September 26, 2017

Against the Gods – Volume 2 / Chapter 148

 

Day of the Arranged Battle

“Sky… Wolf… Slash… Haaah!!!”

Dengan raungan keras, gelombang aura yang luar biasa hebat bagaikan laut deras terhempas langsung oleh Overlord Colossal Sword. Dalam sekejap saja, ruangan yang berada sekitarnya menjadi goyah serta memaksa udara terbelah menjadi dua.

Begitu pedang berat itu membentuk gerakan mengayun dari atas kebawah, bayangan ilusi serigala biru mengaum kearah langit dan melintas sejenak dibelakang Yun Che …

Boom!!!

Pedang berat itu membanting permukaan tanah profound room, yang mana lantainya memiliki daya tahan yang sangat kuat, serta membuatnya bergetar. Keretakan yang begitu banyaknya menyebar dengan sangat cepat karena sejumlah besar batu-batuan yang terpecah menyebar diatas udara.

Sekumpulan debu tebal memenuhi seluruh profound room dalam sekejap … Jika bukan karena perlindungan dari profound energy yang kuat ditempat ini, mungkin hanya dengan satu pukulan tadi, seluruh profound room ini akan hancur berkeping-keping.

“Ber … Berhasil!!” Yun Che menggenggam pedangnya yang berat dan berlutut ke tanah secara perlahan. Dia terengah-engah, namun kegembiraan yang ekstrem dapat terlihat dari ekspresinya: “Akhirnya … Akhirnya, aku berhasil mengeksekusi Sky Wolf Slash!”

Pada awal mulanya, Jasmine menyakini bahwa tingkat pemahaman Yun Che untuk dapat memahami tahapan dasar pada Prison God Sirius’ Tome dalam waktu sebulan itu sudah merupakan batasan maksimal pada Yun Che.

Jasmine juga tak menyangka bahwa Yun Che tak hanya memahami tahapan utama saja, namun juga mampu mengeksekusi jurus pedang Sirius yang pertama, Sky Wolf Slash.

Dan dalam periode waktu ini, selain disaat Yun Che meninggalkan Profound Room, tak pernah sedikitpun pedang itu terlepas disisi Yun Che.

Yun Che bahkan membawa pedang berat dipunggungnya disaat ia tertidur. Dan ketika ia berlatih dengan pedang beratnya, ia begitu keras terhadap dirinya sendiri.

Setiap saat, ia harus benar-benar membuat dirinya benar-benar sangat lelah, sampai titik dimana ia tak dapat menggerakan jari-jarinya … Awalnya, dalam waktu sehari ia membuat dirinya benar-benar lelah sebanyak sepuluh kali. Kemudian, setelah beberapa lama, jumlahnya itu menjadi berkurang secara bertahap.

Overlord Colossal Sword juga menjadi lebih ringan dan gesit ditangannya, bahkan angin kencang yang ditimbulkan oleh tarian pedangnya yang berat itu jauh lebih dahsyat daripada sebelumnya.

Awan debu yang bertebaran di profound room tak menghilang dalam waktu yang lama. Dibalik awan debu, Jasmine diam-diam menatap sosok Yun Che yang terlihat samar-sama dengan mata yang sudah dipenuhi oleh kilauan air mata …

Pada saat inilah ia mengajarkan Yun Che tentang Great Way of the Buddha atas dorongan hatinya, dan bahkan iapun juga mengajarinya tentang Prison God Sirius Tome …

Sebelumnya, ketika pertama kali Yun Che mengeksekusi “Sky Wolf Slash” sepenuhnya … ayunan pedangnya, raungannya, posenya, dan bahkan suara yang ditimbulkan oleh hantaman pedangnya yang berat … terlihat begitu mirip, menyebabkan Jasmine secara langsung melihat sebuah sosok didalam mimpinya …

Namun, nalurinya secara kejam menyatakan kepadanya bahwa orang yang saat ini berada didepannya itu bukanlah kakaknya. Kakaknya tak akan pernah muncul lagi.

Sekali gerakan “Sky Wolf Slash” mengosongkan seluruh kekuatan yang dimiliki Yun Che. Ia berlutut ketanah dan tak dapat bangkit dalam waktu yang lama. Pada saat ini, Sound Transmission Jade di Sky Poison Pearl tiba-tiba menyala dan suara Lan Xueruo terdengar didalam pikirannya:

“Junior brother Yun, besok adalah hari pertarunganmu dengan Murong Yi. Ingatlah untuk mempersiapkan segalanya lebih awal. Akan lebih baik jika kau tertidur pulas selama satu hari penuh. Besok pagi, aku akan datang dan memanggilmu. “

Suara Lan Xueruo menyebabkan Yun Che membuka mulutnya lebar-lebar … Besok?

