June 19, 2017

Against the Gods – Volume 2 / Chapter 115

 

Sorry, I’m Late

“Benar-benar tak dapat dipercaya, secara paksa kau dapat memahami Phoenix Flame Techniques dari tahapan kelima dan keenam [World Ode of the Phoenix] dengan memanfaatkan afinitas profound strength-mu yang sangat kuat terhadap api, meskipun dalam kondisi dimana konsep kekuatan api phoenix masih sangatlah kurang! Para manusia memang benar-benar membuatku tercengang. “

“Kekuatan inti dari kedua alam yang hebat itu terletak pada peningkatan kekuatan api phoenix yang memiliki jumlah besar, namun yang kulakukan hanyalah memahami kedua teknik api yang hebat itu; tentu hal ini bukanlah sesuatu yang mengesankan.” Jawab Yun Che dengan tenang.

“Bukan! Teknik api yang berasal dari dua alam yang besar ini, ‘Empyrean Dance of the Phoenix Wing’ dan ‘Star Scorching Demon Lotus’, merupakan konsep energi api yang terkait erat dan bersama-sama menjadi satu-kesatuan. Untuk benar-benar dapat memahami kedua teknik api yang hebat tersebut didalam keadaan seperti ini, aku yakin bahwa jika Phoenix berada didunia yang fana ini, ia pasti akan sangat tercengang juga. Kuakui, hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa kau memiliki Fire Seed of the Evil God dan afinitas yang sangat kuat terhadap api; Namun, bahkan jika Evil God yang kesini, pada dasarnya tak memungkinkan baginya untuk melakukan hal seperti ini dalam rentang waktu yang singkat selama sebulan saja. Kemampuanmu untuk memahami sesuatu yang begitu mencengangkan ini sudah cukup untuk dinobatkan sebagai yang terbaik didunia pada saat ini.”

Ini adalah evaluasi yang telah dilakukan oleh Phoenix Spirit terhadap Yun Che. Menjadi sebuah spirit dari seekor Divine Beast terhebat didunia yang fana ini, tak pernah terbayangkan bahwa spirit tersebut akan memberikan evaluasi semacam itu kepada manusia kelak.

Batu giok yang mencatat [World Ode of the Phoenix] tersebut secara perlahan lenyap ditangan Yun Che, dan suara Phoenix Spirit terdengar sekali lagi: “Batas waktumu di Trial Grounds ini sudah mulai berakhir, dan inilah saatnya aku akan mengirimkanmu keluar. Namun, sebelum aku melakukannya, mungkin aku akan memberikanmu hadiah yang spesial. “

Didalam dunia yang gelap gulita itu, sebuah cahaya emas tiba-tiba melayang dan menyentuh dahi Yun Che. Dalam sekejap, tanda phoenix berwarna merah muncul didahinya … namun warnanya berubah menjadi emas murni yang mana sebelumnya berwarna merah tua! Bentuknya seperti sebuah deretan api yang terbakar, berwarna keemasan.

“Ini adalah …” Merasakan tanda phoenix didahinya berubah warna, Yun Che secara tak sadar menyentuh dahinya dan bertanya dengan bingung.

“Ini adalah kekuatan spesial yang hanya dapat kugunakan sekali sepanjang hidupku, namun aku tak menyangka bahwa aku akan menggunakannya sekarang ini. Bagaimanapun juga, sebagai seorang yang memiliki kekuatan Evil God, masa depanmu telah ditakdirkan begitu luar biasanya, dan memberikan kekuatan ini kepadamu merupakan suatu hal yang dianggap lebih dari sekedar sesuai. Dan untuk seperti apakah wujud kekuatan ini, ketika tiba saatnya nanti kau menggunakannya, kau akan segera mengetahuinya.”

“Sekarang, aku akan mengirimmu keluar. Temanmu dan Clan Phoenix yang telah kukutuk itu, saat ini sedang menghadapi krisis besar, dan hanya kaulah yang dapat menyelamatkan mereka pada saat ini … Sekarang, pergilah. “

Ketika suara Phoenix Spirit itu memudar, sepasang mata berwarna emas yang besar itu menghilang dalam kegelapan, ruangan yang berada didepan mata Yun Che langsung terdistorsi …

————–

Ketika formasi segel terbuka untuk sementara, Lan Xueruo bergegas keluar dengan kecepatannya yang tertinggi, dan memahami situasi diluar dengan jelas hanya dengan sekali melihat. Dengan pedang gioknya yang terhunus, ia langsung berlari kearah tentara bayaran Black Demon yang berada dibarisan paling depan. Segel yang berada dibelakang Lan Xueruo segera aktif kembali setelah ia keluar dari gua.

