May 10, 2017

Against the Gods – Volume 2 / Chapter 102

 

Remnants of the Phoenix (2)

Dalam sekejap, ketenangan Lan Xueruo mengalami perubahan yang besar. Senyuman diwajah pria yang memakai broadaxe dan pria bermulut tajam itu lenyap seketika disaat mereka merasakan tekanan mendadak yang mencekik dari kecantikan tak tertandingi yang berada didepan mereka.

“Bos, apa … apa yang terjadi?” Pria bermulut tajam itu merasakan sesuatu yang salah pada atmosfer. Kata-kata itu nyaris tak meninggalkan mulutnya disaat seberkas cahaya berwarna emas keputihan melintas dari sisi matanya. Pedang Lan Xueruo terangkat dan langsung menusuk kearah dadanya.

Sebuah serangan tanpa adanya gerakan yang aneh, namun auranya jelas lebih kuat daripada yang sebelumnya beberapa kali lipat! Pria bermulut tajam lumpuh sesaat karena kekuatan aura yang mencekik namun setelah itu, ia mengayunkan tongkat besinya dan dengan cepat menangkis serangannya. Dengan benturan yang hebat, tongkat besi milik pria bermulut tajam itu terpental disaat pedang giok yang tertutup oleh lapisan cahaya emas yang tanpa hentinya menusuki tubuhnya. Karena kekuatan serangannya yang kuat, pedang panjang giok berwarna putih itu membengkok selama sesaat kemudian segera lurus lagi. Lalu, sebuah ledakan meletus; Kekuatan dahsyat dari pedang itu telah menyebabkan pria bermulut tajam melayang diudara dan berguling-guling beberapa lusin meter jauhnya …. Seandainya ia menggunakan ujung pedang daripada tubuh pedang, pria bermulut tajam itu pastinya sudah teriris-iris ditengah tubuhnya.

Pemandangan ini menyebabkan kerutan diwajah pria yang memakai broadaxe dan pria berwajah kuda berubah warna dalam sekejap. Sebelum mereka dapat mengucapkan satu kata, sosok Lan Xueruo yang cantik dengan cepat menuju pria dengan broadaxe-nya; Pedangnya miring kekanan menusuk kearah bahunya.

Pedang kuat yang mendekat itu secara langsung mematok kulit pria dengan broadaxe-nya. Tanpa adanya tempat untuk melarikan diri, ia mengumpulkan seluruh profound energy didalam tubuhnya sekaligus. Sambil mencengkeram kapak kuat-kuat dengan kedua tangannya, ia mengeluarkan raungan rendah dan menangkis pedang panjang Lan Xueruo dengan sebuah pukulan keras.

Bang !!!

Dengan suara yang menusuk telinga, broadaxe yang berbenturan dengan pedang giok itu menyebabkan pria yang memakai broadaxe terlempar ketanah. Dibawah tekanan yang begitu besar, kedua kakinya segera tenggelam kedalam lumpur dibawahnya. Pedang Lan Xueruo berhenti sejenak, tetapi kemudian pedangnya meledak sekali lagi tanpa ampun menyapu kearah dada pria dengan broadaxe itu.

Dengan tabrakan, tubuh pria broadaxe itu berputar sepanjang belasan meter jauhnya seperti labu yang bergulung-gulung, dan kapak ditangannya juga telah terlempar keluar. Setelah banyak berputar diudara, ia mendarat dikaki pria berwajah kuda, menyebabkannya gemetar ketakutan sambil mundur dengan paniknya.

Pria broadaxe yang telah terlempar sepanjang belasan meter itu berdiri sekali lagi dengan sikap yang sangat canggung. Dadanya sakit tak tertahankan dan dengan samar-samar ia menduga bahwa ada beberapa tulangnya yang patah. Namun ia tahu bahwa jika wanita itu tak berbelas kasihan maka ia akan “tercincang-cincang” daripada “tersapu”, Baik dirinya dan pria bermulut tajam itu pasti sudah terbagi menjadi dua. Hal ini juga membawa kesadaran bahwa wanita muda itu sangat lembut hati dan pasti tak mau membunuh siapapun.

Sebuah ide melintas dibenaknya. Dengan segera, ia memutuskan untuk berlutut di lantai dan dengan keras memohon pengampunan: “Nyonya, tolong ampuni kami! Kami bertiga mencari tanpa melihat, kami … Kami pikir anda memiliki kemiripan dengan dewi yang turun kebumi, jadi kami bermaksud untuk mendekat dan mengagumi anda. Kami tak mempunyai niatan lain, jadi, mohon lupakanlah tentang kejadian ini dan biarkan kami pergi.”

