June 5, 2017

Child of Light – Volume 6 / Chapter 10

 

I’m Out of Luck

Aku tak mampu berbuat apapun saat ekor naga hijau itu mengenai dadaku. Yang bisa aku lakukan pada saat itu adalah memusatkan kekuatan sihir, tenaga dalam dan kekuatan Holy Sword pada area tubuhku yang di serang.

Rasanya aku seperti softball yang di tabrak naga hijau itu untuk home run yang indah. Aku terpelanting kebelakang seperti sebuah cannonball. “Bruk!” Aku menghantam dan tertancap di dinding Dragon Valley. Seluruh tubuhku sepertinya remuk, tapi aku sama sekali tidak merasa sakit, hanya mati rasa hingga ke tulang. Tidak mungkin bagiku untuk menahan serangan yang begitu kuat dengan semua kemampuanku saat ini; Aku dapat mendengar dengan jelas suara tulangku yang patah. Jika bukan karena kekuatan sihirku, kekuatan tenaga dalam dan Holy Sword yang melindungi tubuhku, aku pasti sudah seperti daging cincang.

Mati rasa perlahan hilang. Berganti dengan rasa sakit yang menusuk jantung dan tulang. Aku beruntung tersangkut di dinding gunung dan tidak jatuh. Jika tidak, Aku hanya bisa memohon kepada Dewa untuk mereinkarnasi diriku kalau aku di hantam lagi. Mengapa naga hijau ini begitu kuat? Xiao Jin pasti tidak memiliki kekuatan seperti itu.

Setelah Xiao Jin melihat aku telah di hantam, dia menjadi marah, dan tidak lagi peduli jika sekelilingnya adalah anggota klan nya, dengan amarah menyerang naga hijau itu dengan semburannya, mencakar dan menggigit, dan menyerangnya dengan segala cara yang diketahuinya.

Namun, di hadapan naga hijau itu, ia masih kecil. Semua serangannya mudah digagalkan oleh sayap besar naga hijau itu. Naga hijau itu berkata, “Tuanku, mengapa melakukan ini padaku? Saya telah membantu anda untuk menyingkirkan manusia yang penuh rasa kebencian itu. ”

Xiao Jin mengaum. Suaranya penuh dengan kemarahan dan tanpa henti melanjutkan serangannya. Beberapa naga yang berukuran sama dengan Xiao Jin ketakutan dan bersembunyi di samping, tidak berani bersuara.

Setelah naga hijau mendengar auman Xiao Jin, dia bingung sebelum dia berkata dengan terkejut, “Apa? Raja, anda benar-benar mengatakan bahwa manusia itu adalah Tuan anda? Bagaimana itu bisa terjadi? Siapa yang bisa menjadi Tuan dari Clan Naga kita? Inilah adalah hal yang amat sangat tidak mungkin.”

Ketika ia bingung, ia langsung di serang oleh Xiao Jin kembali beberapa kali. Meskipun Xiao Jin tidak bisa melukainya, ia kesakitan hingga mulutnya sedikit terbuka.

Pada saat ini, angin kencang bertiup, dan suara wanita yang lembut terdengar, “Benarkah pangeran telah kembali? Hmm! Kenapa dia bertengkar? ”

Seekor naga besar berwarna putih turun dari langit. Dia melihat situasi di depannya dengan jelas dan menggunakan sayapnya yang besar untuk menjauhkan naga hijau tersebut. Dia kemudian dengan penuh semangat menarik Xiao Jin ditengah-tengah sayapnya dan berteriak, “Nak! Ini benar kamu ? Kamu telah kembali! ”

Xiao Jin termenung sejenak sebelum tersadar dari amarahnya. Perasaan nostalgia yang dirasakannya dari naga lain membuatnya menghentikan serangannya, menatap naga putih besar yang bahkan lebih besar dari naga hijau itu.

Tetesan air mata mengalir keluar dari mata naga putih besar. Dia terisak-isak, “Nak, aku adalah ibumu. Kamu akhirnya kembali. Aku merindukanmu sampai mati. ”

Xiao Jin mengeluarkan beberapa suara. Naga naga putih itu tertegun setelah mendengar apa yang dikatakan Xiao Jin. “Bagaimana itu bisa terjadi? Kamu adalah anakku. Bagaimana bisa aku salah mengenalimu? Hanya ada Raja Naga di setiap generasi, dan kamu adalah satu-satunya. Nak, kenapa kamu tidak bisa mengenaliku? Aku benar-benar ibumu. ”

Ekspresi Xiao Jin perlahan-lahan melunak, sebuah kilau rindu memancar dari matanya, dan dengan lembut menyandarkan kepalanya pada naga putih besar itu.

