June 5, 2017

Against the Gods – Volume 2 / Chapter 110

 

World Ode of the Phoenix · Fragments (5)

Trials of the Phoenix memang mengerikan. Pada ujian tahap pertama sebelumnya, jika Yun Che tak kebal terhadap api, akan menyebabkan dirinya mati karena api dari Purgatory Flame Demon yang entah seberapa besar panasnya itu. Untuk ujian tahap kedua ini, secara tak diragukan lagi seseorang dapat mengatakan bahwa ujian ini jauh lebih mengerikan jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Dataran tiada batas, tandus, dan tak ada satupun rumput, bersamaan dengan angin panas yang begitu teriknya, membawa mereka kedalam suasana susah dan sepi yang dapat membuat mereka menjadi suram. Pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara tangisan Phoenix yang begitu nyaring dan jelas dari langit. Setelah itu, langit yang semula gelap tiba-tiba menjadi merah menyala, seolah-olah langit itu merah terbakar oleh api yang muncul dari langit.

Yun Che mendongak keatas, dan terkejut melihat langit yang berubah warna menjadi merah tua dan dipenuhi oleh titik-titik merah yang tak terhitung banyaknya. Setelah itu, tangisan phoenix terdengar sekali lagi dan sebuah titik-titik merah mengarah kelokasinya serta meluncur dengan cepat seperti meteor. Dimatanya, titik-titik itu menjadi semakin dekat dan semakin besar. Pada akhirnya, sosok dari seekor burung phoenix terlihat dengan jelas dimata Yun Che.

Tubuhnya tertutup oleh api merah, seekor burung phoenix berukuran kecil yang panjangnya sekitar enam kaki. Pendaratannya sangat cepat, seolah-olah itu seperti anak panah yang melayang dengan cepat dan tajam.

Poof !!

Burung phoenix yang terbakar itu menabrak tubuh Yun Che dengan keras. dan meledak secara langsung, menciptakan bola api besar dan menutupi langit-langit dengan hujan api. Jika itu adalah orang lain, mereka pasti sudah gagal dalam ujian kedua ini, karena api phoenix yang mengerikan ini sudah cukup untuk membakar cepat seseorang dari Spirit Profound Realm kedalam keadaan luka yang sangat parah. Api tersebut tak mempunyai kekuatan yang menghancurkan terhadap Yun Che; Namun, kekuatan benturan yang sangat keras dan kekuatan ledakan itu memukul Yun Che secara langsung ke tanah sehingga darah disekujur tubuhnya terangkat.

Screee ~~~

Tangisan burung phoenix terdengar lagi dan sosok phoenix yang lainnya melesat kearahnya bagaikan panah api. Kali ini, Yun Che tak berani untuk menerimanya secara paksa dan dengan cepat ia menghindarinya. Bayangan phoenix itu menghantam permukaan tanah dan meledak, menyebabkan tanah itu menjadi retak dan memilki celah yang panjang. Keadaan Yun Che masih belum kembali stabil disaat tangisan phoenix itu terdengar lagi, suaranya menggema dari arah atas. Namun kali ini terdapat beberapa tangisan phoenix yang datang secara beruntun. Ketiga sosok phoenix dengan cepatnya terjun ke tiga arah yang berbeda, dan langsung menuju kearah Yun Che.

Tubuh Yun Che berbalik, menghindari bayangan phoenix yang pertama, lalu menggunakan seluruh kekuatannya untuk melompat mundur dan menghindari bayangan phoenix yang kedua.

“Star God’s Broken Shadow!”

Bergantung diatas udara, dalam sekejap Yun Che memiringkan tubuhnya dan ia juga nyaris menghindari bayangan phoenix ketiga.

Boom, boom, boom !!

Ketiga sosok phoenix itu meledak secara beruntun, api berputar-putar setinggi sepuluh meter. Namun, meskipun terdengar tangisan phoenix dengan jelas. Yun Che mendongak keatas dan melihat bahwa pada saat ini, sebenarnya terdapat tujuh sosok phoenix yang sedang terjun kearahnya disaat yang bersamaan.

Sial! Seharusnya tak seperti ini kejadiannya! Yun Che mengkerutkan alisnya sambil mengutuk dari dalam hatinya secara diam-diam.

…………………………

Setelah Yun Che memasuki pintu masuk ruangan trial, formasi segel yang semula tadi muncul kembali namun Lan Xueruo belum pergi meninggalkan dan malah berdiri ditempatnya. Lan Xueruo telah mendengar dari Feng Baichuan tentang ujian yang mengerikan itu. Menurut Feng Baichuan, dengan kekuatan Yun Che, meskipun dengan fire attribute profound art miliknya, mustahil untuk berada didalam selama sepuluh kali pernapasan.

