June 23, 2017

Against the Gods – Volume 2 / Chapter 117

 

Empyrean Dance of the Phoenix Wing

“Old Devil! Old Tiger!! “

Melihat kepala Black Devil dan Black Tiger yang terpenggal dalam waktu sekejap itu, seluruh keberanian Black Demon menjadi hilang, dan ia hampir saja memuntahkan darah ditempatnya. Semua Black Demon Mercenaries bahkan membeku ditempatnya, dan tak berani mempercayai bahwa ketiga wakil kapten hebat dengan tingkat kekuatan True Profound Realm benar-benar akan mati secara instan ditangan seorang bocah berusia enam belas tahun.

“Heh heh, tak perlu bersedih hati, sebentar lagi kalian semua akan bertemu lagi.” Yun Che menyandarkan tubuhnya kesamping dan tersenyum dingin kearah Black Demon. Tiba-tiba Yun Che mengangkat Tiger Soul Sword-nya, sebuah lidah api yang panjangnya semeter menyapu kearah Black Demon dari jarak yang sangat jauh.

“BAJINGAN! KAU HARUS MEMBAYAR DENGAN DARAHMU, AKU AKAN MEMOTONG-MOTONG DIRIMU MENJADI BERIBU-RIBU BAGIAN!” Kemarahan Black Demon memuncak. Dengan ayunan Wolf Fanged Mace-nya, ia melenyapkan lidah api milik Yun Che itu sebelum Black Demon melompat tinggi keudara untuk menghantam Yun Che dengan lompatan serangannya. Yun Che pun juga melompat; Kedua tangannya dengan erat mencengkeram Tiger Soul Sword, dan menabrak Black Demon diudara.

CLANG!!

Percikan api berterbangan ke berbagai arah. Kedua tubuh mereka bergetar hebat disaat yang bersamaan sebelum terhempas kebelakang. Ketika Yun Che mendarat, tubuhnya hanya sedikit bergetar, namun  ia tetap dapat berdiri dengan tegak; Ketika Black Demon mendarat, ia mundur sebanyak lima atau enam langkah secara beruntun sebelum ia dapat menstabilkan pendiriannya. Sebuah lubang seukuran jari tangan yang begitu dalamnya secara mengesankan muncul diatas Iron Wolf Fanged Mace yang mana sedang berada ditangannya itu.

Setelah bertemu Yun Che muka dengan muka dan saling beradu pukulan, Black Demon akhirnya mengerti mengapa Black Devil, Black Tiger, dan Black Wolf dengan mudahnya dieksekusi oleh Yun Che satu per satu. Hal itu disebabkan karena Black Demon, berada diposisi yang tak menguntungkan pada benturan profound energy yang murni itu!!

Bola mata Black Demon bergetar dengan hebat, wajahnya dipenuhi dengan rasa tidak percaya … Mustahil! Sangat mustahil! Dia jelas-jelas hanya memiliki profound strength ditingkat sepuluh pada Nascent Profound Realm, sedangkan aku, berada ditingkat ketiga True Profound Realm! Bagaimana mungkin intensitas profound energy-nya jauh lebih kuat ketimbang diriku! Ini mustahil, benar-benar sangat mustahil!

Bagaimanapun juga, meskipun ia tak mau mempercayainya, kebenarannya sudah berada tepat didepan matanya. Tingkat profound strength lawan jelas-jelas lebih rendah daripada dirinya, namun intensitas profound energy-nya itu, jauh lebih tinggi ketimbang miliknya. Selain itu, senjata milik lawan juga merupakan keuntungan besar bagi musuhnya. Lagipula, Wolf Fanged Mace miliknya merupakan True Profound Artifact yang tertanam dengan profound energy miliknya selama pertempuran. Untuk lawannya yang benar-benar telah menciptakan lubang yang begitu besar hanya dengan sekali serang, kemungkinan besar Wolf Fanged Mace itu akan terbelah menjadi dua jika menahan beberapa serangan lagi.

“Sepertinya kekuatanmu tak bisa lebih tinggi lagi daripada yang sekarang ini.” Yun Che berkata secara sarkastis disaat ia mengangkat tangannya untuk membelai gagang dari Tiger Soul Sword ini.