Besok adalah hari pertarunganku dengan Murong Yi?

Ketika seseorang berkonsentrasi penuh dalam kultivasi, sulit untuk merasakan aliran waktu yang berjalan. Terkadang, ketika seseorang memasuki keadaan meditasi, secara tak sadar ia akan melewati waktu selama beberapa hari. Semenjak Yun Che pertama kali memasuki Profound Room, ia telah melewati waktu tiga bulan penuh.

Selama tiga bulan ini, selain disaat ia keluar dan bertemu dengan si peri kecil, serta mengalami sedikit “kecelakaan”, pada dasarnya ia menghabiskan sisa waktunya di Profound Room.

Tiga bulan dapat dikatakan sebagai periode waktu yang panjang, namun juga bisa dikatakan sebagai periode waktu yang singkat. Dan dalam waktu tiga bulan ini, hasil yang didapatkan oleh Yun Che terbilang cukup besar. Hanya dengan mengekultivasi Great Way of the Buddha dan Prison God Sirius’ Tome, hal itu telah menyebabkan perubahan lengkap ditubuh Yun Che.

Karena besok merupakan hari pertarungan antara Yun Che dengan Murong Yi, otomatis Yun Che tak melanjutkan proses kultivasinya. Ia sudah puas dengan penguasaan jurus dasar Sirius miliknya. Setelah memulihkan sedikit stamina, ia mengganti bajunya dan meninggalkan Profound Gathering Tower. Ia kembali ke tempat tinggalnya, melompat ketempat tidurnya, dan tidur.

Setengah bulan yang lalu, profound energynya telah mencapai puncak tingkatan pertama True Profound Realm. Didalam tidurnya, secara diam-diam profound energynya menjadi matang dan menerobos langsung ketingkatan kedua True Profound Realm.

Selama berada di Profound Room, Yun Che hanya tidur empat hingga enam jam setiap harinya. Namun, kali ini, ia tertidur dari siang hingga besok pagi, dan ia baru terbangun oleh ketukan pintu.

“Junior Brother Yun, apakah kau disini?”

Yun Che terbangun karena ketukan pintu. Dia tertidur nyenyak sekali, dan setelah terbangun, pikiran dan semangatnya menjadi sangat segar.

Dia meregangkan pinggangnya dan melompat dari tempat tidurnya, lalu meluruskan pakaiannya dan membukakan pintu.

Lan Xueruo berdiri diluar pintu dengan senyuman ringan dengan kotak makan siang yang besar, yang mana memancarkan aroma lezat ditangannya.

“Wa! Apa ini? Baunya sangat enak!” Dalam periode tiga bulan ini, Yun Che telah memakan berbagai jenis ransum kering. Meskipun ia sudah terbiasa dan tak masalah dengan hal itu, ia begitu tertarik dengan aroma makanan dihadapannya, seluruh perutnya juga bergetar.

“Sarapanmu.” Lan Xueruo mengangkat kotak makan itu dihadapan Yun Che sambil tersenyum lebar.

Sambil membuka kotak makan siang itu, empat jenis lauk yang terlihat sangat enak beserta sup muncul didepannya, serta dipenuhi oleh bau aroma yang segar.

Sejak meninggalkan Xiao Clan, Yun Che memakan apapun yang bisa ia temukan dialam liar selama setengah tahun pertama, dan memakan ransum kering yang hanya mampu memuaskan rasa laparnya untuk setengah tahun yang kedua ini. Makanan lezat seperti yang ada dihadapannya ini belum pernah muncul sebelumnya.

Yun Che duduk disamping meja, dan mulai makan dengan beringas. Setelah menggigit beberapa makanan, tiba-tiba ia teringat sesuatu, dan berkata malu: “Sister senior, apakah kau sudah makan?”

Lan Xueruo sedikit tersenyum dan menjawab: “Aku sudah makan. Santailah, sekarang masih jam 8 pagi. Masih terdapat beberapa jam lagi sebelum kau bertarung dengan Murong Yi nantinya. “

Kemudian, Yun Che mulai melahap makanannya lagi. Sambil menyandarkan dagu ditangannya, Lan Xueruo diam-diam melihat tingkah laku Yun Che yang bagaikan anak kecil, dan secara tak sadar tersenyum ringan dengan sendirinya.

