August 14, 2017

Against the Gods – Volume 2 / Chapter 136

 

Great Way of the Buddha

Inner Palace merupakan tempat yang sangat tenang. Sudah sejak lama disaat Yun Che memasuki Inner Palace, ia masih belum melihat satupun murid Inner Palace. Pada saat ini, kebanyakan dari mereka berkultivasi di Profound Gathering Tower.

Yun Che berdiri dihalaman kecil dan menemukan sebuah level lokasi. Setelah menarik napasnya dalam-dalam, ia mengaktifkan profound energy-nya dan memanggil Overlord Colossal Sword dari Sky Poison Pearl.

Dengan Overlord Colossal Sword ditangannya yang memiliki berat hampir dua ribu kilogram, meskipun Yun Che telah bersiap-siap untuk menghadapi berat pedang itu, namun pedang itu tenggelam kebawah dan hampir lepas dari cengkeramannya. Ia mengertakkan giginya erat-erat disaat kedua tangannya mencengkeram gagang pedang itu secara tak tertahankan. Namun ia sama sekali tak dapat mengangkat pedang itu secara keseluruhan.

“Evil Soul!”

Setelah membuka Evil Soul, Yun Che mengumpulkan seluruh profound strength-nya, meraung rendah, dan mengangkat Overlord Colossal Sword itu. Namun setelah beberapa saat, setengah dari tubuh pedang itu sekali lagi, kembali jatuh dan menghancurkan tanah dengan begitu parahnya. Jika Yun Che tak menggertakan giginya, gagang pedang itupun juga akan terjatuh.

“Fiuh …” Yun Che menghela napas lega setelah menarik Overlord Colossal Sword. Lalu mengusap dahinya yang berkeringat dan berbisik kepada dirinya sendiri

“Kenapa kau memilih pedang berat ini? Apakah benar hanya karena pedang itu memiliki kelas yang tinggi?”

Suara Jasmine tiba-tiba terdengar dalam benaknya.

“Tentu saja tidak.” Yun Che menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan serius: “Sebelum memasuki Sky Weapon Pavilion, aku sudah memutuskan untuk memilih pedang; Pedang ringan yang biasanya digunakan oleh praktisi profound. Namun disaat aku mendekati pedang yang berat ini, tiba-tiba aku memiliki perasaan yang fantastis. Lalu aku percaya bahwa pedang itu adalah yang paling cocok untukku. “

“Kenapa?” Tanya Jasmine. Dia jarang mempertanyakan sesuatu secara mendetail, namun sepertinya ia sangat tertarik terhadap persoalan mengapa Yun Che lebih memilih pedang yang berat itu.

“Karena ini adalah jenis pedang yang dapat digunakan untuk melindungi seseorang.” Yun Che sedikit menghadap keatas disaat ia meresponsnya secara perlahan.

Jasmine: “…”

“Apa yang dikatakan oleh Sikong Du tidaklah salah. Pedang yang berat adalah senjata yang tak sesuai untuk digunakan oleh praktisi profound dan hanya cocok jika digunakan di medan perang saja. Jika aku adalah seorang praktisi profound yang murni, aku pun juga tak akan memilih pedang yang berat ini. Namun sekarang, aku tak melakukan hal yang demikian.”

“Sebelumnya, aku juga dengan antusiasnya mengejar kekuatan dan masih melakukannya hingga saat ini. Alasan mengapa aku secara terburu-buru menantang Murong Yi adalah juga untuk memberi tekanan pada diriku sendiri. Namun tujuanku dalam mengejar kekuatan dan cara berpikirku saat ini sama sekali berbeda daripada sebelumnya. Karena aku telah mengalami sesuatu yang tak akan pernah dapat dialami oleh orang-orang lainnya dalam kehidupan mereka.

Yaitu kematian … Dan reinkarnasi.