Naga putih besar itu menggunakan kepalanya untuk membelai Xiao Jin. Dia kemudian tiba-tiba mengangkat kepalanya dan mengeluarkan teriakan kegembiraan.

Naga hijau yang sebelumnya terhempas mulai terbang. “Saudariku, tidak perlu memukulku dengan sangat kejam saat kalian, ibu dan anak, bersatu kembali satu sama lain, bukan? Aku bahkan tidak berani menyakiti satu rambut pun dari putra kesayanganmu. ”

Naga putih tersebut dalam suasana hatinya yang senang yang lalu meliriknya sebelum berkata. “Kau menuai apa yang kau tabur. Siapa yang memintamu membuat anakku menjadi marah? Hmph! ”

Naga hijau tersebut hanya mampu menjawab, “Aku hanya menyingkirkan seseorang yang duduk diatas punggung Tuan Muda. Selebihnya aku tidak melakukan apa-apa.” Di hadapan naga putih besar itu, arogansi naga hijau tersebut telah hilang.

Setelah mendengar apa yang dia katakan, Xiao Jin teringat sesuatu dan segera keluar dari pelukan naga putih tersebut seraya menangis dengan suara keras.

Naga putih itu berseru, “Apa? Pemuda yang dipukul hingga terpental tadi adalah Tuanmu? Nak, kamu adalah Raja Naga generasi berikutnya. Bagaimana kamu bisa memiliki Tuan seorang manusia? ”

Xiao Jin bersi keras menjelaskan. Naga putih besar itupun berkata, “Baiklah! Ibu akan melihatnya. Namun, setelah terkena serangan paman Qing, tidak mungkin manusia masih bisa bertahan hidup.” Setelah mengatakan itu, dia mengepakkan sayapnya yang besar untuk terbang.

Meski seluruh tubuhku sangat sakit, aku masih sadar tapi masih kesulitan bicara. Kekuatan Holy Sword dengan cepat memperbaiki saluran meridian yang rusak. Naga putih besar itu terbang mendekat. Setelah melihatku dengan ekspresi aneh, dia berkata dengan takjub pada Xiao Jin dan naga hijau yang datang, “Eh! Manusia itu tanpa di duga masih hidup. ”

Aku sedikit berpikir, ‘Apa memangnya aku seharusnya mati?’

Naga putih besar itu mengeluarkan lingkaran cahaya putih yang menarikku dari dinding batu. Dia mengatakan kepada Xiao Jin, “Meskipun dia tidak mati, tapi luka-lukanya sangat parah. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa Tuanmu masih hidup setelah diserang oleh Xiao Qing. Ini benar-benar sebuah keajaiban. Mari cepat kembali untuk membiarkan ayahmu memeriksanya apakah dia bisa diselamatkan. ”

Xiao Qing tersenyum kecil, “Kakak, bisakah kau tidak memanggilku Xiao Qing di depan keponakanku? Aku terhitung lebih tua dari nya. ”

Naga putih besar itu menjawab, “Apakah kau merasa sudah bertingkah laku selayaknya orang dewasa? Pertama kali bertemu dan langsung berkelahi dengannya. ”

Naga hijau merasa bersalah dan menjawab, “Kakak, tidak mungkin kau belum menyadari bahwa anakmu sangat lemah, bukan? Kekuatan hidupnya sangat lemah. Aku pikir itu disebabkan oleh manusia jadi …. ”

Setelah mendengar bahwa tubuh anaknya lemah, sebagai seorang ibu, dia dengan tergesa-gesa memeriksa Xiao Jin dengan sangat rinci. Naga putih yang besar itu meliuk-liuk dengan kuat. “Nak, siapa yang melakukan ini padamu? Cepat beritahu ibu! Ibu akan membalaskan dendammu.” Sepertinya karena kehidupan Xiao Jin yang lebih pendek mereka berpikir bahwa dia lemah.

Xiao Jin menatapku dengan cemas dan berteriak beberapa kali pada naga putih itu.

Naga putih itu berkata, “Baiklah. Kita akan menuju ke ayahmu untuk menyelamatkan manusia ini dan juga untuk melihat apakah ayahmu dapat membantumu memulihkan kekuatan hidupmu. Anakku, bagaimana kamu bisa seperti ini?” Setelah mengatakan itu, air mata mengalir dari mata naga putih besar. Setetes air matanya jatuh di tubuhku. Cahaya putih yang mengelilingi tubuhku bergejolak. ‘Mengapa aku sungguh sial terkena air matanya?’ Wah! Aku meludahkan darah dari mulutku. Lukaku bahkan lebih parah lagi sekarang.

Aku merasa tidak banyak tulang di tubuhku yang masih dalam kondisi baik. Hanya rasa sakit yang berasal dari gesekan antara tulang belulangku yang membuatku terombang-ambing antara hidup dan mati.

Translator / Creator: Kaho