October 5, 2017

Against the Gods – Volume 2 / Chapter 151

 

Steamrolled

Ketika Overlord’s Colossal Sword itu muncul, semua orang yang hadir terkejut selama beberapa saat.

Entah aura pada pedang itu mengancam atau tidak, semua itu bergantung pada orang yang menggunakannya. Jika pedang itu berada ditangan seorang anak berusia tiga tahun, meskipun itu adalah pedang dewa sekalipun, tetap saja pedang itu tak akan mengancam sedikitpun.

Namun ditangan para ahli, biarpun itu pedang yang biasa saja, namun pedang itu tetap akan memancarkan aura yang menakjubkan.

Terdapat beberapa orang yang hadir yang pernah melihat Overlord Colossal Sword sebelumnya; terutama para tetua dan instruktur, yang mana begitu mengenalnya.

Karena selama beberapa ratus tahun terakhir, pedang itu terdiam dibawah rak senjata di Heavenly Weapon Pavilion, sampai-sampai pedang itu tertutup oleh lapisan debu yang tebal.

Para murid atau instruktur hanya bisa melirik dan mengagumi kebesarannya, lalu mengabaikannya sepenuhnya… Di mata mereka, ini hanyalah senjata besar, tak praktis, kurang megah, dan tak menarik sama sekali. Seiring berjalannya waktu, orang-orang hampir melupakan keberadaannya.

Namun pada saat ini, digenggaman tangan Yun Che, sebuah pedang besar berwarna hitam pekat yang luar biasa besar tiada tandingannya mengeluarkan aura tirani yang dapat menyebabkan jantung orang-orang berdebar hebat; Sama seperti kedatangan tentara kaisar yang mengguncang dunia.

Hal ini membuat setiap orang yang hadir menatap tak sadar kearah tubuh pedang itu. Mereka tak mampu bergerak dalam waktu yang lama sambil melihatnya secara gemetar, jantung mereka berdetak kencang, dan dada mereka terasa sesak.

Qin Wushang sangat terkejut setelah melihat Yun Che dapat berdiri setelah menerima serangan “Blue Dragon Stirs the Sea” dari Murong Yi, namun setelah melihat Overlord Colossal Sword ditangan Yun Che, ia menjadi lebih terkejut lagi… Karena ia jelas-jelas orang yang paling mengerti kondisi pada saat ini.

“Untuk melepaskan aura Overlord Colossal Sword yang mendominasi seperti ini, yang mana telah terdiam selama beberapa ratus tahun terakhir, bagaikan seekor harimau ganas yang terbangun … Mungkinkah ia benar-benar bisa mengendalikan pedang seberat itu?

Pedang besar dengan berat seribu sembilan ratus lima puluh kilogram! Dengan profound strength tingkat kedua True Profound Realm … bagaimana mungkin bisa ia melakukannya! “

Bahkan Qin Wushang yang berada ditingkat Sky Profound Realm, sebuah realm yang sangat tinggi, masih belum berani percaya dengan apa yang ia rasakan sekarang ini. Dalam pengetahuannya, jangankan seorang yang berada tingkat kedua True Profound Realm, untuk hanya dapat mengacungkan pedang ini dengan bebas akan menjadi hal yang tersulit bahkan bagi seorang yang berada ditingkat kedua Spirit Profound Realm sekalipun … Menguasainya sepenuhnya sudah merupakan hal yang tak masuk akal.

Namun semuanya terbukti dari cara Yun Che memegang pedang itu dan aura mereka yang terikat kuat. Perpaduan ikatan ini membuktikan bahwa Yun Che sudah sangat menguasainya, dan untuk mengendalikannya saja sudah terasa seperti mengendalikan lengan atau kakinya sendiri.

“Pedang yang sangat besar!”

“Jangan bilang bahwa itu adalah pedang besar yang dipilih oleh Yun Che di Heavenly Profound Realm?”

“Dikabarkan bahwa berat pedang itu mencapai seribu sembilan ratus lima puluh kilogram … Sangat mustahil!”

Ekspresi Yun Che benar-benar sangat tenang, tak terdapat bekas luka selain dipunggung bawahnya.

Namun pada kenyataannya, meskipun dengan tubuh yang telah direformasi oleh Great Way of the Buddha, ia dapat menangani serangan mematikan yang berasal kekuatan tingkat kesembilan True Profound Realm dengan begitu mudah.