“Profound Sky Continent dinamakan demikian karena berkultivasi profound ditempat ini merupakan satu-satunya tujuan utama. Tingkat profound strength mewakili status dan prestise seseorang didunia ini. Profound Sky Continent memiliki jumlah praktisi profound  yang tak terhitung banyaknya. Mereka menggunakan sebagian besar hidup mereka untuk mengejar tingkat profound strength yang lebih tinggi. Namun, sebagian besar diantara mereka tak mengerti alasan mengapa mereka mengejar kekuatan … Mereka hanya mengejar, dan hanya ingin mencapai ketinggian yang lebih tinggi lagi. “

“Namun aku tak sama seperti mereka lagi. Aku yang saat ini sangat mengerti jelas mengapa aku mengejar kekuatan. Yun Che memejamkan matanya, secara lembut dan perlahan melanjutkannya: “Aku ingin melindungi semua orang yang terpenting dan berada disisiku. Sebelumnya, aku berpikir bahwa selama aku memiliki hati, dan selama aku memperlakukan teman-temanku dengan baik, hal itu akan memberikan keamanan dan kebahagiaan terhadap orang yang terpenting dalam hidupku. Namun setelah aku kehilangan mereka selama berulang-ulang kali, pada akhirnya aku menyadari bahwa ditempat inilah orang-orang yang lemah dimangsa oleh orang-orang yang kuat, didunia yang begitu menghormati kekuatan, untuk dapat memberikan mereka rasa aman, aku harus benar-benar menjadi kuat dengan caraku sendiri. Cukup kuat untuk membiarkan mereka melihat kearahku, dan cukup untuk membuat orang tak berani menggertak dan mempermalukan diriku. Hanya dengan cara ini aku benar-benar bisa melindungi dan tak kehilangan seseorang untuk kedua kalinya. “

Jasmine: “…”

“Pedang ringan memang cocok untuk para praktisi profound; mudah untuk digunakan dan dikuasai. Tak hanya tangkas, namun juga memiliki berbagai cara dalam penggunaannya. Sejak zaman kuno, pedang adalah senjata yang paling sempurna. Namun jika itu menyangkut tentang perlindungan, pedang ringan tak akan pernah bisa dibandingkan dengan pedang yang berat. Saat mengacungkan pedang ringan, orang itu kemungkinan hanya dapat melindungi tiga, atau lima orang saja … Sedangkan untuk mengacungkan pedang yang berat, bahkan untuk melawan ribuan tentara yang kuat, selama orang-orang yang ingin kulindungi berada dibelakangku, musuhku seharusnya tak perlu repot-repot berpikir untuk menyakiti orang-orang yang berada dibelakangku, terkecuali, jika mereka dapat melawan pedang beratku dan melangkahi mayatku terlebih dahulu. Tak hanya itu, berkaitan dengan kecocokan para praktisi profound akan pedang yang digunakan, aku tak sepenuhnya menyetujui apa yang dikatakan oleh Sikong Du … Alasan mengapa tak ada yang memilih pedang berat adalah karena sulitnya menguasai pedang berat; Menguasai pedang berat itu ratusan ribu kali lipat lebih sulit daripada pedang ringan. Menjadi akrab dengan pedang berat membutuhkan waktu yang sangat lama. Namun, jika terdapat saat-saat dimana seseorang bisa mengayunkan pedang berat secepat pedang ringan maka … “

“Maka, didunia ini, siapakah yang dapat menghalangi kekuatan pedang yang berat ini?”

Yun Che mengatakan setiap perkataan tanpa sedikitpun keraguan. Sejak pertama kali melihat Overlord Colossal Sword, itulah bayangan yang selalu ada didalam pikirannya. Namun, ia benar-benar menyadari betapa sulitnya untuk mencapai hal tersebut meskipun hanya sedikit saja, dan berapa banyak waktu yang dibutuhkannya. Seseorang bisa memilih pedang ringan dan mencapai penguasaan pedang dalam waktu dua puluh tahun. Namun jika itu menyangkut orang lain yang memilih pedang berat, mungkin ia hampir dapat mengendalikan pedang yang berat itu dalam waktu dua puluh tahun. Selain itu, dalam periode waktu dua puluh tahun tersebut, kultivasi profound strength mereka akan terpengaruh juga. Dan ketika dihadapkan dengan lawan yang memiliki tingkatan setara, kesempatan untuk menang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan praktisi yang memilih pedang ringan sebagai senjatanya, dan para praktisi yang memilih pedang berat mungkin akan dipandang rendah. Akibatnya, jumlah para praktisi yang memilih pedang berat itu menjadi sama langkanya seperti phoenix feathers dan qilin horns.

Meskipun demikian, Yun Che bersikeras ingin melakukan hal tersebut. Mungkin terdapat alasan tambahan yang penting; Mungkin secara tak sadar ia tak ingin memilih pilihan yang sama dengan yang dipilih oleh sebagian besar praktisi profound.