Kapten Black Demon sedang tidak berada ditempat, dan ketiga orang lainnya yang memiliki kekuatan ditingkat True Profound Realm – Black Tiger, Black Devil, dan Black Wolf – sepertinya juga tak berada disekitar tempat tersebut; Secara tak diragukan lagi ini merupakan situasi terbaik bagi Lan Xueruo. Dengan profound strength miliknya yang berada ditingkat ketiga True Profound Realm, pada dasarnya tak memungkinkan bagi para penjahat Nascent Profound Realm itu untuk menghentikannya.

“Wanita itu keluar … Cepat! segera beritahu kapten! “

Melihat Lan Xueruo bergegas keluar secara tiba-tiba, skuad yang berada dilokasi terdekatnya merasa tak siap. Sebelum mereka memiliki kesempatan untuk bertindak dan menghentikannya, semua senjata yang berada ditangan mereka dilibaskan oleh Lan Xueruo … Dengan kekuatan Lan Xueruo ini, ia dapat dengan mudah membunuh beberapa dari mereka dengan sekali serangan pada pedangnya. Namun, didalam hatinya, tak pernah ada pikiran untuk membunuh seseorang.

Tenda yang menyimpan makanan itu berada tepat didepannya, dan Lan Xueruo menemukannya seketika dengan segera. Mengacungkan pedang gioknya, tubuhnya yang anggun dengan cepat melaju kedepan seperti seekor kupu-kupu yang berkibar di antara bunga-bunga dan menerobos masuk ke barikade yang berisi lusinan orang. Ia telah mencapai tenda dalam waktu kurang dari beberapa kali bernafas sebelum ia mengeluarkan spatial ring yang berada ditangan kirinya.

Namun, pada saat ini, dua ledakan badai yang berbahaya tiba-tiba muncul dari kedua sisi. Wakil Kapten Black Tiger dan Black Wolf secara bersamaan melompat keluar dari belakang tenda sambil tertawa sinis; Kedua Wolf Fanged Maces mengayun kearah Lan Xueruo dari arah kedua sisinya, dan memaksanya untuk segera mundur. Dibelakang Lan Xueruo, Wakil Kapten Black Devil juga melompat keluar kearah itu yang entah darimana asalnya dirinya. Ketiganya telah mempersiapkan Wolf Wolfed Maces mereka, mengepung Lan Xueruo, dan tertawa dengan sangat cabul.

“Aku mengerti bahwa kau akan melakukan hal semacam ini. Tsk tsk, kita memang sudah lama menunggu untuk dirimu.” Black Wold menjilat sudut bibirnya dan menatap Lan Xueruo dengan tatapan penuh kecabulan.

“Wanita ini benar-benar begitu cantiknya sampai-sampai dia benar-benar layak untuk dinantikan.” Melihat Lan Xueruo dari jarak yang dekat untuk pertama kalinya, air liur Black Tiger sudah mulai mengalir turun tak terkendali.

“Kalian sedang membual apa! Ayo tangkap ia dulu. Kecantikannya memang begitu muda, namun profound strenght-nya tak lemah jika dibandingkan dengan kapten; Setidaknya kalian harus sedikit berhati-hati! “

Ditengah sahutan yang terdengar pelan itu, ketiga Wolf Fanged Maces mengayun kearah Lan Xueruo ditiga sudut yang berbeda. Lan Xueruo menampakkan senyuman pahit; Sudah empat hari semenjak ia meminum sesuatu. Meskipun profound strength-nya nampaknya tak terpengaruh, namun pada kenyataannya, karena efek dari rasa lapar, cemas, dan sedih yang terlalu lama, tubuhnya menjadi sangat lemah dan tak stabil. Karena itu, ia hampir saja tak dapat mengeluarkan setengah dari profound strength miliknya; Bahkan sampai-sampai pada titik dimana ia tak dapat mendeteksi keberadaan tiga orang yang sedang bersembunyi ini.

Dalam kondisi normal, Lan Xueruo dengan sendirinya masih dapat menangani ketiga bandit yang berada ditingkat pertama True Profound Realm itu, namun dengan kondisinya sekarang ini, hampir tak mungkin baginya untuk melarikan diri, apalagi mengalahkan mereka.