Hanya dalam waktu kurang dari 15 menit, Yun Che telah menghabiskan makanannya dengan sempurna tanpa adanya sisa sedikitpun. Lan Xueruo mengedipkan matanya, dan bertanya sambil tersenyum: “Apakah makanannya lezat?”

“Uhm, makanan ini terlalu enak. Rasanya mirip seperti masakan bibiku.” Yun Che menepuk perutnya, dan berkata dengan nada puas.

“Hmm, baguslah kalau begitu.” Lan Xueruo mengangguk dengan riang sambil alisnya menampakkan rasa nyaman dan gembira.

Ekspresinya yang sedikit berubah itu mengejutkan Yun Che, dan kemudian, ia memeriksa, “Senior Sister, apakah kau yang membuat semua makanan ini?”

“Uhm.” Lan Xueruo mengangguk, lalu tersenyum. “Baguslah jika makanan itu sesuai dengan seleramu. Namun ketika kau sedang makan, kau benar-benar terlihat seperti anak kecil. “

“Aku sudah berusia tujuh belas tahun, bagaimana bisa aku terlihat seperti anak kecil !?” Yun Che menekan ujung hidungnya, mengangkat kepalanya, dan menunjukkan ekspresi menahan rasa marah, mengarahkan pandangannya kemata Lan Xueruo yang indah. “Sister senior, kau sangat cantik dan lembut, selain itu, kau juga bisa memasak dengan sangat baik …

Aku bertanya-tanya, pria manakah yang cukup beruntung dan rela disambar petir hanya untuk mendapatkan kebaikanmu … Ahem, apa kau benar-benar tak akan mempertimbangkan seorang pria yang telah menikah, yang mana juga berusia lebih muda daripadamu? “

“Lihat, kau mulai berulah lagi.” Lan Xueruo menatapnya tak berdaya. “Jika kau berani menggoda Sister Senior, aku tak akan membuatkanmu makanan lagi dimasa depan.”

“Uh … Dengan kata lain, selama aku tak menggodamu, apakah sister senior akan sering membuatkanku makanan dimasa depan nanti?” Dalam sekejap, Yun Che membuat ekspresi terkejut, dan tersenyum.

“Semua tergantung dari prestasimu.” Lan Xueruo tersenyum ringan. Dengan kelembutannya, secara tak sadar ia mengeluarkan sedikit pesona femininnya. Ia mengeluarkan sehelai pakaian sutra putih bersih dari spatial ring miliknya, dan meletakkannya dihadapan Yun Che.” Ini adalah seragam latihan yang kubuat untukmu sebelumnya, seharusnya seragam ini sudah cocok dengan ukuran tubuhmu.

Seragam latihan ini telah melalui berbagai penanganan khusus; Tak hanya memungkinkan pemakainya bergerak dengan mudah, namun juga memiliki kemampuan defensif yang tinggi terhadap serangan. Pakailah seragam ini disaat kau bertarung dengan Murong Yi nantinya. “

Ketika Yun Che mengambil seragam itu, ia tak langsung memakainya. Sebaliknya, ia dengan santainya mencium bau pakaian itu. Meskipun baunya terasa samar-samar, namun aromanya itu sangat familiar bagi dirinya, yang mana terasa sangat lembut dan mirip dengan bau yang berada ditubuh Lan Xueruo. Yun Che tersenyum dan berkata, “Apakah senior sister juga membuatkan seragam latihan ini untukku?”

Bibir Lan Xueruo bergerak, dan kulit putihnya yang bagaikan salju itu menampakkan sedikit warna merah padam. Lan Xueruo menghindari tatapannya sambil berkata: “Ini adalah pertama kalinya aku membuatkan pakaian untuk pria, jadi, aku tak begitu yakin apakah pakaian itu cocok untukmu … Bagaimanapun juga, cobalah terlebih dahulu.”

Setelah mengatakannya, Lan Xueruo berbalik menghadapnya. Melihat punggung Lan Xueruo, Yun Che mulai sedikit tersenyum dan perasaan hangat melonjak didalam hatinya. Dengan kecepatannya yang tercepat, ia melepaskan pakaian yang dikenakannya, lalu menggantinya dengan seragam latihan yang telah dibuat oleh Lan Xueruo secara pribadi.

