June 9, 2017

Against the Gods – Volume 2 / Chapter 112

 

World Ode of the Phoenix · Fragments (7)

Feng Baichuan pernah berkata bahwa, entah seseorang itu gagal ataupun berhasil, mereka hanya bisa memasuki ujian Phoenix sekali saja dalam seumur hidupnya. Meskipun begitu, Yun Che tetap memilih untuk menyerah pada tahap ketiga ujian itu karena ia tak ingin menyakiti sosok yang paling dipujanya.

Namun, ini hanyalah apa yang ada dipikirannya.

Perkataan Phoenix Spirit itu membuat Yun Che melebarkan matanya dan tertegun selama beberapa saat.

“Seperti apa yang telah kukatakan sebelumnya bahwa, hanya merekalah yang memiliki ambisi yang sesuai dalam pencapaian kekuatan dapat menempuh tahap ketiga ujian ini, dan memang disengaja pada ujian itu diberikan petunjuk kearah yang salah. Phoenix adalah makhluk yang adil dan ujian yang telah ditinggalkannya merupakan hadiahnya kepada Profound Sky Continent. Tetapi Phoenix tak pernah mau memberikan kekuatan ini untuk diwarisi oleh orang-orang yang berhati jahat dan tak berperasaan. Ujian ketiga ini dibangun melalui kenangan dari praktisi yang paling menyenangkan dalam jiwanya. Sebelum ujian ini dimulai, aku memberikan sebuah petunjuk bahwa hanya dengan keinginan yang tinggi akan kekuatan, seseorang dapat lolos dalam ujian ini.”

“Benar, ilusi itu berasal dari ingatanmu sendiri, dan bukan merupakan replikasi dari sumber yang lain. Dan itu sama persis dengan orang yang aslinya, benda-bendanya, atau bahkan kejadian yang mereka harus alami tampak benar-benar nyata. Jika mereka menyakiti orang yang paling mereka cintai untuk mencapai kekuatan, meskipun itu hanyalah semacam dedikasi, ataupun mereka benar-benar bukan orang yang jahat, namun mereka kehilangan persyaratan yang terpenting dalam jiwanya yaitu: affection (kasih sayang). Jika seseorang seperti itu mendapatkan kekuatan besar, itu hanya digunakan untuk mengembangkan dirinya sendiri, dan bukan digunakan untuk melindungi orang lain. Hal ini akan bertentangan dengan tujuan asli dari Phoenix dalam meninggalkan Trial Ground ini. “

“Dari tujuh orang yang sebelumnya telah lulus dalam ujian ketiga ini, beberapa diantaranya ada yang menghadapi istri mereka sendiri, beberapa dihadapkan pada guru mereka, dermawan, orang tua, dan bahkan anak-anak mereka. Mereka sepertimu; Mereka jelas mengetahui bahwa itu adalah ilusi, namun tetap tak mampu melakukan perbuatan tersebut. Namun, ketika mereka diserang, mereka hanya menahannya dan tak menyerang balik. Sedangkan untuk dirimu, kau dengan rela membiarkannya menusukmu hingga mati supaya kau bisa memiliki waktu selama beberapa saat untuk memeluknya … Selama bertahun-tahun, kaulah satu-satunya orang yang berhasil melewati tahap ketiga ini dengan sempurna. “

Perubahan yang mendadak ini sudah pasti menyenangkan hati Yun Che melebihi ekspektasinya. Tak dapat dipungkiri bahwa ia melewatinya dengan keberuntungan, karena pada dasarnya sudah pasti Yun Che memilih keputusan seperti itu apapun konsekuensinya; Meskipun ia harus mengkhianati seluruh orang didunia, ia tetap tak akan pernah membiarkan dirinya mengkhianati gadis tersebut.

“Kalau begitu, dapatkah aku mendapatkan kekuatan Phoenix sekarang?” Tanya Yun Che dengan penuh harapan.