Melambaikan pedang gioknya dan melepaskan profound energy-nya, ia menangkis serangan ketiga orang itu dengan satu serangan pedang. Tetapi, dengan berbuat demikian, ia hampir saja kehilangan keseimbangannya ketika melompat mundur. Menggertakkan giginya yang bagaikan giok, cahaya keemasan dimatanya agak sedikit goyah disaat ia menggabungkan seluruh profound energy-nya. Lan Xueruo tak melanjutkan untuk bertarung, malahan ia tiba-tiba melompat keatas sebelum melakukan gerakan jungkir balik diudara, dengan tujuan untuk melarikan diri dari pengepungan mereka. Tetapi, ketiga orang itu sepertinya sudah menduga tindakan Lan Xueruo sejak lama. Black Devil tertawa terbahak-bahak: “Mau lari? Hehe, karena kau sudah keluar dari sana, jangan berpikir untuk bisa masuk kembali … Heaven Rumbling Strike! “

Black Devil melompat tepat setelahnya dan tanpa ampun mengayunkan mace-nya ke Lan Xueruo diudara. Lan Xueruo menggunakan pedangnya untuk menangkis serangan tersebut, ia hanya tersandung disaat ia mendarat ketanah. Sekarang, suara tawa yang terdengar liar dan keras muncul dari arah belakangnya: “Hahahaha! Bagus! Bagus sekali! Aku memang tak menunggu sia-sia dalam sebulan terakhir ini; Si cantik telah menghantarkan dirinya kedepan pintu masuk, Hahahaha! “

Suara ini mendadak membuat perasaan Lan Xueruo menggigil, karena jelas ini adalah suara Black Demon.

Disaat suaranya memudar, ledakan angin kencang yang lain mendadak muncul dari arah belakangnya. Lan Xueruo tak punya jalan untuk menghindarinya, bahkan tak ada cukup waktu baginya untuk mengayunkan pedangnya; Dia hanya bisa menahannya secara paksa dengan posisi ayunan backhand.

Poof !!

Kehabisan profound energy sepenuhnya, sementara dalam kondisi mendapatkan serangan secara tiba-tiba, bagaimana mungkin Lan Xueruo yang sekarang ini dapat menahan pukulan Black Demon yang muncul dari arah belakangnya. Tubuh Lan Xueruo yang mulus dan rapuh itu terhempas langsung, dan bekas darah mengalir perlahan diujung mulutnya.

Bertolak belakang dengan harapannya, Black Demon benar-benar merasa tertegun. Sebelumnya ia telah beradu pukulan dengan Lan Xueruo dan bahkan ia terluka oleh tusukan pedang dari Lan Xueruo; Didalam hatinya, Black Demon masih sedikit menyimpan rasa takut kepadanya, karena itulah ia lebih memilih untuk melakukan serangan menyelinap yang begitu kejamnya itu. Namun, ia sungguh-sungguh tak menyangka bahwa pukulannya ini benar-benar akan menghasilkan efek yang mengesankan. Sambil melihat Lan Xueruo yang secara perlahan-lahan menyeka darah disudut mulutnya, Black Demon mendekat kearahnya selangkah demi selangkah, dan tertawa sambil menyeringai seram: “Hehe, si cantik mungil, kau tak bisa kabur kemana-mana lagi kali ini. Patuhi aku untuk kembali bersama-sama dan jadilah istriku; Aku berjanji kau akan hidup dan makan enak. Dan ketika tiba saatnya nanti, bukankah yang menjadi masalah sekarang untuk melepaskan semua orang yang berada didalam sana adalah perkataanmu ini. “

Lan Xueruo bangkit berdiri dari tanah, matanya yang cantik terlihat dingin bagaikan es, tetapi perasaannya nampak terbebani oleh rasa sedih: Tak pernah terbayang olehku bahwa tubuhku yang mulia, akan melalui kondisi terpaksa yang sangat menyedihkan oleh sekelompok penjahat yang berada dibawah standar. Lan Xueruo tak mengucapkannya perkataan itu dihadapan mereka melainkan didalam hatinya; Setelah menempatkan posisi pedang gioknya tepat didepan tubuhnya, ia bersiap untuk menghadapi perjuangan hidup dan matinya yang terakhir.

“Tsk, bagaikan sebuah kacang keras yang begitu susah untuk dihancurkan. “Black Demon meremas dagunya dengan jarinya, tersenyum lebih dan lebih berbahaya lagi disaat ia mendekati Lan Xueruo: “Sepertinya kau tak akan patuh jika aku tak membuatmu pingsan. Bila tiba saatnya, kau akan terbangun dan menemukan dirimu sedang ditelanjangi, mari kita lihat apakah kau masih bisa bersikap sok tangguh atau tidak.