Meskipun tak mengalami luka berat, luka-lukanya ini secara pasti tak dapat disepelekan; satu-satunya luka luar yang terlihat adalah garis panjang yang berada dipunggung bawahnya, namun organ didalamnya mengalami beberapa luka yang tak ringan. Tepat disaat ia terbangun, ia dengan terpaksa menelan seteguk darah yang hampir menggelegak sampai ke tenggorokannya.

Dan disaat yang bersamaan, amarahnya menjadi terpicu.

“Murong Yi, awalnya aku menantang dirimu untuk menggunakanmu sebagai sarana untuk menekan serta menguji diriku; Namun aku tak pernah menyangka bahwa dengan statusmu sebagai murid Inner Palace, kau akan bertindak begitu hina dan pengecut.

Semua itu hanya untuk melenyapkan rasa malumu dan keinginanmu untuk menang … Karena sudah seperti ini, maka jangan salahkan jika aku bertindak tidak sopan.” Yun Che berkata dengan suara rendah.

“Ha … hahahaha!” Murong Yi tertawa terbahak-bahak, namun tawanya itu terdengar sangat kering dan membosankan. Kemudian ia berkata dengan wajah muram: “Yun Che, kau memang hanya sedikit lebih kuat daripada bayanganku, namun kau masih berada jauh dibawahku!

Sebentar lagi, aku akan menunjukkan kepadamu puncak kekuatan True Profound Realm yang sebenarnya! Sebaliknya, pedang ditanganmu itu, apakah kau benar-benar dapat menggunakannya? Hahahaha…”

Ditengah tawa liarnya, Murong Yi tiba-tiba berteriak keras dan profound energy ditubuhnya terhempas kedepan bagaikan ombak deras. Energi tebal yang beredar mengelilingi seluruh tubuhnya seperti ombak yang melilit. Udara yang mengelilinginya langsung menjadi kacau dan menimbulkan gelombang riak.

Kali ini, Murong Yi sama sekali tak menahan dirinya sedikitpun. Sebab, bayangan “kemungkinan ia bisa kalah” terhadap Yun Che muncul sekali lagi.

Ketika ia memegang pedang raksasa itu, organ dalam tubuhnya bergetar hebat dan melebar secara luar biasa, seolah-olah senyuman iblis membuatnya sangat takut… Dia tak bisa kalah; tak peduli apapun yang terjadi, ia tak bisa kalah.

Profound energy yang dilepaskan secara luar biasa meledak secara substansial, dan seluruh tubuh Murong Yi melayang diatas udara. Dengan raungannya, sebuah tombak perak ditangannya menusuk Yun Che dengan cepat bagaikan kilat; dan setiap kali tombak panjang itu meluncur ke depan, tombak itu meninggalkan sejumlah bayangan tombak.

Dalam sekejap mata, bayangan tombak yang begitu banyaknya secara horizontal menyebar dilangit seperti badai mematikan yang sangat besar dan menyelimuti Yun Che … Menutup semua rute pelariannya yang memungkinkan.

Setiap bayangan pada tombak melepaskan cahaya dingin yang menakjubkan dan masing-masing memiliki kekuatan yang cukup untuk menembus sebuah batu besar.

Begitu teknik ini dilepaskan, semua instruktur dan penatua yang hadir berekspresi sangat terkejut.

“Teknik terkuat pada《Blue Dragon Spear Arts》- Purgatory Dragon Shadows! Ia benar-benar berhasil menguasainya! “

“Dulu, ketika Murong Yi hendak memilih tombak itu, aku telah mencoba mencegah dirinya untuk memilih tombak, karena pedang adalah jalan untuk seorang raja … Aku tak pernah mengira bahwa pemahaman Murong Yi tentang tombak sebenarnya sangat luar biasa.

Pada abad yang lalu di Blue Wind Profound Palace, aku mengkhawatirkan jumlah murid yang telah mengkultivasi teknik ini sebelum lulus tak lebih dari sepuluh orang! “

“Sekarang setelah ia berhasil melepaskan gerakan ini, mustahil bagi Yun Che untuk menang … Setidaknya akan terdapat selusin lubang yang dapat menusuk tubuhnya.”

Yun Che secara perlahan mengangkat kepalanya dan tanpa perasaan takut melihat perangkap bayangan tombak yang tak terhindarkan dan memenuhi langit. Disaat bayangan tombak itu terjatuh dari langit ditengah jeritan orang-orang yang tak terhitung jumlahnya, mata Yun Che bersinar dan tiba-tiba ia mengangkat Overlord Colossal Sword digenggaman tangannya.

Overlord Colossal Sword itu mengalun dan membentuk lengkungan berwarna hitam keunguan serta menghancurkan bayangan tombak yang memenuhi langit.