Setelah Yun Che selesai berbicara, Jasmine juga tak berbicara dalam waktu yang lama. Tepat disaat Yun Che hendak mengeluarkan Overlord Colossal Sword untuk mencobanya lagi, suara Jasmine yang terdengar samar-samar muncul: “Alasan mengapa kau memilih pedang berat ini … sama persis … seperti kakak (laki-laki)…”

Gerakan Yun Che terhenti sambil bertanya dengan lembut, “Kakakmu? Ia juga menggunakan pedang berat?”

Suara Jasmine terdengar penuh dengan emosi; Yun Che dapat membayangkan wajah Jasmine yang bermata merah, karena kata “kakak” disini adalah kata yang paling hangat dan lembut dihatinya, namun juga merupakan perkataan yang dapat menimbulkan rasa sakit paling dalam terhadapnya: “Pada awal mulanya, senjata pilihan kakakku, juga adalah pedang ringan. Setelah itu, ia meletakkan pedang ringan itu dan mengambil pedang berat, karena kakak berkata … Pedang yang berat itu, merupakan senjata pembunuh, senjata yang sangat dahsyat, namun lebih dari itu, merupakan senjata untuk melindungi; Ia ingin menggunakan pedang berat itu untuk melindungiku, melindungi ibu, dan melindungi tanah air kami … “

“Untuk berlatih pedang berat ini, kakakku mengambil risiko yang besar untuk berkultivasi buku terlarang “Great Way of the Buddha “, dan setelah mengalami berbagai kesulitan yang tak terhitung jumlahnya, ia menemukan warisan dari Prison God Sirius, dan memperoleh 《Prison God Sirius’ Tome》. Setelah itu, dengan ketekunan yang tinggi, kakakku berhasil sepenuhnya mengkultivasikan The Great Way of the Buddha dan Prison God Sirius Tome. Ketika ia membawa pedang berat dimedan perang, dengan sekali ayunan pedang, puluhan ribu tentara menjadi musnah sepenuhnya. “

“Pada saat itu, hal yang paling kusukai adalah melihat sosok kakakku yang mengacungkan pedang berat itu kemedan perang; Kakakku adalah yang paling tampan, paling kuat, ia memberiku dan ibuku perasaan aman dan kepercayaan yang tak terlukiskan. Jika kakakku berada disana, meskipun langit akan runtuh, kami tak akan gentar sedikitpun, karena kakakku akan menggunakan pedangnya yang berat, dan akan selalu melindungi kami, orang-orang yang berada dibelakangnya. “

Suara Jasmine terdengar menjadi lebih dan lebih pelan, hingga suaranya itu menjadi bergetar dan berbeda.

Karena kakaknya, pada akhirnya meninggal … Dari penjelasannya, dapat dikatakan bahwa kakaknya adalah seseorang yang sangat kuat dan tak tertandingi, mungkin begitu kuatnya dan berada diluar jangkauan pemikiran Yun Che. Jasmine benar-benar tak menceritakan bagaimana kakaknya itu meninggal, dan Yun Che juga tak berani menanyakannya, karena hal itu mungkin adalah kenangan yang paling tragis didalam hatinya.

“Melepaskan pedang ringan dan memilih pedang berat untuk melindungi orang-orang yang berada disekitarnya. Kakakmu ini benar-benar orang yang sangat hebat.” Jawab Yun Che sambil mendesah, “Jika memungkinkan, aku benar-benar ingin menemuinya. “

Jasmine tak berbicara dalam waktu yang lama, dan ia tampak terlihat seperti sedang menstabilkan emosinya. Setelah beberapa lama, dengan tenang Jasmine bertanya, “Kau, apakah kau benar-benar akan terus menggunakan pedang berat itu dimasa depan?”

“Karena aku sudah memilihnya, tentu saja aku tak akan pernah berubah pikiran ataupun menyesalinya.” Jawab Yun Che tanpa keraguan sedikitpun. “Selain itu, aku memiliki Profound Veins milik Evil God. Dibawah tingkatan yang sama, aku dapat melepaskan kekuatan dalamku; Mengendalikan pedang berat ini jauh lebih mudah bagiku jika dibandingkan dengan praktisi profound yang lainnya. “

“Bagus …” Jawab Jasmine, dan setelah terdiam beberapa saat, ia hanya berkata, “Kalau begitu, mulai hari ini, aku akan mengajarimu ‘Great Way of the Buddha’!”