Semua Black Demon Mercenaries yang sedang mengelilinginya tertawa terbahak-bahak. Black Demon juga mengambil langkah besar kedepan, dan secara horizontal mengayunkan Wolf Fanged Club-nya kearah Lan Xueruo.

Clang!

Clang!

CLANG!!

Lan Xueruo mengertakkan giginya yang bagaikan giok itu dan memblokir serangan Black Demon dengan seluruh kekuatannya. Pemblokiran pertama, Lan Xueruo mundur kebelakang sebanyak beberapa langkah; Dan untuk pemblokiran kedua, lengan kanannya merasakan aliran mati rasa, menyebabkan dirinya hampir jatuh; dan untuk pemblokiran ketiga, ia langsung terlempar ke tanah, dan pedang giok ditangannya juga melayang jauh, jauh sekali.

“Hehehehe,” Black Demon melemparkan Wolf Fanged Mace-nya kebelakang dan mengusap kedua tangannya sambil berjalan menuju kearah Lan Xueruo yang sedang terjatuh. Ditengah-tengah tawanya yang begitu cabul, ia meraihnya hanya dengan satu tangan.

Scree ~~~~~~~

Pada saat inilah suara tangisan phoenix yang begitu menusuk telinga itu tiba-tiba terdengar ditelinga mereka, dan membuat telinga mereka berdering untuk sementara waktu. Seluruh tubuh Black Demon juga membeku sepenuhnya, dan ia pun menghentikan gerakannya. Sebelum ia dapat bereaksi, ia melihat sebuah sosok yang tertutupi oleh api dahsyat yang secara tiba-tiba menerobos keluar dari segel gua tersebut; sosok itu secara langsung bergegas kearah mereka sambil membawa gelombang panas yang begitu terik.

Sosok yang tertutupi oleh api itu .. seperti seekor burung phoenix kecil yang sedang menyebarkan sayapnya dan menari-nari dengan begitu ringannya!

Tunggu sebentar … Phoe … Phoenix?

Mata setiap orang langsung menatapnya lebar-lebar dengan mulut ternganga. Sedangkan “Phoenix” itu, setelah menerobos formasi segel, mereka terbang kearah posisi Lan Xueruo seperti sebuah komet yang turun dengan kecepatan tinggi.

BOOM!!!!

Phoenix itu menabrak tanah, memicu sebuah ledakan dahsyat yang berukuran diameter lebih dari lima puluh meter.

Black Demon, Black Tiger, Black Devil, Black Wolf, dan semua Black Demon Mercenaries yang berada disekitarnya terhempas oleh gelombang api tersebut, dan hampir kehilangan kesadarannya sebelum mereka berguling-guling panik ditanah sambil berteriak-teriak disaat mereka mencoba untuk memadamkan api yang menyala ditubuhnya.

Black Demon terhempas sepanjang beberapa puluh meter kebelakang. Ia berusaha untuk bangkit dengan susah payah sebelum menggunakan seluruh kekuatannya untuk memadamkan api yang berada disekitar tubuhnya, dengan ganasnya ia berteriak: “SIAPA! SIAPA ITU!!”

Tepat disaat ia sedang berteriak, matanya tiba-tiba terbuka lebar … karena disaat cahaya merah api itu memudar secara perlahan, ia melihat begitu banyak mayat terbaring dihadapannya. Dalam radius ledakan yang barusan terjadi itu, semua orang yang berada dibawah tingkat kelima Nascent Profound Realm langsung meninggal ditempat. Beberapa mayat tubuhnya hancur berkeping-keping , beberapa lagi sekarat tanpa tubuh mereka yang utuh, dan beberapa mayat lagi masih terbakar dengan begitu ganasnya, yang secara perlahan menjadi mayat hangus yang terlalu mengerikan untuk dilihat.

Disaat cahaya merah api itu perlahan memudar, dipusat ledakan itu, terlihat Yun Che sedang memeluk pinggang Lan Xueruo dan menggendong tubuhnya yang lemah dengan gerakan yang sangat lembut. Tubuh Yun Che tertutup oleh lapisan api merah yang terlihat samar-samar, akan tetapi api tersebut tak menyebabkan luka bakar sedikitpun terhadap tubuh maupun pakaian Lan Xueruo. Disaat Yun Che melihat wajah Lan Xueruo yang begitu pucat pasi dan terdapat bekas darah yang berada disudut bibirnya, ia merasakan dengan tajam perasaan lemah yang muncul dari dalam tubuh Lan Xueruo, jantung Yun Che berdenyut dengan rasa sakit disaat ia dengan lembutnya berkata: “Senior sister, maaf, aku terlambat…”

Translator / Creator: fatality