Lan Xueruo menarik pedang gioknya dengan wajah penuh rasa jijik. Karena tak ingin melihatnya lagi, ia berteriak dengan marah, “Cepat pergi! Semakin jauh kalian pergi, semakin baik. “

“Ya, tentu saja, kita akan segera pergi, sekarang.” Pria broadaxe itu bangkit berdiri dan menatap kedua orang kelompoknya yang masih tercengang. Keduanya mengikuti jejaknya dan juga bersiap untuk segera pergi.

“Lepaskan anak-anak itu!” Dia tiba-tiba mengernyitkan keningnya dan berteriak disaat pria berwajah kuda itu hendak menyeret kedua anak itu pergi.

Disaat itu, ekspresi pria berwajah kuda itu tiba-tiba terguncang, namun setelah teringat dengan kejadian sebelumnya dimana Lan Xueruo menghajar mereka hanya dalam tiga langkah saja, Pria Broadaxe itu tak punya pilihan selain menggertakkan giginya dan melepaskan kedua anak itu. Sebelum menyelinap pergi setelah itu.

Seandainya Yun Che masih terbangun, ia pasti akan memberitahu Lan Xueruo untuk membunuh mereka bertiga. Jauh didalam hati Yun Che, ia tahu bahwa pengampunan tak akan mendapat rasa syukur dari pihak lawan. Sebaliknya, hal tersebut hanya akan membawa sejumlah masalah yang tak terduga dan tak ada habisnya. Trio itu hampir mencelakai Lan Xueruo sebelumnya, dan jelas-jelas mereka tercemar dengan banyak dosa. Membunuh mereka juga membantu langit memenuhi keadilan.

Namun pada akhirnya, Lan Xueruo bukanlah Yun Che. Ia begitu ramah dan baik; Tak pernah membunuh siapapun sepanjang hidupnya dan juga tak pernah berpikir untuk membunuh. Bahkan ia juga tak memiliki pikiran untuk melumpuhkan anggota badan mereka sebagai hukuman.

Dalam sekali nafas, ketiganya berlari dalam jarak yang agak jauh. Pria berwajah kuda itu menggertakan giginya: “Benar-benar hari yang sial! Kecantikannya begitu tak terduga dan bahkan kami harus melepaskan kedua anak nakal itu. “

“Lupakan saja, seharusnya kita sudah bersyukur kepada langit bahwa kita masih bisa lolos dengan nyawa kita. Profound strenght wanita itu berada pada tingkatan True Profound Realm!” Sambil menyeka keringat dingin dari dahinya, pria broadaxe itu gemetar karena ketakutan yang terus berlanjut. Dia tak bisa memahaminya. Awalnya, ia benar-benar merasa bahwa lawannya hanya berada ditingkat kedelapan pada Nascent Profound Realm, namun begitu wanita itu menyerang, tiba-tiba ia merasakan peningkatan eksponensial dalam profound strength wanita itu. Tingkat kekuatan profound strength tersebut, pastinya tak lebih rendah jika dibandingkan dengan True Profound Realm yang dimiliki oleh ketiga wakil kapten.

“Apa? True… True Profound Realm? “Baik pria berwajah kuda dan pria bermulut tajam itu secara bersamaan terbengong-bengong: “Si cantik kecil yang berumur hanya belasan tahun atau lebih itu, bagaimana mungkin ia bisa melangkah ke tingkatan True Profound Realm! Kapten kami mendekati usia lima puluh tahun ini, dan hanya berada ditingkat ketiga pada True Profound Realm!”

“Sudah kuduga! Wanita itu pastilah seorang murid jenius dari beberapa keluarga yang sangat hebat! Keluarga besar itu memiliki sumber daya yang tak terhitung banyaknya dan profound skill milik sekte; Mereka yang berusia dibawah dua puluh tahun yang bisa menerobos ke True Profound Realm terlalu banyak jumlahnya untuk dihitung! Dan hal itu sangatlah berbahaya, beruntung bahwa wanita yang kita temui itu bersifat sabar. Seandainya ia sedikit ragu, kami bertiga akan berakhir disini! “

“Kapten seharusnya sudah kembali hari ini. Awalnya kami ingin menerima penghargaan karena telah menculik dua sandera, namun siapa sangka bahwa kami hampir kehilangan nyawa kami hari ini. Sepertinya kita hanya bisa membiarkan Kapten secara pribadi mengurusnya, ayo kita kembali segera! “

………………………………

Setelah memburu ketiga orang jahat itu, Lan Xueruo menarik napas lega dan mengenggam erat kalung dilehernya. Profound energy yang telah dilepaskan oleh tubuhnya segera melemah. Setelah bernafas dua kali, energynya melemah kembali ketingkat delapan pada Nascent Profound Realm. Dihadapannya, kedua anak yang baru saja bebas menatap Lan Xueruo dengan mata terbelalak; Mata mereka berkilauan dengan air mata yang tak tertahankan.