Dalam jalur penggunaan tombak itu sendiri memiliki sebuah penjelasan ketika bertempur melawan pedang: Tak peduli seberapa banyak alunan pedangmu, aku hanya membutuhkan satu sapuan dari tombakku. Meskipun pedang itu gesit dan serbaguna, jika dibandingkan dalam hal seberapa kuat daya rusaknya beserta jangkauan serangannya, pedang tak akan pernah bisa menang melawan tombak …

Namun hal itu hanya berlaku untuk pedang ringan; Jika itu adalah pedang berat, maka rumusnya akan berbalik sepenuhnya.

Tak peduli seberapa banyak bayangan tombakmu, aku hanya butuh satu sapuan dari pedangku!

Dihadapkan dengan Overlord Colossal Sword milik Yun Che yang memiliki berat seribu sembilan ratus lima puluh kilogram, tombak ditangan Murong Yi ini sama sekali tak ada apa-apanya!

Bersamaan dengan satu gelombang serangan yang dilepaskan oleh Yun Che, seluruh orang yang berada di alun-alun, atau bahkan orang-orang yang berada disudut terjauh sekalipun, semuanya mendengar siulan suara hebat yang menembus kedalam udara …

Bang bang bang bang bang bang bang bang …

Tubuh pedang besar itu bertabrakan dengan bayangan tombak yang tak terhitung jumlahnya; Dalam sekejap, suara senjata yang hancur dapat terdengar. Bayang-bayang tombak yang memenuhi langit meledak dan hancur bagaikan pecahan kaca yang rapuh.

Dalam sepersekian detik, bayangan tombak yang dilepaskan dengan seluruh profound energy yang diproduksi oleh Murong Yi, tersapu bersih dengan rapi bagaikan daun-daun yang tertiup oleh angin kencang.

Pada akhirnya, Overlord Colossal Sword itu membawa siulan suara yang mirip dengan angin badai, dan membombardir tombak perak yang berada digenggaman tangan Murong Yi dengan sangat keras.

Clang ~~~~~~

Suara serangan yang begitu tajam terdengar. Tombak perak ditangan Murong Yi langsung berubah bentuk menjadi bulan purnama, kemudian retak dengan suara “crack”.

Kekuatan luar biasa, yang mana tak berkurang sedikitpun, berhasil menembus kulit diantara jempol dan jari telunjuk Murong Yi dengan getarannya. Ditengah jeritan yang mengiris darah itu, tombak perak yang rusak itu terpental dari tangannya dan melayang jauh sebelum mendarat disudut kerumunan orang banyak.

Overlord Colossal Sword milik Yun Che, juga telah terangkat dari kiri bawahnya menuju ke kanan atas saat ini, membentuk gerakan berupa busur setengah derajat yang sempurna … Disaat yang bersamaan, daerah dibawah panggung dimana ia mengarah pada saat ini tiba-tiba menjadi kacau sepenuhnya.

Dibawah pengaruh keras yang dibawa oleh pedang berat itu, kerumunan orang yang jaraknya kira-kira sepuluh kaki dari panggung seakan-akan mengalami sebuah palu berat yang menabrak didada mereka. Mayoritas orang yang hadir disana secara langsung tertiup kearah belakang, mengubah kerumunan besar menjadi tumpukan orang yang kacau.

Kekuatan pedang berat itu, yang hanya berasal dari serangan seorang praktisi ditingkat kedua True Profound Realm … benar-benar mengejutkan!

Murong Yi, yang telah melayang diudara, mendarat keras ditanah. Terduduk disana sambil lumpuh dengan mata yang menatap hampa, tampak seolah-olah ia tak mempercayai bahwa semua yang telah ini terjadi adalah kenyataan …

Ia telah menghabiskan waktunya selama dua tahun untuk memahami teknik serangan membunuh yang pasti itu, dan teknik itu sendiri selalu menjadi jalan terakhir dan kartu truf yang tersembunyi bagi dirinya. Namun disaat ia menggunakannya untuk pertama kalinya pada hari ini, ia benar-benar dikalahkan hanya dengan sekali serangan dari lawannya. Bahkan tombak kesayangannya, menjadi hancur seolah-olah ia sedang dalam mimpi buruk …

Tombak yang ia gunakan jelas-jelas bukanlah tombak biasa; tombak itu merupakan Spirit Profound Artifact, The Silver Dragon Spear, yang berasal dari Heavenly Weapon Pavilion. Namun, Silver Dragon yang mengaum ini baru saja bertemu dengan Overlord yang telah terbangun, jadi satu-satunya hasil adalah penindasan yang sangat tak adil.

