana itu duduk di depan pintu masuk dan mengawasi sekelilingnya, takut ada seseorang yang datang dan membuatnya gagal dalam menyelesaikan tugas yang diberikan naga putih besar itu kepadanya. Naga ini selalu berada di Dragon Valley sejak lahir. Meskipun dia mengalami penyucian yang tak terhitung jumlahnya, dia masih muda dan kekanak-kanakan.

Seluruh tubuhku terasa sangat sakit, dan sepertinya jantungku telah robek dan paru-paruku hancur. Namun, kekuatan Holy Sword telah melindungi otakku, sehingga aku tidak pingsan. Aku akan segera di pindahkan. Keringatku membasahi seluruh tubuhku.

Xiao Jin merasakan rasa sakitku dan memberikan mantra sihir pemulihan padaku.

Naga putih besar itu terheran, “Nak, kamu juga tahu bagaimana menggunakan sihir? Itu tidak terlalu buruk. Ada sangat sedikit dari kita yang mampu menggunakan unsur sihir. Kebanyakan hanya mengandalkan semburan mereka dan mantra sihir naga. ”

Xiao Jin mengangkat kepalanya dan mengeluarkan beberapa suara.

Naga putih besar itu menatapnya takjub, tapi tidak mengatakan apa-apa lagi.

Lubang itu semakin besar semakin kami melanjutkan perjalanannya. Akhirnya, kami sampai di tempat yang tampak seperti alun-alun yang besar. Naga putih itu berhenti dan berkata dengan penuh hormat, “Raja Naga, aku telah kembali. Anak kita juga telah kembali. ”

Xiao Jin penasaran melihat ke tempat gelap di depannya yang tiba-tiba menyala. Cahaya emas yang menyilaukan muncul bersamaan dengan naga emas yang sangat besar berdiri dihadapan mereka. Walaupun ia hanya berdiri disana, namun tekanan yang sangat kuat langsung memenuhi seluruh lubang. Naga putih besar itu menurunkan kepalanya.

Tubuh naga emas besar itu sekitar 200 meter. Seluruh tubuhnya tertutupi oleh sisik berwarna emas. Ada sepasang sayap dikedua sisinya. Terlihat kedua cakar yang sangat kuat. Dia perlahan menegakkan tubuhnya dan menggunakan dua mata naga yang sangat besar untuk menatap Xiao Jin secara pasti.

Xiao Jin tanpa sadar mengambil dua langkah mundur untuk bersembunyi di balik naga putih besar itu dan menggunakan cakar kecilnya untuk meraih sisik naga putih besar itu.

Naga putih besar itu dengan lembut berkata, “Nak, jangan takut. Dia adalah ayahmu. ”

Suara yang sangat gagah terdengar. Dia dengan tenang berkata, “Anakku, kau telah kembali. Cepatlah kemari ayah ingin melihatmu. ”

Cahaya emas keluar dan menyelimuti Xiao Jin, membawanya mendekat. Hingga semakin dekat dengan Raja Naga, semakin dia merasakan tekanan yang dipancarkan oleh Raja Naga.

Naga putih besar berkata dengan lembut, “Raja Naga, lebih lembutlah sedikit. Jangan menakut-nakuti anak kita. ”

Raja Naga menjawab, “Sebagai anakku dan penerus Raja Naga, bagaimana dia bisa menjadi penakut?”

Setelah mendengar kata-kata Raja Naga, Xiao Jin sepertinya telah mengeluarkan potensi kehebatannya. Dia membusungkan dadanya, dan sinar keemasan bersinar keluar dari matanya yang membentuk lingkaran kekuatan yang mengelilingi tubuhnya, berdiri di bawah kemuliaan Raja Naga.