Lan Xueruo berjalan mendekat kearah mereka dan membungkuk: “Anak-anak, jangan takut, semuanya baik-baik saja. Apakah kalian berdua berasal dari pegunungan? Mengapa kalian ditangkap oleh ketiga pria itu?”

Baru ketika Lan Xueruo hampir selesai bertanya, anak laki-laki itu secara mendadak berlutut didepannya, menangis sedihm dan berkata dengan nada seperti anak-anak: “Big sister, kumohon padamu … maukah kau menyelamatkan keluargaku? Orang-orang jahat itu selalu melukai kami. Big sister, kau begitu hebatnya sehingga kau pasti bisa mengusir orang-orang jahat itu dengan cara menghajar mereka. “

Melihat anak laki-laki itu berlutut, gadis kecil itu mengikutinya dan berlutut. Sambil memegangi lengan anak laki-laki itu, gadis kecil itu menambahkannya dengan suara tangisan, “Big sister, tolong selamatkan kami …. Uuu Uuu, tolong selamatkan kami …. “

Lan Xueruo sedikit terguncang beberapa saat sebelum melepaskan tangannya untuk memeluk masing-masing dari mereka dengan tujuan untuk menariknya dari tanah: “Berdirilah, cepat…”

Meskipun ia hanya seorang anak laki-laki yang berusia tujuh hingga delapan tahun, ia memiliki sikap keras kepala yang bertolak belakang dengan usianya. Ia menatap dengan penuh air mata kepada Lan Xueruo sambil menolak untuk berdiri: “Big Sister, kumohon, tolonglah, kau harus menyelamatkan kami. Jika kau tak menyelamatkan kami, seluruh klan kami pasti akan dibunuh oleh orang-orang jahat itu. Hanya kau yang dapat menyelamatkan kami. Dimasa depan … dimasa depan, kami pasti akan membalas budi baik anda.”

Anak laki-laki kecil ini sebelumnya berteriak kepada Lan Xueuro sebanyak dua kali meskipun anak itu berada dalam bahaya dan hal itu membuktikan bahwa ia memiliki jiwa yang baik. Sekarang, ia berlutut di depannya dengan tatapan berkaca-kaca penuh dengan permohonan dan harapan … Seolah-olah ia berhasil menangkap tangkai jerami yang menyelamatkan jiwanya ditengah-tengah tenggelamnya dirinya.

Perasaan Lan Xueruo dalam sekejap menjadi lembut. Melihat bahwa Yun Che masih terbaring diam dibelakangnya, ia sedikit ragu sebelum tersenyum ringan: “Anak-anak. Berdirilah dulu, lalu bawalah aku untuk bertemu dengan klanmu, oke? “

Mata anak laki-laki itu bercahaya dengan perasaan terkejut senang. Setelah menyeka air mata dari wajahnya, ia mengangguk dengan penuh semangat.

Lan Xueruo dengan hati-hati membawa Yun Che dan mengikuti kedua anak itu menuju kearah rumah mereka. Dalam perjalanan, Lan Xueruo tahu bahwa anak laki-laki itu bernama Feng Zu’er dan gadis kecil itu adalah Feng Xian’er; Mereka kembar dengan jenis kelamin yang berbeda. Nama belakang “Feng” sedikit mengejutkan Lan Xueruo, karena ia tahu bahwa nama itu adalah nama keluarga dari Divine Phoenix Empire. Namun kedua anak itu mengatakan kepadanya bahwa seluruh nama keluarga klan mereka adalah “Feng” dan mereka telah tinggal dipegunungan gurun ini sejak mereka lahir, tanpa pernah pergi meninggalkan ataupun berinteraksi dengan orang luar. Ada banyak binatang liar yang hebat didaerah tersebut, namun entah mengapa, binatang-binatang besar ini tak pernah mendekati tempat tinggal mereka. Bagaimanapun juga, karena jumlah yang padat dari profound beast liar tersebut, mereka berdua tak pernah bisa pergi meninggalkan tempat mereka. Itu juga merupakan alasan yang sama mengapa orang dari luar tak pernah bisa masuk kesana.

Hal itu hanya berlaku sampai beberapa hari yang lalu ketika Black Demon Mercenary Group menemukan tempat tinggal mereka setelah menerobos masuk dengan beberapa metode yang tak diketahui. Black Demon Mercenary Group tersebut juga menyadari bahwa sebenarnya klan itu merupakan klan penjaga yang sangat kecil, dan oleh karena itulah Black Demon Mercenary Group itu memaksa mereka untuk menyerahkan harta yang dijaga oleh mereka. Inilah alasan mengapa Feng Zu’er dan Feng Xian’er ditangkap; Agar mereka dapat menuntut harta tersebut sebagai uang tebusan dalam waktu sehari atau melakukan resiko untuk membunuh anak-anak.