“Tentu saja. Kau akan diberikan tiga hadiah dari Phoenix: Phoenix Blood, Divine Phoenix Pill, dan kau juga akan memiliki kesempatan untuk mempelajari [World Ode of the Phoenix – Fragment]. “

“Sekarang, aku akan memberikanmu Phoenix Veins.”

Mata emas milik phoenix spirit itu bersinar, dan menyebabkan dunia gelap berubah menjadi emas untuk sesaat. Tiba-tiba, terdapat titik bercahayakan emas dari ruang ilusi. Titik itu menembak tepat diantara alis Yun Che dan kemudian tenggelam kedalam.

“Penantang sebelumnya hanya menerima setetes Phoenix Blood setelah mereka melewati ujian tersebut, namun kau membawa sebuah Heavenly Profound Treasure, memegang kekuatan Evil God, dan telah melewati ujian ketiga dengan sempurna. Aku harus membuat pengecualian dan memberikanmu tiga tetes Phoenix Blood. Kau sudah dilengkapi dengan Divine Seed of The Evil God, dan tak akan pernah terluka oleh berbagai macam api apapun. Oleh karena itu, kemampuan Phoenix untuk menahan api tak akan berguna bagimu. Namun setelah kemampuan itu menyatu dengan veins-mu, hal ini akan memungkinkanmu untuk menguasai fire attribute profound skills dan menghasilkan dua kali lipat dalam separuh waktu. Fire attribute profound skills yang dapat kau gunakan akan jauh lebih kuat daripada sebelumnya! Terutama Phoenix Fire Skill, yang mana akan memungkinkanmu untuk menggunakan kekuatan yang hasilnya tiga kali lipat lebih kuat daripada yang bisa dilakukan oleh orang-orang dengan veins yang normal saja.

“Juga terdapat alasan yang lain; veins (pembuluh darah) orang normal hanya dapat menangani setetes Phoenix Blood saja. Namun karena kau dilengkapi dengan Divine Seed of the Evil God, menampung tiga tetes Phoenix Blood saja bukanlah masalah yang besar. Kau juga terbebas dari rasa sakit dan bahaya melalui proses ini. Sekarang tutuplah matamu dan biarkan tiga tetes Phoenix Blood ini meresap kedalam veins-mu. Diantara tujuh penantang sebelumnya, waktu terpendek yang dibutuhkan seseorang untuk keseluruhan proses adalah tiga hari – namun aku yakin dalam kasusmu ini tak akan memakan waktu lebih dari seperempat jam.”

Suara dari phoenix spirit ini bergema didalam hatinya, namun Yun Che sudah terlalu sibuk untuk menjawabnya.

Tiga tetes darah kecil ini sepertinya tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan pembuluh darah besar yang berada ditubuh manusia, namun sesungguhnya tetesan darah ini merupakan kepemilikan dari sang Phoenix!

Setelah tiga tetes Phoenix Blood itu memasuki pembuluh darahnya, tampak seperti terdapat tiga rangkaian api yang terbakar hebat seketika .. dan ketiga rangkaian api ini sepertinya menyebar keseluruh pembuluh darahnya dalam waktu sepersekian detik sambil mengaduk secara keras diseluruh darah dalam tubuhnya.

Apakah ia hanyalah manusia biasa, hanya dengan rasa sakit yang membakar melalui pembuluh darahnya saja sudah cukup membuatnya berharap untuk meninggal daripada menanggung penyiksaan semacam itu. Dan mungkin, dibawah tekanan dan perlawanan yang luar biasa, setetes blood phoenix mungkin bisa berhasil menyatu dengan pembuluh darahnya, namun tiga tetes … Seperti apa yang telah dikatakan oleh Phoenix sebelumnya, hal ini benar-benar melampaui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk bertahan. Tak hanya mustahil untuk dapat menyatu, mereka bahkan dapat ditelan oleh Phoenix Blood itu sendiri.