Raja Naga tampak puas. “Bagus! Anakku yang baik. Ada yang tidak beres. Nak, mengapa tubuhmu begitu lemah? Hmm, apa kamu membawa sesuatu yang lain disini? Aku mencium bau manusia. ”

Naga putih besar itu juga berjalan mendekat dan melewatiku, yang juga ditutupi cahaya putih. “Anak kita mengatakan bahwa ini adalah Tuannya. Dia telah terluka oleh Xiao Qing. Lihatlah.”

Raja Naga tidak marah seperti apa yang telah disangkakan oleh naga putih besar tersebut. Dia menarikku. “Mungkinkah ini sang pewaris cahaya yang telah dibicarakan Dewa, penyelamat dunia, Child of Light?”

Xiao Jin bersiul keras, membenarkan pemikiran Raja Naga. Raja Naga mengerutkan kening dan berkata, “Xiao Qing ini berusia hampir 10000 tahun dan masih saja pemarah. Cedera manusia ini sangat parah.” Setelah dia mengatakan itu, sebuah sinar emas keluar dari tanduk naga dan melilitku.

Aku benar-benar bisa mendengar percakapan mereka tanpa kehilangan sepatah kata pun, tapi aku masih sangat kesakitan hingga aku tak mampu berbicara.

Cahaya emas yang bersinar di tubuhku berasal dari Raja Naga yang memberiku perasaan nyaman. Rasa hangat berangsur-angsur menjadi semakin panas. Seperti rasanya ingin melelehkanku. Tanpa sadar aku menjerit kesakitan.

Xiao Jin tampak tidak sabar dan terus menangis dengan cemas. Naga putih besar itu berkata kepadanya, “Jangan khawatir. Ayahmu mengobatinya. ”

Raja Naga tidak berhenti. Cahaya emas terus menjalar. Akhirnya, di bawah pengaruh kekuatan yang kuat, aku kehilangan kesadaran.

Ketika aku terbangun lagi, saat ini aku berada di lubang batu lain. Naga hijau, yang sebelumnya mencederaiku, berada di sampingku. Ketika dia melihatku membuka mata, dia dengan nada dingin berkata, “Manusia, kau sudah bangun. Aku akan mengajakmu bertemu dengan raja kami.”

Naga bodoh ini yang telah melukaiku ini ternyata masih saja angkuh. Bukankah dia lebih tua dariku? Apanya yang bagus? Aku memeriksa kondisi tubuhku. Meskipun aku masih merasa sedikit lemah, semua tulangku telah terhubung kembali. Perlahan kugerakkan tubuhku. Semuanya normal. Tubuhku juga terasa seperti sedikit lebih ringan.

Aku juga menjawab dengan nada dingin, “Kau naga bodoh, kau menyelinap menyerangku saat aku tidak memperhatikan. Bagaimana kita bisa katakana itu adalah kemampuanmu? ”

Naga hijau itu menggunakan sayapny untuk memukulku dengan lembut, hingga membuatku terhuyung. Aku berkata dengan sedikit marah, “Apa yang kau lakukan?”

Naga hijau mencibir, “Cuma dengan kemampuanmu saja, kau ingin bertarung denganku? Dari bagaimana aku melihatmu, kau ingin cari mati.” Setelah dia mengatakan itu, dia juga secara bersamaan menggesek-gesekkan cakar kecilnya hingga berderit.

Aku menggerutu dan menjawab, “Bukankah kau seharusnya membawaku ke Raja Naga? Kenapa kita masih tidak ke sana? ”

Naga hijau itu pun mulai menghentikan sifat angkuhnya. Dia tidak mengatakan apa-apa dan pergi keluar. Saat aku mengikuti di belakangnya, aku benar-benar ingin menendang pantatnya dengan keras. Naga satu ini benar-benar sombong.

Aku sampai di lubang yang sama dengan sebelumnya. Naga putih besar dan Xiao Jin berdiri terpisah di sisi Raja Naga. Raja Naga berkata dengan tegas, “Manusia, kau telah terbangun.”

Translator / Creator: Kaho