Namun sepuluh napas telah berlalu, dua puluh napas telah berlalu, tiga puluh napas telah berlalu … setengah jam telah berlalu … Yun Che masih belum keluar.

Tak memungkinkan bagi Lan Xueruo untuk tetap tenang. Ekspresi wajahnya menjadi semakin cemas. Setelah menunggu selama satu jam seperempat, ia tak bisa lagi tenang. Menuju kearah Feng Baichuan, dan dengan tegas ia bertanya: “Clan Leader Feng, mengapa ia belum keluar? Bukankah anda mengatakan bahwa paling banyak sepuluh napas baru ia keluar? “

Sejak semula perasaan Feng Baichuan sudah merasa tak tenang. Mendengarkan Lan Xueruo, ia hanya dapat menghiburnya: “Mungkin ujian ini bervariasi untuk setiap orangnya, jadi sulit untuk mengatakan berapa jumlah waktu yang dibutuhkan secara tepat … Tenanglah, Little Brother Yun Che bukanlah tipe orang yang tak mengerti akan batasannya. Jika ia sampai pada titik dimana ia tak dapat bertahan lagi, ia pasti akan segera keluar. “

Lan Xueruo tak menjawab. Ia menekan perasaan cemas didalam hatinya dan terus menunggu.

……………………

Scree ~~

Scree ~~

Scree ~~

Scree ~~~~~

Beberapa burung phoenix menjerit ribut secara bersamaan; Jeritan yang terdengar tajam itu seperti membelah langit. Dari jeritan awal, menuju ke kelompok tiga, ke kelompok tujuh, ke kelompok lima belas … .. Pada saat ini, seluruh langit penuh dengan jeritan dan sosok phoenix, bagaikan hujan meteor yang seramnya bukan main.

Yun Che menggunakan Star God’s Broken Shadow untuk bergerak cepat melalui hujan meteor tersebut, dan melakukan manuver. Star God’s Broken Shadow-nya pada saat ini hanya berada pada tahap pertama, meskipun Profound Movement Skill yang datang dari Jasmine ini masih berada pada tingkat terendah, gerakan itu masih mengandung kekuatan yang sangat mengejutkan dan membiarkannya bergerak seperti ilusi diantara phoenix arrow tersebut sambil meninggalkan bayangan-bayangan yang tak memiliki cukup waktu untuk menghilang dan tak terhitung jumlahnya.

Akan tetapi, sosok phoenix ini pada akhirnya menjadi sangat terkonsentrasi; Tak memungkinkan bagi Yun Che untuk menghindari setiap dari mereka. Setelah lusinan ombak atau lebih, Yun Che sudah tertembak sebanyak tujuh atau delapan kali. Kekuatan benturan dari sosok phoenix tersebut tak sebanding dengan api yang dibawanya. Namun, bagi Yun Che, yang hanya berada ditingkat Nascent Profound Realm ini, hal itu merupakan ancaman besar bagi dirinya. Setiap kali ia terkena pukulan dari sosok phoenix, profound aura pelindungnya menjadi sedikit melemah. Ditambah lagi dengan penggunaan Star God’s Broken Shadow yang terlalu sering, konsumsi energinya menjadi sangat besar.

Boom! Boom! Boom! Boom! Boom…..

Gelombang demi gelombang bayangan phoenix itu meledak dari arah sampingnya. Permukaan tanah yang semula rata telah dipenuhi dengan lubang dan terowongan. Tak memungkinkan untuk menemukan satupun area yang masih utuh dalam penglihatannya.

Sekali lagi, jika Yun Che tak kebal terhadap api, ia pasti sudah lama mati sebanyak ratusan kali.

The Fire Seed of the Evil God ini secara tak diragukan lagi merupakan cara curang terbesarnya dalam ujian phoenix ini.

Boom!!!

Pada gelombang terakhir, ratusan sosok phoenix mendarat dari langit. Tubuh mereka memancarkan sinar api yang menyala-nyala, menerangi langit dengan warna merah. Begitu mereka turun, tanah yang luas itu meletus dengan api, dan tanah yang bergelombang terbakar itu menjadi tanah hangus yang berwarna hitam pekat. Disaat yang bersamaan, Yun Che terserang oleh ketujuh sosok phoenix. Seluruh profound aura pelindungnya benar-benar hancur dalam sekejap. Untungnya, benturan-benturan itu telah berakhir. Selain rasa sakit yang mengalir didadanya, ia tak terlalu mendapat banyak luka.