Namun bagi Yun Che, perasaan terbakar semacam ini membuatnya hanya merasakan tiga arus yang hangat muncul dari dalam tubuhnya. Hanya seseorang dengan pembuluh darah yang normal saja dapat mengatakan bahwa Phoenix Blood ini adalah sesuatu yang sangat dashyat dan mulia; hal ini dapat dianggap seperti mengubur ketiga batu mulia kedalam lumpur. Yun Che dengan tenang memejamkan matanya dan menekan rasa ledakan dari ketiga tetes Phoenix Blood dengan profound energy miliknya. Sambil membiarkan darahnya mengalir ke berbagai arah, Yun Che membiarkan ketiga Phoenix Blood itu menyatu dengan aliran darahnya sedikit demi sedikit.

Aliran darahnya berangsur-angsur tumbuh lebih hangat disaat ketiga tetes Phoenix Blood mulai menyusut. Setelah belasan kali ataupun lebih bersirkulasi didalam tubuhnya, ketiga tetes Phoenix Blood itu akhirnya lenyap masuk kedalam pembuluh darah Yun Che.

Yun Che membuka matanya dan terdapat sebuah tanda berwarna merah api menyala yang berada diantara kedua alisnya. Ukuran dan bentuknya sama persis dengan milik orang-orang klan Phoenix yang berada diluar, namun warna tanda pada dahi Yun Che ini jauh terlihat lebih jelas.

“Bagus, sepertinya kau berhasil menyatukan dengan tiga tetes Phoenix Blood, aku sudah merasakan perubahan didalam pembuluh darahmu. Dengan ketiga tetes Phoenix Blood ini, umurmu juga akan meningkat setidaknya tiga ratus tahun lagi. Sekarang, aku akan memberikan Divine Phoenix Pill dan the fragment of the [World Ode of the Phoenix] kepadamu.”

Mata emas itu bercahaya sekali lagi dan dua titik terang turun dari langit. Benda yang jatuh dihadapan Yun Che ini .. adalah botol giok berwarna putih beserta pecahan batu giok putih.

“Didalam botol batu giok berwarna putih sudah pasti berisikan Divine Phoenix Pill. Pill ini dapat meningkatkan pengendalian terhadap energi api milikmu dengan jumlah besar. Namun, karena kau memiliki The Divine Seed of the Evil God; Kemampuan utama dari pil ini tak akan banyak berguna bagi dirimu. Namun di saat yang bersamaan, juga bisa meningkatkan profound strength milikmu dengan pesat. Sehubungan dengan profound strength-mu pada saat ini, pill ini dapat memberi peningkatan pada profound strength-mu setidaknya sebanyak lima tingkatan!”

“Sementara itu, the fragment of the [World Ode of the Phoenix] yang tertulis dibatu giok ini. Secara bersamaan, The [World Ode of the Phoenix], The [Vermillion Bird’s Consoling Spirit Song], dan The [Golden Crow’s Record of the Burning World] yang mana semuanya itu dikenal sebagai Three Great World Scorching Heavenly Books. Masing-masing memiliki kekuatan luar biasa yang mampu membakar langit. Ditahun itu, Phoenix hanya meninggalkan enam tahap pertama dari [World Ode of the Phoenix] …”

Pada titik ini, Phoenix spirit terdiam, seolah-olah sedang menunggu Yun Che untuk memeriksanya dirinya sendiri.

Yun Che memungut Divine Phoenix Pill dan batu giok yang patah. Setelah menekan batu giok dengan tangannya, sebuah informasi secara cepat ditransmisikan kedalam otaknya dengan sentuhan profound energy darinya. Hatinya juga mulai menjadi sangat bergairah dalam gejolak …. Bagaimanapun, ini merupakan teknik api yang berasal dari Phoenix! dan ini dikenal sebagai salah satu World Scorching Heavenly Books yang ditinggalkan oleh seekor binatang ilahi!

…………

[World Ode of the Phoenix] Tahap kelima…

[World Ode of the Phoenix] Tahap keenam…

…………

“Bagaimana bisa hanya terdapat tahap kelima dan keeenam saja disini?” Bagaimana dengan empat tahapan yang pertama?” Yun Che mengangkat kepalanya dan bertanya dengan wajah penuh keheranan. Dia meninjau ulang semua pesan dari batu giok selama beberapa kali, namun hanya bisa menemukan catatan tahap kelima dan keenam saja … Benar-benar tak ada satupun yang berisikan tentang empat tahapan yang pertama.