Disaat mereka berbelok ke sebuah bukit yang pendek, sebuah desa kecil nampak muncul dihadapan mereka. Beberapa orang dewasa separuh baya yang mengenakan pakaian kasar berdiri didepan desa, berekspresi frustrasi dan tak berdaya. Seorang wanita yang sedang menangis berdiri diantara mereka sambil menutupi wajahnya …. Dan diatas semua dahi mereka, terdapat tanda berbentuk seperti api.

“Ayah…. Ibu!”

Ditengah tangisan mereka, Feng Zu’er dan Feng Xian’er menjatuhkan diri mereka kearah wanita yang menangis. Wanita itu tiba-tiba mengangkat kepalanya disaat mendengar suara anak-anaknya; Ia hampir percaya bahwa ia sedang bermimpi disaat ia menatap linglung dan melihat anak-anaknya berlari mendekat. Baru setelah mereka mendarat didadanya, dengan erat-erat ia memeluk mereka sambil menangis dengan sangat terkejut.

“Zu’er, Xian’er, bagaimana bisa kau …” Pria separuh baya disamping itu tampak terkejut dan kemudian kehilangan kata-kata dalam perasaannya yang gembira.

“Ini karena big sister yang cantik itu yang telah berjuang melawan orang-orang jahat dan menyelamatkan kami.” Feng Zu’er berbalik dan menunjuk kearah Lan Xueruo, “Big sister tak hanya cantik, namun ia juga sangat kuat. Dia hanya butuh waktu yang singkat untuk melawan ketiga orang jahat itu. “

“Mn. Mn.” Feng Xian’er mengangguk setuju dengan wajah yang penuh dengan pujian: “Dan juga, big sister telah berjanji kepada kami bahwa ia akan membantu kita untuk melawan orang-orang jahat itu. “

Semua mata berpaling kearah Lan Xueruo. Pria separuh baya itu melangkah maju, membungkuk dengan sangat kearah Lan Xueruo, dan dengan tulus menyatakan: “Nona, terima kasih telah menyelamatkan kedua anak saya. Saya benar-benar tak tahu bagaimana saya harus membalas kebaikan anda … Nama saya adalah Feng Baichuan dan saya adalah pemimpin klan saat ini. Dan ini adalah istriku Feng Caiyun.”

“Bukan masalah sama sekali. Kebetulan aku melewatinya dan itu membutuhkan sedikit usaha.” Lan Xueruo berkata dengan sopan. Pria didepannya berusia tiga puluh empat tahun; Penampilan dan pakaian yang dikenakannya begitu rendah hati dan jarak diantara kedua alisnya menunjukkan sentuhan keanggunan dan ketenangan yang terlihat samar-samar. Tanda api yang menyala didahinya tampak terlihat sangat jelas.

Namun sebagai pemimpin klan, profound strength miliknya hanya berada pada tingkat kesepuluh pada Elementary Profound Realm. Sehubungan dengan usianya, tingkat profound strengthnya pada saat ini memang terlalu rendah. Namun, Lan Xueruo segera menyadari bahwa setiap orang didepannya berada ditingkat kesepuluh pada Elementary Profound Realm; dalam aspek ini semuanya begitu sama.

“Terima kasih, sungguh, kami terlalu bersyukur.” Feng Caiyun membungkuk dengan rasa bersyukur kearah Lan Xueruo, terlalu bersyukur untuk berkata-kata.

“Begitu luar biasanya bagi Zu’er dan Xian’er untuk dapat berhasil kembali dengan selamat. Namun, para pencuri kejam itu …. Sigh. “Pria tua berjanggut dari samping mendesah lega dan kemudian bernafas panjang.

“Bis sister sangat kuat, ia pasti dapat mengusir semua pencuri kejam itu.” Feng Zu’er, yang secara pribadi telah melihat “kekuatan yang tak terkalahkan” milik Lan Xueruo, mengepalkan tangannya dan berbicara dengan penuh keyakinan.

Namun, kekhawatiran mereka tak dapat berkurang hanya dengan kata-katanya saja. Sementara mereka percaya bahwa kekuatannya yang luar biasa sungguh menakjubkan untuk menyelamatkan kedua anak dari ketiga pencuri kejam itu, ia tampak seperti wanita muda berusia tujuh belas hingga delapan belas tahun. Bahkan jika profound strength-nya tinggi, seberapa tinggikah kekuatannya? Lawannya adalah sekelompok tentara bayaran terkenal yang jumlahnya sekitar ratusan. Kapten dan ketiga wakilnya semua berada ditingkat True Profound Realm; Itu adalah sesuatu yang susah yang bisa ditolak oleh seorang wanita muda.

Translator / Creator: fatality