“Yun Che … Yun Che! Aku akan membunuhmu!!”

Murong Yi, yang telah lama tergeletak, tiba-tiba meraung dan melompat tiba-tiba. Seolah-olah ia sudah gila, ia mengulurkan tangan untuk mencekik leher Yun Che. Murong Yi mengkonsumsi sebagian besar profound energy-nya dan menggunakan “Purgatory Dragon Shadows” sekali lagi.

Hingga saat ini, paling banyak ia, hanya bisa memanfaatkan sekitar tujuh puluh persen kekuatannya pada keadaan puncaknya. Berbeda dengan Yun Che yang tenang terkendali dan memiliki pedang berat ditangannya, kualifikasi apakah yang ia punya untuk melawan Yun Che?

Dihadapkan dengan perjuangan akhir Murong Yi itu, Yun Che hanya tertawa dingin. Tubuhnya meledak keluar dalam sekejap, dengan tangannya yang masih memegangi pedang besar, namun kecepatan gerakannya tak melambat sedikitpun jika dibandingkan sebelumnya. Setelah itu, tanpa memandang kearah Murong Yi, pedang berat itu dengan santai menyapu keatas.

Whoosh ~~

Angin ribut yang bergoyang-goyang ditengah siulan suara. Pedang berat itu tak menyentuh tubuh Murong Yi sama sekali, namun badai yang menakutkan ini adalah sesuatu yang tak dapat ditahan oleh Murong Yi sama sekali.

Tubuh Murong Yi langsung terlempar keatas dengan ketinggian hampir sepuluh kaki diudara. Disaat ini, Yun Che tiba-tiba melompat dan menempuh jarak sepuluh kaki dengan satu lompatan. Pedang yang berat itu melengkung, dan dengan keras memukul tubuh Murong Yi.

Boom!!

Murong Yi terjatuh kebawah bagaikan bola meriam yang keras. Setelah itu, terdapat gemuruh ledakan panggung dibawahnya. Batu-batu hancur berserakan dan seluruh tubuhnya, dari kepala sampai kaki, menabrak diatas panggung.

Ketika pedang berat itu belum keluar dan keduanya masih bertarung tanpa senjata, mereka berdua dapat dianggap dalam keadaan yang impas. Namun begitu pedang berat ini keluar, Murong Yi langsung dikalahkan begitu telaknya sampai-sampai ia tak dapat melawan balik dan tergeletak ditanah.

Jika ia hanya bisa mengendalikan pedang berat ini, masih mustahil bagi Yun Che untuk melakukan hal ini. Namun eksistensi seperti apakah sebenarnya 《Prison God Sirius’ Tome》itu ? Setelah ia memahami tahap dasar dari 《Prison God Sirius’ Tome》ini , pedang besar yang berada ditangan Yun Che tak lagi menjadi pedang yang berat baginya, namun itu bagaikan naga surgawi yang marah ketika dibangunkan.

Setiap ayunan pada pedang itu secara pasti menimbulkan goncangan pada langit dan bumi seolah-olah itu dapat membelah batu dan membuat langit takut.

Ditengah tatapan semua orang yang bingung, Yun Che mendarat dari udara diarea sebelah, Murong Yi tergeletak ke tanah. Dengan alunan pedang yang santai sebelumnnya, hanya terdengar suara “Boom” dan sebagian besar panggung itu langsung runtuh dan berada diposisi terlentang keatas.

Tubuh Murong Yi juga melayang diatas udara dan mendarat dihadapan Yun Che. Pada saat ini, pakaian Murong Yi benar-benar compang-camping; Ia tertutupi oleh noda darah, wajahnya tak terlihat jelas karena kotoran dan darah. Meskipun matanya masih terbuka, kedua matanya terlihat kosong tak berekspresi sedikitpun dan sama redupnya seperti abu mati.

Yun Che melangkah maju, menancapkan pedang beratnya itu ke tanah, dan dengan angkuhnya menatap Murong Yi: “Murong Yi, apakah kau masih ingin bertarung? Jika kau ingin melanjutkan, dengan senang hati aku akan melakukannya.

Kau adalah seorang murid Inner Palace tingkat kesembilan pada True Profound Realm, namun dengan kekuatan penuhmu, kau hanya bisa membuatku mengayunkan pedang beratku sebanyak tiga kali saja … Ah, rasanya kau benar-benar belum menunjukkan kekuatanmu sepenuhnya. “

Translator / Creator: fatality