Tanpa empat tahapan yang pertama, bagaimana bisa ia berlatih ditahapan kelima dan keenam?

“Hal ini memang sangat disayangkan, namun aku juga tidak bisa berbuat apa-apa juga.” Suara phoenix spirit itu nampak seperti sedang menarik napasnya dalam-dalam: “Pada awal mulanya, [World Ode of the Phoenix] ini telah mencatat semuanya mulai dari tahap pertama hingga tahap keenam, Namun sebelum penantang yang pertama tiba, terjadi suatu bencana yang tak terduga.”

“Ditahun tersebut, Phoenix meninggalkan dua Trial Grounds dibenua ini. Yang satu berada disini dan yang lainnya berada di Divine Phoenix Empire yang sangat jauh. Trial Grounds yang berada di Divine Phoenix Empire dengan cepat ditemukan dan Divine Phoenix Sect juga tercipta pada saat itu. Trial Grounds itu juga menjadi daerah terlarang yang hanya menjadi milik Divine Phoenix Sect. Setelah itu, Divine Phoenix Sect menjadi sekte nomor satu dalam kerajaan itu. Kerajaan tersebut dinamai sebagai Divine Phoenix Empire dan ibukota kerajaannya pun bahkan didirikan didekat Divine Phoenix Sect. Dengan demikian, wilayah yang digunakan untuk Trial Ground tersebut menjadi kawasan kerajaan yang paling makmur. Ketamakan manusia, penipuan, tindakan biadab, dan peperangan … Secara terus-menerus bermunculan dan mencemari aura yang ada diwilayah tersebut. Dengan demikian, hal tersebut menular kepada Phoenix spirit yang berada di Trial Ground tersebut dan memberikannya sebuah kesadaran yang seharusnya tak dimiliki olehnya … Yang mana menyebabkannya berkhianat terhadap kehendak Phoenix.”

Yun Che: “…!”

“Sebagai bagian dari Phoenix Spirit dengan tubuh yang berbeda, aku mengetahui keberadaannya pada saat itu; Dan sama halnya dengan dirinya, ia pun juga mengetahui tentang diriku. Setelah kesadaran yang seharusnya tak boleh dimilikinya itu berkembang didalam pikirannya, ia memiliki gagasan untuk menghancurkan diriku dan trial ground yang berada disini, berkeinginan untuk memiliki seluruh benua untuk dirinya sendiri. Dengan demikian, ia memindahkan energinya ke firebird (burung api) yang biasa dan datang kemari. dan firebird itu berjuang melawanku dan menghancurkan salinan giok milikku sepenuhnya yang mencatat [World Ode of the Phoenix].

“Selama pertarungan yang hebat itu, aku menghancurkan sebagian dari salinan [World Ode of the Phoenix], meninggalkannya hanya dengan empat tahapan pertama saja. Setelah itu, aku tak punya pilihan selain menciptakan ilusi palsu yang berhamburan dengan api. Baru pada saat itu firebird tersebut pergi meninggalkannya … Namun ia tak tahu bahwa aku telah menyingkirkan tahap kelima dan keenam dari [World Ode of the Phoenix] daripada aku menghancurkannya, yang mana itu merupakan bagian yang telah kau pegang saat ini. Setelah itu, aku benar-benar memutuskan koneksi didalam jiwaku terhadapnya. Ia tak pernah merasakan eksistensiku lagi dan selalu percaya bahwa aku telah mati, namun aku harus terus menjalankan kehendak phoenix. Sambil menjaga Trial Ground ini, aku menyambut dan memantau semua penantang.”

Mulut Yun Che sedikit terjatuh dan terbuka, seakan-akan baru saja mendengarkan cerita yang sulit untuk dibayangkan.

Translator / Creator: fatality