“Berandalan kerdil, jangan terlalu cepat sombong, ayah disini barusan hanya sedang bermain-main saja! Kau seorang praktisi Nascent Profound Realm sampah, bagaimana mungkin kau dapat melawanku, Black Demon, HAAAH! STORM STRIKE! “

Black Demon telah hidup didunia luar selama beberapa dekade, namun karena ia tak bergabung dengan anggota sekte manapun, secara alami ia tak dapat mempelajari profound skill kelas tinggi apapun. Namun, ia telah mempelajari beberapa profound skill kelas rendahan yang dapat dibelinya dimana saja. Dia mendekati Yun Che dan berputar dengan cepat secara tiba-tiba, mengaduk profound energy-nya untuk membentuk badai yang hebat sambil mengayunkan Wolf Fanged Mace-nya.

CLANG CLANG CLANG CLANG !!

Yun Che sedikit terpental kebelakang dan dengan cepat ia menggunakan Tiger Soul Sword miliknya untuk memblokir semua serangan Black Demon. Setiap kali Tiger Soul Sword berbenturan dengan Wolf Fanged Mace, benturan itu menghasilkan dentang suara yang keras dan memenuhi langit-langit dengan percikan api. Setelah tiga puluh lebih pukulan yang masuk secara beruntun, Yun Che melompat mundur, dan terhempas kebelakang sebanyak belasan langkah. Serangan Black Demon juga berhenti disaat itu, lalu ia berteriak keras sambil menunjuk kearah Yun Che: “APA YANG KALIAN TUNGGU LAGI! PERGI DAN BUNUHLAH DIA! SIAPAPUN YANG DAPAT MEMBUNUHNYA AKAN KUJADIKAN WAKIL KAPTEN LANGSUNG!! “

Para Black Demon Mercenaries masih dalam keadaan tertegun setelah melihat kematian dari ketiga wakil kapten dan tak dapat sepenuhnya bereaksi. Namun setelah mendengar teriakan keras dari Black Demon saat ini, mereka nampak seperti terbangun dari mimpi. Lalu tiba-tiba mereka bergegas dan mengepung Yun Che dari berbagai sisi.

“Senior Sister, berjaga-jagalah dan waspada!”

Yun Che tak berani bertindak gegabah ketika menghadapi pengepungan dari ketujuh puluh sembilan Black Demon Mercenaries yang kekuatannya berada ditingkat Nascent Profound Realm. Dalam keadaan seperti itu, ia tak dapat lagi menjaga Lan Xueruo. Namun, dengan kemampuan Lan Xueruo, ia masih dapat menghadapi musuh-musuh yang berada ditingkatan Nascent Profound Realm, bahkan dengan tubuhnya yang masih melemah, untuk sementara waktu tanpa adanya risiko apapun.

“Matilah!!”

Lebih dari selusin Black Demon Mercenaries mendekat dengan formasi sederhana dan melompat kearah Yun Che disaat yang bersamaan. Yun Che tak menghindarinya, malahan ia menunjukkan senyuman dingin disudut bibirnya. Sementara ia sedang menerima serangan dari mereka dengan satu sapuan, lidah api raksasa berkobar keluar, menyebabkan Tiger Soul Sword nampak bertumbuh sepanjang dua meter lebih.

Puff puff puff puff puff ……

Disaat lidah api itu menghantam orang pertama, dampaknya itu mematahkan leher orang tersebut sebelum berlanjut menyapu kearah orang kedua, ketiga, dan keempat tanpa adanya sedikitpun penurunan kekuatan … Ketika menghadapi begitu banyak musuh, hal seperti ini biasanya dianggap sebagai tabu untuk dapat menyerang semua orang terkecuali jika orang itu memiliki kekuatan yang benar-benar luar biasa, karena kekuatan serangannya itu akan menyebar dengan luas. Seseorang seharusnya memusatkan kekuatan mereka disatu titik agar dapat mengurangi tekanan yang ada pada dirinya sendiri.

Namun, yang dilakukan Yun Che adalah menyapu secara horisontal dengan fire profound energy-nya! dihadapan semua musuh yang berada ditingkat Nascent Profound Realm tersebut, profound strength-nya sendiri bisa dianggap tak terlalu hebat, namun senjata yang dipegang olehnya itu merupakan Earth Profound Artifact yang dapat dengan mudahnya memotong pertahanan profound energy dari Nascent Profound Realm! Api yang dilepaskan oleh Yun Che adalah api phoenix, yang mana sedang berada dibawah kendali kekuatan Evil God! Selain tekanan mutlak dari profound art dan senjatanya, profound strength-nya yang superior memperbolehkan  sapuan horisontalnya menjadi sapuan horisontal murni yang tak dipaksakan sama sekali.

Tujuh atau delapan kelompok yang berjumlah lebih dari selusin orang dan sedang mengepung Yun Che secara langsung tersapu oleh satu serangannya. Terdengar suara angin sepoi-sepoi dari belakang dan sebuah broadaxe yang berat terayun kearah lehernya. Tanpa berbalik, ia mengepalkan tangan kirinya dan meninju kearah angin.