“Senior sister, aku sudah selesai mengganti pakaianku.”

Lan Xueruo berbalik menghadapnya, dan disaat ia melihat Yun Che menggunakan seragam latihan putih itu, kilauan aneh terpancar langsung dari matanya yang indah.

Dibandingkan tiga bulan yang lalu, Yun Che yang sekarang ini terlihat sedikit lebih tinggi. Ketika Lan Xueruo menjahit seragam itu, ia sudah mempertimbangkannya dengan seksama sebelumnya; Oleh karena itu pada akhirnya, seragam latihan itu benar-benar sesuai dengan ukuran tubuhnya dan terasa begitu nyaman.

Tetapi dalam waktu tiga bulan ini, tak hanya tinggi badan Yun Che saja yang telah berubah. Namun reformasi tubuh yang dibawa oleh Great Way of the Buddha juga mengalami sedikit perubahan, yang mana perubahan itu meliputi mata, kulit, aura, dan sikapnya. Penglihatannya sekarang juga menjadi lebih tajam.

Hanya dengan menatap sekilas saja, seakan-akan ia dapat melihat bintang-bintang yang tak terbatas dilangit. Ditengah-tengah kehangatan senyumnya terdapat perasaan aneh yang tak terlukiskan, dan wajahnya yang dewasa menampakkan pesona yang abnormal…

Lan Xueruo telah melihat begitu banyak pria tampan sebelumnya, namun hatinya tak pernah tergerak oleh satupun penampilan dari mereka, namun disaat ia melihat Yun Che yang saat ini, penglihatannya tiba-tiba kabur, dan jantungnya berdetak tak beraturan.

Lalu dengan tergesa-gesa ia mengalihkan tatapannya sedikit kearah samping, dan dengan sedikit bingung, ia berkata, “Cocok sekali, dan … dan terlihat sangat bagus.”

Yun Che mengangkat kedua lengannya, dengan santainya ia mencium aroma dilengan baju, serta berkata sambil tersenyum, “Ini adalah satu set pakaian yang dibuat sendiri oleh senior sister. Aku pasti akan menjaganya dengan baik … Terima kasih senior sister.”

“Kalau begitu … bagaimana caramu untuk berterima kasih kepadaku?” Kelopak mata Lan Xueruo sedikit melengkung, dan bertanya sedikit tanpa rasa malu.

“Ok, biarkan aku berpikir sebentar.” Yun Che mengangkat kepalanya dan berpikir dalam-dalam. Kemudian, dalam sekejap ia tersenyum misterius, serta berkata: “Senior sister, pertama-tama, tutuplah matamu.”

“Mn?” Kelopak mata Lan Xueruo yang indah berkedip-kedip, dan kemudian, ia menutup matanya dengan patuh sambil menunggu Yun Che berkata “terima kasih” kepadanya. Lan Xueruo menebak bahwa Yun Che akan memberinya sebuah kejutan. Para gadis, terlepas dari kepribadian mereka, akan selalu tak sabar dalam hal menunggu mendapatkan “kejutan” seperti ini, hal seperti ini tak pernah gagal dalam sejarah.

Lan Xueruo baru saja memejamkan matanya dan merasakan aroma pria yang familiar tiba-tiba mendekat kearahnya. Kemudian setelah itu, sepasang lengan tiba-tiba melilit dipinggangnya. Sebelum ia bereaksi, dalam sekejap, bibirnya sudah tercium, dan aroma khas seorang pria muncul dari arah kanan dibawah hidungnya.

“Mmm!”

Lan Xueruo langsung membuka matanya lebar-lebar. Tubuhnya yang lembut tiba-tiba menegang disaat pikirannya benar-benar hilang. Setelah itu, secara naluriah ia berjuang, dan suara rintihan bagaikan binatang kecil yang terluka terdengar keluar dari mulutnya.

Namun Yun Che memeluknya dengan sangat erat, dan perjuangan Lan Xueruo yang begitu lemah pada dasarnya tak cukup untuk melepaskan dirinya dari pelukan Yun Che. Perasaan sentuhan hangat dibibirnya terasa begitu jelas, dan aroma khas pria yang begitu dekat dengannya membuat diri Lan Xueruo menarik napas lega, serta menyebabkan jantungnya berdegup tak menentu.