“Great Way of the Buddha? Yang barusan saja kau katakan itu, apakah itu yang dikultivasikan oleh kakakmu?” Yun Che menjadi terkejut.

“Benar; memang benar itu adalah buku terlarang yang dikultivasikan oleh kakakku untuk dapat mengendalikan pedang yang berat itu!” Jasmine berkata dengan dingin, “Alasan mengapa disebut sebagai ” Great Way of the Buddha”, adalah karena itu sama seperti ‘Evil God Arts’ yang berada ditubuhmu; Sebuah Divine Profound Art yang dimiliki oleh True God dari Primordial Era! Itu berasal dari Primordial True God yang pernah disebut ‘Rage God’. Perbedaannya adalah kalau Evil God Arts berada di profound veins dan tak perlu dikultivasi lagi, sedangkan untuk Great Way of the Buddha sendiri mempengaruhi darah, meridian, otot, kulit, dan rambutmu… dan sama sekali tak berhubungan dengan profound veins ataupun profound strength.

“Mirip dengan Evil God Arts … Divine Profound Art?” Yun Che merasa terkejut didalam hatinya. Kekuatan luar biasa dari Evil God Arts tak perlu dikatakan lagi; Sampai sekarang ia hanya bisa membuka gerbang pertama, dan didalam kondisinya yang berada ditingkat kesepuluh Nascent Profound Realm, dengan mudahnya ia dapat mengalahkan Feng Yue, yang mana berada ditingkat ketiga True Profound Realm. Karena “Great Way of the Buddha ” juga merupakan sebuah Divine Profound Art, maka seharusnya kekuatannya tak lebih rendah daripada “Evil God Arts” bukan?

“Setelah kematian dari sang Primordial True God, meskipun tak ada seorangpun yang tahu bagaimana ‘Great Way of the Buddha’ itu diwariskan / diedarkan sebelumnya, namun keberadaannya sampai saat ini masihlah sangat terlarang. Karena itu merupakan sebuah Divine Profound Art, maka tentu saja kemampuan itu tak dapat dikultivasikan oleh manusia. Dan selama berjuta-juta tahun lamanya, ‘Great Way of the Buddha’ telah melewati banyak tangan; Sejumlah para ahli yang tiada tanding dan tak terhitung jumlahnya mengandalkan profound strength mereka sendiri untuk mencapai puncak eksistensi, Dan pada akhirnya mereka meledak hingga mati karena usaha mereka untuk secara paksa mengkultivasikan ‘Great Way of the Buddha’. Kekuatan Dewa, bukanlah sesuatu yang dapat dilawan oleh manusia. “

Yun Che: “…”

“Baru setelah kejadian itu, ‘Great Way of the Buddha’ menjadi lenyap didunia, dan legenda mengenai hal itu juga mulai memudar secara perlahan. Baru pada suatu hari, kakakku menemukannya didaratan mistis dan berbahaya. Penemuan ‘Great Way of the Buddha’ ini, juga merupakan rahasia yang tak pernah diberitahukan kepada orang-orang lain. Didunia ini, hanya kakakku dan aku saja yang mengetahuinya; Bahkan ayah dan ibuku tak pernah menyadarinya. “

Jasmine tak berbohong, “Great Way of the Buddha” adalah rahasia antara ia dengan kakaknya; Selain keduanya, tak ada orang lain yang mengetahui tentang kemunculan kembali dari “Great Way of the Buddha” ini. Setelah kakak Jasmine meninggal, “Great Way of the Buddha” ini hanya ada didalam hati Jasmine saja.

Jasmine tak pernah berpikir untuk mengkultivasikan “Great Way of the Buddha”, apalagi menyerahkannya kepada seseorang. Sebenarnya ia bermaksud untuk tak pernah memberitahukan tentang hal itu kepada siapapun. Sebaliknya, ia ingin “Great Way of the Buddha” ini selamanya berada dikedalaman jiwanya bersama dengan kenangan terindah kakaknya itu.