BANG !!

Black Demon Mercenary yang mencoba untuk menggunakan serangan menyelinap terhadap Yun Che sekarang mengalami keretakan tulang didada mereka menjadi beberapa bagian, dan ia memuntahkan darah sambil terhempas jauh.

“MATILAH!!”

Terhadap para Black Demon Mercenaries itu, Yun Che tak menunjukkan rasa ampun ataupun belas kasihan sedikitpun. Dengan lompatan, ia menghindari serangan dari ketiga Black Demon Mercenaries dan menginjak mereka dari arah belakang, membuka sebuah lubang berdarah didada mereka. Dengan meminjam kekuatan rekoil, tubuhnya melesat kearah yang sangat jauh, menyapu tiga orang dengan lidah api dari ketinggian setinggi langit. Ketika ia mendarat, ketiga orang yang lainnya melayang terbang dengan sekali serangannya.

Semakin dan semakin banyak para Black Demon Mercenaries mulai menyerang dari berbagai sisi, mengelilingi Yun Che dengan ramainya seperti ombak air. Yun Che tetap bersikap tenang dan dapat menguasai dirinya; Dengan menggunakan Star God’s Broken Shadow, ia berkelok-kelok melewati kerumunan orang-orang itu seperti layang-layang yang berada didalam badai. Dimanapun Tiger Soul Sword itu mengarah, senjata mereka akan hancur dan orang itu pasti akan mati hanya dalam sekali serangan. Dihadapkan dengan Tiger Soul Sword ini, pertahanan profound energy milik para praktisi Nascent Profound Realm itu tak jauh berbeda jika dibandingkan dengan selembar kertas yang tipis.

Tak lama kemudian, tubuh Yun Che berceceran dengan banyak bercak darah. Namun, ia sama sekali tak memiliki persepsi akan semua hal ini. Ia telah membunuh terlalu banyak orang sepanjang hidupnya. Baginya, membunuh itu sama lazimnya dengan memanen gandum; Hal itu tak mampu menghasut sedikitpun aliran yang berada didalam hatinya.

Black Demon, yang mana sedang berdiri dari kejauhan, ingin memanfaatkan momen disaat Yun Che sedang dikepung dan melakukan serangan menyelinap untuk mengakhiri semua ini selama-lamanya. Namun setelah melihat tubuh Yun Che yang basah kuyup dan menebas gelombang Black Demon Mercenaries layaknya sebuah gandum, Sebuah perasaan merinding yang sangat dalam mulai membanjiri hati Black Demon … Jelas-jelas ia adalah seorang bocah laki-laki, namun ia bisa membunuh dengan sangat cepat dan rapi, tanpa adanya sedikitpun tanda-tanda keraguan ataupun keberatan. Selain itu, tatapan mata dan ekspresinya ketika membunuh terlalu tenang; Begitu tenangnya sampai-sampai ia tak merasa telah membunuh orang-orang!

Black Demon, juga telah membunuh cukup banyak orang sepanjang hidupnya; Setidaknya delapan puluh orang atau kalau tidak ya ratusan orang. Namun, ia sendiri pasti tak akan setenang itu ketika membunuh orang.

Ia hanyalah seorang yang berada ditingkatan Nascent Profound Realm, akan tetapi ia memiliki kekuatan yang sangat mengerikan … Lidah-lidah api yang sangat mengejutkan itu, pedang mengerikan yang dianugerahi kematian terhadap siapapun yang disentuh olehnya itu … Jantung Black Demon mulai berdetak lebih dan lebih kencang lagi. Idenya untuk melakukan serangan menyelinap terhadap Yun Che dengan cepatnya sirna dan perasaan takut mulai tumbuh dan berkembang biak secara cepat dihatinya yang paling dalam. Langkah kakinya mulai menciut kearah belakang sebelum ia membalikkan tubuhnya untuk melarikan diri secara beringas.

“Mau coba-coba untuk kabur?” Semua tindakan Black Demon sudah diawasi oleh Yun Che sepenuhnya. Tatapan Yun Che menjadi semakin ganas disaat ia menyapukan Tiger Soul Sword miliknya, memaksa semua Black Demon Mercenaries yang berada disekitarnya untuk pergi sebelum Yun Che menginjakkan kakinya kepermukaan tanah dan melompat setinggi tiga puluh meter kearah langit. Tubuhnya mulai terbakar dengan api sambil mengunci tatapannya kearah Black Demon.