“Phew …… Apakah itu sudah berakhir?” Berdiri diantara api yang masih menyala, Yun Che mengangkat kepalanya dan menatap kearah langit sambil mendesah lega. Jeritan phoenix itu benar-benar telah berhenti, dan tak terdapat tanda-tanda dari sosok phoenix diatas langit. Pada saat ini, Yun Che mulai mengagumi nenek moyang Feng Baichuan yang telah diceritakan olehnya sebelumnya. Dengan tubuh manusia biasa dan kultivasi dari Spirit Profound Realm, ia benar-benar dapat melewati formasi phoenix yang sangat mengerikan dan baru saja dialami oleh Yun Che sebelumnya; Nenek moyang Feng Baichuan itu benar-benar orang yang super jenius dan sangat berbakat.

Nyala api yang berada disekitar Yun Che sedikit demi sedikit menjadi padam dan ujian kedua ini selesai. Daripada mengatakan bahwa Yun Che telah melewati ujian itu, akan lebih jika berkata bahwa ia telah menggunakan fisiknya yang istimewa untuk bertahan secara paksa melewatinya. Pada saat ini, pemandangan didepan matanya mulai menghilang  dan menjadi semakin tak jelas. Yun Che baru saja akan memulai mengamati pemandangan yang ada pada ujian ketiga disaat ia sadar bahwa segala sesuatu yang berada didepannya menjadi gelap gulita.

Setelah itu, sepasang mata emas terbuka didalam dunia yang gelap gulita. Suara phoenix spirit bergema didalam pikirannya.

“Itu mengejutkanku; kau sebenarnya memiliki tubuh spesial yang tak takut terhadap api. Jika aku tak salah, The Primordial Evil God Aura berada didalam tubuhmu. “

“Benar.” Yun Che mengangguk. Sehubungan dengan Phoenix Spirit yang dapat melihat aura milik Evil God, jauh dari dalam hatinya, ia tak terkejut. Karena bagaimanapun juga, The Phoenix dan Evil God sama-sama merupakan bagian dari The Primordial God Race (Ras dewa-dewa purbakala).

“The Evil God tak memiliki kesesuaian dengan berbagai jenis elemen, karena sebenarnya Evil God itu adalah musuh bagi semua elemen. Namun tak ada yang dapat menandingi Evil God dalam hal keakraban dan kemampuan untuk menggunakan suatu elemen. Jika kau ingin berhasil dalam mewarisi kekuatan Evil God sepenuhnya, maka tak hanya api saja, bahkan air, angin, petir, tanah, domain, dimension, spirit… Semuanya kau taklukan, dan semua itu tak akan pernah bisa melukaimu. “

Yun Che: “… ..”

“Dua tahap yang kau lewati sebelumnya bukan dikarenakan kau memiliki kekuatan yang cukup, tetapi karena kau memiliki fisik yang spesial. Meskipun ini adalah kecurangan, apa yang sudah terlewati adalah terlewati; Aku tak memiliki hak untuk menyangkalnya. Namun, pada ujian ketiga ini: Corruption of the Heart Flame, adalah ujian hati yang tak terkait dengan api. Kelebihan yang ada ditubuhmu akan dihilangkan, dan ujian ketiga ini juga merupakan ujian yang sangat sulit untuk dilewati. Selama tahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya ini, jumlah penantang yang telah melewati dua ujian pertama itu berjumlah tiga ratus dua puluh sembilan. Namun yang lolos ujian ketiga ini .. hanya berjumlah tujuh orang. “

“Tujuh?” Yun Che langsung tertegun.

Meskipun ia melewati kedua ujian pertama dengan mudah menggunakan kondisi kecurangannya, ia dengan jelas melihat betapa kejamnya kedua ujian itu disaat yang bersamaan. Bagi orang-orang yang mampu melewati kedua ujian itu dan sedang berada ditingkatan Spirit Profound Realm secara tak diragukan lagi merupakan seorang jenius yang tiada tandingannya. Sedangkan untuk orang-orang yang berada ditingkat True Profound Realm, sudah jelas tak ada kemungkinan untuk melewatinya.

Dan sudah jelas diantara orang-orang yang jenius luar biasa ini, hanya terdapat dua dari ratusan orang yang mampu untuk lolos pada keujian ketiga ini!?

Ujian tahap ketiga ini, betapa mengerikannya itu?