Namun Jasmine ini terus melihat wajah kakaknya ditubuh Yun Che … dan bahkan sempat merasakan jejak kakaknya didalam diri Yun Che… Pertama kali ia merasakannya adalah pada saat ia sedang berada di Flame Dragon Den, ketika Yun Che menggunakan separuh darahnya tanpa adanya sedikitpun keraguan untuk menyelamatkan Jasmine. … Secara samar-samar Jasmine menjadi sadar kembali dan terbangun, ia berpikir bahwa ia sedang melihat kakaknya …

Dan ketika Yun Che memilih pedang berat itu, kemudian menjelaskan alasan mengapa ia memungutnya, ia merasakan ada seseorang yang telah membuat jantungnya berdetak dengan kencang, serta bergetar dalam waktu yang sangat lama …

Ia tahu mengapa ia benar-benar ingin mengajari “Great Way of the Buddha” yang terlarang ini kepada Yun Che ……

Karena ia ingin melihat sosok kakaknya yang sedang mengacungkan pedang berat itu, dilakukan oleh Yun Che … seolah-olah Jasmine sedang ingin menciptakan sebuah peristiwa yang hanya bisa dilihat didalam mimpinya itu.

“Karena “Great Way of the Buddha” ini tak dapat dikultivasikan oleh manusia dan para dewa yang sudah tak ada lagi didunia ini, bagaimana mungkin bisa kakakmu berhasil mengkultivasinya?” Tanya Yun Che, sambil menyela Jasmine yang sedang berpikir.

“Karena kakakmu mirip seperti dirimu, seseorang yang mewarisi kekuatan Primordial True God… Primordial True God itu dikenal sebagai ‘Star God Sirius’. Kedua profound veins dan darahnya mengandung True God Mark, oleh karena itu, ia berhasil menggunakan kekuatan ‘Great Way of the Buddha’ ini. Namun, ‘Great Way of the Buddha’ ini memiliki total dua belas tahapan, sedangkan batasan kultivasi kakakku hanya berada ditahapan keenam. Melanjutkannya lebih jauh lagi akan menghasilkan ledakan kematian yang sama seperti sebelumnya yang mana telah dilakukan oleh orang-orang lainnya secara sia-sia.

“Dan kau, dengan Profound Veins milik Evil God, seharusnya kau memiliki kemampuan yang sama seperti kakakku, dan dapat berkultivasi hingga tahapan keenam dari ‘Great Way of the Buddha’ ini! Dan selama kau berkultivasi pada tahapan pertama ‘Great Way of the Buddha’, kau dapat dengan mudahnya mengendalikan pedang berat. “

Setiap perkataan Jasmine ini, mengejutkan Yun Che. Ia menelan seteguk air liurnya dan bertanya dengan nada yang terdengar agak tak yakin: “Barusan saja kau bilang… hanya dengan tahapan pertama dari ‘Great Way of the Buddha’, memungkinkanku untuk menguasai Overlord Colossal Sword ini? Pedang yang berat ini bukanlah pedang berat yang biasa saja, beratnya itu seribu sembilan ratus lima puluh kilogram!”

Dan yang dikatakan oleh Jasmine setelahnya itu, hampir membuat Yun Che berlutut ditempatnya.

“Hmph, tentu saja aku sudah mengerti bobot dari pedang berat ini.” Jasmine berkata dengan dingin, “Namun, jika kau berhasil mengkultivasi tahapan pertama dari ‘Great Way of the Buddha’ ini, dan sedang berada didalam kondisi dimana tak adanya peningkatan pada profound energy sedikitpun. Kemampuan itu dapat meningkatkan kekuatan lenganmu sebesar seribu lima ratus kilo! Di tahapan kedua, dapat meningkatkan kekuatan lenganmu sebesar empat ribu kilo; Dan ditahapan ketiga, dapat meningkatkan kekuatan lengan sebesar sepuluh ribu kilo …. Hanya dengan tahapan pertama saja, sudah cukup untukmu! Jika kau sudah mencapai tahapan kedua, menggunakan pedang berat ini tak akan ada bedanya jika dibandingkan dengan praktisi biasa yang menggunakan pedang ringan.

“Dan juga, meskipun kau tak menggunakan pedang berat sekalipun; Hanya dengan bermodalkan kekuatan lenganmu itu saja, dan tanpa mengaktifkan ‘Evil Soul’, tentu tak akan ada seorangpun ditingkatan yang sama denganmu yang dapat menandingi dirimu. Dengan dukungan ‘Evil Soul’, sudah cukup bagimu untuk mengalahkan lawan yang memiliki tingkatan separuh realm yang jauh hebat diatasmu! “

Translator / Creator: fatality