“Empyrean Dance of the Phoenix Wing!”

Api yang berada ditubuh Yun Che berkobar dengan sangat hebat dan kedua sayap api terbentang keluar dari punggungnya. Seluruh tubuhnya menembak kearah bawah. Dari kejauhan, sosok itu seperti burung phoenix kecil yang menukik turun dari langit, yang juga membawa jeritan phoenix yang terdengar samar-samar secara bersamaan.

Empyrean Dance of the Phoenix Wing; Sebuah Phoenix Fire Skill yang tercatat pada tahap kelima [World Ode of the Phoenix]. Ketika dimobilisasi, sayap api akan bangkit dari punggung seseorang dan bergegas menyerang musuh dengan tegas dan kuat, Lalu memicu sebuah ledakan api berskala besar. Sebenarnya, untuk dapat memanfaatkan kemampuan ini, diperlukan kekuatan api phoenix seseorang yang berada ditahapan kelima; Namun karena profound entrance ini sudah dipecahkan dengan kemampuan pemahaman milik Yun Che yang sangat tinggi dan kekuatan yang dimiliki oleh Fire Seed of the Evil God. Ia telah menyatukan kekuatan api phoenix dengan kekuatan api Evil God miliknya agar dapat melakukan tindakan ini.

Tekanan yang begitu ganas dan suhu api yang begitu teriknya dari langit-langit menyebabkan Black Demon secara tak sadarkan diri melihat kearah belakang, Namun, bahkan jika ia sudah mendeteksi hal itu sebelumnya, pada dasarnya tak memungkinkan baginya untuk menghindari sambaran hebat dari Empyrean Dance of the Phoenix Wing

BOOM!!

Suara ledakan yang sangat keras menggema diseluruh horison. Ditanah yang kering ini, retakan-retakan yang berada dipermukaan tanah bermunculan dan menyebar dengan sangat cepat bagaikan sarang laba-laba, namun retakan itu disertai dengan nyala api yang dashyat. Didalam kobaran api yang mengamuk itu, terlihat sosok hitam yang sedang berjalan keluar, menyemburkan sejumlah besar darah segar sebelum terjatuh kepermukaan tanah layaknya sebuah karung usang yang terbuang, dan menebarkan debu awan.

Setiap orang dari Black Demon Mercenary membeku dijalur mereka masing-masing. Dengan mata mereka yang terbuka lebar, mereka menatap ngeri kearah sosok hitam yang sedang terkejang-kejang dibalik api. Lan Xueruo juga berdiri disana dan menatap kosong; Tangannya yang kecil menutupi mulutnya sambil menatao samar-samar dan dipenuhi dengan rasa heran.

Yun Che berjalan perlahan kearah depan Black Demon. Ia melihat sebuah mayat yang tergeletak ditanah dan tak mampu untuk berdiri, dengan tatapannya yang dingin dan acuh tak acuh. Sejumlah besar energi terkomsumsi setiap kali Empyrean Dance of the Phoenix Wing digunakan, dan pada hari ini ia sudah menggunakannya sebanyak dua kali; Selain itu Yun Che telah membuka Evil Soul profound gate dalam waktu yang cukup lama, tubuhnya mulai merasa sangat lemah. Namun, efek dari serangan ini terlihat dengan sangat jelas dan mudah untuk dilihat; Selama tabrakan yang terjadi sebelumnya itu, dengan jelas ia mendengar suara retakan dari tulang punggung Black Demon.

Dengan tulang punggungnya yang telah hancur, bisa dianggap bahwa Black Demon ini sudah lumpuh total. Meskipun ia dapat selamat dari cedera ini, tetap saja ia akan menghabiskan seluruh hidupnya lumpuh.

“Ampuni aku … ampuni aku … aku masih ingin tetap hidup…”

Setelah merasakan kehadiran Yun Che, Black Demon langsung memohon ampun kepadanya. Hal ini adalah instink manusia untuk menghargai kehidupan seseorang; Apalagi penjahat tulen seperti dirinya, yang mana masih belum cukup puas dengan kehidupannya meskipun sudah hidup bebas dari ikatan terbelenggu selama separuh hidupnya. Yun Che membungkuk dan menjawabnya dengan dingin sambil melepaskan spatial ring berwarna kuning ditangannya: “Sudah tak ada gunanya lagi kau hidup.”

Disaat suaranya mulai memudar, Yun Che membelah leher Black Demon dengan telapak tangannya.

Dengan suara “crack”, leher Black Demon retak seketika dan matanya melotot keluar; Ia tak akan lagi bersuara ataupun bernapas lagi.

Translator / Creator: fatality