“Namun, kau tak perlu terlalu kuatir. Ujian ketiga ini merupakan uji coba hati. dan tak sedikitpun melibatkan pertarungan, melainkan melibatkan keputusan yang berada didalam hatimu. Jika kau cukup kuat untuk mengejar kekuatan, maka meskipun kau memiliki kekuatan profound yang lemah sekalipun, terdapat kemungkinan bahwa kau dapat melewati ujian ini dengan mudah. Disisi lain, jika kau tak memiliki tekad yang cukup, maka melewatkan hidupmu didunia yang biasa-biasa ini saja juga bisa menjadi sebuah pilihan. Lagipula, kekuatan bukanlah segalanya dalam kehidupan. “

“Kau, apakah kau sudah siap?”

Trial of the heart (Uji coba hati / perasaan)?

Sebagai manusia yang memiliki dua kehidupan, setelah mengalami batasan hidup dan mati selama berkali-kali, yang seharusnya sedikit ditakuti olehnya adalah ujian hati bukan?

“Trial of the heart”; Beberapa kata itu membuat hati Yun Che menjadi tenang. Bahkan ketika Yun Che mendengar bahwa terdapat kemungkinan yang sangat rendah untuk melewati ujian itu dari phoenix spirit sebelumnya, ia tak segugup ketika ia menghadapi ujian yang pertama dan kedua. Tanpa ragu, Yun Che langsung mengangguk, “Mari kita mulai.”

“Seperti yang kau minta … semoga kau berhasil.”

Mata Phoenix Spirit itu menghilang dan dunia yang gelap gulita itu mulai mendistorsi sekali lagi. Yun Che merasakan tubuhnya telah tersapu oleh badai dan mulai melayang-layang kedalam ruangan yang terdistrosi. Ia memejamkan matanya dan bergumam didalam hatinya: “Biarkan aku melihat apakah sebenarnya Trial of the Heart ini. Satu-satunya hal yang benar-benar dapat menghancurkan keadaan mental pada diriku …. Seharusnya sudah tak ada lagi.

Dalam kegelapan, ia dapat merasakan kesadarannya mulai berangsur-angsur kabur. Hal ini menyebabkan Yun Che membuka matanya secara langsung dan waspada, namun perasaan berat yang berada dalam pikirannya itu tak tertahankan. Penglihatannya dan kesadarannya menjadi semakin dan semakin kabur sampai pikirannya menjadi tenang sepenuhnya.

Disaat ia tersadar kembali, rasa sakit ringan menyebar ke beberapa bagian pada tubuhnya. Tubuhnya juga sangat lemah, seperti barusan pulih dari luka yang sangat parah. Ujung hidungnya meluap karena bau darah yang samar-samar … Itu adalah aroma darahnya sendiri.

Apa yang terjadi? Mengapa tubuhku sangat lemah? Ini seperti aku baru saja mengalami luka yang sangat serius … Dan juga, perasaan ini, aroma ini … Mengapa rasanya begitu akrab?

Yun Che membuka matanya secara perlahan. Dalam penglihatannya yang secara perlahan menjadi semakin jelas itu, ia menyadari dimana ia berada sekarang. Tempat itu adalah sebuah kabin bambu yang sangat sederhana dan berisi beberapa meja yang biasa saja. Salah satu meja kecil terbuat dari bambu dan dibagian atasnya tertutup oleh berbagai macam botol obat-obatan dan kain kasa. Meja sambung yang lainnya juga dipenuhi oleh berbagai jenis alat penyembuhan, begitu pula dengan tumpukan kain putih yang membekas dengan darah segar.

Aroma obat-obatan dan darah yang kuat menyebar keseluruh ruangan. Hanya selimut tipis yang menutupi tubuhnya yang memberikan keharuman dan rasa hangat yang ringan. Melihat melalui jendela bambu yang sederhana, ia melihat deretan senar yang bergantung oleh pakaian pria … Pakaian-pakaian itu tertutup oleh lapisan tambalan. Meskipun pakaian-pakaian itu sudah dibersihkan dengan teliti, karena terdapat noda darah yang parah, pakaian itu masih meninggalkan bekas darah yang terlihat samar-samar meskipun pakaian-pakaian itu telah mengering.

Begitu kesadarannya pulih sepenuhnya, seolah-olah ia sedang tersambar oleh petir, Yun Che tiba-tiba duduk ditempat tidur. Ia menatap kosong kearah pemandangan yang berada didepannya. Perasaannya seperti sebuah kapal kecil yang berada ditengah-tengah badai; terombang-ambing dengan parah….

Tempat ini .. .. Tempat ini … ..

 

Translator / Creator: fatality