Kekuatan ditubuhnya menghilang secara perlahan, perjuangannya menjadi lebih lemah dan lebih lemah lagi. Tangan kecilnya itu terangkat jatuh kearah dada Yun Che, dan merambat turun secara lembut, tubuhnya menegang, dan tak berani untuk melakukan gerakan. Pada akhirnya, matanya secara perlahan mulai menutup.

Reaksi Lan Xueruo ini juga menyebabkan kegugupan dihati Yun Che menjadi lenyap, Sedikit senyuman terselip disudut bibir Yun Che. Ia tak puas dengan sentuhan bibir mereka yang biasa-biasa saja. Dengan rakusnya ia mengisap bibir Lan Xueruo yang halus bagaikan kelopak bunga.

Tindakan invasif yang terlalu agresif ini menyebabkan nafas Lan Xueruo menjadi tak beraturan, detak jantungnya pun berdebar dan semakin panik. Lan Xueruo, yang tak pernah memiliki pengalaman seperti ini sebelumnya, pada dasarnya tak begitu yakin bagaimana cara untuk mengantisipasi gerakannya.

Lidah panjang Yun Che dengan mudah melewati deretan gigi Lan Xueruo yang bagaikan batu giok itu, sehingga pada akhirnya lidah Yun Che dapat menyentuh lidah Lan Xueruo yang lembut.

“Uuu …” Tubuh Lan Xueruo bergetar seolah-olah seluruh tubuhnya itu tersengat oleh aliran listrik. Sepotong air liur yang tipis dan wangi memasuki mulut Yun Che, rasanya begitu manis, menggoda dirinya untuk menuntut lebih banyak lagi. Kedua tangannya memegang erat kearah pinggang Lan Xueruo sambil lidahnya merambah ke setiap sudut mulutnya.

Lan Xueruo sedikit membuka matanya. Pandangannya kabur, dan pernafasannya menjadi terengah-engah. Dibawah tindakan Yun Che yang semakin agresif ini, ia meregangkan lehernya yang halus tinggi-tinggi.

Dengan gerakan mundur dan respon yang dilakukannya secara tak sadar, hembusan udara panas yang keluar dari mulutnya mendarat ke wajah Yun Che.

Suhu ditubuh Lan Xueruo mulai meningkat, dan secara tak sadar, lengan Lan Xueruo yang ramping juga melilit erat-erat ditubuh Yun Che.

Namun salah satu lengan Yun Che dengan tenang meninggalkan pinggangnya yang ramping, dan dengan nakalnya menyusup kearah payudara Lan Xueruo yang menjulang tinggi. Mencengkeram bola lembut yang gemuk itu, ia mulai mengusapnya dengan lembut melalui pakaiannya yang tak terlalu tebal.

“Ah…”

Stimulasi yang kuat menyebabkan tubuh Lan Xueruo menegang. Matanya yang cantik terbuka lebar-lebar ketika ia mengeluarkan suara desahan sesaat secara tiba-tiba.

Tubuhnya langsung terlepas dari pelukan Yun Che dengan panik ketika ia tersadar. Ia mengulurkan tangannya untuk menutupi bagian tubuhnya yang sangat terlarang itu.

Matanya berkabut, ekspresinya wajahnya menampakkan wajah berwarna merah padam, dan rambutnya terlihat berantakan disaat ia terengah-engah.

“Senior sister, aku…” Pikiran Yun Che juga langsung menjadi jernih kembali, menyadari bahwa dirinya telah bertindak terlalu jauh.

“Kau …” Lan Xueruo menggigit bibirnya, dan tak berani menatap Yun Che. Tak peduli apapun yang ia lakukan, ia tak mampu menahan rasa panik didalam hatinya.

“P … Pria nakal!” Awalnya ia ingin memberi Yun Che nasehat, namun disaat ia mulai berbicara, situasinya serupa seperti seorang gadis yang kesal dengan kekasihnya, yang mana menyebabkan seluruh wajahnya merah padam. Seakan-akan ingin melepaskan diri dari dilemanya, ia berlari keluar ruangan.

“Senior sister, tunggu aku.”

Yun Che bergegas mengejarnya dan menangkap tangan kecil Lan Xueruo. Lan Xueruo secara naluriah mencoba melepaskan diri dari genggamannya, namun tak peduli berapa banyak ia mencobanya, ia tak dapat melakukannya.

Dia tak punya pilihan selain membiarkannya memeganginya disaat mereka berjalan berdampingan. Kepalanya menunduk. Dan tak berani untuk menatap mata Yun Che sepanjang waktu.

Translator / Creator: fatality